Menceritakan tentang perjalanan cinta dan masa lalu seorang siswi SMA yang bernama Greysalia Putri Zelina. Greysa jatuh cinta kepada seorang laki laki yang baru ia kenal ketika memasuki bangku SMA. Namun ia merasa bahwa ia memiliki hubungan yang dekat dengan laki-laki tersebut seperti mereka telah saling mengenal satu sama lain namun ia tidak bisa memastikan bahwa ia dan laki-laki tersebut pernah mempunyai hubungan atau tidak di masa lalu karena Greysa tidak bisa mengingat masa lalunya dengan baik akibat trauma yang membuatnya melupakan sebagian ingatannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Greyniilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari Pertunangan
Pagi ini Arka malas bangun dari tempat tidurnya ia seharusnya hari ini mengajar dikelas Greysa namun karena hari ini adalah hari pertunangannya dengan Valen ia meminta izin untuk tidak hadir ke sekolah.
Arka menatap langit-langit kamarnya kemudian ia melihat baju yang tergantung untuk ia pakai di acara pertunangannya nanti.
"Ini serius gue mau tunangan sama Valen?" Gumam Arka sambil menghela nafas.
Hari yang seharusnya menjadi hari bahagianya karena akhirnya keinginannya dulu tercapai namun karena hatinya telah beralih kepada Greysa membuat ia sangat tidak menyukai hari tersebut.
Arka bangkit dari kasurnya kemudian ia menatap fotonya bersama Greysa yang ia pajang di meja kerjanya setelah melihat foto tersebut ia tersenyum kemudian ia menyimpan foto itu di dalam laci meja kerjanya.
"Maaf Grey saya tidak bisa menepati ucapan saya, lagi-lagi saya menyakiti kamu." Lirih Arka kemudian mengambil handuk dan masuk kedalam kamar mandi.
Tanpa Arka sadari Marcel berdiri di depan pintu kamarnya yang sedikit terbuka lalu masuk ketika Arka telah berada di kamar mandi.
Marcel diam-diam mencari tau apa yang baru saja adiknya simpan. Ia membuka laci tersebut lalu menemukan foto Arka dan Greysa waktu kecil.
Saat ia memperhatikan foto itu ia menjadi prihatin kepada Arka karena ia tau bahwa Arka terpaksa menerima pertunangan tersebut dan sekarang ia tau bahwa Greysa lah cewek pilihan hati Arka.
"Loh, Bang Marcel?!" Tegur Rivaldo membuat Marcel terkejut dan dengan cepat menyembunyikan foto tersebut dibelakang badannya.
"eh lo do." Ucap Marcel sambil tersenyum dan berusaha menyembunyikan apa yang sedang ia pegang.
"Ngapain lo disini bang?" Tanya Rivaldo penasaran.
"Gak, gue tadi mau lihat Arka udah siap apa belum ternyata dia lagi mandi." Ucap Marcel berbohong.
"Ooo gitu Lo juga siap-siap Bang, acaranya sebentar lagi." Ucap Rivaldo kemudian berjalan menuju kamarnya yang berada di samping kamar Arka.
Setelah Rivaldo pergi Marcel pun keluar dari kamar Arka dan membawa foto yang ia dapatkan di dalam laci meja kerja Arka ke kamarnya lalu ia menyimpan foto tersebut di lemari kecil yang berada di kamarnya.
Sedangkan Rivaldo diam-diam masuk kekamar Arka setelah Marcel keluar dari kamar Arka. Ia mengotak-atik laci meja Arka mencari sesuatu.
"Gue yakin pasti foto itu masih disimpan oleh Arka." Gumam Rivaldo mencari di dalam lemari Arka karena tidak menemukan apapun di meja kerja Arka.
"Dimana sih tuh foto? Gue gak mau Arka masih berhubungan dengan cewek itu kalau foto itu ada ditangan gue, gue jadi bisa membuat mereka salah paham dan akhirnya Arka akan menjauh dari cewek itu sehingga gak ada lagi yang bisa nolongin cewek itu." Gumam Rivaldo didalam hati.
Namun setelah mencari kesemua tempat yang menurut Rivaldo merupakan tempat Arka menyimpan barang penting ia tidak menemukan apapun hingga akhirnya ia mendengar pintu kamar mandi terbuka dan Arka keluar dengan handuk yang menutup pinggang hingga pahanya.
"Ngapain lo disini bang?" Tanya Arka kebingungan.
"Nggak gue cuma pengen mastiin lo udah siap atau belum." Ucap Rivaldo sedikit gugup.
Arka menatap curiga kepada kakak laki-lakinya itu ia merasa ada yang disembunyikan oleh kakaknya itu namun ia tidak tau apa.
"Yakin lo?" Tanya Arka membuat Rivaldo semakin kalap ia terdiam sejenak dan khawatir bahwa kegiatannya tadi sudah diketahui oleh Arka.
"Iya." Ucap Rivaldo sedikit tidak yakin dengan jawabannya sendiri.
"Oh yaudah keluar sana gue mau pasang baju." Ucap Arka mendorong Rivaldo keluar kamarnya lalu mengunci pintu kamarnya.
Saat berada di luar kamar Rivaldo merasa lega bahwa kegiatannya tidak diketahui oleh Arka ia kemudian kembali ke kamarnya dan bersiap-siap untuk acara pertunangan Arka dan Valen.
Setelah rapi Arka menatap ke cermin kemudian ia melihat wajah sedih yang terbayang di dalam cermin tersebut membuat ia kembali mengingat Greysa.
Sebelum ia keluar dari kamar ia ingin kembali melihat foto Greysa untuk terakhir kalinya namun saat ia membuka laci foto tersebut tidak ada. Hal itu membuat ia panik karena ada benda penting yang ada dibelakang bingkai foto tersebut. Ia kemudian mencari ke segala tempat namun ia tidak menemukan apapun.
Saat mencari ia teringat bahwa Rivaldo berada didalam kamarnya saat ia sedang di dalam kamar mandi.
"Apa jangan-jangan bang Rivaldo yang mengambil foto itu." Gumam Arka curiga kepada kakak keduanya itu.
"Tapi kalau iya, ngapain bang Rivaldo ngambil foto gue sama Greysa apa untungnya buat dia?" Ucap Arka bingung sendiri.
"Arka ayok kita pergi Lo udah siap kan?" teriak Rivaldo di depan pintu Arka.
"Iya gue keluar." Ucap Arka kemudian membuka pintu kamarnya dan mendapati Rivaldo sedang berdiri didepannya dan terpana melihat penampilannya.
"Lo ganteng banget sih hari ini." Puji Rivaldo.
"Udah ah ayok berangkat, Bang Marcel mana?" Ucap Arka.
"Oh bang Marcel jemput Papa dulu kerumah sakit jadi dia udah pergi duluan." Jelas Rivaldo.
Setelah itu mereka pergi kerumah Valen saat di mereka sampai di Pekarangan rumah Valen, Marcel sudah menunggu mereka dengan seorang laki-laki paruh baya yang duduk di kursi roda ia merupakan Gibran Ayah dari tiga bersaudara tersebut.
Lalu mereka masuk ke dalam rumah dan Valen sangat bahagia serta terpesona melihat penampilan Arka sepanjang acara meskipun sepertinya pikiran Arka saat itu tidak berada di sana karena di dalam pikiran Arka hanya terlintas nama Greysa dan ia juga memikirkan bagaimana jika Greysa tau sebelum ia sendiri yang memberitahu Greysa bahwa ia dan Valen telah bertunangan.
Kedua keluarga tersebut tampak bahagia hingga acara selesai namun tidak dengan Arka. Ia hanya pura-pura bahagia melaksanakan pertunangan itu. Sekeras apapun Arka berusaha menerima kenyataan itu namun ia tidak bisa membohongi kata hati dan perasaannya sendiri.
Arka menatap senyuman manis merekah di bibirnya Valen membuat ia menjadi tambah merasa bersalah.
"Greysa, maafin saya.. Dan Valen Gue minta maaf mungkin yang dibilang oleh Rafael itu benar Gue secara tidak langsung telah menyakiti hati dua wanita sekaligus." Gumam Arka di dalam hati.
"Ya Tuhan maafkan hamba dan semoga jalan yang hamba pilih merupakan yang terbaik untuk hamba, Valen dan Greysa meski ada hati yang tersakiti namun hamba telah memilih dan siap menerima apapun konsekuensi dari pilihan hamba sendiri." Arka kemudian menghela nafas panjang dan kembali menebar senyum palsu yang ia buat dari awal acara.