Indonesia
NovelToon NovelToon
INCRACTABLE GIRL CHARM

INCRACTABLE GIRL CHARM

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Romantis / Patahhati / Kehidupan di Sekolah/Kampus / CEO / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:13k
Nilai: 5
Nama Author: Laviniiaa

Jam alarm yang mati ditambah dengan sepedanya yang rusak menjadi awal kesialan dirinya. Niat ingin mempercepat waktu agar tidak terlambat justru hal tak diinginkan terjadi.

Hingga dua orang pria berwajah seram menangkap dirinya untuk dibawa ke hadapan sang tuan.

"Berapa banyak uang yang kau miliki sampai kau menemuiku" Ucap vano meledek Ara

"Apa kau sedang menominalkan harga dirimu tuan?" Ara menyindir vano

Aura didalam ruangan mendadak panas oleh karna amarah sang tuan.

Apa yang akan dilakukan vano pada ara?

Mampukah ara si wanita keras kepala melawan vano ?

Yuk baca dan nikmati ....
Jangan lupa kasih love nya ya, masukin ke favorit juga oke

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laviniiaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SORAKAN PENDUKUNG

Hai guys...

Terima kasih untuk kesetiaan kalian pada cerita IGC ini aku sunggu terharu 🥺

Aku ga tau ini nyambung atau engga dengan cerita 😁. Yuk komen kalau misal kurang nyambung, biar langsung aku revisi

Jangan lupa kasih like, rating, vote dan komennya yuk, biarr aku semakin semangatt ngelanjutinnya.

...🍁🍁🍁...

Levin yang baru selesai menjawab panggilan melangkahkan kembali kakinya untuk masuk ke dalam kantin teringat kalau sebelumnya ia pergi bersama lili.

Sambil duduk levin memandang salah satu stand toko yang saat ini di isi oleh beberapa orang, bukan karna sedang menunggu pesanannya, akan tetapi menunggu lili yang memang sebelumnya masuk ke stand tersebut.

Levin mengeluarkan ponsel dari saku celana ketika bosan melandanya. Kalau bukan karna ajakan lili sungguh dia tidak akan mau melakukannya. Untuk mengobati rasa bosannya dia membalas setiap pesan masuk yang ada diponselnya.

Setelah dirasa cukup, levin kembali mematikan ponsel lalu meletakkannya diatas meja lalu kembali memandang sebuah stand toko yang ada dihadapannya.

Ia menjelajahi pandangannya ke seluruh sisi kantin. Walaupun ia melihat ada bekas tumpahan cairan dilantai, hal itu tidak mengurangi kebersihan kantin tersebut. Bagaimana tidak, kampus ini merupakan salah satu kampus terbaik juga banyaknya donatur yang memberikan bantuan menjadikan kampus ini menjadi sangat amat baik dari segi fasilitas, pelayanan dan lainnya jadi tidak diragukan lagi akan semuanya.

Mengapa lama sekali Batin levin

Toko yang sudah tidak ada pembelinya itu terus levin pandangi, namun sampai saat ini pun orang yang ia tunggu tidak keluar dari tempat tersebut.

Dia segera bangkit dan memutuskan untuk mendatangi toko tersebut.

“Ada yang bisa saya bantu tuan?” melihat levin yang berdiri sambil menjelajahi tokonya membuat sang penjual bertanya sopan

“Kemana anak kecil yang tadi?” levin memusatkan matanya pada penjual setelah tidak menemukan keberadaan lili

“Ohh anak itu dibawa bersama non ara tuan kesana” Tunjuk penjual tersebut pada satu arah

"Ara?" Levin mencoba mengingat nama itu. Nama yang sepertinya pernah ia dengar. Selang beberapa detik pikirannya langsung membawa kepada sebuah kejadian dimana dia bertemu ara ketika dikantor vano yang juga dengan hadirnya keberadaan ilona.

Ditengah pemikirannya tentang kejadian tersebut, ponselnya berdering membuatnya langsung segera mengangkatnya.

“Ya tuan” Jawab levin

“Baik tuan saya segera kesana” Jawab levin lagi

Perintah vano yang menyuruhnya untuk segera ke aula membuatnya bingung karna disatu sisi ia juga harus mencari keberadaan lili.

“Apa yang harus ku katakan nanti” Sungguh levin sangat takut karna ketidakbecusannya dalam menjaga lili. Tapi bagaimanapun harus terlebih dulu mendatangi vano untuk memberitahu hal ini.

...*...

“Ya tuan” Dengan menunduk levin menyatakan kehadirannya.

"Bagaimana perutmu? Sudahkah lebih baik” Ucapan lili sebelumnya mengingatkan vano akan levin yang mungkin saat ini sedang merasa tidak enak pada perutnya.

Tapi berbeda dengan levin yang justru menatapnya dengan heran, tidak mengerti maksud ucapan vano. Sungguh ia sangat baik hari ini, tapi kenapa vano mengatakan perutnya seolah-olah bermasalah.

"Lili mengatakan kalau kau tak kunjung keluar dari kamar mandi" Sambil berbicara vano menunjuk lili yang kini telah duduk bersama ilona di belakang mereka

Oh ya ampun levin kini harus berterimakasih pada lili yang telah membebaskannya dari amukan sang boss. Walaupun sebenarnya alasan yang lili buat cukup memalukan dirinya.

"Sudah lebih baik tuan" Levin membalas pertanyaan vano sebelumnya agar terkesan lebih akurat dan sungguh

“Duduklah”

Levin segera menduduki kursi kosong yang ada disamping kiri vano

Satu persatu orang pun turut masuk kedalam aula. Bukan hanya mahasiswa namun dosen serta para petinggi-petinggi kampus pun ikut hadir dalam acara penting tersebut, terlebih lagi dimana adanya kehadiran sang donatur yang membuat mereka bersemangat untuk datang.

Desas desus kehadiran vano telah menyebar sehingga membuat setengah aula terisi oleh mahasiswa-mahasiswa lain yang tidak termasuk dalam nominasi prestasi. Entah siapa yang menyebarkannya, namun yang pasti kehadiran mereka yang tak lebih hanyalah untuk melihat sang donatur yang berwajah tampan serta bertubuh atletis.

“Karin aku tidak menyangka kalau donatur kampus ini sangat tampan” Ucap fanny yang berada dikursi penonton

“Punggungnya itu lohh arrggh bangettt” Ucap fanny yang frustasi melihat tubuh belakang vano

“Sssstttt diamlah, kecilkan suaramu, kau seperti cewe gila” Ucap karina membuat fanny terdiam

Ini adalah kali pertamanya vano menghadiri acara ini, pada tahun sebelum-sebelumnya vano akan menyuruh levin untuk mewakilinya, namun kali ini ia berinisiatif melakukannya sendiri sekaligus untuk melihat perkembangan yang ada.

Menit demi menit berlalu dan bangku pun mulai terisi. Mereka yang menjadi panitia pun mempercepat segala persiapannya. Setelah kurang lebih lima menit acara pun dimulai, sang mc segera membuka acara.

Sang MC memberi kesempatan untuk pimpinan kampus memberikan kata sambutan. Bukan hanya pimpinan kampus, tapi vano pun juga ikut diminta dalam memberikan kata sambutan.

“Tempat dan waktu kami berikan untuk tuan Chaselvano Axelio” Ucap sang MC

Tepuk tangan langsung terdengar didalam aula, bahkan teriakan sorak-sorak dari para mahasiswi terdengar menggema bersamaan saat vano naik keatas panggung.

Bagaimana bisa Batin ara dalam hati saat melihat vano yang sedang berbicara

“Ra, ternyata dia…” Ucap Myesha yang berada disebelah kanannya

“Kau tau ini ra?” Tanya deline yang ada disebelah kirinya

Ara menggeleng tidak tau, karna memang selama menerima beasiswa ia tidak pernah melihat sang donatur secara langsung, sebab asistennya yang selalu mewakilinya.

Sedangkan dari kursi belakang yang berjarak 4 baris dari mereka duduk, tampak karin menatap vano terpesona.

“Waw benar-benar tampan” Ucap karin

“Ya kan ku bilang juga apa, dia memang luar biasa tampan” Ucap fanny setuju dengan ucapan karin

Suara tepuk tangan kembali menggema diruangan bersamaan saat vano selesai bicara dan berjalan turun dari panggung.

Hingga saat yang ditunggu yaitu acara inti sekaligus yang sangat dinanti-nantikan oleh semua orang tiba.

“Baiklah, kini saatnya kita masuk kedalam acara intinya yang pastinya sudah kalian nantikan” Ucap sang MC

“Kira-kira siapa nama yang akan beasiswa disemester kali ini, ada yang bisa tebak?” Sang MC bertanya pada penonton yang hadir

“ARA… ARA… ARA” Deline spontan berdiri dan berteriak mendukung araa

“Lin sudahlah hentikan” Ara menarik baju deline namun tidak digubris melainkan deline tetap berteriak menyebut namanya

“Wow ternyata ada menyebutkan nama ara” Ucap MC yang mendengar teriakan deline

“Apakah sama seperti semester-semester sebelumnya ara akan tetap mempertahankan beasiswa?” Tanya sang MC yang sudah mengenali ara sebagai mahasiswi berprestasi setiap semesternya

“TIDAK! TIDAK!” Kali ini fanny berdiri maju dan berteriak menjawab pertanyaan sang MC sekaligus mengeluarkan argumennya membuat deline spontan menghadapkan tubuhnya kebelakang untuk melihat pelakunya

“ARA…ARA…ARA” Deline masih meneriaki nama ara semakin kencang agar teriakan fanny tidak terdengar

“TIDAK! TIDAK! TIDAK!” Tak mau kalah fanny kembali berteriak

Hingga pertengkaran mereka membuat semua orang yang ada didalam ruang itu memandang kearah kursi mereka berdua, terkecuali untuk vano dan levin yang terus fokus memandang kedepan. Sama seperti kebanyakan orang,

“Ara mahasiswa yang selalu mendapat beasiswa disetiap semesternya” Levin mendekatkan dirinya pada vano untuk memberikan informasi terkait ara

Namanya seperti tidak asing Batin vano

“Wow wow mungkin kah kali ini ara tidak dapat mempertahankannya?” Ucap sang MC

“SHAFIRA…SHAFIRA…SHAFIRA” Teriak salah seorang yang duduk diposisi kanan aula tersebut

............

1
Mam Jes
lanjut thro syg
Mam Jes
lanjut donk thor
Lavinia: hehe, sebelumnya terima kasih untuk antusiasnya🥰. Besok aku update ya mam...
total 1 replies
Syrfh Maharany Asseggaf Asseggaf
bagus
virshere ads
Keren kak 、ゥ、ゥ Semangat terus...
Penghargaan Pink
Thor, ceritamu bikin moodku seperti pelangi wkwkw
SugarGenius
Semangat berkarya thorrr Di tunggu next up episodenya 笶、笶、
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!