Indonesia
NovelToon NovelToon
Reta'S Dream

Reta'S Dream

Status: sedang berlangsung
Genre:Akademi Sihir / Kutukan / Dunia Lain / Persahabatan / Mengubah sejarah / Romansa / Romansa Fantasi
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rasasayangeeee

semuanya berawal dari mimpi...

-

Reta, seorang gadis biasa merasa dirinya penuh dengan kekurangan, tiba-tiba saja suatu kejadian membuatnya terseret kedalam sebuah dunia yang seratus delapan puluh derajat berbeda dengan dunia pada umumnya, dengan kata lain tidak normal.

selama Reta berada disana dia merasa semua impiannya terwujud dengan mudahnya, namun kebahagiaan itu tidak membuat Reta ingin terus terusan berada disana karena dia juga merasakan banyak kejanggalan.

hari demi hari Reta lalui seraya mencari jawaban dan juga solusi tentang mengapa dia bisa berada di dunia itu hingga dia menemukan hal yang benar-benar membuatnya terkejut.

ternyata jawaban yang selama ini Reta cari sebenarnya ada dirinya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rasasayangeeee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 31

Kini aku kembali terbangun disebuah ruangan yang terlihat seperti kamar, ya ini memang kamar.

"Kamu sebenarnya kenapa, Reta" tanya seorang laki-laki yang duduk disamping tempat aku terbaring, yang tidak lain dan tidak bukan adalah Reiyand.

Aku juga bingung, bukan hanya tentang kondisiku saja tapi tentang semuanya. Sebenernya aku juga ingin hidup tenang dan melupakan segala kebingungan yang ku hadapi sejak berada di dunia ini tapi seolah-olah keadaan ini tidak mau aku melakukan hal itu.

"Dokter bilang kamu tidak kenapa-kenapa, semuanya normal tapi kenapa kamu bisa pingsan selama itu huh?" ujarnya lagi dengan wajah cemas dan terlihat sangat khawatir. Aku dapat mengerti dengan kebingungannya dan kekhawatiran yang dialami Reiyand.

Dari jendela kamar aku bisa melihat kalau langit sudah menggelap, itu berarti aku sudah seharian pingsan.

huh....

Entahlah aku pun juga bingung.

"Besok tabib akan datang kesini, Aku sudah menghubunginya jadi besok kau tidak perlu menghadiri kelasmu, kau cukup tidur dikamar ini sampai tabib itu datang, mengerti!" Aku hanya menganggukkan kepalaku atas respon dari perintah Reiyand barusan.

Aku masih terlalu bingung untuk membalas dan menentang perkataannya.

"Baiklah, Aku akan keluar dan memanggil pelayan. Setelah ini kau harus makan" Ujarnya lagi sambil berjalan keluar kamar dan meninggalkanku.

Sebelum pelayan yang dikatakan Reiyand datang, aku kembali memikirkan tentang beberapa hal yang sudah ku mimpikan tadi.

Pertama adalah tentang aku yang dulu ternyata pernah menggambar karakter bernama Jeriem, aku tidak tau itu ada hubungannya dengan dunia ini atau hanya kebetulan karena dulu aku memang suka menggambar seorang karakter dan memberikan mereka nama yang keren menurutku dulu.

dan kedua mimpiku tentang ayah yang dulu pernah membeli sebuah miniatur dengan desain yang sama persis dengan bangunan yang kini ku tempati.

Kalu dipikir-pikir keduanya berhubungan dengan hal hal yang kulakukan dan kulihat saat aku kecil dulu.

dan setelah aku ingat-ingat lagi aku juga pernah bertemu dengan anak kecil yang sangat mirip denganku, dan yang lebih epiknya lagi anak itu juga mengaku kalau dia adalah aku....

ah.....entahlah aku bingung!

...****************...

Kini matahari sudah naik dari sebelah timur, menandakan pagi telah tiba, akupun juga susah selesai melakukan kegiatan bersih-bersih pada tubuhku setalah kemarin seharian aku tidak diizinkan melakukan apapun olah Reiyand.

Sebenernya sekarangpun sebenarnya aku hanya disuruhnya tidur, tapi aku merengek-rengek agar bisa mandi dan mempersiapkan diri, karena aku mendengar kabar bahwa tabib yang datang hari ini adalah tabib yang bekerja langsung untuk Ibu suri, tidak mungkinkan aku menghadapi orang itu dengan penampilan yang kucel seperti gembel, apa kata orang nantinyaa! Dan setelah mendengar rengakan dan penjelasan panjang lebar ku pun akhirnya Reiyand mengizinkannya walaupun dengan banyak pelayan yang membantu dan mengawasi ku agar aku tidak pingsan lagi.

Dari jendela kamar ini aku bisa melihat kesibukan yang terjadi di koridor lantai dua dan lantai tiga di gedung utama.

kini aku sedang berada di gedung kedua, karena permintaan Kakakku agar aku bisa dirawat disini, padahal seharusnya aku tinggal di asrama yang dimana berada di gedung utama.

Walau gedung kedua tidak sebesar gedung utama, tapi gedung kedua memiliki tinggi yang melebihi gedung utama.

Jika kulihat dari sini, gedung utama hanya punya lima lantai sedangkan gedung kedua memiliki delapan lantai dan juga fasilitas gedung kedua melebihi gedung utama karena, di gedung ini adalah tempat khusus untuk para tamu terhormat yang berkunjung ditempat ini.

ya walau sebenarnya terdengar tidak adil sih karena sebenarnya satusku disini siswa bukan sebagai tamu terhormat, ya... Walaupun kakakku adalah tamu terhormat sih...hhhh jadi seperti ini ya rasa punya relasi dan status yang tinggi hhhhh...

tok...tok...tok...

"ya masuk" aku langsung mempersilahkan orang yang mengetuk pintu kamarku untuk masuk.

Dan betapa terkejutnya aku saat melihat langsung wajah cemas ayahku dari balik pintu.

Aku tidak tau kenapa dia menyempatkan dirinya kesini padahal sepengetahuanku Ayah kini tengah banyak pekerjaan yang tidak dapat ditinggalkan.

Tapi perhatianku langsung teralihkan pada pria tinggi yang berjalan dibelakang ayah.

Pria dengan postur tegap dan tinggi itu memiliki rambut berwarna perak dan raut muka yang sangat lembut, dia benar benar terlihat tidak manusiawi.

Aku merasa seperti melihat seorang malaikat yang turun ke bumi, dia benar-benar terlihat sangat indah.

Tapi ada satu yang mengganggu pikiranku, dia berjalan sambil menutup kedua matanya dan sepertinya dia memang tidak berniat untuk membuka matanya.

1
Marisa Putri
kerennn
calliga
Sukses selalu thor, semangat!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!