Tes....
Tes...
Tes...
"Ranji..... " Teriak Yuma dengan meneteskan air matanya, dia terkejut melihat sahabatnya yang tidak sadarkan diri di depan matanya itu. Yuma mengepalkan tangannya dengan kesal, "Kenapa jadi seperti ini.... Hito.... " Tanya Yuma dengan heran.
Lalu Hito berdiri di belakang Yuma, dan dia memeluk Yuma dari belakang, Yuma sontak terkejut.
"Kau bilang menyukai ku kan?" Tanya Hito sambil mengusap pipi Yuma. Yuma hanya diam seakan-akan tubuhnya membeku.
"Kalau kau menyukai ku, bisa kau bunuh dia?" Tanya Hito sambil memberikan pistolnya ke tangan Yuma.
Yuma menoleh ke Hito dengan ketakutan.
Dia bukan Hito yang aku kenal... Siapa orang ini? (Batin Yuma)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gywnee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 30
Ranji mengambil buku di tasnya dan dia melihat ada kertas foto dan dia mengambilnya, dia sontak terkejut saat melihat foto itu karena di foto itu ada seorang wanita yang tertidur, dan wajahnya mirip dengan ibunya.
"Cih!" Geram Ranji dengan kesal.
"Ada apa Ranji?" Tanya Adriel, dan mereka semua menoleh ke Ranji, dan Ranji tersenyum kecil.
"Ada kecoa mati di tas," Jawabnya dengan santai.
"Ihhhh jorokkkkk banget sihhhhh..." Omel Rena dengan kesal.
"Mau lihat?" Tanya Ranji ke Rena.
"Mau mati muda ha????" Omel Rena dengan kesal.
Yuma menghela nafas dengan heran, "Kecoa sampai mati di tasnya," Gumam Yuma dengan heran.
Dalvin menoleh ke Ranji dan dia tahu Ranji sedang berbohong dia juga melihat ada foto yang di bawa Ranji tapi dia menyembunyikannya di dalam tasnya.
"Kalau begitu saja lanjut ya pelajarannya," Ucap Adriel.
Ranji menghela nafas dengan sedih.
Darimana aku harus mulai mencarinya...oh iya Hito bilang pelaku yang mengganggu Yuma ada di sekolah ini...apa dia sedang menyamar sekarang..(Batin Ranji).
Jam istirahat, Hito keluar dari kelas karena dia mau meminjam buku di perpustakaan dan tiba-tiba Rena menyusulnya dan dia langsung merangkul lengan Hito.
"Hitooo mau ikut dong," Ucap Rena sambil tersenyum manis.
"Tidak perlu gandeng kan," Ucap Hito.
"Enggak, harus aku gandeng heheh.." Jawab Rena. Hito menghela nafas dan dia hanya bisa pasrah dengan keadaannya karena dia masih belajar membiasakan diri dengan sifat Hito dulu.
"Anak itu... " Geram Yuma dengan kesal, dia mau menghampiri mereka berdua dan mengomeli Rena tapi Dalvin menarik tangan Yuma.
"Yuma," Panggil Dalvin.
"Kenapa?" Tanya Yuma dengan heran.
"Bisa ikut aku?" Tanya Dalvin.
Lalu mereka berdua berada di ruang lab biologi, karena mereka mencari tempat sepi untuk mengobrol.
"Ada apa?" Tanya Yuma dengan heran.
"Kau masih diganggu akhir-akhir ini?" Tanya Dalvin dengan heran
"Tidak, setelah kejadian malam itu aku sudah tidak di ganggu lagi, ada apa memangnya?" Tanya Yuma dengan heran.
"Feeling ku tidak enak ke Ranji, aku takut kalau Ranji yang di ganggu." Ucap Dalvin dengan cemas.
Yuma sontak terkejut, "Apa dia tahu tentang ini?" Tanya Yuma dengan heran.
"Hito memberitahu semua agar dia tidak salah paham lagi," Jawab Dalvin.
Yuma menghela nafas, "Bagaimana jika dia di ganggu," Gumam Yuma dengan cemas.
Ranji mendengar pembicaraan mereka dari luar, dia memang sengaja mengikuti mereka berdua karena dia curiga dengan mereka. Setelah mendengar pembicaraan mereka dia merasa sedih dan senang karena mereka benar-benar mencemaskannya tapi disisi lain dia merasa sedih karena situasi ini ada karena dirinya. Lalu Ranji pergi agar mereka tidak tahu jika dia berada disini.
Hito sedang asik belajar matematika di perpustakaan, dan Rena hanya diam duduk di kursi depan Hito, dia sungguh bosan menunggu Hito yang belajar seperti ini.
"Hito sepertinya kamu kembali seperti yang dulu ya, maniak belajar banget." Ucap Rena dengan heran.
Jadi aku berhasil menjadi Hito yang dulu? (Batin Hito).
"Kenapa kau tidak belajar juga?" Tanya Hito dengan heran.
"Aku? ah gampang aku mah nanti di rumah bisa hehe.." Jawab Rena sambil tersenyum kecil. Hito mengangguk mengerti.
"Hito aku ke kantin dulu ya bye..." Pamit Rena lalu dia pergi keluar. Hito hanya diam dan melanjutkan belajarnya, dia penasaran dimana Yuma sekarang karena biasanya dia membaca buku dengannya disini.
"Kenapa aku mencarinya," Gumam Hito dengan heran.
Yuma berjalan ke kantin untuk mencari Ranji tapi dia tidak ada di kantin, yang ada hanya Rena dan Bona, setelah itu dia ke kelas tapi Ranji juga tidak ada.
"Kemana anak itu," Gumam Yuma dengan cemas.
Yuma mencari ke kelas lain karena biasanya Ranji mengobrol dengan kelas lain, tapi dia mencari hampir di semua kelas 12 tapi Ranji tetap tidak ada, dan Yuma kesal dengan Ranji yang tiba-tiba menghilang itu.
"Hih!!!! tu anak kemana sih!!!" Geram Yuma dengan kesal.
Setelah lelah mencari kesana kemari Yuma memutuskan untuk masuk ke kelasnya dan di kelasnya dia melihat Ranji yang sedang bercanda dengan teman cowok sekelas mereka.
"Hallo Yuma...kamu ini habis darimana kok kelihatan capek banget?" Tanya Ranji dengan heran.
Yuma mengepalkan tangannya dengan kesal, dia ingin sekali melampiaskan kelelahannya dengan memberikan pukulan ekstra ke Ranji.
"Feeling ku kok buruk ya," Gumam Ranji dengan tersenyum ketakutan. Lalu Yuma membuang nafasnya agar dia lebih tenang.
"Ranji ikut aku!" Ucap Yuma lalu dia keluar dari kelasnya.
"Ranji semangat yaa...." Ucap salah satu cowok itu. Ranji mendengus dengan kesal lalu dia menyusul Yuma.
Dan mereka berdua berada di depan kelas mereka.
"A.ada apa Yuma?" Tanya Ranji dengan gugup.
Yuma hanya diam dan dia menatap Ranji dengan tatapan cemas, dia takut jika Ranji di teror tapi Ranji menyembunyikan ini darinya.
"Kenapa sih Yuma kan aku jadi malu kalau di tatap begini," Ucap Ranji dengan tersenyum senang.
Yuma berdecih kesal.
"Kau ada masalah?" Tanya Yuma dengan penasaran.
Ranji menatap Yuma dengan terkejut, dia heran bagaimana bisa Yuma tahu jika dia ada masalah tapi dia merasa Yuma tidak tahu tentang masalahnya karena dia mendengar percakapannya dengan Dalvin.
"Punya..." Jawab Ranji dengan sedih.
"Apa? kenapa kau tidak ngomong dengan ku?" Tanya Yuma dengan cemas.
Ranji menundukkan kepalanya dengan sedih.
"Ranji kau tidak apa-apa kan?" Tanya Yuma dengan cemas.
"Kamu tidak mau aku ajak date sih aku jadi sedih." Jawab Ranji dengan sedih.
Plakkkkkkk!!!
"Aduhhhhhhhhh...." Teriak Ranji sambil memegang lengannya yang di pukul Yuma.
"Percuma cemas dengan mu tau enggak!" Omel Yuma dengan kesal.
"Kan aku berusaha menjawab pertanyaan mu Yuma," Jawab Ranji dengan sedih.
Yuma menghela nafas dengan kesal.
Lalu Yuma melihat Hito yang berjalan ke arah mereka, Yuma tersenyum senang melihat Hito.
"Hito," Sapa Yuma setelah Hito dekat dengan mereka.
"Hm." Jawab Hito dengan singkat lalu dia masuk ke kelasnya dan Yuma menyusul mereka. Ranji hanya diam memperhatikan mereka dia masih merasa bersalah setiap bertemu dengan mereka.
"Ranji..." Lirih Bona dengan sedih, dia tahu kalau Ranji pasti sedih karena Yuma lebih menyukai Hito daripada dirinya. Bona memperhatikan Ranji dari dalam kelasnya.
"Ranji apa yang kau pikirkan sampai diam berdiri di depan kelas begini?" Tanya Dalvin dengan heran.
"Kau ini sejak kapan disini?" Tanya Ranji dengan terkejut.
"0,1 detik yang lalu." Jawab Dalvin dengan datar lalu dia masuk ke kelas, Ranji berdecak kesal.
"Oh iya Dalvin nanti aku ajarin matematika..." Teriak Ranji yang berjalan menyusul Dalvin masuk ke dalam kelas.