Mencintai sang wanita walaupun wanita punya seseorang yang di cintai nya, tapi dia tetap mencintai sang wanita, dan sang wanita tau kalo dia di cintai, hanya saja dia mempunyai kekasih……
“Kamu selingkuh?….
PLAKK!!
Menampar sang kekasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Junita Aisyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
4
“Ide konyol mu ini!” Jessi mendorong rosyi dengan kesal
“Siapa yang tau ibuk nya berubah gini!” Celetuk rosyi
“Cepat!” Ibuk natap jenisa
“Iyaa buk! Galak amat!” Jenisa lalu duduk samping Taevin
“Seperti nya kesempatan mu hilang!” Jenisa berbisik ke Taevin tanpa dia tau kalo ini sendiri rencana Taevin sendiri
“Baik! Lilis sama Rosyi”
”yeee!” Rosyi langsung natap Lilis, dan Lilis pun langsung pindah ke samping rosyi
“Kita akhir nya se meja!” Rosyi meluk tangan Lilis
“Aku juga senang!” Ucap Lilis senyum
“Jessi tetap sama Jiandra!”
“Aduhh buk! Capek banget sama nya!” Ucap Jessi sengaja
“Kamu gak mau gitu sama ku!” Jiandra megang tangan jessi
“Siapa yang mau sama mu!”
“Tapi aku mau!”
“Dia sakit buk!” Jessi natap ibuk
“Gak ada! Duduk!!” Jiandra narik jessi buat duduk di kursi
“Aihhh! Memang keberuntungan belum muncul buat aku!” Ucap jessi membuat jiandra natap tajam nya
“Bercanda-bercanda!” Jessi senyum natap jiandra
“Boleh pindah gak sih buk? Saling setuju kok buk!” Tanya Rosyi natap ibuk wali kelas nya
“Siapa yang pindah meja nya di angkat hari itu juga ke lapangan!!”
Rosyi langsung gak berani bertanya dan membantah lagi
Bla….BLa…..
Saat pulang sekolah
“Mau pergi nonton gak sama ku! Katanya ada film baru tayang di bioskop!” Jenisa menarok tangan nya di bahu jessi
“Ogah! Gue harus kerja habis ini!” Jessi melepaskan tangan jenisa dari bahu nya
“Gak seru amat lo!”
Jenisa lalu natap rosyi
“Boleh aja sih!” Ucap rosyi langsung di peluk jenisa
“Kamu ikut gak?” Jenisa natap Lilis
“Hmm boleh!” Lilis ngangguk
“Wahh aku punya teman!”
“Aku juga mau ikut!” Jiandra menyela mereka
“Aku juga!” Ucap Taevin
Langsung Jenisa sama jessi saling tatap
“Aku juga!” Jessi senyum
“Bukan nya kamu kerja?” Tanya jiandra
“Bisa di undur!” Jessi ngangguk
“Drama lo!” Celetuk jiandra
“Diam lo! Bawa tas gue nih!” Jessi ngasih tas nya ke jiandra, jiandra udah biasa bawain tas jessi seperti sang pacar bawain tas cewek nya tapi sayang nya mereka sahabatan
Lalu mereka ke bioskop bersama-sama
-
Di sisi lain ada Liam sama Arvin, mereka sampai di sekolah.
“Ada papa!” Liam melambai ke papa nya dengan mobil yang meninggal kan sekolah lalu guru membawa Liam sama Arvin masuk ke sekolah
Sampai di kelas
“Tampan sekali!” Ucap cewek berkuncir 2 menghampiri Arvin
“Dia sangat putih! Siapa dia?” Cewek itu menatap Liam
“Dia? Adek ku kata mama ku!” Liam natap cewek itu
“Kenapa kalian berbeda! Kamu gendut dia tampan!” Ucap cewek itu membuat Liam melepas kan genggaman nya ke Arvin dengan kesal
“Aku juga tampan!!” Celetuk liam kesal
“Kenal kan nama aku putri!” Cewek itu ngulur tangan ke Arvin
“Dia bisu!” Ucap Liam
“Tidak apa-apa aku mau berteman sama kamu!” Ucap cewek itu
“Aku juga!” Ucap cewek yang lain
“Apa mama mu memanjakan mu! Kulit mu sangat lembut!” Ucap cowok yang meja di samping Arvin
Arvin ngangguk natap cowok itu, liam merasa kesal karena dia gak punya teman selama di sekolah, karena dia gendut jadi banyak yang ngejek nya, tapi liam slalu lawan mereka, dengan mulut nya yang tajam dan cerewet, jadi dia di ejek kadang, tapi dia tetap gak punya teman, karena Liam juga gak pintar, dia berteman sama anak kelas sebelah karena juga mereka Setetanggaan aja.
“Apa kamu mau berteman sama ku” tanya putri lagi ke Arvin dan Arvin ngangguk
“Aku punya teman yeee!” Putri senang
“Dia juga tampan!”
Guru tiba-tiba datang, dan menyuruh Arvin maju kedepan
“Sekarang kita harus berteman sama Arvin ya!”
“Iya bukk”
“Dia juga tampan buk! Kami suka” ucap anak lain
“Bagus kalo gitu! Silah kan duduk nak!”
Arvin hormat ke Ibu guru nya membuat Ibu guru nya terharu dan senang sama sikap sopan nya, lalu Arvin duduk
Saat makan bersama semua pada mengelilingi meja Arvin sama Liam, mereka makan bersama Arvin dan Liam.
______
Sementara yang lagi di bioskop
“Kenapa dia yang harus mati?” Rosyi nangis meluk jenisa dan melap air mata nya pake jaket yang di pakai jenisa tapi jenisa Biasa aja karena udah biasa
“Tapi memang pantas dia mati! Kenapa dia sangat lemah!” Jenisa geleng-geleng kepala lalu natap ke samping nya ada Taevin sama Lilis yang mana mereka fokus nonton tanpa ekspresi
“Aihh kalian ini! Film nya masih panjang! Baru juga mulai!”
“Tapi… Baru mulai pun kenapa dia bisa mati!” Rosyi lalu meluk jessi
“Aisss!” Jessi mendorong rosyi dengan kesal karena baju nya di jadikan lap, rosyi lalu meluk jenisa, jenisa tentu diam aja, karena jenisa type yang gak peduli Tapi dia peka orang nya.
“Ehh! Apa kamu gak mau makan gitu?” Tanya jenisa natap Taevin
Lalu Taevin natap ke jenisa, mereka saling tatapan, tentu membuat Taevin makin terpesona sama wajah jenisa.
“Dia sangat imut, cantik, kulit halus” dalam hati Taevin
“Apa kamu gak mau gitu?” Jenisa nyenggol bahu Taevin membuat lamunan Taevin tersadar
“Wahh ide bagus juga tuh!” Lilis menyela
“Beli ngapa! Kalian berdua!” Jenisa natap Taevin
“Baik” Taevin lalu pergi dan Lilis mengikutinya
“Wahh! Ide mu! Memang cemerlang!” Ucap Rosyi
“Tentu saja! Saya tidak sebodoh kalian!” Jenisa lalu nonton
Sementara Taevin sama Lilis pergi mengambil steak, dan saat mengambil Taevin hanya ngambil 2 minum sama Steak nya dua, Lilis senyum karena dia pikir Taevin membeli buat dia.
“Ehh masa kita berdua aja yang beli! Kita beli buat yang lain juga dong!” Lilis lalu ngambil yang lain, Lilis lalu mengikuti Taevin membayar.
“Baik total 2 paket lengkap ini 800rb”
Taevin lalu menscan buat membayar, sementara Lilis kaget kenapa Taevin gak sekalian membayar untuk makanan nya, Lilis pun membayar pake Qris. Lalu mereka masuk ke bioskop, Lilis mau mengasih makanan yang di beli nya ke jessi karena dia pikir makanan paket lengkap di beli Taevin untuk nya, karena makanan paket lengkap itu makanan yang banyak, juga serba mewah, kotak nya juga mewah.
“Nahh” taevin ngasih makanan sambil duduk samping jenisa
“Wahh bukan kah ini paket mahal?” Ucap jenisa natap Taevin
“Hmm” ucap Taevin
Lilis natap itu hanya bisa terdiam lalu ngasih satu ke jessi, satu buat dia aturan dia ngasih ke dua nya buat jessi sama jiandra