Indonesia
NovelToon NovelToon
Ketulusan Dalam Cinta

Ketulusan Dalam Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Menyembunyikan Identitas / Pernikahan Kilat
Popularitas:332
Nilai: 5
Nama Author: Ray firmansyah

di saat seorang pemuda mengira sudah menemukan cinta yang tulus ternyata dia salah malah kembali di khianati...

Akankan dia menemukan cinta tulus itu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ray firmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 30

"Tidak perlu kamu harus repot-repot untuk pergi ke Kontrakan, apa kamu tidak melihat di dalam Kamar kan ada dua Koper, yang isinya Pakaian kita berdua yang sudah di bawa kesini dari Kontrakan." ucap Ardan.

"Hah!! kapan di bawa kesini nya Hubby, perasaan semalam Hubby tidak pernah jauh dariku sedetik pun?" kaget Asyifa seraya bertanya.

Ketika Ardan ingin menjawab pertanyaan dari Istrinya, tapi dia keduluan dengan Bu Seruni yang baru keluar dari dapur.

"Tadi pagi Neng! Ibu sendiri yang mengambil dari Kontrakan serta membawanya ke Rumah ini." jawab Bu Seruni.

"Eh maaf!! Ibu ini siapa yah?" tanya Asyifa.

Ardan pun langsung memperkenalkan Bu Seruni ke Asyifa, Bu Seruni ialah orang yang selama ini mengurus Rumah, jikalau Ardan sedang tidak berada di Rumah.

Kring

Kring

"Ay! kamu makan dulu sana, Hubby ingin mengangkat telpon dulu sebentar." titah Ardan.

"Hmm baiklah Hubby, kebetulan sekali perutku sudah keroncongan nih hehe." sahut Asyifa sambil cengengesan.

Asyifa pun langsung melangkah menuju ke meja makan, Bu Seruni pun mengikuti Asyifa dari belakang, sedangkan Ardan mengangkat panggilan telpon.

"Assalamualaikum Bang bisa datang ke Rumah Sakit sekarang juga."

"Waalaikumsalam ada apa Dim."

"Riki semalam di tusuk oleh seseorang Bang."

"Astagfirullah!! ya udah kamu Share Lock, Abang sekarang juga langsung kesana."

"Baiklah Bang."

Tut

Tut

Setelah mengakhiri panggilan telpon Ardan pun langsung menghampiri Istrinya yang sedang makan di meja makan untuk bilang kalau ingin pergi sebentar.

"Ay!! aku pergi dulu sebentar yah, oh iya Bu Seruni, tolong ajak Asyifa untuk mengenali dengan Rumahnya sendiri yah." pamit Ardan seraya pinta ke Bu Seruni.

"Hubby harus hati-hati di jalannya, inget jangan lama-lama yah." sahut Asyifa.

"Siap Bang Ar." sambung Bu Seruni.

"Ah iya Hubby hampir lupa, nih Ay!! kamu yang pegang saja takutnya ingin berbelanja." ucap Ardan sambil menyodorkan Kartu Atm.

"Tidak perlu Hubby!! kalau untuk berbelanja aku masih ada kok By, aku kan masih punya uang sendiri." sahut Asyifa sambil menolak.

"Punya kamu simpan saja, kamu tahu tidak, apa yang membuat seorang Suami bisa merasakan kesedihan?" tanya Ardan, Asyifa hanya menggeleng kepala.

"Yaitu saat seorang Suami bisa menghasilkan banyak uang, tapi Istrinya tidak ingin menggunakan uangnya." lanjut Ardan.

Asyifa pun tanpa pikir panjang lagi langsung menerima Kartu Atm yang di berikan oleh Suaminya tersebut sambil tersenyum, karena tidak ingin membuat Suaminya bersedih.

Setelah kebiasaan Suami Istri sudah di lakukan sebelum pergi, Ardan pun keluar dari Rumah dan langsung pergi dengan Motor Sportnya, membutuhkan waktu beberapa menit barulah sampai di Parkiran Rumah Sakit yang Dimas Share Lock.

Ardan pun langsung menuju ke Kamar Rawat Riki, setelah sampai Ardan pun masuk, ya selain Share Lock Dimas pun memberi tahu Kamar Rawat Riki, jadi Ardan tidak perlu repot-repot untuk bertanya ke Resepsionis.

"Dim sebenernya apa yang sudah terjadi pada Riki, kenapa sampai masuk ke Rumah Sakit seperti ini?" tanya Ardan.

"Semalam Riki terkena tusukan pisau, yang di lakukan oleh seseorang, entah siapa tuh orang dan motifnya apa melakukan itu." jawab Dimas.

"Astagfirullah!! terus bagaimana ceritanya Dim." kaget Ardan.

"Jadi begini ceritanya Bang....

Flashback On

Setelah mengantarkan Bu Marni ke rumahnya saat di perjalanan ingin pulang ke Rumah Dimas terlebih dahulu karena Riki yang menyetir Mobilnya, tiba-tiba berhenti di seberang Alfamart, karena Riki mendapatkan pesan dari seseorang yang ingin bertemu di situ.

"Eh Rik! kenapa berhenti disini?" tanya Dimas.

"Saya turun di sini saja Pak, karena ingin bertemu dengan Pacarku di Alfamart seberang sana itu." jawab Riki sambil menunjuk ke seberang.

"Ada apa Rik, kok malam-malam begini Pacar kamu mengajak bertemu?" tanya Dimas sambil sedikit curiga.

"Saya juga tidak tahu Pak, ya udah saya turun yah Pak, silahkan kalau Pak Dimas ingin pulang duluan." jawab Riki sambil mempersilahkan.

"Tidak usah Rik!! saya tunggu di dalam Mobil saja, kan kata kamu cuma sebentar doang." ucap Dimas.

Riki pun mengangguk serta turun dari Mobil dan langsung menyeberang menuju ke Alfamart yang ada di depannya.

Sesampainya di depan Alfamart Riki pun fokus di Hpnya, karena belum melihat Pacarnya sama sekali, sehingga Riki tidak menyadari ada Motor yang berhenti tepat tidak jauh darinya dengan dua orang dan salah satu orang itu pun turun dari Motor tersebut tiba-tiba

Jlebbb

"Ukh!!!!"

Salah satu orang itu menusukan pisau ke perut Riki, sehingga Riki tidak sempat untuk menghindari, karena masih terlalu fokus di Hpnya sendiri.

Dimas yang dari seberang melihat itu pun langsung berteriak dan si penusuk pun berlari ke arah Motor yang sudah siap, karena temannya si penusuk sudah bersiap-siap untuk langsung pergi.

Dimas berniat ingin mengejar Motor si penusuk yang sudah pergi, tapi di urungkan ketika melihat Riki yang sudah tergeletak di jalan dengan bersimbah Darah di perutnya, akhirnya Dimas pun memutuskan untuk lebih memilih membawa Riki ke Rumah Sakit terlebih dahulu, demi untuk menyelamatkan nyawa Riki.

Flashback Off

"Jadi begitu ceritanya Bang." ucap Dimas.

"Terus kamu tahu tidak, siapa yang melakukan hal ini ke Riki?" tanya Ardan.

"Tidak tahu sama sekali Bang." jawab Dimas.

"Tapi tadi dari cerita kamu, kalau Riki ingin bertemu dengan Pacarnya kan." ucap Ardan.

"Iya bener Bang, tapi apa mungkin Pacarnya Riki menginginkan nyawa Riki Bang." sahut Dimas.

"Sudahlah ini masih teka-teki, oh iya apa sudah di beritahukan kabar ini ke Keluarga Riki?" ucap Ardan seraya bertanya.

"Sudah Bang!! tadi juga Ibunya Riki sudah datang kesini, tapi sekarang sedang pergi ke Kantin." jawab Dimas.

"Ya sudah begini saja kamu balik saja ke Perusahaan, kalau di sini biar Abang saja yang menunggu Riki sampai Ibunya Riki kembali." saran Ardan.

"Baiklah Bang." sahut Dimas.

.

.

Di Tempat Lain

Asyifa setelah selesai dengan makannya, kini sedang berkeliling di Rumah barunya dengan Suaminya, di temani sama Bu Seruni yang memang sudah sangat mengetahui seluk beluk isi Rumahnya tersebut.

Setelah beberapa menit berkeliling dengan mengelilingi isi semua yang ada di Rumah tersebut, Asyifa akhirnya meminta ke Bu Seruni untuk menyudahinya acara perkenalan dengan Rumahnya.

Akhirnya kini keduanya sedang bersantai di Taman Belakang sambil menikmati Teh dan cemilan ringan, yang sebelumnya Bu Seruni ambilkan dari dalam Rumah.

"Oh iya Bu Seruni, sejak kapan Ibu mengenal dengan Suamiku?" tanya Asyifa.

"Kira-kira setengah Tahunan yang lalu Neng." jawab Bu Seruni.

"Ternyata sudah lumayan lama juga yah Bu, kalau begitu berarti Ibu lebih dulu dong mengenal Suamiku, daripada aku sendiri yang merupakan Istrinya." ucap Asyifa.

"Ya Ibu juga sudah tahu tentang hal itu Neng..

Bersambung

           ~ See You Next ~

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!