Indonesia
NovelToon NovelToon
Aku Hamil Anak Raja Vampir

Aku Hamil Anak Raja Vampir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:334
Nilai: 5
Nama Author: Latief_ayra

hiduplah seorang penyihir cantik yang bernama Elizabeth bertemu dengan raj vampir .dan dia diam" mngandung ada vampir . sampai dia Terusir oleh ayahnya sendiri .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Latief_ayra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

eps 3

Langit senja tiba-tiba bergelap. Saat Elizabeth mendongak menatap ke atas, matanya terbelalak ngeri—tiga bola api menyala terang melesat dari angkasa, meluncur cepat lalu jatuh tepat di atas atap gubuk sederhana mereka.

"DUARR!!"

Seketika api melahap atap jerami itu. Ledakan panas yang dahsyat melontarkan tubuh Elizabeth dan Leon terlempar jauh ke belakang, jatuh terguling di tepi rumput yang masih basah. Elizabeth segera bangkit, menahan rasa sakit di tubuhnya, lalu merengkuh Leon yang menangis ketakutan ke dalam pelukannya.

Mereka berdua terpaku diam, menatap nyala api yang semakin membesar dengan napas tertahan. Gubuk kecil tempat mereka berlindung selama lima tahun itu kini dilalap si jago merah, menyisakan asap tebal yang membubung hitam ke langit. Semua yang mereka miliki—harta, pakaian, kenangan ,hangus terbakar menjadi abu.

Leon memeluk erat ibunya, bersembunyi di balik punggung Elizabeth yang gemetar. Wanita itu menatap tajam ke arah bola api yang jatuh tadi, lalu menatap langit kembali dengan tatapan yang kini berubah dingin dan penuh tanda tanya. Siapa yang melakukannya? Dan mengapa...

Tiba-tiba tiga bayangan melayang turun dari kegelapan, mendarat dengan kasar di hadapan Elizabeth dan Leon. Jubah hitam mereka berkibar tertiup angin panas dari api yang masih menyala, mata mereka menatap tajam penuh kebencian.

Salah satu dari mereka melangkah maju, suaranya berat dan penuh cemoohan.

"Menikah dengan iblis dan bersembunyi selama lima tahun..." Penyihir itu menyeringai jijik. "Cukup lama kau bersembunyi, Elizabeth! Perbuatanmu sangat menjijikkan!"

Leon menekan wajahnya erat di dada ibunya, tubuh kecilnya gemetar hebat sambil menangis ketakutan.

"Mama... Mama... aku takut..." rintihnya lirih, tangannya mencengkeram erat kain jubah Elizabeth.

Elizabeth langsung memeluk anaknya lebih erat, memunggunginya agar tidak melihat ketiga penyihir itu. Ia berdiri tegak meski hatinya bergetar, menatap tajam ke arah ketiga penyihir itu tanpa mundur selangkah. Suaranya teguh melindungi anaknya.

"Jangan takut, Nak. Mama di sini. Tidak ada yang boleh menyentuhmu."

Wajah Elizabeth memerah menahan amarah yang meluap-luap. Ia menatap tajam ketiga penyihir itu, suaranya meledak penuh penentangan.

"Tiga pria dewasa... mengganggu anak berusia empat tahun! Apa perbuatan itu tidak membuat kalian malu?!"

Kata-katanya seketika membuat mereka marah. Tanpa belas kasihan, ketiga penyihir itu melesatkan sihir berwarna merah menyala ke arahnya. Elizabeth tidak diam ia melawan dengan sihir cahaya putih yang memancar dari kedua telapak tangannya, membelah kegelapan dan menahan serangan itu. Namun serangan datang bertubi-tubi tanpa henti. Elizabeth sadar tak seimbang, ia pun segera memeluk Leon erat dan berlari sekuat tenaga menjauhi mereka.

Namun tiba-tiba, sebuah panah api melesat cepat dan menghujam tepat di dada Elizabeth.

"AAAAAAARRRRGGHHH!!!!"

Elizabeth meraung kesakitan hebat, tubuhnya terhuyung lalu bersandar lemah pada batang pohon besar. Panas yang menyengat menjalar ke seluruh tubuhnya, darah mulai menetes dari luka itu.

"MAAAAAAAAMMMMMMAAAAAAA!!!!!" Leon menjerit histeris, air matanya mengalir deras memandang ibunya yang terluka.

Salah satu penyihir melangkah perlahan mendekat. Ia berjongkok, kasar mencengkeram pipi Elizabeth hingga wajahnya terangkat. Tatapannya penuh kebencian dan penghinaan.

"Kau wanita hina yang tidur dengan monster..." bisiknya dingin, lalu menatap tajam ke arah Leon yang gemetar. "...dan melahirkan monster kecil yang kelak akan menghancurkan dan memangsa kaum penyihir."

"Lebih baik dimusnahkan selagi masih kecil!" ucap pria itu dingin, sambil menumbuhkan api merah menyala di telapak tangannya, bersiap melemparkan bola api itu ke arah Leon yang gemetar ketakutan.

Dengan sisa tenaga dan tekad yang membara, Elizabeth berusaha sekuat tenaga mencabut panah api yang menancap di dadanya. Darah segar memancar deras, namun ia tak peduli. Dengan satu gerakan menyakitkan, ia mencabutnya lalu dengan sekuat tenaga menancapkan ujung tajam itu ke punggung pria tersebut!

Elizabeth terhuyung mundur, tangan kirinya menekan dada yang berdarah, napasnya terhegah-hegah berat. Namun tatapannya tetap tajam dan penuh amarah.

"Biarkan aku mengembalikan panah ini..." desisnya bergetar.

Melihat dua penyihir lainnya melesat mendekat dengan niat menyerang Leon, Elizabeth tak membiarkan mereka sempat. Dengan sisa kekuatan sihir terakhirnya, ia melambaikan tangan dan melontarkan Leon menjauh ke tempat aman. Sambil menjerit sekuat tenaga, suaranya membelah udara:

"PEEEEEERRRRRGGGGIIIIIIIII!!!!!!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!