Ngantuk

Suasana di gua itu sangat sunyi,sangat lembab, dan juga sangat canggung.

Sungguh.. apa apaan dengan orang ini, dia sama sekali belum bicara dari saat masuk sampai sekarang, dia bahkan tidak ketakutan atau menjerit seperti seorang Perempuan biasa Ketika ada kelelawar ke arahnya, dan lagian kenapa dia sampai memukul kelelawar itu, apakah dia beneran Perempuan? Kalau seperti ini terus tidak akan ada kesempatan bagiku untuk mengajaknya kepantai, dan diving ku juga.

Aku melihat Selena sekilas dia masih tidak bisa kumengerti, dan saat dia hendak mengambil jalan ke kiri aku menghentikannya.

"Oh Selena itu jalan buntu"

" Apakah begitu?" Tanyanya

" Yah aku percaya itu merupakan jalan yang salah,aku mengingat arah gua ini sebelumnya jadi seharusnya kita harus mengambil jalan ke kanan" aku menunjuk jalan ke kanan. Selena sepertinya setuju karna dia langsung menuju arah yang aku tunjuk. Tunggu dia baru saja berbicara kan?

" Kamu sepertinya hafal tempat ini ya Raka"

" E-eh ya" jawabku terkejut

" Ada apa?" Tanyanya

" Yah aku agak terkejut melihatmu mengobrol seperti biasa seperti ini, karna yang ku tau kamu itu seorang yang pendiam di kelas"

" Apakah begitu, yah aku tidak terlalu memikirkannya, apa kamu lebih suka aku diam "

" Tidak tolong berbicara seperti ini saja" jawabku cepat

Aku melirik ke Selena yang masih tidak berbicara, sepertinya dia tidak akan mengeluarkan topik apapun untuk sekarang, menurutku aku yang harus memulai pembicaraan sekarang.

“ Selena apa kamu punya hobi?”

“tidak” jawabnya langsung menolakku

“ y-yah bagaimana dengan kesibukan mu hari ini?”

“ sama seperti sebelumnya” selena tidak lagi menoleh kepadaku

Oh tidak dia sekarang sudah kehilangan minat dengan ku, aku harus memikirkan topik yang akan dilirik selena, Tapi apa?, Aku bahkan mengenalnya hanya dari orang lain, oh tunggu.

“ selena ku dengar kau bersaudara dengan lilia"

Selena menegang saat mendengar itu, dan terus berbalik.

" Dari mana kamu mendapatkan informasi itu" dia akhirnya melirikku tapi ntah kenapa ada kemarahan di dalamnya,apa aku melakukan hal yang salah, sepertinya aku harus mengganti topiknya dari pada harus melanjutkan pembicaraan yang akan membuatnya marah.

"I-itu temanku menceritakannya, oh dan apa kamu tau dia juga suka jalan-jalan juga jadi"

"Siapa?" Potongnya

Dia bahkan tidak menghiraukan ucapanku sepertinya ada baiknya juga memberitahunya.

"Yang memberitahuku tentang itu adalah Lilia "

" Dia itu, apa lagi yang dia katakan tentangku"

" Dia hanya menceritakan tentang masa kecilmu bersamanya, sepertinya kamu dan lilia berteman baik waktu itu, lantas kenapa kamu"

" Itu merupakan kisah lama,dan itu hanya tugas ku untuk bersamanya bukan hanya ingin berteman saja. Jadi lupakan semuanya tentangku yang dia ceritakan" jawabnya dan dia langsung berbalik dan melanjutkan perjalannya.

"Tunggu" aku menghentikannya " kalau begitu cobalah berbicara dengannya kali ini saja setelah keluar dari gua"

" Kenapa aku harus melakukannya" jawabnya yang masih membelakangiku

" Di saat dia menceritakan kisah itu, dia terlihat senang tapi ada kesedihan di matanya, sepertinya hubungan mu dan dia cukup rumit sekarang. Dan lilia bilang kamu sekarang seorang diri jadi lilia ingin mengajakmu alih alih meninggalkan mu sendiri"

Selena berhenti

" Sepertinya dia berbicara terlalu banyak, dia mengajakku bersamanya, keluarga dari orang yang memimpin perusahaan itu? Omong kosong"

"S-selena?"

Selena berbalik menatapku tajam " Raka apa lilia memerintahkan mu untuk menceritakan omong kosong ini?"

Selena menatapku walaupun keadaan sekarang sangat gelap sampai aku tidak dapat melihat ekspresi Selena dengan jelas, tapi aku tau apa yang ia rasakan, kemarahan.

"Tidak, itu hanya inisiatif ku sendiri setelah mengetahui hal itu,itu membuatku ingin membantumu dan lilia, dan sepertinya lilia juga sangat ingin berbincang denganmu sekarang"

" Hah.. baiklah aku akan berbicara dengannya kali ini, dan Raka lupakan apa yang kamu bahas dengan lilia tentangku" akhirnya diapun menyerah dan kembali berjalan.

Dia menghentikan jalannya seperti ada yang di lupakan.

" Raka aku tau kau baik ingin membantuku tapi" dia menoleh ke arahku sekilas " kau terlalu ikut campur, kau bahkan tidak tau apakah orang yang kamu selamatkan ingin dia selamat" dan akupun mundur mendengar perkataannya.

Selena berjalan meninggalkan aku yang mematung.

" Terlalu ikut campur kah?" Aku menghela nafas

Aku tau bahwa aku terlalu ikut campur dengannya, siapalah aku

Tapi ketika aku mengingat ekspresi sedih yang lilia tunjukan waktu menceritakan nya,melihat ekspresi yang sedih itu membuat hatiku hancur , jadi apapun yang terjadi aku akan membantunya bukan untuk lilia saja tapi itu juga untuk ku juga.

Di saat aku melamun sebentar Selena sudah menghilang dari pandangan dan dengan itu aku berlari menyusulnya.

Aku akhirnya berhasil menyusulnya dan suasana kembali menjadi canggung.

Di saat kita berjalan, aku melihat cabang dan terlihat cahaya di jalur kanan itu, ketika Selena ingin mengambil jalur itu aku menghentikannya.

" Tunggu"

" Ada apa Raka?"

" Itu seharusnya bukan jalur yang benar"

" Apa kamu yakin? Ada cahaya di arah sana jadi bukannya itu jalan keluar" Selena masih memperhatikan arah cahaya itu

" Aku tau ini aneh tapi itu harusnya jalan yang salah dan harus ada 2 cabang lagi yang harus kita lewati"

yang aku tau kita masih harus menempuh seperempat jalan lagi jadi tidak masuk akal kalau kita langsung bisa keluar.

Di saat aku memikirkan apa yang salah sebuah dorongan mendorong ku ke belakang.

" Eh"

" Cepat hindari cahaya itu" teriak Selena

Cahaya? Saat aku melihat ke belakang Selena, cahaya itu menyebar ke arah kita sekejap mata ,menelan aku dan selena.

Aku tidak bisa melihat Selena sekarang yang ada hanya cahaya putih dan rasa seperti melayang.

Mataku semakin berat untuk terus terbuka.

Apa Selena baik baik saja? Dia mencoba menyelamatkanku walaupun aku masih tertelan cahaya itu.

Sungguh apa-apa cahaya itu, itu bukan flashbang kan. Apa itu nuklir? Tidak itu berasal dari gua bukan dan juga aku tidak merasakan getaran apapun.

Kesadaran ku terasa semakin memudar

Yaga dan juga lilia apa dia baik baik saja? Aku harap dia tidak apa-apa. Aku menyesal tidak dapat mengikuti acara pembicaraan hantumu itu yaga padahal aku ingin sekali menceritakan sosok gagahmu menjadi Romeo alih alih menceritakan mistis.

Untuk lilia aku menepati tugasku untuk setidaknya membawa Selena untuk berbincang dengannya ,yah walaupun aku tidak tau bagaimana nasib selana karna aku dan dia sama sama tertelan.

Ahh.. diving ku yang indah sekarang sirna,sungguh menyebalkan.

Dan setelah itu aku tidak dapat lagi menahan

kesadaran ku lebih lama, warna putih di sekeliling ku sekarang menjadi hitam ketika mataku menutup karna rasa kantuk yang berat.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!