Indonesia
NovelToon NovelToon
Cantika Si Gadis Tangguh

Cantika Si Gadis Tangguh

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Dunia Masa Depan / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nina1708

Cantika Putri, gadis cantik yang tinggal di pedesaan. dan harus berjuang sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Cantika baru mengetahui kalau dirinya bukan anak kandung dari orang tua yang selama ini merawatnya. Dan dia bertekad akan mencari keluarga kandungnya..

Apakah Cantika bisa bertemu keluarga Kandungnya?? Dan apakah dia di terima baik oleh keluarga kandungnya itu??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nina1708, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masih Mencari

Happy Reading

❤❤❤❤❤❤

Gerimis tipis menyisakan aroma tanah basah dan gemericik air sungai yang mengalir deras di bawah Jembatan Karang Sari, perbatasan desa Mekar Sari dan Desa Karang Kidul. Cantika berdiri di pangkal jembatan beton tua itu, menatap celah sempit di bawah fondasi. Tempat di mana 16 tahun lalu Bu Sukma dan Pak Yandi menemukan diri nya yang duduk di dalam kardus sambil menangis di antara semak belukar.

Dengan sebundel tekad dan sebuah kalung berliontinkan Love sebelah yang di simpan Bu Sukma, Cantika mulai menyusuri celah-celah perkampungan desa di pinggir sungai. Sepanjang pagi, ia mengetuk pintu dari rumah ke rumah, menanyakan kisah lama pada warga senior, namun mayoritas dari mereka hanya menggeleng iba. Sebagian besar tak ingat, sementara yang lain mengaku baru pindah setelah banjir besar memporak-porandakan bantaran sungai belasan tahun silam.

Langkah kaki Cantika membawa nya lebih dalam ke area pemukiman lama. Di depan sebuah warung kelontong kayu yang tampak lapuk, seorang pria paruh baya berkacamata tebal. Pak Broto, sedang duduk menyeduh kopi hitam.

Cantika mendekat, menggenggam erat kalung yang di pakai di leher nya itu..

"Permisi, Pak... Maaf mengganggu waktu nya. Saya mau bertanya tentang kejadian sekitar 16 tahun lalu di bawah jembatan itu." Ucap Cantika dengan sopan.

Pak Broto menurunkan cangkir nya, menatap wajah Cantika lekat-lekat. Dahi berkerut nya semakin dalam saat mata nya tertuju pada kalung yang di pakai Cantika di leher nya.

"Enam belas tahun lalu..." Gumam Pak Broto lambat. "Malam itu hujan deras sekali, persis seperti semalam. Ada apa, Neng?" Tanya nya.

Cantika menahan napas, mencoba menjaga suara nya tetap tenang. "Saya bayi yang di temukan pasangan yang bernama Bu Sukma dan Pak Yandi dari desa Mekar Sari di bawah jembatan malam itu, Pak. Saya sedang mencari petunjuk... Siapa orang tua kandung saya, siapa tahu beliau dari desa ini. " Jawab Cantika.

Cangkir di tangan Pak Broto berdenting pelan saat di letakkan kembali ke meja. Mata nya membelalak, seolah kenangan lama yang terkubur mendadak bangkit kembali.

"Jadi... Kamu bayi malam itu?" Tanya Pak Broto menghela napas panjang, pandangan nya menerawang ke arah jembatan. "Saya tidak akan pernah lupa siang itu, Neng. Waktu itu saya baru pulang dari sawah lewat celah jalan setapak dekat sungai." Ucap Pak Broto.

Pak Broto memajukan duduk nya, merendahkan suara. "Saya melihat seorang wanita muda, pakaian nya compang-camping dan basah kuyup menggendong bayi dengan tangan nya tanpa gendongan. Dia lari ketakutan setengah mati menuju ke arah jembatan itu, tepat nya bawah jembatan. " Ucap Pak Broto.

Jantung Cantika berdegup kencang. "Wanita itu... Ibu saya, Pak?" Tanya Cantika.

"Saya gak tahu itu ibu kamu atau bukan, tapi mungkin bisa jadi itu ibu kamu. " Jawab Pak Broto pasti. "Tapi dia tidak sendirian. Tak jauh di belakang nya, ada tiga atau empat pria berpakaian serba hitam berlari mengejar nya. Mereka membawa sebuah alat seperti pemukul dan terus berteriak menuntut wanita itu menyerahkan 'sesuatu'. Suasana sore itu betul-betul mencekam, apalagi di tambah hujan gerimis dan cuaca yang mendung. " Lanjut Pak Broto.

Pak Broto menceritakan bahwa ia sempat bersembunyi di balik rumpun bambu karena takut. Dari kejauhan, ia melihat wanita itu nekat menerobos semak-semak ke bagian bawah jembatan. Tak lama kemudian, para pria berpakaian hitam menyusul ke bawah, namun suara guntur yang memekakkan telinga menggelegar bersamaan dengan arus sungai yang mendadak meluap. Para pria itu panik dan melarikan diri kembali ke arah jalan raya, sementara wanita itu tak pernah terlihat naik kembali.

"Beberapa jam setelah para pengejar itu pergi, barulah Bu Sukma yang lewat di atas jembatan mendengar tangisan mu," Pungkas Pak Broto pelan. "Kami pikir ibu mu terseret arus sungai malam itu... Tapi yang pasti, dia berjuang mati-matian menyembunyikan mu di celah fondasi jembatan supaya kamu selamat dari orang-orang berpakaian hitam itu." Lanjut nya.

Cantika menggenggam kalung di leher erat-erat, mata nya berkaca-kaca. Meski tabir misteri orang tua nya belum sepenuh nya terkuak, kini ia tahu satu hal pasti: ketakutan dan bahaya besar mengintai masa lalu nya, dan kalau benar itu ibu kandung nya maka ibu nya telah mengorbankan segala nya demi menyelamatkan nyawa nya malam itu.

****

Sementara itu,di sebuah kediaman megah di pusat kota, suasana di dalam sebuah kamar bertembok tinggi itu terasa begitu dingin dan sepi. Nyonya Nirmala Wiratama berdiri di dekat jendela kaca besar, menatap rintik hujan yang membasahi halaman rumah nya. Sudah 16 tahun berlalu sejak hari kelam yang merenggut putri nya yang baru baru berusia 1 tahun, namun tak ada satu hari pun yang dilalui nya tanpa rasa bersalah dan kerinduan yang mendalam.

Malam itu, keputusan Nirmala untuk berlari sendirian menembus hujan badai demi menyelamatkan Cantika dari sergapan musuh-musuh bisnis keluarganya berujung tragedi. Ia terpaksa menyembunyikan bayi nya di celah fondasi bawah jembatan saat para pria berpakaian hitam mengepung nya. Ketika terdesak ke tepi sungai, Nirmala tergelincir dan terseret arus deras. Beruntung, tubuh nya tersangkut di rimbunan pohon pencari kayu di desa sebelah selatan dan berhasil diselamatkan setelah berhari-hari berjuang antara hidup dan mati dalam koma.

Begitu terbangun dari komanya belasan tahun lalu, hal pertama yang di cari Nirmala adalah putri nya. Namun, saat ia kembali ke jembatan itu bersama tim pengawal pribadi nya, celah di bawah jembatan sudah kosong. Sejak saat itu, pencarian Nyonya Nirmala tak pernah berhenti.

Nyonya Nirmala membalikkan badan saat pintu ruangan bergetar pelan. Tiga pria berjas rapi dengan gestur cekatan masuk dan membungkuk hormat di hadapan nya.

"Bagaimana pergerakan di lapangan, Hendra?" Suara Nyonya Nirmala terdengar tenang namun tegas, menahan gelombang kecemasan yang selalu muncul setiap kali mendengar laporan pencarian.

"Laporan terbaru, Nyonya Nirmala," Jawwb Hendra, kepala tim kepercayaan keluarga Wiratama. "Sesuai petunjuk terakhir dari jejak lama yang kami telusuri, kami memperluas penyisiran ke desa-desa di sekitar Jembatan Karang Sari. Kami menyebar orang-orang kita untuk menyamar dan mencari informasi dari warga lokal, khusus nya mereka yang tinggal di bantaran sungai sejak 16 tahun lalu." Ucap Hendra.

Nyonya Nirmala memegang erat liontin perak di leher nya, pasangan dari kalung liontin yang dulu di pakaikan nya pada putri nya, Cantika. "Jangan buat keributan di sana. Orang-orang berpakaian hitam yang dulu menyerang kita mungkin masih mengawasi gerak-gerik keluarga ini. Periksa setiap keluarga yang membesarkan anak perempuan seusia anak saya sejak siang itu." Ucap Nyonya Nirmala.

"Baik, Nyonya. Kami sudah mengidentifikasi beberapa warga senior dan pemilik warung di sekitar jembatan yang mungkin tahu siapa yang mengambil bayi Nyonya malam itu," jawab Hendra mantap. "Tim kami sudah berada di Desa Karang Sari saat ini." Lanjut nya.

Nyonya Nirmala mengepalkan tangan nya, memandangi foto bayi berusia 1 tahun yang kini tersisa dalam kenangan nya. "Saya tahu dia masih hidup. Sore itu saya melindungi nya dengan segenap jiwa saya... Dan saya tidak akan berhenti sampai menemukan anak saya kembali." Ucap Nyonya Nirmala

*******

Happy Reading Guys. 🤗🥰

1
Icha Arlita
ayo semangat Thor aku penasaran 😁
Icha Arlita
makin penasaran
lanjut Thor 👍
Icha Arlita
keren keren 👍
Icha Arlita
cerita nya ringan sat set ga bertele tele aku suka 👍
Icha Arlita
aku mampir siapa tau menarik 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!