Indonesia
NovelToon NovelToon
Pernikahan Sendiri

Pernikahan Sendiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:12.9k
Nilai: 5
Nama Author: ginevra

Di usia pernikahan yang baru dua bulan seharusnya pasangan suami sedang hangat-hangatnya memadu kasih. Namun tidak begitu dengan pernikahan Rana dan Jax. Meskipun mereka adalah pengantin baru, tapi tidak ada api cinta diantara keduanya, dingin, kaku, tanpa suara. Apakah ada cinta diantara mereka? atau mungkin semua hanyalah rumah tangga kosong?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ginevra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Flash back Part 2

"Aku pernah dilecehkan," lirih Dania. Semua ingatan menyakitkan yang selalu ia kubur kini menyeruak begitu saja ke permukaan, menjelma menjadi sesuatu yang menakutkan. Kedua tangan yang gemetar, saling menguatkan satu sama lain di atas pangkuannya.

Kepalanya enggan menoleh ke arah pria yang selalu menjadi obyek ketakutan akan kehilangan. Lalu bibirnya hampir terluka karena terlalu kuat ia menggigitnya.

Sedangkan Jax?

Ia hanya mematung kaku di posisinya duduk, mengeluarkan aura yang susah ditebak. Apakah kecewa? Sedih? Atau marah?

Sungguh Dania tak lagi sanggup menunggu reaksi Jax. Semakin lama Jax berdiam, semakin hancur hatinya. Semua penyesalan akan mulutnya yang seenaknya terpeleset, menyesakkan dadanya hingga tak sanggup lagi tertahan.

Ini semua gara-gara dia.

Andai saja waktu itu ia tak pulang. Andai saja waktu itu ia menetap di Panti Asuhan, maka semuanya tidak akan terjadi. Dania akan menjadi Dania yang utuh dan percaya diri di depan orang yang ia cintai.

'Aku seharusnya mencabik-cabiknya.'

.

.

.

Flash back

Setelah pulang dari Panti Asuhan Kasih Ibu, yang menandakan mimpinya berakhir, Dania dengan helaan napasnya masuk ke rumahnya.

Dania memang tinggal di Kampung yang lumayan padat, namun

kondisi keluarga yang serba kekurangan memaksa mereka untuk tinggal di gubuk terbuat dari bambu di atas tanah milik pemerintah Desa. Itu membuat lokasi rumahnya agak terpencil dari rumah-rumah lain.

"Bu... Ibu," Dania meletakkan tasnya di atas kursi bambu reot.

Sore itu, rumahnya sangat sepi tidak seperti biasanya yang dipenuhi dengan teriakan, rintihan, dan bantingan barang.

Namun dalam kesunyian itu mucul kekhawatiran tentang kondisi Ibunya.

"Bu... Ibu..." Panggilnya lagi-lagi namun tidak ada jawaban.

Dania menyusuri setiap sudut rumah yang tak luas itu hingga ia menemukan Ibunya meringkuk dan merintih kesakitan di dalam kamar seorang diri.

"Ibu? Apa yang terjadi?" Dania berlutut untuk memeriksa keadaan Ibunya.

"Lari!!! Lari Dania!!! Sekarang!!!" Teriak Ibu dengan wajah yang sudah berantakan dengan luka berdarah dan memar. Tangannya mencengkram dadanya seolah ada rasa sakit yang tak tertahan bersarang di tubuhnya.

Dania menggeleng.

Bagaimana ia bisa meninggalkan Ibunya dalam keadaan seperti itu? Selain itu, gadis yang masih berusia sebelas tahun itu sungguh tidak punya keberanian untuk sekedar kabur.

"Pergi!!!" Sang Ibu mendorong anaknya menjauh hingga terjatuh.

Benar, kalau bukan sekarang kapan lagi? Dania sungguh menyesal meninggalkan Ibunya, tapi ini satu-satunya kesempatan bisa terbebas dari neraka ini.

Bergegas ia bangkit dari lantai tanah untuk segera lari. Dalam kepalanya, ia bisa membayangkan dengan jelas tentang dirinya yang tersenyum bahagia di Panti yang hangat itu. Senyumnya mengembang getir diatas penderitaan Ibunya yang menahan rasa sakit di dadanya.

Akan tetapi,

Kakinya langsung terhenti ketika sosok monster berbadan besar, tinggi dan menyeramkan datang dengan senyum lebar ala Iblis.

"Mau kemana kamu, he? Dasar anak tak tahu diuntung!"

Ia mencengkram kerah kaos lusuh Dania dan menamparnya kuat hingga terpental.

"Hentikan!!!!" Ibu Dania dengan tubuh terseok-seok berusaha melawan dengan mendorong suaminya. Namun tubuh besarnya membuatnya tetap berdiri tak tergoyahkan.

"Dasar wanita jalang!"

Brak!!!

Monster itu mendorong balik tubuh Ibu Dania yang kurus kering jatuh ke tanah.

Bugh! Bugh! Bugh!

"Berani-beraninya wanita lemah melawanku!" Kakinya yang kekar dengan enteknya menendang badan Ibu yang sudah tidak bisa lagi melawan.

"Pergi..." Lirihnya tanpa suara ke arah Dania yang tak bisa menghentikan air matanya mengalir.

Dengan mengumpulkan semua keberaniannya, Dania akhirnya bangkit dari tempatnya tersungkur dan lari.

Ibu yang mengetahuinya berusaha menahan kaki suami biadabnya dengan kedua tangannya.

"Lepaskan kakiku dari tangan kotormu itu!!!"

Tapi Ibu tak menyerah.

Ia terus menahannya dengan kedua tangan dan badannya. Meski lidahnya berdarah karena menahan sakit yang dideritanya, ia tak akan melepaskan monster yang membahayakan anak tercinta.

"Tolong!!!! Tolong!!! Siapapun, tolong Ibuku!!!!"

Dania yang berhasil melarikan diri, berteriak sekencang-kencangnya berulang kali hingga ada orang yang bisa mendengarnya.

"Tolong!!!" Ia masih lari mencari bantuan di tengah jalan desa yang sepi.

"Ku mohon!!! Tolong Ibuku!!!!"

Untung saja ada tiga orang Bapak-Bapak yang sedang nongkrong di pinggir sawah.

"Loh Dania! Ada apa?"

"Tolong Ibuku..." Kakinya yang sudah tidak bisa lagi berdiri akhirnya ambruk.

Ketiga orang yang sudah mengerti watak ayah Dania langsung menaiki sepeda motornya. Satu orang membawa Dania ke Puskesmas terdekat, dua lagi langsung tancap gas menuju rumah Dania.

"Tenang nak, kamu sudah aman."

.

.

.

"Ibu...."

Dania kecil merintih ketika kelopak matanya mengerjap setelah tak sadar selama lima belas menit.

"Dania, Ibu kamu baik-baik saja. Dia disampingmu," ucap Bapak yang telah membawanya ke Puskesmas.

"Ibu?" Ucapnya menoleh ke samping lalu mendapati Ibunya tertidur di ranjang dengan segala luka di tubuhnya.

Tangisnya menderu di atas kelegaan yang luar biasa karena Ibu tersayang selamat dari siksaan Ayahnya.

"Untuk sementara kalian tinggal disini dulu, sebelum nanti pindah ke rumah lain."

Dania hanya mengangguk karena sudah tak mampu lagi menggerakkan tubuhnya.

"Lalu, bagaimana dengan Ayah?"

Bapak itu menatap Dania dengan ekspresi iba, seolah ada hal yang tidak bisa dikatakan.

"Jangan khawatir, kamu sekarang aman di sini. Cuma, lebih baik kamu jangan keluar dari Puskesmas ini sebelum Bapak menjemput. Nanti Bapak akan menyuruh Liam untuk menemanimu."

Ayah Liam undur diri, meninggalkan Dania yang masih menatap lekat Ibunya.

Entah sudah berapa ribu kali ia menguntai kata syukur. Di tengah semua penderitaannya, masih ada orang baik yang membantunya dan Ibunya. Tanpa ia tahu kalau sesuatu yang disembunyikan oleh Ayah Liam tengah mengintainya.

Namun, untuk saat ini ia tak ingin memikirkan apapun. Baginya bisa melihat Ibunya bernapas di sampingnya, itu sudah cukup.

"Dania....Dania..." Lirih Ibunya dengan mata yang masih terpejam. Air mata yang mengalir mengisyaratkan betapa khawatirnya pada anak cantiknya.

"Iya, Bu... Dania disini," ucap Dania mendekati Sang Ibu dan menggenggam erat tangannya.

"Maafkan Ibu, seharusnya Ibu tak menikahi Ayahmu. Maafkan Ibu, karena kamu harus lahir dari Ibu yang lemah."

Dania menggeleng.

"Tidak, bukan Ibu yang salah. Tapi laki-laki itu yang salah." Bahkan Dania tak sudi memanggilnya Ayah.

"Tapi tenang Bu, dia sudah tertangkap. Tadi Ayah Liam bilang semua baik-baik saja."

Ibu Dania yang tahu kenyataannya hanya tersenyum pilu, tatapannya lirih, dan tangan kasarnya membelai pipi anaknya.

"Benar, kita akan baik-baik saja," ucap Sang Ibu.

1
Fairuz
ternyata dania doesen, sangat keren 👍
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ Kartika Candra Buwana
saya juga ikut senang. moga aja jax semakin sayang dan baik sama dania
internona Nerrazurri
pukul sja si Jacx Dania,biar kapok
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ Kartika Candra Buwana
makanya jax, jangan sakiti dania lagi ya. ga enak kan tadi rasanya
Ay
wow ad yg mulai cembukur ni yeeee🤭
Ay
🤣🤣🤣 nnt biar ke korea dulu buat oplas biar agn mncung dikit 🤭
Ay
knp si jax mmbnci neneknya?
Ay
kumur pke lasterin yg bnyk biar gk bau mulut😄😄😄
Ay
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 bagus Dan ksh phm dia klo mulutnya bau krn blm skat gigi 😄😄
Ay
heleh itu kn mau mu /Proud/
Ay
basuh dulu jigong lo itu, sikat gigi aja blm udh mnta sarapan/Smug/
Ay
nggk ush km bangunin, nnt klo dia lpar jg bkal bangun sndr
Ay
jgn lupa baca nopelku jg Dan, wkwkwk
Ay
teh sariwangi bersama biskuit roma kelapa selalu menjadi andalan keluarga kita, halah malah ngiklan/Facepalm/
iorlif
ternyata Dania yang menampar nya agar jax sadar
Filan
ya kalian berdua emang gila. saling mencintai tapi saling menyakiti. Makanya pikiran jangan dibuat terlalu rumit dan mengada-ada.
Filan
Iya. Kenapa Dania enggan marah dan enggan melepaskan?
Vivenn
bagus deh pisah ajaa Cowonya juga suka mabuk mabukkanmm
𓆩♡🍒Mochi🍒♡𓆪
mantab dah. istrinya yg JD dosen. lama² aku rasa jax bakal jatuh cinta sih sama Dania.
𓆩♡🍒Mochi🍒♡𓆪
3J yg ganteng semua. wow.. para mahasiswi bisa rajin kuliah terus nih buat cuci mata😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!