*THE HEIR'S MISTAKE*
*Kesalahan Sang Pewaris*
Mereka tidak pernah ditakdirkan untuk saling mencintai.
Dia adalah pewaris keluarga terpandang. Dingin, arogan, dan punya reputasi buruk.
Pertunangan yang diatur kedua orang tuanya adalah mimpi buruknya.
Dia adalah gadis baik-baik, putri dari sahabat orang tuanya.
Sama-sama benci perjodohan ini. Sama-sama ingin bebas.
Sampai satu malam menghancurkan segalanya.
Alkohol. Amarah. Dan satu kesalahan besar.
Dia hamil. Tanpa pernikahan. Tanpa cinta.
Penuh benci dan malu, dia memilih pergi.
Menghilang selama 5 tahun. Membesarkan anak itu sendirian.
Bersumpah tidak akan pernah kembali.
Kini dia kembali. Lebih kuat. Lebih dingin.
Menggandeng tangan putra yang wajahnya mirip sekali dengan sang pewaris.
Dia tidak butuh istri.
Tapi dia akan melakukan apa saja demi anaknya...
Bahkan jika itu berarti berlutut di hadapan wanita yang bersumpah akan membencinya selamanya.
_Beberapa kesalahan tidak bisa dihapus.
Kau harus menikahinya._
---
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Empat
# 4
Jantung Hanum seakan mau copot ketika mendapati sosok Leon yang bersandar di tembok dekat lemari pendingin.
“Mas Leon... sedang apa?” Masih sedikit terkejut, Hanum mencoba menguasai tubuhnya. Agar bersikap normal seperti biasa.
Leon yang mabuk berat, merosot dan ambruk ke atas lantai.
“Ya Tuhan!” Hanum hendak pergi memangil Tante Yesy, baru juga berbalik. Tangan Leon menghalangi langkanya.
“Jangan panggil Mama!” pintanya setengah sadar.
“Mas kenapa?” Hanum berjongkok, di balik sinar temaram. Ia mengamati wajah pria yang akan dijodohkan dengannya itu.
Tidak buruk, rahangnya tegas dan alis tebal. Bibirnya tipis, dengan hidung yang mancung. Benar-benar pahatan yang sempurna. Sayang, minim akhlak. Batin Hanum yang menatap wajah Leon dengan lekat-lekat.
‘Ish, jangan tergoda dengan parasnya yang rupawan Hanum!’ Ia mencoba mengingatkan dirinya yang hampir terhipnotis dengan penampilan Leon yang memang sangat bisa memikat kaum hawa.
“Bawa aku ke kamar.” Tiba-tiba kata itu meluncur dari bibir pria yang separuh terpejam itu. Kaget, hampir saja Hanum terjungkal.
‘Astaga!’ gumam Hanum. Ia pun membantu Leon untuk berdiri kembali, bau minuman menyengat. Membuat kekaguman yang sesaat mencuat sirna sudah.
‘Mas Indra jauh lebih baik darinya,.’ Hanum terus saja membatin sambil menuntun tubuh Leon masuk ke kamarnya.
BUKKK
Dengan kasar Hanum menaruh tubuh Leon di atas ranjang, bukan karena apa. Ini karena ia ingin cepat-cepat pergi dari kamar itu. Rasanya ngeri, berduaan di dalam kamar hanya dua orang. Karena yang ketiga pasti adalah setan.
Tapi, sepertinya nasib buruk sedang mengincar Hanum. Karena Leon tak melepaskan dirinya. Pria yang masih dalam pengaruh minuman itu, malah menarik lengan Hanum sampai membuat tubuh gadis itu mendarat di atasnya.
Mata Hanum membelalak lebar, manik matanya tajam menatap Leon dengan matanya yang berwarna merah. Pria itu mungkin tidak sadar atas apa yang dilakukannya.
Tidak ingin masuk dalam lubang buaya, Hanum mencoba bangkit.
Lagi-lagi nasib malang mungkin sudah mengincar Hanum malam ini, tiba-tiba saja Leon seperti mendapatkan kekuatan. Padahal pria tersebut semula untuk berdiri saja butuh bantuan Hanum, namun sekarang malah sebaliknya.
Hanum lah yang dibuat tak berkutik dan tak berdaya, karena Leon berjalan ke arah pintu dan menguncinya.
“Apa yang Mas lakukan? Kenapa kamarnya dikunci?” Takut sesuatu yang buruk akan terjadi, Hanum meraih selimut dan menutupi sekujur tubuhnya. Mata leon, kilau menakutkan itu membuat Hanum merasa terancam.
Ia mulai mundur hingga tak bisa bergerak lagi, Leon terus saja berjalan ke arahnya. Mendesak Hanum, hingga gadis tersebut mati langkah. Takut dengan pria yang nampak dikuasai minuman tersebut, Hanum mencoba kabur kembali.
Sayang, tangan yang kekar itu berhasil merengkuh tubuhnya. Leon menarik selimut yang menutupi tubuh Hanum.
“Mas, tolong jangan lakukan.” Hanum mengiba, agar Leon tak melakukan hal buruk pada dirinya.
“Ayolah, jangan naif kamu... Hanum!” Leon menyeringai seperti singa yang lapar. Membuat Hanum tambah takut menatapnya.
Karena Leon tak mengindahkan permohonannya, Hanum pun mulai berteriak.
“TAN...”
Hanum tak bisa menyelesaikan kata yang akan ia ucapkan, sebab Leon menyumpal dengan mengunakan mulutnya.
Bulir bening menyeberangi ke dua pipi gadis yang tak berdaya itu. Ia seakan ingin memuntahkan seluruh isi perut. Ketika indra perasa Leon memaksa masuk menembus pertahannya.
Meskipun Hanum mencoba mengigit bibir bawahnya, Leon tetap bisa masuk. Ia adalah pemain handal, tak bisa diragukan kemampuannya. Sudah ratusan bibir ranum ia taklukkan.
Melihat Hanum menangis, bukannya iba. Leon malah semakin gencar, dengan paksa ia menarik baju Hanum. Hingga pakaian itu sobek seketika.
Makin takut, tangis Hanum pun menjadi. Namun ia tak bisa berteriak untuk mintak tolong, karena Leon masih membungkam mulutnya.
Gadis itu hanya mampu menjerit di dalam hati, menangis tanpa suara. Mengutuk Leon dengan tatapan penuh benci.
Dengan paksa, Leon memojokkan Hanum agar menepi ke arah ranjang. Meski berontak, tubuh hanum bukanlah tandingannya. Dengan sedikit dorongan, Hanum langsung jatuh ke atas ranjang yang panas tersebut.
Saat tubuhnya jatuh itulah, Hanum bisa bernapas. Karena tautan bibir mereka bisa lepas.
“Tolong!” Teriak Hanum dengan kencang.
Leon panik, bila sang Mama tahu apa yang ia lakukan. Pasti sang Mama akan memenggal kepalanya. Tidak ingin hal itu terjadi, kali ini ia membekap mulut Hanum dengan tangannya.
“Diam!” Ancam Leon sembari menghunuskan tatapan setajam belati pada gadis yang ketakutan tersebut.
Tubuh Hanum sudah bergetar hebat, ketakutannya sudah mencapai puncak. Ia hanya mampu menangis meratapi nasib buruk ini.
Harusnya ia tak ikut Tante Yesy ke rumahnya, harusnya ia menunggu sang ibunda di rumah sakit. Hanum meratapi pilihannya. Harusnya ia tidak seperti ini!
Melihat Leon yang seperti kerasukan setan, membuat Hanum begitu membenci pria tersebut. Ia bersumpah, setelah malam ini. Ia tidak mau menikah dengan Leon, bila ada esok hari. Hanum akan hilang dari muka bumi ini, menghilang dari pria yang saat ini sedang memperlakukannya dengan keji.
Leon sendiri setelah berhasil merobek atasan Hanum, kini ganti melepas paksa bawahan gadis tersebut. Meski berusaha memegangi sekuat tenaga, lagi-lagi tenaganya tidak ada apa-apanya dibanding Leon.
Pria itu menang banyak atas dirinya. Batin Hanum makin menjerit saat Leon melempar semua pakaian yang ia kenakan. Gadis itu seolah ingin mati saat itu juga, karena tak sanggup bila Leon mengambil kesuciannya.
Satu jam kemudian, Leon sudah lelap. Di sampingnya Hanum menggigil karena tak memakai apapun. Rasanya tak sudi dan jijik satu selimut dengan pria yang merusak hidupnya malam ini.
Dengan langkah gemetar, Hanum menurunkan kakinya dari ranjang. Tertatih meraih pakaian yang robek dan berserakan di lantai yang dingin. Sedingin hatinya kini.
Hanum yang susah payah menjaga kesucian dirinya, malam ini di ambang putus asa. Tidak punya muka untuk menemui sang ibu dan Tante Yesy nanti, maka Hanum mengambil langkah yang salah.
Ia menyalakan air sampai memenuhi bathtub, setelah isinya sampai tumpah. Hanum dengan rasa nyeri yang dibawanya masuk ke dalam genangan air tersebut. Makin lama makin menenggelamkan kepalanya. Hingga ia benar-benar tengelam.
Rasa putus asa dan malu membuatnya gelap mata hingga ingin mengakhiri hidup yang kejam ini, malu bila bertemu ibunya dan orang-orang di luar sana. Tak sanggup memikul beban berat ini, Hanum mencoba melepaskan semuanya bersama dengan melepas nyawa.
Tak ada yang tahu, bila ada gadis yang menenggelamkan diri di dalam bathtub tersebut. Semua penghuni rumah sudah lelap. Apalagi Leo, pria tak memiliki moral tersebut sedang tidur nyenyak-nyenyaknya karena telah memperoleh pelepasan yang sangat jarang ia dapat, seorang darah perawan.
Hingga pagi menjelang, ketika Leon tiba-tiba bangun ingin buang air kecil ke kamar mandi. Tubuh pria itu melorot di atas lantai ketika menatap Hanum yang sudah mengambang.
Bayangan kejadian semalam sekelibat muncul di otaknya, kejadian-kejadian pemaksaan semalam muncul seperti puzzle menyatu dengan sendirinya.
Matanya nanar menatap tubuh Hanum tanpa sehelai benang, kakinya bergetar saat ia menghampiri Hanum yang sudah pucat seperti tak memiliki darah pada tubuhnya.
“Hanum...!” bibirnya keluh, saat memanggil nama gadis itu.
Ya ampun, jahat banget sih Leon.
dan Leon sudah tidak di marahin lagidi usir di dorong dan tidak pakai baju ya hanya koloran saja wong kadung nesu ga ngertio ulah calon Leon Junior 👍👍🌹🌹😂😂
Su TREMOSI. hampir meledak kaya gunung Krakatau ,,, memuntahkan lahar koyo wedus gembel 😆 gregeten sama dua orang itu,,,,sudah di panghil sayang ga terima,,,di galak i mewek,,,di belani hanya pakai kolor ijo. ngopo ga pakai kaca mata riben nya Hanum Leon,,,,,biar kocak. ,
coba acak cerita bagaimana awal ketemu nya ,,,tapi lagi senang ketemu pak Su nya beruntung Lo ga di bikin amnesia. sapa sang jawara penulis 😂 baik Lo Jeng Sept
wong di buat jebur berenang lama,,
mempermain kan wanita Ahir sekarang
sedang di uji,, kasian Hanum dan Shian
sabar ya shean ,,,jadi kantor nya siapa yang pegang,,,apa di jarah
anak dan istrinya berpisah dalam keadaan tidak tau mati opa urip,,,😭😭 penuh air mata
namanya juga pELaKoR dan dia juga mau balas dendam menggunakan anak pria lain dodol kuprettt Leon,,,
Leonardo ko ga cerds si sewa dong mata mata,,,masa percaya begitu saja. dan jujur pah agar ada tempat untuk curhat jangan
malah jadi takut,,, justru malah ketauan
bobrok nya cerdas dong Leon. jangan terlbat,,,,ehhh protes sama penulis nya keles 😄😄 ngapa sama Leonardo di ke
pruk i,,😈😈
berat Leon. menjaga hati sang istri dan buah hati,,,
dengan sendirinya lebih baik jujur dan seperti tadi bilang seandainya terjadi sesuatu di masa lalu jangan tinggalkan Ak ya Hanum gitu dan jangan bawa Sean,,,
ya katakan juga mengapa baru bilang ya
karena baru tau dan yang tau justru mama Yesi ,,,
seandainya tau ternyata kebaikan Leon
saat ini ada Nido besar di masa lalu kini,,
tinggal menunggu Bom nya meledak ,,,,
beruntung Hanum tidak keluar dari kerjanya. jadi apabila kelak terjadi percekcokan karena masa lalu sang Suami sebagai pemain wanita ternyata membuahkan anak laki-laki tak berdosa,,,
berarti lebih cerdas Hanum. memang si di tolong Hendra. tetapi tidak pacaran apa
lagi menikah,,,lebih baik hanya hidup berduaan dengan putrinya,,
yang sudah sudah kalau abis bahagia biasanya di bikin sedih sengsara. mudah mudahan kali ini ga ya kasian sudah sama sama menderita 4 th dah cukuplah tinggal meraih kebahagiaan saja,,,,tapi masih ada Anak nya Zura bikin dah dig dug derrrr,,,,
menyesal karena merusak Anak gadis
wanita yang sangat di kenal,,,duh kayanya akan ada perang dunia ke empat 😂👍
semoga Leon benar' benar insyaf ,,,menjadi suami dan Ayah terbaik dan Mama Yesy. menjadi orang tua yang sangat bangga 👍🤲🤲♥️♥️