Di lima alam kultivasi yang bertingkat — Dunia Fana, Dunia Roh, Dunia Dewa, Dunia Dewa Kuno, hingga Dunia Kekosongan — seorang Kaisar Dewa gagal menembus batas tertinggi dan tubuhnya hancur menjadi debu. Namun jiwanya yang tak pernah mati terlahir kembali ke dunia fana sebagai Ye Hu, anak tertua seorang Marquis yang dicap sampah karena dantian-nya hancur akibat keracunan tiga tahun lalu.
Dengan ingatan ribuan tahun dan pengetahuan alkimia serta teknik kuno yang telah hilang dari dunia, Ye Hu bangkit perlahan. Ia menyembuhkan dantian-nya sendiri, menciptakan pil dengan kemurnian mustahil bagi siapa pun di tingkatnya, dan mengungkap pengkhianatan di dalam keluarganya sendiri —
Ini barulah awal perjalanannya, Selanjutnya dia menemui keturunan dari murid-muridnya sedang menderita di dunia dana ini. Dengan kondisi tubuh yang terbatas, Ye Hu berusaha untuk membantu buyut dari murid-muridnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rick Tur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pil Yang Sempurna
Langkah kaki Ye Hu terdengar tenang saat ia kembali melangkah masuk ke Toko Obat Sumber Kehidupan. Kali ini, tidak ada lagi aroma hinaan atau tatapan meremehkan yang menyambutnya. Namun, sebelum ia sempat membuka mulut, sosok Wan Tung sudah muncul dari balik pintu ruangan dalam, wajahnya penuh dengan keterkejutan yang tak bisa disembunyikan.
Bagi seorang alkemis tingkat dua seperti dirinya, perubahan aura yang terpancar dari tubuh Ye Hu terlalu jelas — energi samar yang berputar di dalam tubuh itu bukan lagi kekosongan yang tak bernyawa, melainkan tanda jelas seseorang yang baru saja mencapai Tingkat Satu — Kondensasi Qi. Orang yang di ketahui semua orang sebagai dantian rusak, kini berdiri kembali di jalur kultivasi dengan langkah yang kokoh. Itu artinya ramuan yang dibuatnya benar-benar berhasil menyembuhkan dantian yang sudah dinyatakan hancur oleh semua orang.
"Tuan Muda Ye Hu, silakan... silakan naik ke ruanganku," Wan Tung menyambutnya dengan sikap yang jauh lebih hormat dari sebelumnya, bahkan membungkuk sedikit sambil menunjuk arah tangga.
Sesampainya di ruangan pribadi yang penuh dengan rak buku dan aroma herbal yang pekat, Wan Tung menyajikan teh terbaik yang tersimpan di lemari esensinya — teh Bunga Embun yang biasa hanya disajikan untuk tamu terhormat. Ia tidak bertele-tele, langsung menatap Ye Hu dengan tatapan penuh harap.
"Ramuan gurumu sungguh luar biasa. Aku ingin meminta bantuan: jika mungkin, minta gurumu membuatkan pil pemulih organ lagi yang sama untuk dijual di toko ini. Aku akan memberikan bagian yang pantas," ucap Wan Tung dengan nada sungguh-sungguh.
Ye Hu tersenyum tipis. "Itu bukan masalah. Guruku memang tidak ingin bertemu orang luar, tapi untuk pil tingkat dasar seperti itu, aku bisa membuatnya sendiri asalkan diberikan bahan dan dipinjamkan kamar tungku."
Wan Tung tertekan sejenak, lalu mengangguk setuju tanpa ragu. "Baik! Aku akan siapkan kamar tungku terbaik dan semua bahan yang kau butuhkan."
Ye Hu kemudian menyerahkan selembar kertas berisi daftar bahan untuk pil tingkat dua Yaknj Pil Penguat Tubuh yang ia butuhkan untuk dirinya sendiri. Di sana tertulis beberapa nama bahan kuno yang hanya dikenal oleh mereka yang hidup ratusan tahun lalu. Wan Tung melirik daftar itu, matanya berkilat — ia tahu bahan-bahan itu adalah komponen untuk Pil Penguat Tubuh Tingkat Dua, ramuan yang bisa memperkokoh fondasi kultivator. Yang membuatnya heran adalah di antara bahan itu ada bahan berumur seratus tahun yang cukup berharga. Namun, sementara informasi yang di ketahui oleh Wan Tung, untuk membuat Pil Penguat Tubuh tidak di butuhkan bahan yang berumur seratus tahun. Selain biaya mahal dan bahan itu biasanya di gunakan untuk membuat pil tingkat tiga keatas. Wan Tung tidak bertanya lebih lanjut, bahkan dia menyediakan bahan untuk tiga kali percobaan, khawatir jika Ye Hu gagal di percobaan pertama.
"Aku tahu kalau Pil Penguat Tubuh yang ada saat ini tidaklah terlalu berdampak khasiatnya, Namun Pil yang kubuat berbeda dengan Pil Penguat Tubuh yang beredar karena Pil Penguat Tubuh yang kubuat dijamin akan khasiat nya. " Kata Ye Hu.
"Pil Penguat Tubuh yang beredar selain mahal, kemurnian nya juga sangat rendah karena membuatnya sangat sulit, itulah sebabnya harganya sangat mahal meski hanya kemurnian lima puluh persen. " Jawab Wan Tung.
Akhirnya Ye Hu berada di dalam kamar tungku yang luas dan bersih, Ye Hu berdiri di depan tungku perakitan yang besar. Ia tidak membuang waktu, langsung memasukkan bahan-bahan sesuai urutan yang tepat, lalu mulai mengatur api. Tanpa kekuatan qi yang stabil, ia harus mengandalkan pengetahuan alkimia tingkat sembilan yang ada di dalam ingatannya — mengatur suhu api dengan presisi yang tak bisa ditandingi oleh alkemis mana pun di dunia fana ini.
Dalam satu kali percobaan saja, proses peracikan selesai. Uap putih perlahan keluar dari mulut tungku, membawa aroma yang harum dan menyegarkan. Saat Ye Hu membuka tutup tungku, lima butir pil Pemulih Organ tingkat satu, bulat berwarna emas pucat terlihat berkilat di atas telapak tangannya. Karena masih ada sisa bahan, ia kembali membuat hingga semua bahan habis — total sepuluh butir pil Pemulih organ yang sempurna. Tubuhnya basah kuyup oleh keringat, napasnya sedikit terengah, tapi matanya bersinar puas.
Setelah sukses membuat Pil Pemulih Organ, Ye Hu membuat Pil Penguat Tubuh tingkat dua. Satu kali racikan menghasilkan dua pil kemurnian 99 persen. dalam tiga kali racikan menghasilkan enam pil tingkat dua.
Begitu keluar kamar tungku, Wan Tung sudah menunggu di luar. Saat ia melihat sepuluh butir pil Pemulih organ yang murni tanpa cacat sedikit pun, mulutnya menganga lebar.
"Kemurnian... sembilan puluh sembilan persen?" Wan Tung bergumam tak percaya. "Ini hampir sempurna! Bahkan aku pun jarang bisa mencapai kemurnian setinggi ini. Gurumu... atau kau sungguh memiliki bakat yang mengerikan."
Wan Tung ingin memberikan bayaran batu roh salam jumlah besar tapi Ye Hu menolaknya. "Aku masih sering membutuhkan kamar tungku ini. Simpan saja dulu."
Wan Tung mengangguk, lalu menyarankan. "Jika kau bisa meracik pil dengan kemurnian setinggi ini, kau sebaiknya mengikuti ujian alkemis resmi. Dengan sertifikat alkemis, kau akan mendapat banyak hak istimewa di seluruh wilayah kekuasaan kerajaan."
Ye Hu hanya menggeleng. "Belum saat ini."
Wan Tung tidak memaksa. Ia kembali mengajak Ye Hu ke ruang pribadinya, lalu membuka laci terkunci di bawah meja kerjanya. Dengan gerakan hati-hati seolah mengeluarkan harta paling berharga, ia mengambil sebuah gulungan kulit tua yang sudah menguning.
"Ada satu hal yang ingin aku minta tolong," suara Wan Tung menjadi serius. "Ini adalah resep warisan guruku — Pil Penguat Tulang Tingkat Dua. Pil ini sangat dibutuhkan oleh orang tua untuk memperkuat tulang yang rapuh, dan bagi kultivator bisa memperkokoh pondasi. Namun, aku sudah mencoba berkali-kali selalu gagal. Aku ingin membawa resep ini kepada gurumu. Aku yakin dia akan mengerti di mana letak kesalahanku."
Ye Hu menerima gulungan itu, memeriksanya sekilas. Di dalam hatinya, Xuan Ling tersenyum — resep ini bukan hal yang asing baginya. Ia tahu persis di mana kekurangan metode peracikan yang tertulis di sana.
"Aku akan menyampaikannya," jawab Ye Hu sambil menyimpan gulungan itu di dalam lengan bajunya.
Wan Tung tersenyum lega, lalu mengantar Ye Hu sampai ke pintu utama toko. Pemandangan ini membuat semua pegawai yang sedang bertugas terpaku di tempat — tuan mereka yang seorang alkemis tingkat dua, yang di hormati kalangan atas, yang bahkan bangsawan pun harus hormati, kini menundukkan kepala dan mengantar seorang pemuda belum berusia dua puluh tahun layaknya seorang tuan muda yang mulia. Sejak saat itu, tidak ada satu pun pegawai yang berani memandang rendah Ye Hu lagi.
Sesampainya di kediaman, Ye Hu tidak langsung beristirahat. Ia duduk di meja kayu tua di kamarnya, lalu mulai menulis catatan untuk Wan Tung — memperbaiki urutan pemasukan bahan, mengatur waktu dan suhu pembakaran, dan menambahkan langkah penstabilan energi yang hilang dari resep asli. Setelah selesai, ia menyimpan catatan itu untuk diberikan nanti.
Kini, waktunya berkultivasi.
Ye Hu mengeluarkan pil buatannya — Pil Penguat Tubuh Tingkat Dua. Ia menelan satu butir. Energi pekat langsung menyebar ke seluruh tubuh, memperkuat otot dan meridiannya. Setelah khasiatnya habis, ia menelan pil kedua, lalu pil ketiga. Tiga pil dalam satu hari — tindakan yang jika dilakukan oleh kultivator biasa bisa merusak tubuh karena terlalu memaksa. Namun bagi Ye Hu, ini adalah cara tercepat untuk menerobos batas.
Rasa sakit yang luar biasa menyelimuti tubuhnya. Otot-ototnya robek dan tumbuh kembali dengan lebih kuat, meridiannya melebar perlahan menahan aliran energi yang semakin deras. Ia bergeming, menahan rasa sakit itu dengan tekad baja yang sudah ditempa ribuan tahun.
Tiga hari berlalu dalam kesunyian kamar.
Ketika Ye Hu membuka matanya, cahaya emas berkilat di balik manik matanya. Energi di dalam tubuhnya kini jauh lebih pekat dan kuat, berputar dengan kecepatan yang stabil.
Tingkat Dua — Fondasi Awal.
Ia berhasil menerobos. Namun, rasa sakit itu belum sepenuhnya hilang. Tubuhnya masih terasa perih, tanda bahwa tubuhnya sedang beradaptasi dengan kekuatan barunya.
Kini hanya tersisa tiga butir pil dan ini masih kurang untuk meningkatkan kultivasi nya.
Ye Hu berdiri, menatap ke arah jendela yang terbuka ke halaman belakang.
"Sudah waktunya membuat Pil Penguat Tubuh Tingkat Tiga," gumamnya pelan. "Tapi sebelum itu, aku harus membuat lebih banyak pil tingkat dua untuk mencapai tingkat tiga terlebih dahulu. Dan untuk itu, aku butuh tungku sendiri."
Ia mengerutkan kening. Selama ini ia meminjam kamar tungku Wan Tung. Jika ia mulai meracik pil tingkat tiga di sana, maka Wan Tung akan tahu dirinya tidak memiliki guru. .
"Aku harus membeli tungku perakitan sendiri," pikir Ye Hu. "Tapi pertanyaannya... apakah Wan Tung bersedia menjual tungku miliknya? Atau apakah ada tempat lain yang menjual tungku berkualitas baik?"