Ratri adalah potret perempuan sempurna: seorang istri yang berdedikasi sekaligus pilot sukses dengan jam terbang tinggi. Namun, dunianya runtuh dalam semalam ketika kejutan manis yang ia siapkan untuk suaminya, Indra, justru mengungkap pengkhianatan keji. Ratri memergoki Indra berselingkuh dengan sahabat karibnya sendiri, Imelda.
Rasa sakitnya kian menghujam ketika ia menyadari bahwa kedua anak mereka justru berpihak pada sang ayah. Diperlakukan layaknya mesin uang oleh keluarga parasit yang membodohinya, Ratri hanya bisa menangis dalam senyap di dalam lemari, sembari memahat sumpah untuk membalas setiap tetes air mata yang jatuh.
Setelah memutuskan pergi dengan hati yang hancur, Ratri jatuh pingsan di depan bandara karena guncangan hebat. Beruntung, seorang pria bernama Devandra datang menolongnya. Pertemuan tak terduga ini menjadi titik balik bagi Ratri untuk menyembuhkan luka, mengepakkan kembali sayapnya yang patah, dan memulai misi menuntut keadilan mutlak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
...Sesampainya di Rumah Sakit Medika, para perawat dan tim medis segera mendorong brankar Ratri menuju ruang instalasi gawat darurat....
...Tasya yang panik mencoba ikut masuk, tetapi perawat menahannya dengan lembut....
..."Maaf, Mbak, silakan tunggu di luar sebentar ya."...
...Tak berselang lama, langkah kaki tergesa-gesa menggema di koridor rumah sakit....
...Devandra, Rizal, dan Thomas berlari menghampiri ruang perawatan dengan raut wajah cemas luar biasa....
..."Mama kenapa?!" tanya Rizal panik begitu melihat Tasya berdiri sendirian di depan pintu....
...Tasya yang melihat kedatangan mereka seketika gemetaran....
...Ia cemas jika mereka akan menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi....
..."Tadi, Tante Ratri belanja di supermarket tempatku kerja," tutur Tasya dengan suara bergetar dan napas terengah-engah....
..."Waktu, Tante sedang pilih daging, Tante mendadak mual-mual terus pingsan. Jadi aku langsung panggil ambulans dan bawa ke sini."...
...Tasya menunduk dalam-dalam, meremas jemarinya sendiri....
..."Demi Allah, Om. Aku tidak melakukan apa-apa sama Tante Ratri. Aku tidak menyakitinya sama sekali," bisik Tasya takut jika mereka menuduhnya berniat jahat....
...Devandra menatap wajah cemas gadis muda itu, lalu menganggukkan kepalanya pelan untuk menenangkan....
..."Om percaya sama kamu, Tasya. Terima kasih sudah bergerak cepat menolong Ratri dan menghubungi Om."...
...Setengah jam yang terasa bagaikan keabadian berlalu....
...Pintu ruang pemeriksaan akhirnya terbuka, dan seorang dokter wanita berseragam medis melangkah keluar sambil melepas sarung tangannya....
..."Keluarga dari Ibu Ratri?" panggil dokter tersebut....
...Devandra langsung menghampirinya dengan langkah lebar, disusul Rizal dan Tasya dari belakang....
..."Bagaimana keadaan istri saya, Dok?" tanya Devandra panik, raut cemas terukir jelas di wajahnya....
...Dokter itu tersenyum hangat, mengisyaratkan bahwa tidak ada hal berbahaya yang terjadi....
..."Bapak tidak perlu khawatir. Istri Bapak pingsan karena mengalami lonjakan dan perubahan hormon yang cukup tajam, respons yang sangat wajar karena saat ini beliau sedang mengandung."...
...Devandra terpaku seketika, matanya membelalak kaget....
..."Istriku hamil? Tapi, pernikahan kami baru seminggu, Dok?"...
...Dokter kandungan itu terkekeh pelan dan mengangguk memahami kebingungan Devandra....
..."Begini penjelasannya, Pak Devandra. Dalam dunia medis kandungan, perhitungan usia kehamilan tidak dihitung sejak tanggal pernikahan atau hari terjadinya pembuahan, melainkan dihitung dari Hari Pertama Haid Terakhir atau HPHT."...
...Dokter itu melanjutkan penjelasannya secara rinci....
..."Jika, istri Bapak baru saja melewati masa haid terakhirnya beberapa minggu sebelum menikah, maka secara matematis usia kehamilannya saat ini dihitung sekitar 3 hingga 4 minggu. Selain itu, masa pembuahan yang berhasil biasanya terjadi di masa subur, yang kebetulan bertepatan dengan minggu pertama pernikahan kalian....
...Ditambah lagi dengan kondisi fisik Ibu Ratri yang mungkin sempat kelelahan, stres pasca-kejadian lalu, serta perubahan hormonal saat hamil muda, tubuhnya bereaksi sensitif terhadap aroma menyengat seperti daging segar hingga memicu mual hebat dan pingsan."...
...Mendengar penjelasan ilmiah yang begitu gamblang dan masuk akal dari dokter, raut cemas di wajah Devandra seketika luluh, berganti dengan binar bahagia yang tak terkira....
...Rizal yang berdiri di sampingnya, langsung menepuk bahu sang papa baru....
..."Selamat ya, Pak," tambah dokter itu sambil tersenyum....
..."Mari Pak, silakan masuk. Pasien sudah sadar."...
...Devandra melangkah cepat masuk ke dalam kamar perawatan....
...Matanya menatap haru sang istri yang masih terbaring lemas di atas ranjang dengan selang infus terpasang manis di punggung tangannya....
..."Mas," panggil Ratri lirih, menyunggingkan senyum tipis saat melihat suaminya mendekat....
...Devandra membungkuk, menggenggam jemari Ratri lalu mencium kening istrinya lama dan hangat....
...Matanya berkaca-kaca menahan rasa bahagia yang membuncah....
..."Selamat ya, Sayang. Terima kasih, banyak," bisik Devandra lembut penuh rasa syukur di samping telinga Ratri....
...Tak lama kemudian, Rizal menyusul masuk. Matanya berbinar gembira melihat mamanya yang sudah sadar dan baik-baik saja....
..."Wah, kecebong Papa tokcer banget!" ceplos Rizal spontan dengan cengiran lebarnya....
..."Hushhh! Kamu ini kalau bicara sembarangan!" tegur Ratri terkekeh pelan sambil menggelengkan kepala, wajahnya merona merah....
..."Sayang, tadi Tasya yang bawa kamu ke sini dan hubungi Mas waktu kamu pingsan di supermarket."...
..."Iya, tadi aku sempat ngobrol sebentar sama dia sebelum pingsan," sahut Ratri lembut, mengingat pertemuannya dengan Tasya tadi....
...Mendengar itu, Rizal melangkah keluar sebentar ke koridor dan memanggil Tasya yang masih berdiri canggung di luar....
..."Sya, masuk sini."...
...Tasya berjalan masuk dengan ragu-ragu dan menundukkan kepala....
...Ratri langsung menyambutnya dengan senyuman hangat tanpa sedikit pun rasa dendam....
..."Terima kasih ya, Tasya. Sudah menolong Tante dan bawa Tante ke sini," ucap Ratri tulus....
...Tasya mendongak kaget, matanya mendadak berkaca-kaca mendengar ketulusan suara wanita yang pernah ia sakiti itu....
..."I-iya, Tante. Sama-sama. Aku senang Tante dan bayinya baik-baik saja."...
...Melihat hari sudah semakin siang, Ratri memandang putra sulungnya....
..."Zal, antarkan Tasya pulang ya. Kasihan dia."...
..."Iya, Ma, beres! Serahkan sama Rizal," jawab Rizal sigap sambil menepuk dadanya gembira....
...Dokter kandungan kembali menghampiri Devandra dan Ratri yang masih berbincang hangat di dalam ruang perawatan....
...Ia tersenyum ramah sambil memeriksa sisa cairan di dalam botol infus Ratri....
..."Setelah cairan infus ini habis, Nyonya Ratri sudah diperbolehkan pulang," ujar dokter tersebut dengan tenang....
...Kemudian ia menyerahkan selembar resep dan beberapa kemasan obat kepada Devandra....
..."Ini obat penguat kandungan dan vitaminnya, jangan sampai lupa diminum secara teratur."...
...Dokter menghentikan gerakannya sejenak, menatap Ratri dan Devandra dengan raut wajah yang lebih serius namun tetap hangat....
..."Satu hal lagi yang sangat penting, mengingat usia Anda yang sudah memasuki kategori risiko tinggi untuk kehamilan, Anda harus ekstra hati-hati dan memperbanyak istirahat total. Hindari stres, jangan mengangkat beban berat, dan tidak boleh terlalu lelah," pesan dokter tegas....
...Devandra menggenggam erat tangan Ratri, lalu menganggukkan kepalanya mantap dengan tatapan matanya yang sarat akan komitmen....
..."Baik, Dokter. Terima kasih banyak. Saya sendiri yang akan memastikan dan menjaganya secara langsung setiap hari," janji Devandra....
...Pintu kamar perawatan mendadak terdorong agak keras....
...Sandra berlari masuk dengan napas terengah-engah dan tas kuliah yang masih menyangkut di bahunya....
...Begitu mendengar kabar dari Rizal, ia langsung bergegas naik transportasi umum dari kampusnya menuju rumah sakit....
..."Ma! Mama kenapa?!" seru Sandra panik, matanya berkaca-kaca begitu melihat mamanya terbaring di ranjang dengan selang infus....
...Ia langsung menghambur ke samping ranjang dan memegang tangan Ratri....
...Ratri dan Devandra yang sedang berbincang hangat seketika terkekeh melihat kepanikan Sandra....
..."Aduh, anak Mama, tenang dulu, sayang. Mama enggak apa-apa kok," ucap Ratri lembut sambil membelai pipi putri cantiknya....
..."Gimana mau tenang, orang Rizal cuma nge-WA bilang 'Mama di rumah sakit pingsan'! Sandra panik, Ma!" protes Sandra sambil cemberut dan melirik tajam ke arah pintu, membayangkan abangnya yang usil....
...Devandra tersenyum tipis lalu merangkul bahu Sandra....
..."Mama kamu pingsan cuma karena kecapekan dan kaget sama bau daging segar di supermarket tadi, San."...
..."Lho? Bau daging? Biasanya Mama santai aja kalau masak daging?"tanya Sandra dengan wajah kebingungan....
..."Iya, soalnya sekarang Mama kamu sedang hamil," bisik Devandra dengan binar bahagia yang tak bisa disembunyikan....
...Sandra melotot, matanya berpindah cepat dari wajah papanya ke wajah mamanya, lalu menatap perut Ratri....
..."Mama hamil?!" tanya Sandra....
...Ratri menganggukkan kepalanya sambil tersenyum manis....
..."Iya, Sayang. Kamu sama Rizal sebentar lagi mau punya adik."...
..."Beneran, Ma?!" jerit Sandra histeris gembira, lupa kalau mereka masih berada di ruang perawatan rumah sakit....
...Ia langsung memeluk leher mamanya dengan sangat hati-hati....
..."Sandra mau punya adik! Asyik, akhirnya aku enggak jadi anak bungsu lagi!"...
...Devandra dan Ratri tertawa bahagia melihat antusiasme Sandra yang seketika mengubah suasana kamar perawatan menjadi semakin hangat dan penuh warna....
keluarga baru ratri juga udh bahagia ,,
semoga si indra ma Imelda gx perlu deh kluar dr penjara ,, ganggu aj nnti dy bisa nya ,,
org yg km sakiti ,,
msh peduli Dan cemas dg kondisi kalian ,,
alhamdullah tasya Dan Gabriel juga udh punya pekerjaan masing2 ,,
bahagia selalu kalian semua
semoga jalan kalian di permudah ,,
krn semua org pernah berbuat salah ,,
hingga mereka berdua pun pantas mendapat kesempatan kedua buat berubah ,,
semoga setelah ini cuma kebahagiaan yg mereka rasakan ,,
udh deg2an ,,
baru juga masalah satuu beres ,, dtg masalah lain ,,
semoga ratri cepat di temukan Selamat sampai lgi di Jakarta ,, ,,