Indonesia
NovelToon NovelToon
Dokter Spesialis Hati

Dokter Spesialis Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Berondong / Dokter / Tamat
Popularitas:18k
Nilai: 5
Nama Author: Dedek Bongsor

Octavio Kevin Hermawan dokter yang berusia dua puluh sembilan tahun yang sangat dingin dan irit bicara. Putra pengusaha besar dan terjebak dalam perjodohan.

Pertemuan dengan suster pindahan dari cabang rumah sakit Kevin bekerja yang merupakan wanita yang pernah membuat hidupnya selalu sial.

Kevin beranggapan bahwa Citra adalah gadis pembawa sial dari dahulu sampai sekarang yang terus menghantuinya di mana mana.

Bagaimana kehidupan antara Dokter Kevin, wanita perjodohan papinya dan suster Citra?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dedek Bongsor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ku Menemukanmu

Setelah pukul tujuh malam dengan kesorean bangunnya membuatnya bangun kaget langsung saja bersiap siap dan menuju rumah kak Risma dengan semua sudah berkumpul keluarganya. Meskipun fikiran tentang Citra belum juga terselesaikan.

"Budhe maaf aku ketiduran jadi terlambat kalau nggak ada nyamuk yang ganggu mungkin aku masih nyenyak tidur" Kata Kevin tak enak hati telah melakukan kebodohan ini

"Kebiasaan kamu masuk ayo.Kamu kok anget gini Vin " Ajak Bude Tami yang di pegang agar tidak jatuh

"Iya ada masalah budhe"

Kevin jalan dengan kruknya sampai di ruang keluarga dengan langsung di sajikan makanan yang menggugah selera meskipun camilan kering dan kue kering yang tersajikan di sini. Kevin terus mendengarkan pembicaraan proses kelahiran sepupunya sebenarnya ia malas.

"Tumben banget kamu mau datang" Cibir om Irfan namun Kevin hanya memberinya senyuman tipis mau berekspresi apa pun akan salah di mata Om Irfan bagaikan musuh adiknya budhe Tami ini

"Lik, udah jangan begituin Kevin."Sahut Risma menatap paklik Irfan

‼️NB. Paklik, Om sama ya‼️

Om Irfan menatapnya sengit menandakan tidak suka dengan ini."Ngapain kamu datang sendirian? biasa aja mukanya nggak usah di pucet pucetin" Celetuk Om Irfan kalau bicara tanpa saringan.

Aku keluar dari dapur karena memang sedang ada tamu. Nggak enak juga dengan fasilitas yang di berikan tanpa mengeluarkan jasanya. Ini hanya sebuah rasa tak enak dan beruntung saja mendapatkan majikan yang baik. Kalau tidak?? tinggal nama kau ini Citra

Aku keluar dengan mengeluarkan makanan membawa nampan belum aku sampai di meja makan si bibik memtaku mengambil sesuatu.

"Mbak, ibu Risma minta di ambilkan air panas buat pijat" Kata bibik memberi Citra informasi. "Sinih biar bibik yang bawa" Lanjut bibik

Aku menyiapkan seperti biasa untuk pijatnya aku benar benar keluar yang pertama aku lihat sosok Nendra yang langsung berdiri saat aku keluar berjalan ke arah ibu Risma.

"Sus...sus....suster Citra" Panggil Nendra yang terbata bata.

Aku beri senyuman. Fokus pada pekerjaanku perpijatan kakinya dengan aku duduk lesehan dia dokter Kevin rela relanya ikut duduk di bawah.

"Kamu kenapa meninggalkan saya?dengan sister Cila yang baru itu?" tanya Kevin seraya bersandar di bahu ku

"Saya susah untuk bekerja dok. Duduk lah di atas"Jawab Citra dengan meyingkirkan tubuh Citra

"Tidak mau! jawab dulu kenapa kamu pergi tanpa izin saya?" tanya dokter Kevin kini ia bersandar di kaki ibu Risma

"Kalian sudah saling kenal?" tanya ibu Risma membelai kepala Kevin yang sedang manja aku hanya jawab anggukan begitupun dokter Kevin

"Apakah ini yang buat kamu keluar dari rumah sakit?" tanya Ibu Risma lagi

"Bukan bu." Jawabku pendek

"Trus siapa jawab dengan jujur?!" Tanya bu Risma galak

"Anindita Cita Ninda katakan siapa pelakunya? saya tidak akan kembali membuka praktik di sana tanpa kamu titik"Ancam Kevin memandang ku sekali

"Dokter tak mengerti perjuangan saya di sini dan di rumah sakit itu tanpa kau dok" Cita dengan intonasi tinggi

"Makannya jelaskan"

Aku menjelaskan dari awal Jesika dengan dokter Adrian yang sengit

" Dan sampai akhirnya saya tuh di jambak karena saya membela Adrian yang merupakan teman sekolah saya. Salahnya dimana? membela seorang dokter yang telah menyelamatkan anaknya?"

"Ini nggak adil..."

Kevin yang tiba saja mendekatkan dan menyandarkan kepala ku ke tubuhnya." Jangan bersedih kamu" Kata dokter Kevin

"Jangan bersedih gimana coba jelaskan dok? bagaimana cara saya bersikap baik baik saja dengan ketidak adilan itu. Dengan masalah yang sama, orang yang sama, di hari yang sama saya di pecat sedangkan Ardian apa?! hanya berhenti satu minggu masih ingat di kepala saya jika ibu susi memberhentikan saya ini begitu" Jelas dengan berderai air mata."Kembali lah pulang istirahat tugas saya selesai dan mau istirahat dok" Citra dengan mengusir halus. "Saya permisi"Citra berlalu pergi.

Saat aku membalik badan untuk membuang air ini yang aku dapat apa? dokter Kevin ini menggenggam kakiku dan membuang aku membuang air yang ada di tanganku ini tumpah ke arah om Irfan sontak buat dia marah.

"Nggak becus !!" Bentaknya Om Irfan

Om Irfan berdiri menghampiriku yang sudah terjatuh di lantai secepat kilat Kevin melindungi aku dangan tubuhnya saat om Irfan berniatan akan menamparku.

"Jangan kasarin Citra om. Ini salah Kevin kalau nggak pegang kakinya mungkin hal ini nggak akan terjadi" Kata Kevin membela Citra

"Citra nggak butuh di bela. Apa janji dokter pada mas adam kakanya citra? selama di Jakarta? kemana itu semua" Citra berintonasi tinggi

"Iya saya masih ingat untuk menjaga dan melindungimu kamu ini adik saya" balas Kevin yang masih memeluk Citra

"Bodoh!! bohong!! kamu pecaya dengan kevin ini?! mulutnya banyak bisanya" Om Irfan mencecar Kevin habis habisan

"Om boleh menghina aku sepuasnya seperti biasa tapi jangan citra!" Kevin masih membela dengan nada tinggi

"Kamu sayang? kamu cinta?" tanya Om Irfan

"Iya om"

"Besok kamu nikah dengan suster citra. sebagai hukuman kamu nggak ada tapi tapian buat kekuarga mas Satria ini keputusan saya yang beda mendidik keponakan saya ini. Jangan marahin Kevin ini keputusannya yang saya lihat benar tulus mencintai suster Citra" Kata Om Irfan seketika

"Tapi Fan...."

"Nggak ada tapi tapian. Ini hukuman saya pada Kevin" Potong Irfan langsung

"Kenapa nggak sekarang aja paklik?" Tanya Risma."Temenku ada yang bekerja di KUA " Usul Risma

"Panggil segera"

Aku tak bisa berkutik apa apa kecuali pasrah dengan kejadian ini aku menangis bukan karena perkataannya tapi aku nangis karena kaget dan rasa nggak enak jika menikah dengannya yang aku rasa tidak siap aku terima.

Bagaimana nasib dokter Gea? yang sudah di jodohkan? apakah bisa menerima ini semua? Aku tak bisa berfikir jernih. Bagaimana aku menghubungi mas adam kalau aku ini akan menikah hari ini malam ini?

"Udah jangan nangis lagi ya saya akan melindungi kamu. Jangan di fikirkan yang lainnya saya akan menikahi kamu "Tutur Kevin yang mengusap air mata pada Citra

"Dokter Gea?..."

"Huusstt biarin saja bukan urusan kamu itu. Biar itu urusan saya. Bisakah kamu berhenti menangis? tak usah rias riasan segala kamu itu sudah cantik dari orok nggak usah pakai riasan akan saya carikan cincin imitasian dulu besok saya belikan yang asli. Maaf karena harus seperti ini dan kamu terjebak dalam kehidupan saya mungkin ini berat untuk mu. Jangan kecewa dan marah pada dirimu sendiri. Kalau marah...marahlah pada saya yang sudah meninggalkan kamu sendirian tanpa pengawasan saya kamu di pecat" Jelas Kevin

1
Cherry🍒
kok jadi curiga kalau mereka 3 anak 1 BPK ya
Cherry🍒
hahahaa ngelawak astaga dasar encit
Cherry🍒
ceritanya bagus kok yang like dikit banget sih 🙄
Rakhma Alma
aw mampir thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!