" aku akan menerima ujian takdirku selagi aku mampu ,namun jika takdir tak menginginkan ku maka aku akan menyerah dan pergii " arabella ayunisa
" lakukanlah apapun yang ingin takdir lakukan,tapi ku mohon tolong jangan hapus arabella dalam garis takdirku " ludwighe staindfol
pernikahan yang diawali dengan perjodohan diantara ludwighe dan arabella membawa perubahan pada garis takdir , kehidupan yang awalnya kacau pada akhirnya menemukan sedikit harapannya ,
namun setiap kehidupan selalu memiliki ujian takdirnya sendiri ,dan itulah yang terjadi pada pernikahan Antara ludwighe dan arabella.
akankah arabella mampu membawa cinta untuk pernikahan nya ataukah pada akhirnya Bella akan menyerah pada cinta itu sendiri.
ayo baca cerita selengkapnya,dan ikuti kisah merubah takdir ludwighe dan bella
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yun Wangshu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB : 4
Bella masih terdiam membiarkan suaminya berbicara tentang hatinya dan tentang masalah yang mengganggu hati suaminya itu.
" aku takut aku akan menyakiti mu, di satu sisi aku tau kalau ini bukan kesalahan mu , tapi di sisi lain amarah dan egoku merenggut kewarasan ku dengan cepat hingga aku tak mampu untuk meredam kegilaan ku ." ucap ludwighe dengan pelan namun ada ketegasan di kata* nya.
" entah apa yang harus aku lakukan untuk bisa menerima ini semua ,ini terlalu begitu saja" ucap ludwighe.
Bella menatap ludwighe dengan lembut .
" tidak masalah kalau mas masih belum menerima pernikahan kita. Karna Bella pun butuh waktu untuk menerima ini ,tapi itu lah perbedaan antara pria dan wanita kn ,ego itu akan lebih besar menguasai seorang pria jadi biarkan lah ego itu mereda dengan sendirinya mas. Asalkan mas mau berusaha Bella akan tetap menunggu " ucap Bella dengan lembut . ludwighe terdiam menatap Bella ,ada sesuatu yang mulai berubah dari tatapan matanya.
" emmm ,yaudah Bella mau mandi dulu ya , soalnya kn tadi Bella belum mandi" ucap Bella memecah keheningan di antara mereka.
Sepeninggalan Bella ludwighe mengambil ponselnya dan menelpon asistennya ( Bagas ).
Tut...tut..
" halo tuan " ucap Bagas
" hmm, hari ini saya gak ke kantor " ucap ludwighe singkat
" loh kenapa pak bos " ucap Bagas spontan ia langsung menutup mulutnya yang lancang itu .
"astaga Bagas bodohhh ,matilah kauu" ucap Bagas dalam hati .
" seperti nya kau punya banyak nyawa" jawab ludwighe di sebrang telepon.
Bagas langsung terkesiap.
" ahh ti- dak bos ,saya minta maaf,baiklah bos tidak perlu cemas urusan kantor serahkan saja pada saya" ucap Bagas dengan cepat ,takut jika bosnya itu akan membunuhnya detik itu juga .
" hmm ,bagus bonus mu bulan ini akan ku tambah " jawab ludwighe yang langsung mematikan panggilan telepon tersebut.
" astagaaa akhirnya aku dapat bonus berlipatt yes ,yes, yes " ucap Bagas dengan gembira ,ia bersorak seperti orang tak waras.
" yuhuu uangku akan tambah banyakkk ,ahhh bos memang paling pengertian" ucap Bagas lagii ,ia sangat gembira hingga tak sadar bahwa ada seseorang yang melihat tingkahnya yang tak waras itu.
Prangg... ( bunyi sesuatu jatuh )
Bagas yang mendengar suara sesuatu pun berbalik menghadap asal suara,dan betapa terkejutnya ia saat melihat seorang gadis tengah berdiri di depan pintu ruangannya ,dengan wajah cengo.
" apa yang kau lakukan di situ" ucap Bagas dengan datar ,ia merubah raut wajahnya sedatar tembok.
" ahh i-tu a-nu pak" ucap sang gadis tergagap .
" itu anu apa ,maksudmu berbicaralah yang jelas. Apa kau sedang mengintip ku hah" ucap Bagas dengan menuding gadis itu .
" ahhhh tidak pak sungguh saya ke sini cuma mau ngantar berkas pak, gak ada niat lain pak" ucap sang gadis .ia terburu buru menjelaskan saking takutnya dia .
" kau bisa mengetuk pintu terlebih dahulu lani" ucap Bagas dengan wajah lelahnya itu .
" udah tadi pak ,cuma bapak gak dengar " jawab gadis yang bernama lani itu.
" jadi kau mau mengatakan kalau ini tuli" tanya Bagas ia berjalan mendekati lani dengan wajahnya yang di buat seseram mungkin.
"tidak pak ,sungguh" ucap lani
" CK , letakkan berkasnya di meja ku dan kau keluar lah sebelum aku menangkap mu dan aku akan menjual mu karna sudah berani mengintip ku" ucap Bagas ia menakut - nakuti lani agar wanita itu takut padanya.padahal tanya di takut - takuti pun lani sudah sangatlah takut.wkwkwkw.
Lani cepat - cepat meletakkan berkas tersebut di meja asisten bosnya itu ,kemudian ia keluar dengan tergesa - gesa sebab ia sangat takut dengan ancaman sang asisten bosnya .
Siapa yang tidak tahu bahwa Bagas pun memiliki sifat yang sma dengan sang bos yaitu tidak waras .
Bagas terkekeh saat melihat lani keluar dengan terbirit-birit karna takut dengannya .
" dasar gadis bodoh ,tapi lucu juga dia " ucap Bagas berbicara sendiri dan tersenyum tidak waras .
,_____________________
siang ini Bella sedang sibuk membuatkan bubur untuk suaminya, ia meletakan bubur dan teh hangat di nampan dan membawa nya ke kamar mereka .
Ceklek ....
Di dalam kamar ludwighe sedang duduk bersandar di kepala ranjang dengan mata tertutup namun, saat mendengar suara pintu yang terbuka ia langsung membuka matanya dan terlihatlah seorang gadis cantik dengan senyum lembut tengah berjalan ke arahnya dengan nampan di tangannya.
" mas ayo makan siang dulu " ucap Bella
" iya " jawab ludwighe.
Bella menyuapi ludwighe lagi dengan sabar dan lembut ,ia memastikan bahwa suaminya makan dengan nyaman. Setelah selesai makan Bella meminum kan obat untuk suaminya.
" terima kasih" ucap ludwighe lirih kali ini suaranya terdengar sangat pelan tapi Bella masih bisa mendengar nya .
" sama - sama mas " jawab Bella ,ia tersenyum melihat ada perubahan pada suaminya yang dingin itu.
" gimana keadaan mas sekarang ,apa udah mendingan" tanya Bella
" hmm ,ya kepalaku gak terlalu pusing lagi tubuhku pun mulai terasa ringan " jawab ludwighe yang di balas senyuman syukur oleh Bella.
"kau sudah makan" tanya ludwighe dengan pelan.
" udh mas ,Bella tadi makan di dapur pas buat bubur untuk mas" jawab Bella .ia memeriksa suhu tubuh suaminya yang ternyata sudah turun dan tidak sepanas malam tadi.
" hmm jangan terlalu lelah,aku tidak apa-apa" ucap ludwighe ada kilat kekhawatiran di mata pria itu .
" iya mas ,gak apa-apa mas gak usah khawatir " jawab Bella menenangkan sang suami.
" tapi Bella sangat senang,karna mas Ludwig mulai khawatir sma bella" ucap Bella tersipu malu ia menundukkan kepalanya sejenak sembari tersenyum.
" ekhmm tidak aku hanya tidak ingin kau sakit , karna mommy pasti akan marah padaku nnti " ucap ludwighe dengan gugup ia mengalihkan perhatian nya ke sembarang arah ,namun Bella bisa melihat telinga sang suami yang memerah dan itu sangat lucu.
" iya Bella percaya" jawab Bella tersenyum mengejek.
" ya bagus lah " ucap ludwighe.
" yasudah mas istirahat lah lagi Bella mau bawa piringnya ke dapur dulu " jawab Bella .
" apa kau pikir aku ini tua Bangka yang tidak mampu beraktivitas,tubuhku sakit kalau berbaring terus " ucap ludwighe protes ,sungguh rasanya melelahkan saat dia harus terus berbaring tanpa melakukan apa pun.
" yasudah terserah mas mau ngapain yang penting jangan yang berat-berat ya ,mas kan belum sepenuhnya pulih " jawab Bella .kemudian ia mengambil nampan dan keluar dari kamar .
______________________
" Aldo" Aldo menghentikan langkah kaki nya saat mendengar seseorang memanggil namanya .ia berbalik dan melihat ternyata sang mommy lah yang memanggil nya .
" ya mom ,kenapa" jawab Aldo
" hmm ,dimana istrimu dari tadi mommy gak lihat istrimu " tanya mommy Maria.
" owhh, istri Aldo di kamar mom,lihat aja di atas " jawab Aldo
" oke lah mommy mau ajak istrimu ke rumah ludwighe biar Sintia ada temannya kan di sna ada Bella" ucap mommy Maria .ia melengos melewati sang putra yang terdiam menatap nya.
" astaga kenapa mommy sangat suka bepergian" ucap Aldo dengan menggeleng - gelengkan kepalanya dan berlalu keluar.
tok tok tok
" masuk saja " ucap sang empu
ceklek
" mommy ,ada apa" tanya Sintia
" ah ya sebenarnya mommy mau ke rumah ludwighe dan mommy mau mengajakmu sayang biar kau tidak bosan kan di sana ada Bella juga,dan jangan berharap pada pria di rumah ini mereka itu seperti tembok yang sangat kokoh " gerutu mommy Maria
" hehehe mommy sudah lah kami para menantu memang harus terbiasa kan ,yasudah ayo kita pergi aku juga ingin bertemu dengan Bella dan berbincang banyak hal menarik " ucap Sintia
" ya ya ya baiklah ayo sayang " ucap mommy Maria ,ia dan Sintia berjalan menuruni tangga dan keluar dari rumah menuju ke apartemen ludwighe.
" Justin tolong dengarkan aku dulu" ucap seorang wanita sembari menghadang jalan Justin.
" aku mencintaimu Justin aku ingin kita bersama " ucap sang wanita .
Justin menatap datar wanita tersebut.
" minggir " ucap Justin dengan dingin auranya terasa sangat mencekam.
" tidak Justin,aku mencintaimu ku mohon lihat lah aku sekali saja " ucap sang wanita.
" hentikan dara " ucap Justin dengan keras ia muak melihat wanita yang bernama dara itu.
" dengarkan aku, pergilah menjauh dariku atu aku akan memastikan kau tidak akan melihat matahari lagi " ucap Justin dengan suara yang pelan namun itulah yang menjadi ancamannya karna semakin pelan suaranya maka semakin besar juga lah kegilaan yang di tahan Justin .
Dara terkejut tubuhnya gemetar halus ada rasa sakit luar biasa di hatinya ,dara berlari menjauh meninggalkan Justin dengan air mata yang mengalir deras .
" hiks hiks kau jahat Justin kau jahat " Isak dara .ia berlari ke arah taman dan menangis di sna .
" wah wah wah ada apa ini kenapa ada gadis yang menangis di sini " ucap seorang pria .dara terkejut ia mendongakkan kepalanya dan melihat seorang pria tampan dengan wajah dinginnya namun ada seringai tipis di ujung bibirnya .
Dara beranjak dari kursi taman dan berniat untuk pergi meninggalkan pria tersebut namun,sebelum dara bisa pergi pria itu menarik dara ke pelukannya,tangan besarnya yang berotot mencengkram pinggang dara dengan lembut namun tegas.
" apa yang kau lakukan lepaskan aku ,dasar brengsek" teriak dara ia meronta meminta di lepaskan.
" lepaskan aku Davin ,apa mau mu" ucap dara ia berontak sekuat tenaga namun tetap tak berhasil lepas dari cengkeraman sang pria yang bernama Davin itu.
" hehehe ,tenang lah sayang ,tenang" bisik Davin ia merapatkan tubuh dara padanya.
" sudah ku katakan padamu , kau membutuhkan bantuan ku sayang " ucap Davin ia tersenyum menikmati kepanikan sang wanita .
" tolong lepaskan aku ,aku mau pulang" ucap dara pelan ia sudah kehabisan tenaga untuk melawan Davin.
" baiklah ayo kita pulang" jawab Davin ia lalu menggendong dara pergi meninggalkan taman rumah sakit tersebut ,meninggalkan ketegangan yang sempat terjadi.