"Kau terlalu banyak menyimpan kebohongan sehingga kejujuran mu di pandang semu sekarang."
Kepergian Reno bukan lah sesuatu yang salah, aku yang salah disini aku paham arti perginya. "Jangan pergi! jangan tinggalkan rumah."
Dia amat marah setelah berita itu sampai ke telinga nya...
yukk buruan cari sepenggal kalimat ini dibalik cerita aku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MAMI ADRIELLA20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana busuk
Mungkin arti perasaan menyesak sedari tadi pagi menandakan ini ,menuju Kampung kami mendapat hadangan yang sangat tidak masuk di logika .di mana sebuah motor dihilangkan , melintang di tengah jalan .
Atasanku langsung lakukan panggilan ke pusat guna mendapat pertolongan, "Ini pasti pihak kompetitor DRI , jangan keluar !"
Dia tidak menyerah begitu saja ,memundurkan mobil dan menabrak salah satu komplotan .dari 6 orang yang akan Menghadang jalan kami ,Mungkin dia mengalami kelumpuhan di bagian kakinya .Soalnya dari kaca spion Aku Melihat badannya terlindas soalnya mobil, "10 menit lagi Sebenarnya kita dapat Kampung cuman itu ke depan, kalau ke belakang kita mah sama aja balik lagi ke hutan ."
'Pak jangan panik ! Maju aja ke depan ."
"Nggak bisa Dri,kalau kita maju ke depan yang ada kita nggak nabrak orang lagi .bisa aja jalan udah di blok oleh mereka,intinya bagaimanapun kondisi kita .namanya handphone dan data pribadi Jangan sampai hilang ya ,Ya kali nanti mayat kita nggak di tandain ."
"Bapak Please deh, sempat-sempatnya bercanda ."
Sebenarnya dari wajahnya kita juga tahu dia mulai masuk ke dalam kebingungan ,dan ya dari cara setirnya fokusnya mulai terganggu.
'Bummmm,' mobil menabrak semak, kain masuk ke dalam rumputan sebelum akhirnya sebagian mobil masuk ke dalam Sungai .bener-bener hanya kemudi di pinggiran sungai ,kami berlari meninggalkan mobil ,dan hanya membawa keperluan yang dibutuhkan nantinya .namanya gelap kami malah berlari ke bebatuan ,di mana sangat mudah bagi mereka yang mengendarai motor menyenter kami dari atas.
Cahaya lampu remang dari sepeda motor menjadi penolong atau maut di dalam keheningan malam ,untungnya sepatu dompa dan celana jeans yang dipakai bersahabat untuk terus berlari ,sampai Aku letih dan berdiri seperti sebuah ujung bukit ,"sepertinya kita memang harus mati konyol Dri."
Kami berpelukan ,menangis. ketika kami melompat ,ternyata itu merupakan perbatasan antara rumputan dan sungai .kami terjatuh dan aku melihat orang itu datang menghampiri kami berdua ,ketika tangannya menyentuh wajahku aku menahan nafas setiap mungkin .
mereka menyelamatkan atasan ku, sementara aku malah semakin dipinggirkan ke sungai. Sakitnya luar biasa .
Aku pikir inilah akhirnya aku melihat hari malam, Aku tidak tahu apa yang terjadi setelah kejadian itu . Dengan terbukanya mataku melihat selang nafas di hidung.
Mengapa bisa ada abang ? ternyata kesadaran itu pasif .aku kembali tertidur,
aku terbangun sudah ada wanita yang sempat membuang ku . Kepalan tangannya membuatku tersadar ,namun banyak kejadian menjadi ingatan semu yang tiba-tiba menghantam kesadaranku .
Ternyata Abang berdiri di ujung jendela memandang wajahku ,dia berteriak histeris melihat mataku mulai terbuka namun tidak melakukan pergerakan .dokter datang dan melakukan berbagai macam observasi ,dilihat oleh kakakku dan ibu itu disuruh keluar .
Obat-obatan diberikan ke cairan infus ,lucu pernafasan dan segalanya ditingkatkan .aku merasakan pancingan itu di dalam tubuhku yang lemah , "Reno-kak- Reno." nama itu keluar begitu saja dari bibir ku.
Ternyata sudah 10 hari lamanya aku tidak sadarkan diri ,terbangun hari sudah pagi .dalam ingatanku itu hanya seperti mimpi Dan rasakan terasa hanya satu malam saja.
Ketika dokter visit datang tiada satu pun pendamping disisi ku, Obat-obatan kembali di suntikan, mata terbuka memandangi segala penjuru arah, Yappp semakin keraguan akan kenyataan membesuk hati, ini kenapa dan apa yang terjadi semakin pusing berpandangan kesadaran "Bu... enggak usah berpikir berat dulu." suster menepuk-nepuk bahu ku, aku mulai melupakan sesuatu hal... seperti semuanya mimpi.
Aku ingat hidup namun tidak memahami apa yang terjadi, semuanya berjalan begitu cepat dipikiran.
"Adri, kamu ingat kapan terakhir kamu berada sebelum di tempat ini." Dokter melakukan pemeriksaan lebih teliti.
Pertanyaan itu amat sulit dijelaskan, berulang kali aku berusaha mengingat namun tidak kunjung mendapat ingatan ku. aku masih bisa berpikir namun tidak ingat hal apa pun, apa yang terjadi?
"Ini rumah sakit? Dimana?" Tau enggak sih ini apa yang terjadi,aku tau semuanya cuman tidak kenal apapun yang terjadi. "Kamu istirahat dulu ya."
Aneh! Aku baik,sehat. Kenapa disuruh istirahat? Istirahat macam apa yang dimaksud?
Eh ada seorang laki-laki datang, dia menangis memeluk ku. Mengusap berulang punggung sembari menjauhkan pandangan nya dari ku, siapa dia?
"Ini Abang dek, kok kamu diam?"
"Abang?" Artinya aku punya saudara ya, iya mukanya enggak asing cuman kok aku enggak ingat sama sekali siapa namanya dan kapan kami pernah hidup bersama.
Kenapa kepala terasa berat,oh ternyata banyak perban kecil disatukan menjadi lilitan putih dikepala. "Kenapa? Bagian mana yang. Sakit?"
"Dekat pelipis mata,sama sakit kalau ingat Abang, dibagian belakang kepala berat."
"Udah-udah gak usah dipaksa, Abang disini ya." Mengambil bangku putih, mengelus lembut jemari ku. Ia mulai melipat tangan nya menundukkan kepala sambil memegang erat tangan ku, dia membawa ketenangan dengan begitu.
"Nanti kita pulang ya." Abang melakukan segala hal baik untuk ku.
Titik ternyaman hidup kah ini? Kenapa ketenangan ini seperti aneh, apakah aku tidak pernah menerima nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari-hari perawatan tamu menjenguk datang hanya bos, dia ingin tahu kelanjutan kinerja ku, ternyata aku pintar ya sebelumnya bisa kerja di proyek pembangunan jaringan, mantap benar.
"Saya berdoa semoga kamu bisa sembuh dalam 1 bulan ini DRI."
"Seharusnya pak, karena dokter bilang ini bukan selama nya. Perlahan dia pasti ingat."
"Bukannya kurang empati, tapi memang ADRIELLA ini salah satu kepercayaan kantor walaupun anak baru. Paling bisa dipercaya, kami menunggu ADRIELLA yang dulu."
"Iya pak," Setiap kata ADRIELLA disebut,aku enggak familiar tapi di telinga Abang ku itu sangat amat janggal,tapi dapat ia pahami dan terima.
Lebih gak masuk akal, ada seorang wanita mengaku ibu kami tapi kenapa Abang gak suka malah mengusir nya, ketika itu aku tau mereka berdebat dan bilang "Tolong jangan manfaatkan keadaan dia! cuman untuk kepentingan dirimu!" Abang berulang kali marah dengan menunjuk-nunjuk ke arah wajah nya.
Mereka saling adu seperti tidak pernah akur, bahkan ketika ibu itu memohon Abang menghempaskan tangan nya, Abang tau kan aku siapa dan dia pasti tau kalau itu bukan yang terbaik buat ku.
Sepertinya ada sesuatu yang hilang dari cerita hidup,tapi apa ya. Tuhan coba kasih aku satu petunjuk aja, dimana dan apa harus ku lakukan untuk mendapatkan jawaban pertanyaan dari ini semua.
H-1 sebelum di izinkan pulang, polisi' datang menanyakan pertanyaan simpel sebenarnya namun aku tidak dapat mengingat sama sekali. Ketika itu aku dapat fakta terbaru tentang hidup ku.