Denis adalah seorang pemuda lulusan sarjana, dia mencoba peruntungannya dengan mencoba melamar pekerjaan diberbagai daerah dan merintis bisnis, hal apapun akan ia lakukan demi mendapatkan uang yang halal.
Namun dalam perjalanan karirnya, ia banyak berkenalan dengan wanita, namun satu persatu cintanya kandas dengan suatu alasan masing - masing, hingga pada akhirnya ia dijodohkan oleh seorang gadis tetangganya sendiri oleh ibunya. siapakah gadis tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Irkham, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30. Merantau
Tekad bulat dengan penuh keyakinan ada pada diri denis, denis sudah siap untuk pergi merantau guna mencari pekerjaan sekaligus pengalaman keluar kota.
Tepat pagi hari jam 7 pagi denis, sudah bersiap - siap untuk berangkat naik kereta api, denis lalu berpamitan kepada ibunya.
"bu, denis pergi merantau dulu, doain denis agar bisa sukses diluar sana ya bu" ucap denis
"pasti nak, ibu akan selalu mendoakan kamu dari sini, berjuanglah nak dan jangan lupa untuk selalu sholat dan juga mengaji. ingat pesan ibu ya nak" ucap ibu denis
"iya bu, denis pasti ingat pesan ibu, denis pergi dulu" ucap denis
Denis mencium tangan ibunya lalu pergi membawa beberapa tas keluar rumah, denis pergi naik grab yang sudah ia pesan dari tadi untuk menuju stasiun. setelah sampai stasiun denis melanjutkan perjalanan dengan baik kereta api selama 3 jam.
Meskipun ada anggi yang akan sering nengok ibunya namun tetap saja ada rasa gelisah dari denis yang membuat perjalanan menuju kota tujuan tidak begitu nyaman, denis sama sekali tidak tidur, ia malah mainan hp yang dibawanya serta sesekali melihat jendela luar.
Setelah 3 jam, kereta pun berhenti, denis kemudian turun dari kereta tersebut guna untuk mencari kos - kosan namun ada beberapa taksi atau grab yang mangkal di stasiun tersebut.
"mau kemana mas? mari saya antar" ucap pengemudi grab
"saya mau nyari kos - kosan yang deket sini pak, kira - kira bapak tau nggak ya?" ucap denis
"oalah mas nya pendatang ya, iya saya tau mas kos - kosan deket sini, saya antar kan langsung ya yang deket stasiun" ucap pengemudi grab
"iya terima kasih pak" ucap denis
Pengemudi grab tersebut mengantarkan denis ke sebuah kosan kira - kira sekitar 15 menit dari stasiun. setelah sampai di kosan, denis membayar sejumlah uang kepada pengemudi grab yang sudah mengantarkannya ke kos- kosan, denis bejalan menuju ke kosan tersebut untuk menemui pemilik kos serta langsung menanyakan berapa biaya kos selama sebulan.
Tok tok tok ......
Bunyi suara ketukan pintu daru luar
"Assalamualaikum" ucap denis
"wa alaikumsalam" ucap pemilik kos
"permisi bu, mau nanya apa disini masih ada kamar kosan yang masih kosong?" tanya denis
"iya masih ada, silahkan masuk" ucap ibu pemilik kos
Denis langsung masuk membawa sejumlah barang lalu duduk diruang tamu bersama pemilik ibu pemilik kos
"Bu, kalo biaya ngekos disini selama sebulan berapa ya? tanya denis
"kalo disini biayanya selama sebulan 400 ribu mas, itu sudah komplit ada kamar mandi juga disini, gimana mas? " ucap ibu pemilik kos
"baiklah bu, saya ambil" ucap denis
"baiklah mas, kamarnya ada di paling ujung, mari saya antar" ucap ibu pemilik kos
Denis akhirnya mengambil kosan tersebut, denis ditemani ibu pemilik kos berjalan melihat - lihat sekitarnya sampai akhirnya pada kamar yang bakal ia tempati
"kamarnya disini ya mas" ucap ibu pemilik kos
"iya baiklah bu" ucap denis
"pembayarannya tiap awal bulan, untuk sekarang bisa bayar setengahnya dulu gapapa nanti setelah tanggal 15 lebih baru bayar full" ucap ibu pemilik kos
Denis pun langsung membayar uang 400 ribu langsung kepada ibu pemilik kos tanpa membayar setengahnya dulu.
"ini bu saya bayar langsung saja 400 ribu" ucap denis
"iya baiklah, saya terima. semoga betah tinggal di kosan ini, oh ya mas ada satu aturan di kosan ini yang nggak boleh dilanggar yaitu nggak boleh keluar dari kosan setelah jam 9 malam ya" ucap ibu pemilik kos
"iya baik bu saya mengerti" ucap denis
Ibu pemilik kos lalu meninggalkan denis yang sudah berada dikamar kosan tersebut.
Kamar denis berada di paling ujung sementara kamar sebelahnya juga sudah ada yang ngisi, beberapa menit kemudian ada suara ketukan pintu dari kamar denis, begitu denis membuka ada seseorang yang berdiri dihadapannya.
"siapa ya?" tanya denis
"salam kenal ya aku fery, aku tinggal di sebelah kamar kos kamu" ucap fery
"oalah iya salam kenal ya fery, namaku denis" ucap denis
"wah denis nama yang bagus hehe" ucap fery
"iya sama sama, ayo sini masuk fery" ucap denis
"iya denis" ucap fery sembari masuk kamar denis
"oya fery, kamu ngekos disini karena kerja disini apa kuliah?" tanya denis
"aku kerja daerah sini denis" ucap fery
"kamu kerja apa disini?" tanya denis lagi
"aku kerja jadi satpam di bank" jawab fery
"wah bagus, yang penting bisa kerja juga dapat uang yang halal udah bersyukur" ucap denis
"iya denis, kalau kamu disini kuliah apa mau nyari kerja?" tanya fery
"aku disini mau nyari kerja, ini aku sudah bawa surat lamaran banyak, niatku sih mau tak sebar sebanyak mungkin di daerah sini" ucap denis
"iya denis, lamar semua aja langsung kalo buka loker, sekarang nyari kerja susah" ucap fery
"kalo ditempat kamu apa apa ada buka loker nggak fery?" tanya denis
"kalo di tempatku masih penuh jadi belum buka lagi, nanti deh kalo ada aku kabarin" ucap fery
"iya siap fery" ucap denis
"kamu dulu udah ada pengalaman kerja apa belum denis?" tanya fery
"dulu udah pengalaman kerja di bank jadi teller" ucap denis
"wah keren banget bisa jadi teller" ucap fery
"itu beruntung aja fery bisa keterima" ucap denis
"kalo pengalaman kerja selain jadi teller, apa denis?" tanya fery
"belum ada fery, baru itu aja, lha kalo kamu sudah pengalaman kerja apa aja?" ucap denis
"sebelum jadi satpam aku pernah kerja dipabrik tapi dah ga betah kalo kerja disitu" ucap fery
"lha ga betahnya dimana fery?" tanya denis
"soalnya sering shift pagi sore malam, paling berat itu yang shift malam, aku paling ga bisa fokus kalo kerja malam hari, apalagi di bagian produksi yang berurusan dengan mesin" ucap fery
"iya sih ya kalo kerja dipabrik itu yang berat shift malam" ucap denis
"nah kan makanya aku lebih memilih keluar dari pabrik, paling enak itu kerja berangkat pagi pulang sore kayak jadi satpam seperti ini. ya lumayan lah" ucap fery
"iya bener, aku juga lagi nyari yang kerja pagi sampai sore' ucap denis
"ya sudah, aku mau keluar dulu ya denis, masih ada urusan" ucap fery
"iya sudah" ucap denis
Selama disitu denis langsung mencoba melamar pekerjaan kemana - mana, semua posisi pekerjaan apapun ia lamar. hingga akhirnya ia bisa keterima kerja sebagai waiters atau pelayan cafe. denis tidak mempermasalahkan posisi apa yang saat ini ia jalani meskipun dia dulunya mantan pegawai bank, baginya bisa bekerja serta mendapatkan uang yang halal itu sudah bersyukur.
mari saling mendukung thor