Indonesia
NovelToon NovelToon
Please, Love Me Husband

Please, Love Me Husband

Status: tamat
Genre:CEO / Selingkuh / Cerai / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:45.7k
Nilai: 5
Nama Author: Anri

Terlahir dari keluarga yang cerdas dan berpendidikan Salina dibenci oleh sang mertua karena sibuk dengan karier dan juga tugasnya sebagai seorang istri. Akibat jabatan sang istri yang lebih tinggi meski bukan di perusahaan yang sama, Setu juga merasa dikecilkan oleh Salina. Sementara Sande - ayah Salina, mendukung Setu bahwa perempuan memang tugasnya hanya di rumah, di kasur dan di sumur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 4. Teman Tuyul

"Sssst..." Seseorang memberi kode pada Salin.

Salin lalu menoleh.

"Dari sebelah sana!" ucap orang itu dengan gerakan bibir. Berharap Salin dapat mengerti maksud si wanita itu.

Salin mengernyit heran.

"Apa?" katanya bersuara.

Lalu wanita yang memberi kode padanya menepuk jidatnya. "Aduh, kok malah bersuara sih?" batinnya. Ketahuan kan," imbuhnya di hati. Wanita itu menyesali ketidak mengertian Salin tentang kode yang ia beri.

"Kamu .."

Terdengar suara bass seorang laki-laki yang sangat Salin kenal suaranya. Karena suara itu sudah familiar di telinganya.

"Sa-saya, tuan?" tanyanya terbata. Ia menunjuk dengan telunjuknya pada dirinya sendiri, seraya menghentikan langkahnya yang hendak duduk di tempatnya.

"Iya kamu. Siapa lagi?"

"Ada apa ya, tuan?" tanya Salin tidak mengerti.

"Jam berapa ini? Kenapa baru sampai? Kamu mengira perusahaan ini punya nenek moyang kami?" ujar lelaki itu sarkasme.

"Saya .."

"Enak saja sesuka kamu masuk. Saya saja yang jadi CEO tidak pernah terlambat seperti kamu. Kok kamu malah main seenaknya saja," cibir lelaki itu.

Dia CEO di perusahaan itu. Dia bernama Daniel Alfaro. Seorang pria yang hampir saja menginjak usia tiga puluh tahun tetapi masih setia menyendiri. Sampai saat ini belum ada isu yang mengabarkan kalau dia pernah jalan bersama seorang wanita.

"Kamu tau kan jadwal saya hari ini?"

"I-iya, tuan." Salin menunduk takut. Ia sadar ia sudah terlambat. Meski memang hanya beberapa menit saja. Tetapi bagi seorang Daniel itu sudah sangat fatal. Karena dia selalu menerapkan sikap disiplin waktu pada pekerjanya. Katanya waktu sangat berharga. Terlambat lima menit saja ia akan kehilangan uang sebesar lima miliar.

Bisakah anda bayangkan sekaya apa Daniel Alfaro? Entahlah, entah berapa digit angka nol pada yang ada dalam brangkasnya.

"Gara-gara kamu terlambat, saya kehilangan 10 miliar saya. Bisa kamu ganti itu? Bahkan dengan gaji tiga tahun mu saja, kamu tak kan sanggup membayarnya." Daniel tersenyum getir.

"Saya tidak suka pekerja saya tidak disiplin. Terutama waktu. Hari ini, kamu saya beri SP 1?"

"Apa, tuan?"

"Belum jelas ucapan saya?" hardik Daniel.

"Apa kamu pikir perusahaan ini sebuah lelucon?"

"Maaf, tuan. Saya tidak akan mengulangi lagi. Saya akan lebih berusaha, tuan."

"Saya beri kamu kesempatan. Karena ia pertama kalinya kamu membuat kesalahan."

"Trimakasih, tuan. Saya akan bekerja lebih baik lagi," ucap Salin pelan. Ia merasa lega. Walau ia mendapat SP 1, tapi setidaknya ia tidak di pecat.

"Kembali ke mejamu dan schedule semua kegiatan saya!" titahnya tegas.

"Baik, tuan."

"Dan ingat," tambahnya.

"Iya, tuan?"

"Saya tidak mau ada kesalahan walau sedikit pun. Ingat baik-baik!"

"Baik, tuan," sahut Salin kembali sembari menunduk memberi hormat.

Sementara di kediaman Setu

Ceklek

Wanita paruh baya itu membuka pintu kamarnya dengan sangat hati-hati. Ia bermaksud ingin memergoki Salin. Apakah pekerjaannya sudah beres atau belum.

"Kemana dia," gumam ibu Sirlina pelan. Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh kamar itu. Tak ia temukan keberadaan Salin.

"Rapi banget?" tanya batinnya. Secepat ini salin membereskan semuanya?" tanyanya keheranan. Pandangan mata ibu Sirlina lamat-lamat pada seluruh ruangan yang ia sudah kerjakan pagi subuh tadi. Sengaja ia, seakan-akan kamarnya memang berantakan bak kapal pecah.

Namun dalam sekejap, rapi seketika oleh ulah Salin menantunya. Hal itu tentu saja membuat ibu Sirlina bertanya-tanya.

Perlahan, dengan langkah tanpa suara, ibu Sirlina berjalan ke arah walk in closed.

"Salin, sudah sele...."

Hampir saja ia mengeluarkan suara menggelegar nya. Tetapi urung karena ternyata salin tak ada juga di sana.

"Dimana wanita itu?" tanyanya pada diri sendiri.

"Ah, mungkin di kamar mandi. Tadi kan aku suruh juga bersihkan kamar mandi," gumamnya lagi.

Lagi-lagi, ibu Sirlina serasa di prank oleh Salin. Ia tak ada di dalam kamar mandi itu. Dan lagi-lagi, ibu Sirlina terpana dengan kondisi kamar mandi yang begitu wangi, dan bersih mengkilap.

"Wangi banget," ucapnya pelan.

"Tapi kok bisa ya Salin ngerjainnya cepat banget? Kan tangannya cuma ada dua. Apa ia, dia punya teman tuyul yang bisa ngebantuin? Ah nggak mungkin. Kayak dongeng aja. Zaman sekarang mah mana ada tuyul," ucap ibu Sirlina menerka-nerka.

Saking wanginya kamar mandi itu, ibu Sirlina merasa nyaman ada di dalamnya.

"Jadi pengen berendam," ucapnya.

Gegas ia mengisi bak mandi, menaburi bathtub itu dengan aroma terapi yang bisa memabukkan. Bermaksud ingin bermanja pada tubuhnya sendiri.

Hampir satu jam ibu Sirlina berendam dalam bathtub itu. Menggunakan waktu yang panjang untuk memanjakan diri, mumpung hanya dia seorang penghuni mansion itu. Karena Setu dan Salin sedang pergi bekerja ke perusahaan yang berbeda tentunya.

Beberapa saat kemudian, ibu Sirlina pun menuju ke ruang santai. Ia selonjorkan kaki sambil menonton di ponselnya.

Tiba-tiba ponselnya berdering.

"Setu, ngapain dia nelpon," gumamnya.

"Halo, nak. Ada apa?" tanyanya to the point.

"Bu, Salin ada nggak?"

"Nggak ada. Kenapa memangnya?"

"Kok nggak ada sih, Bu?"

"Kamu gimana sih, nak? Ya seperti biasalah. Dia kan pergi kerja."

"Telepon Salin, Bu. Suruh antar berkas aku yang tertinggal. Aku letak di meja kamar, Bu."

"Kenapa bukan kamu yang telepon?" Ibu Sirlina mengerutkan dahi.

"Ponsel aku tinggal Bu, di rumah. Sekalian bilang ke dia bawa ponsel ku. Ini aku pake telpon kantor. Buruan ya, Bu!"

"Makanya, suruh tuh istri kamu itu biar nggak usah kerja. Begini kan jadinya kalau dia kerja. Nggak bisa ngelayanin kamu," gerutu ibu Sirlina.

"Sudah, Bu. Dia nya aja yang ngeyel. Nggak mau dengerin apa kata suami. Ya udah, Bu. Cepetan! Itu berkas penting banget, buat ditandatangani klien."

"Iya iya," sahut ibu Sirlina kesal.

Dengan malas ibu Sirlina menghubungi nomor Salin. Hingga tiga kali panggilan tak jua diangkat.

"Ini lagi Salin. Kemana sih? Sok sibuk banget?" omelnya.

Ibu Sirlina mengulang kembali memanggil Salin melalui panggilan telepon.

"Halo, Bu."

"Heh, kamu dari mana saja sih? Kenapa susah banget di telpon? Kayak orang penting aja, kayak kamu aja yang bosnya disana."

Ibu Sirlina mengomeli Salin panjang kali lebar. Tanpa ingin tau apa yang terjadi kepada menantunya itu.

Karena tak ada respon dari Salin, ibu Sirlina pun melanjutkan.

"Antar berkas Setu ke kantornya! Sekarang!"

"Tapi, Bu. Salin lagi kerja. Ini aja Salin sedang diob...."

"Ibu nggak kau tau. Ibu hanya menyampaikan pesan suamimu. Berkas itu harus ditandatangani oleh kliennya sekarang juga. Cepetan!"

Tuuuut tuuuut tuuuut

Panggilan itupun berakhir sepihak. Tanpa mau mendengarkan keluhan Salin.

"Mas Setu gimana sih? Berkasnya ketinggalan kenapa harus aku yang antar. Aku kan lagi kerja. Baru juga kena ultimatum dari bos. Udah kena SP satu lagi. Duh, gimana dong," gerutunya.

1
Elena Sirregar
jadi perempuan kok bodoh mau aja diperlakukan begitu. dasar bodoh rezeki maut sudah ditentukan kenapa mesti takut
Elena Sirregar
cerita ini terlalu merendahkan wanita jadi ga ada peminatnya . buat aku yg baca naik darah aja sialan
Elena Sirregar
jadi perempuan kok bodoh. laki² kayak ga perlu dihormati. kita wanita harus bisa bersikap tegas. jangan mau di rendahkan bodoh kamu selain ajaran mana yang membenarkan kdrt sama isteri dasar bodoh
skyeandstaghorn
Ya ampun thor, kok tega sih digantung gini
Cinta Insta
Authoooor~ hari ini wishlist aku cuma satu, yaitu mau tau kelanjutan cerita author!
ANRI: ditunggu ya kak. trimakasih 😘
total 1 replies
TwilightQueenbee
authorrr kamu hebatttttttt nggak nyesel dech bacanya seruuu bingit endingnya itu lho wowowowowowo woooooowwww
ANRI: trimakasih banyak kak
total 1 replies
TickleStar
Ya ampun thor, kok tega sih digantung gini
ANRI: hehe. maaf ya kak
total 1 replies
BeijingBand
Seperti mati lampu, ya author~ hariku tanpa kelanjutaaan ceritamu~
ANRI: hihi. iya kak. ditunggu ya. trimakasih
total 1 replies
Nightingale Soakage
Komentarku mendarat untukmu Thor!! Seneng banget bisa baca cerita ini~
ANRI: trimakasih kak
total 1 replies
Widya Pertiwi
Yoyo lengket diatas motor, yok diupdate thor!
ANRI: baik kak
total 1 replies
BeautyBabe
si ceritanya sangat menarik dan bagus, semoga banyak yang lihat dan like, tetap semangat ya author😀
ANRI: trimakasih kak
total 1 replies
margo and me
Thor aku masih menunggumu loh! Lanjutannya bikin gak bisa tidur dan galau nih Thor!
ANRI: baik kak. trimakasih
total 1 replies
mintandrose
Thor, lanjut!!
SugarplumChum
Thor aku ini manggil author lho bukan Thor temennya Kapten Amerika, jadi dimohon segera untuk up bab selanjutnya!
peto
Semangat menulis untuk karyanya yang luar biasa kak, sukses selalu😊💪🙏
ANRI: trimakasih kak🙏
total 1 replies
Mulya Damanik
cerita yg bagus...gak banyak part nya tp jelas,singkat n feel nya dapet banget,aku lebih suka cerita yg gak terlalu banyak part nya,ini udah ok banget Thor..tapiii sayang like kok dikit yaaa...semangat terus Thor💪💪
ANRI: trimakasih banyak kak. 🙏🙏
total 1 replies
Waria
lanjut Thor seru dan bagus ceritanya SEMANGAT AUTHOR
ANRI: trimakasih kak
total 1 replies
angels_basket
lanjut thor... smg author sll d berikan kesehatan... biar cepet bikin lanjutan nga lg.. udh baper tanggung nih
ANRI: trimakasih kak. sehat juga untuk kakak
total 1 replies
moonstrucktraveller
lanjut semngat menulis karya karya mu thorr sehat sll😍😘
ANRI: trimakasih kak. sehat selalu juga🙏
total 1 replies
Garden Rose
Huft kok udah abis aja? Yok di next bab lanjutannya yok..
ANRI: hehe. ditunggu ya kak. trimakasih 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!