Indonesia
NovelToon NovelToon
Batas Obsesi Cegil

Batas Obsesi Cegil

Status: tamat
Genre:Obsesi / Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:54.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rofiwan

Livy adalah definisi nyata dari "cegil". Selama dua tahun di SMA Wijaya, dia melakukan segala cara ekstrem untuk memenangkan hati Galang, kapten tim basket yang sedingin es. Livy menempel padanya bak perangko, membuatkan bekal setiap hari, hingga melabrak siapa saja yang mendekati Galang. Namun, Galang selalu merespons dengan tatapan sinis serta perkataan yang menyakitkan.

Puncaknya terjadi di hari ulang tahun Galang yang ke-17. Hadiah rajutan tangan Livy dibuang ke tempat sampah di depan umum. Malam itu, Livy sadar dia telah kehilangan harga dirinya. Dia memutuskan untuk berhenti mengejar Galang secara total.

Galang menyadari dia merindukan kehadiran Livy, semuanya sudah terlambat ketika teman masa kecilnya Livy datang ke sekolah sebagai murid pindahan. Livy sudah menutup hati pada Galang, dari situ giliran Galang yang harus menurunkan harga dirinya, mengejar Livy yang telanjur menjauh.

Sebuah pertanyaan, apakah Galang mampu merebut hati Livy?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Peringatan Galang 04.

Aroma minyak kayu putih, keringat yang mengering, dan sisa keputusasaan kemarin sore masih menempel erat di memori Livy.

Kejadian di lapangan basket itu viral. Satu sekolah melihat bagaimana Livy membawakan spanduk raksasa bertuliskan "SEMANGAT TANDINGNYA, GALANG SAYANGKU, PACAR MASA DEPANKU! KALAU KAMU KALAH, TETEP GAK APA-APA, SOALNYA KAMU UDAH MENANG DI HATIKU. YANG BERANI NYENGGOL GALANG HARI INI, BAKAL SAYA CARI RUMAHNYA SANGGUP PACARAN SAMA MAUT"

Di tengah pertandingan penting, yang berujung pada kemenangan tim Galang karena luapan kekesalan dari Galang.

Hari ini, hawa dingin koridor sekolah tidak menghentikan langkah Livy.

Jam istirahat pertama baru saja berbunyi. Koridor dipenuhi manusia kelaparan, namun mata Livy hanya terkunci pada satu objek.

Di ujung sana, dekat loker mading, Galang berjalan dengan langkah lebar. Wajah cowok itu mendung, rahangnya mengeras, dan tangannya mengepal di dalam saku celana abu-abunya.

"Galang!" panggil Livy dengan nada riang, melompat kecil mendekat.

Galang menghentikan langkahnya seketika. Bahunya menegang. Ketika dia berbalik, matanya memancarkan kilat amarah yang sanggup membuat nyali murid lain ciut.

Tapi tidak dengan Livy.

Bagi Livy, tatapan tajam Galang adalah pengganti sinar matahari pagi yang menghangatkan hati nya.

Sebelum Livy sempat menyodorkan kotak bekal berwarna merah muda seperti yang biasa dia siapkan sejak jam lima subuh, Galang mencengkeram pergelangan tangan Livy.

Tidak sampai lebam, tapi cukup kuat untuk menarik gadis itu menjauh dari kerumunan, menyudutkannya ke dinding sepi di dekat gudang olahraga.

"Livy, cukup." Suara Galang rendah, berat, dan bergetar menahan amuk.

Livy tidak memberontak. Dia justru menatap jemari Galang yang melingkari pergelangan tangannya. Kulitnya hangat, batin Livy kegirangan.

Dia memegangku duluan.

Catat di buku diary Absurd Livy: Hari Selasa, jam 10.05, kontak fisik pertama yang diinisiasi sendiri oleh masa depanku.

"Galang, kamu belum sarapan, kan? Kebetulan saya bikin nasi goreng bentuk lov—"

"SAYA BILANG CUKUP!" Galang membentak. Suaranya menggema di lorong sepi itu. Dia memukul dinding tepat di sebelah kepala Livy, membuat beberapa helai rambut gadis itu terbang.

Galang memajukan wajahnya, menatap langsung ke dalam manik mata Livy yang anehnya sama sekali tidak berkedip karena takut. "kamu denger ya, cewek gila. Kemarin kamu udah bikin saya malu seumur hidup. Kamu hampir bikin tim saya kalah. Kamu bikin saya jadi bahan ketawaan satu kota!"

Livy tersenyum tipis, matanya berbinar. "Tapi kamu keren banget pas marah kemarin. Karismanya keluar."

Seperti biasa, Galang memijat pangkal hidungnya karena frustrasi setengah mati.

Dia menghadapi tembok batu yang menjelma menjadi seorang gadis remaja. "Livy, saya gak bercanda. Jauh-jauh dari hidup saya. Jauh-jauh dari pandangan saya. Jangan pernah muncul di depan saya lagi, atau saya bakal bikin kamu dikeluarin dari sekolah ini. Saya benci liat muka kamu. Paham?"

Napas Galang memburu. Jarak mereka begitu dekat hingga Livy bisa menghirup aroma parfum maskulin bercampur sabun yang dipakai cowok itu.

Livy tidak menangis. Dia tidak terluka.

Sebaliknya, senyumnya justru semakin melebar, sangat manis namun menyimpan intensitas yang mengerikan. Dia mengangkat tangan kirinya yang bebas, lalu perlahan menyentuh dada kiri Galang, tepat di mana jantung cowok itu berdetak dengan sangat cepat.

"Kamu deg-degan ya dekat saya, sayang?" bisik Livy manja.

Galang menepis tangan Livy dengan keras. "Saya stres gara-gara kamu!"

"Enggak, Galang. Saya tahu kok," ujar Livy dengan nada super lembut, seolah sedang menenangkan anak kecil. "Kamu ngomong kasar kayak gini karena kamu peduli sama saya, kan? Kamu takut saya capek ngejar kamu. Kamu takut saya makin dihujat sama orang-orang karena kejadian kemarin. Kamu lagi ngelindungin saya dengan cara pura-pura galak, iya kan?"

Galang tertegun. Matanya membelalak, tidak percaya dengan logika ekstrim yang diputarbalikkan oleh otak Livy. "Kamu... kamu beneran sakit ya?"

"Saya cuma sakit karena rindu, Lang," jawab Livy tanpa beban, pipinya merona merah alami. "Makasih ya udah memperingatkan saya dengan keras kayak gini. Saya tahu kamu gak mau saya terluka. Perhatian kamu berharga banget buat saya. Mulai besok, saya bakal lebih pinter lagi kok sembunyinya pas merhatiin kamu, biar kamu gak ikutan stres."

Galang mundur satu langkah, menatap Livy dengan pandangan ngeri. Dia menyadari satu hal: kemarahan, bentakan, dan ancaman tidak akan pernah mempan pada cewek di depannya ini. Segala bentuk penolakan akan selalu diterjemahkan sebagai tanda cinta di dalam kepala Livy.

Tanpa mengucapkan sepatah kata lagi, karena takut kewarasannya sendiri terkikis, Galang berbalik dan berlari pergi meninggalkan lorong tersebut.

Livy berdiri bersandar di dinding, menatap punggung Galang yang menjauh dengan tatapan penuh pemujaan. Dia memeluk kotak bekalnya erat-erat ke dada.

"Dia keliatan panik banget pas saya sentuh dada depan nya," gumam Livy sambil tertawa kecil sendirian. "Besok-besok, menunya harus yang lebih spesial. Semangat, Livy! Hubungan kita makin ada kemajuan!"

......................

...****************...

To be continue,

1
Syifa Azhar
Karin siapa nih?? kok tiba-tiba muncul nama beda typo kah😂
kadang temen nya livy juga sering ganti nama dari fanya jadi lazma😂😂
Rofiwan: karin tokoh sampingan baru yang muncul sesaat kak, circle livy ada 3 kak. Fanya, Lazma dengan Mayang.
total 1 replies
memei
saya saya kurang enak bgt di bacanya
memei
kata saya saya saya ,gak enak banget di bacanya
Rofiwan: iya maaf kak, kalau kurang enak dibaca🙏 di bab pertengahan cerita sudah jadi bahan evaluasi dan panggilan saya kamu udah diganti.
total 1 replies
memei
sebenarnya pasti banyak cowok yg iri PNGN jadi Galang yg di cintai cewek secara ugal ugalan
𝐈'𝐦𝐄𝐥𝐥𝐢𝐞𝐍𝐨𝐭𝐋𝐢𝐞🔮
HO OH! kek begituu jadi cewekk, laki-laki nggak cuma dia piwisss
𝐈'𝐦𝐄𝐥𝐥𝐢𝐞𝐍𝐨𝐭𝐋𝐢𝐞🔮
Ulalala....
𝐈'𝐦𝐄𝐥𝐥𝐢𝐞𝐍𝐨𝐭𝐋𝐢𝐞🔮
Ya jujurr aja, kalau gue jadi Galang juga gue risih bjirr.
Syifa Azhar
sering typo kadang kelas XII kadang kelas 9🙄
Rofiwan: aku nulisnya tengah malam kak🤣
total 1 replies
Syifa Azhar
kalau sudah tiada baru terasa 💃💃
Syifa Azhar
ini kan yang kamu harapkan terus kenapa harus merasa aneh Galang?
Syifa Azhar
good jadi wanita kudu harga diri👍👍👍
Syifa Azhar
nah gitu dong,👍👍
berdirilah dimana kamu dihargai💪
Syifa Azhar
jika tidak di harapkan jangan datang💪
Syifa Azhar
jangan jatuhkan harga dirimu sedemikian rupa Ivy,cinta boleh bodoh jangan😂
Syifa Azhar
peduli boleh tapi gak gitu juga vy🙄
Syifa Azhar
gimana Galang gak ilfil sama kamu Ivy,kalau sikapmu seperti emang bener Galang bilang kamu cewek psikopat 😬
Syifa Azhar
siapa lagi Rangga???salah nama apa ceritain pemeran baru?
Syifa Azhar
susah memang kalau berurusah sama orang yang sudah kategori "obsesi jiwa"😂
Syifa Azhar
ceritanya menarik,cuma terlalu formal untuk bahasa sehari-hari dilingkungan sekolah, kata-kata saya bisa di ubah aku,kamu mungkin biar lebih enak cerita nya 😂
Rofiwan: iya kak, aku akui emang formal dan kaku banget, tapi bab bab kesananya udah ku ubah kok. yang bab-bab awal pondasi cerita aku memang memilih ga revisi bab nya😄
total 1 replies
Syifa Azhar
jiwa muda yang masih penuh tantangan,dimana ego dan gengsi saling beradu😂
coba kita lihat seberapa keras perjuanganmu Ivy sampai kamu menyadari arti perjuangan mu benarkan cinta atau hanya sekedar obsesi🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!