Dante Herrera adalah bos organisasi kriminal paling ditakuti—seorang pria yang tumbuh di dunia penuh timah panas, perintah, dan darah. Namun ketika sebuah bom menghancurkan helikopternya, takdir menjatuhkannya ke tempat yang paling mustahil: halaman sebuah biara yang sunyi.
Mary Mendez baru delapan belas tahun. Seorang yatim piatu yang dibesarkan di balik tembok biara, hidupnya adalah doa, ketenangan, dan kasih tanpa syarat untuk anak-anak panti asuhan. Sampai ia menemukan pria berlumuran darah itu di halaman—dan sesuatu dalam hatinya berbisik bahwa kedatangannya akan mengubah segalanya.
Dua dunia yang seharusnya tak pernah bersinggungan kini saling bertaut. Sang mafia yang tak percaya cinta, dan sang suster yang terikat sumpah pada Tuhan. Setiap tatapan adalah dosa. Setiap detak jantung adalah pertaruhan. Dan semakin keras mereka berusaha menjauh, semakin dalam mereka terjerat.
Namun cinta terlarang bukan satu-satunya bahaya. Rahasia masa lalu, sebuah keluarga yang mengubah gairah menjadi setia, dan musuh lama yang haus balas dendam—semua bersiap menyeret mereka ke dalam badai yang belum pernah mereka bayangkan.
Bisakah kemurnian menyelamatkan seorang pria yang tangannya berlumur dosa? Dan sanggupkah cinta bertahan ketika seluruh dunia menuntut mereka berpisah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gizelly Ladislau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6
Perkenalan para biarawati lain yang bersahabat dengan sang tokoh utama:
🌼 Bárbara Silvani, 18 tahun.
Bárbara memperoleh nama belakang itu dari para biarawati biara setelah ia ditinggalkan sewaktu masih bayi pada hari Santa Bárbara. Karena tanggal lahir sebenarnya tak pernah diketahui, para suster memutuskan bahwa ia akan merayakan ulang tahunnya setiap 4 Desember, hari yang didedikasikan bagi santa yang menandai kedatangannya ke biara.
Dengan kepribadian yang kuat dan menular, Bárbara adalah yang paling ekstrover, impulsif, dan keras kepala di antara teman-temannya. Ia mengatakan apa yang ia pikirkan, tak mau ditindas, dan sering terjerumus ke dalam masalah karena bertindak sebelum berpikir.
Meski bersikap enerjik dan berlidah tajam, ia berhati sangat besar. Ia selalu siap membela orang yang ia cintai, menolong yang membutuhkan, dan menerbitkan senyum bahkan di saat-saat tersulit. Keceriaannya menerangi lorong-lorong biara, membuatnya mustahil untuk tak diperhatikan.
Di balik candaan dan sikap keras kepalanya, ada seorang gadis yang setia, berani, dan sangat penyayang, yang menganggap para biarawati dan gadis-gadis lain sebagai keluarga sejatinya.
🌼 Graziela Lucero, 18 tahun.
Graziela dikenal karena ketenangan dan kedewasaannya. Dengan kepribadian yang tenang, berpusat, dan sabar, ia jarang kehilangan kendali di hadapan kesulitan. Sementara teman-temannya biasa bertindak menuruti dorongan hati, ia lebih memilih merenung sebelum mengambil keputusan apa pun.
Sangat tekun dalam belajar, ia menghabiskan sebagian besar waktunya untuk membaca, meneliti, dan mempelajari hal-hal baru. Pengetahuan dan kebijaksanaannya membuat gadis-gadis lain sering mencarinya saat mereka butuh bantuan atau arahan.
Graziela memiliki karunia mendengarkan tanpa menghakimi dan memberi nasihat dengan penuh kasih. Dengan kata-kata yang lembut dan tulus, ia mampu menenangkan hati yang paling gelisah dan membantu teman-temannya melihat jalan keluar dari masalah mereka.
Meski lebih tertutup daripada yang lain, kasih sayangnya dalam dan tulus. Setia, bertanggung jawab, dan penuh pengertian, ia dipandang sebagai semacam kakak perempuan oleh kelompok itu, selalu siap memberi dukungan, penghiburan, dan nasihat baik saat ada yang membutuhkan.
🌼 Natália Eugênio, 18 tahun.
Natália selalu dikenal karena keberanian, tekad, dan lidahnya yang tajam. Sejak kecil, ia adalah sumber sakit kepala terbesar bagi para biarawati biara. Selalu mempertanyakan segala hal, ia tak pernah menerima perintah tanpa lebih dulu menyampaikan pendapatnya, yang membuatnya terus-menerus dihukum.
Impulsif dan suka membantah, ia tumbuh dengan melawan siapa pun yang ia anggap tak adil, tanpa memperhitungkan akibat dari kata-katanya. Namun, setelah menerima hukuman berat yang membuatnya merenungkan sikapnya, Natália memutuskan untuk berubah dan mulai bertindak dengan lebih bertanggung jawab serta dewasa.
Meski berubah, kepribadiannya yang kuat tetap utuh. Ia masih terlalu jujur, dengan jawaban-jawaban cepat dan komentar yang sering membuat para biarawati bingung, apakah harus menegur atau justru tertawa.
Setia dan penuh perlindungan terhadap orang yang ia cintai, Natália tak pernah meninggalkan teman yang sedang kesulitan. Keberaniannya membuatnya menghadapi masalah apa pun dengan kepala tegak, bahkan ketika rasa takut terus datang.
Meski sedang bersiap untuk kehidupan membiara, banyak suster bergurau bahwa Natália jelas tak dilahirkan untuk keheningan atau kepatuhan. Sifatnya yang penuh gairah, jiwanya yang bebas, dan caranya menjalani hidup yang penuh semangat menjadikannya seorang novis yang unik, mampu mengubah momen tenang apa pun menjadi petualangan baru.