Indonesia
NovelToon NovelToon
Pernikahan Rahasia

Pernikahan Rahasia

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Diam-Diam Cinta
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: songjihee

Mala Jinaya tidak pernah menyangka satu malam akan mengubah seluruh hidupnya.

Ia hanya seorang junior di sebuah perusahaan yang terbiasa menunduk, mengalah, dan berkata "nggak apa-apa" setiap kali rekan senior memanfaatkannya.

Sampai sebuah kejadian membuatnya harus menikah diam-diam dengan Rafael Ibra—lead engineer yang bahkan nyaris tidak pernah ia temui di kantor.

Tidak ada pesta.

Tidak ada cinta.

Bahkan, tidak ada perasaan apapun di antara mereka.

Hanya sebuah pernikahan yang seharusnya tidak pernah terjadi.

Dan yang lebih buruk, mereka harus berpura-pura tidak saling mengenal di tempat kerja.

Namun akankah mereka akan tetap begitu? atau ada yang berubah seiring berjalannya waktu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon songjihee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31. Pantang Mundur

Gea merutuki nasibnya pagi ini. Di saat jam masuk kantor makin mepet, motor matic kesayangannya malah mendadak mogok di pinggir jalan utama. Ditendang berkali-kali pun mesinnya cuma terbatuk lemah lalu mati total.

Mau tak mau, gadis itu terpaksa mendorong motornya sambil menggerutu pelan. Masalahnya, jalanan di area ini sepi bengkel—paling dekat mungkin masih setengah kilometer lagi.

​Di sudut lain, Dion yang sedang santai menikmati bubur ayam langganannya di pinggir jalan mendadak tersedak pelan. Matanya memicing, menatap sosok cewek berpakaian rapi yang sedang bersusah payah mendorong motor tak jauh dari tempatnya duduk.

​Tidak asing bentuknya. Oh, itu Gea, pujaan hatinya.

​Dion buru-buru menghabiskan sisa bubur ayamnya, membayar cepat, lalu naik ke atas motor. Ia memutar arah, berpura-pura baru saja melintas dari arah berlawanan sebelum akhirnya berhenti tepat di samping Gea.

​"Napa nih? Dorong-dorong motor pagi-pagi, lagi olahraga?" celetuk Dion sambil memamerkan cengiran khasnya.

​Gea melirik sinis, menyapu keringat tipis di dahi dengan punggung tangan. "Buta? Masih bisa lihat, kan?"

​"Yee, ditanya baik-baik juga. Sini, gue step motor lo sampe bengkel depan. Daripada lo dorong kayak gitu, udah mah lama, capek terus telat." Dion menggeser posisi motornya, siap menaruh kakinya di pijakan motor Gea.

​"Gak usah, Dion. Gue bisa dorong sendiri," tolak Gea cepat, gengsi sekali.

​"Jangan nolak, Ge, gaya banget lo. Itu bengkel masih jauh di depan sana. Udah, diem aja, buruan pegang stang yang bener," paksa Dion tanpa menggubris penolakan Gea. Kakinya langsung menempel di pijakan motor Gea dan memutar gas pelan.

​Mau tak mau Gea menurut. Sepanjang jalan menuju bengkel, Gea hanya bisa memasang wajah yang cemberut meski dalam hati sedikit lega. Ia kesal, moodnya berantakan sebab masalah di rumah, lalu kena sial begini. Entah akan habis bayar berapa nanti.

Berbeda dengan Dion yang di motornya tengah senyam-senyum. Seperti inikah cara Tuhan memberikan jalannya pada orang yang dia suka? Kalau iya, terimakasih Tuhan.

Begitu sampai di bengkel dan motor Gea ditangani montir, Dion langsung melirik jam tangannya.

​"Motor lo kayaknya butuh waktu agak lama nih," ujar Dion padahal montir belum mengatakan apa-apa. "Ayo bareng gue aja ke kantor." Dion mengedipkan mata kala montir melirik, memberi kode.

"Anu, eh Mbak ini bakal lama motornya dibenerin. Kalau nunggu mungkin sekitaran satu jam."

Nice, pikir Dion. Montir ini pintar, nanti dia akan kasih tip.

"Ohh yaudah, Mas. Saya tungg--"

"Daripada lo nunggu terus makin telat, terus kena omel pak Danang—eh, kena omel Ladybird, mending lo ikut gue aja, kan searah." kata Dion, wajahnya memperhatikan Gea yang menimbang-nimbang. "Gimana? Yakin mau di marah sama Ladybird?" ulangnya lagi, tahu kalau yang paling repot di ruangan admin adalah si wanita berbibir merah merona seperti tante-tante itu.

​"Tumben lo baik?" Gea akhirnya bersuara, memicing curiga.

​Dion tertawa geli. "Sejak kapan gue jahat, Ge?"

"Mau modus, kan, lo?"

Sedikit terperangah, Dion mengusap wajahnya. "Aduhh, niat baik pun dikira modus. Dibantuin salah, enggak dibantu kasihan. Udah buruan naik, helm lo bawa."

​Gea mendengus pelan, tapi karena memang tak ada pilihan lain, ia menuruti ajakan Dion dan naik ke boncengan motor pria itu usai berkata meninggalkan motornya pada si montir.

​Di sepanjang perjalanan menuju kantor, laju motor Dion terasa sedikit santai. Dari balik kaca spion, sesekali mata Dion melirik ke belakang. Ia mengamati Gea yang duduk agak menjauh dengan tangan yang memegang erat besi pegangan di belakang jok.

"Kalau takut jatuh, pegangan baju gue aja, Ge. Gak usah kaku gitu, gue berasa lagi boncengin nenek-nenek," ujar Dion setengah berteriak menembus angin pagi.

Mendengarnya Gea langsung memukul belakang Dion. Enak saja dirinya disamakan dengan nenek-nenek. Sialan memang si Dion.

Dion tergelak. ​Gea yang tersadar diperhatikan lewat spion langsung membuang muka ke arah samping jalan. "Gak perlu. Gue bisa sendiri."

​Dion terkekeh pelan. Dari spion, ia bisa melihat pantulan wajah Gea yang sedikit cemberut dengan angin pagi yang meniup halus poni rambut cewek itu. Ada rasa geli sekaligus gemas melihat usaha Gea yang keras kepala mempertahankan gengsinya, padahal kedua tangannya mencengkeram besi motor dengan sangat kuat.

​"Ya udah, pegangan yang kenceng. Gue mau tancap gas nih, biar gak makin telat!" gertak Dion asal.

​"Eh, Dion, jangan ngebut ya, lo—"

​Belum sempat Gea menyelesaikan kalimatnya, Dion sengaja menarik gas sedikit lebih dalam, membuat Gea sedikit terhuyung ke belakang dan hampir menepuk bahu Dion karena terkejut, sementara Dion hanya tertawa puas di balik helmnya.

"Lo sengaja, ya?!" Gea di belakang mengomel, tapi Dion berpura-pura tidak dengar, semakin melajukan motornya sehingga Gea terpaksa berpegangan pada jaketnya.

​Begitu sampai di area parkir kantor, Dion baru saja melepas helmnya saat pandangannya tertangkap oleh sebuah mobil sedan hitam yang baru saja berhenti di depan pintu masuk utama. Gea yang berjalan di sampingnya mendadak melambatkan langkah, mengamati mobil mahal tersebut.

​"Itu siapa, ya?" gumam Gea penasaran.

​Dion memicingkan mata, merasa tidak asing dengan bentuk mobil itu.

​Keduanya pun kompak menghentikan langkah, menunggu pintu mobil terbuka dengan rasa penasaran yang membumbung tinggi. Tak lama kemudian, pintu penumpang depan terbuka dan sesosok gadis keluar dari sana.

​Naya.

​Dion langsung menahan napas. Pikirannya hampir saja menjelajah ke mana-mana sebelum akhirnya pintu pengemudi terbuka dan pria yang mengendarainya keluar untuk mengembalikan tas Naya.

​Pria itu Bian. Gea menganga, "Bian?"

​"Oalah, si Bian..." gumam Dion sambil terkekeh pelan pada dirinya sendiri, ia pikir Ibra. Lagipula tipe mobilnya pun sama persis. Tapi juga tidak mungkin jika sahabatnya itu bersama Naya, Ibra kan tidak dekat dengan admin junior itu.

​"Kenapa Yon? Kayak orang kaget gitu," celetuk Gea heran melihat ekspresi wajah Dion.

​"Enggak. Apaan, sih, Ge" jawab Dion lalu kembali melangkah, tapi sebelum benar-benar meninggalkan parkiran, Dion lebih dulu mengambil tas Gea ala-ala jambret pasar. Gea yang terkejut pun refleks mengejar.

"Kembaliin tas gue!"

​Naya dan Bian yang kini bersebelahan pun menoleh, gadis itu menganga, ada apalagi diantara dua orang itu.

Bian yang belum memakai kacamata minusnya pun memicing. "Siapa, tuh, pagi-pagi udah main India-Indiaan?"

****

Ibra berbalik sambil menghembuskan napas beserta sisa sisa asap dari mulutnya, bersandar pada pagar pembatas sambil menatap langit pagi yang cerah.

Dari tempatnya di lantai atas, meski terpaut lumayan jauh jaraknya, Ibra tahu dari postur tubuh orang-orang di bawah sana.

Itukah alasan Naya, bahwa dia sudah memiliki kekasih? Jika iya, kenapa gadis itu tidak jujur saja padanya sejak awal? Dan pantas saja Naya selalu menolaknya meski dia merasa sudah berusaha.

Dan sial, artinya dirinya merusak hubungan orang lain. Bagaimana ini? Ibra jadi meragukan lamaran yang akan dia buat malam ini. Membatalkannya juga tidak mungkin, kan?

​Ia mengepulkan asap rokoknya sekali lagi sebelum mematikannya kasar di asbak. Pikiran Ibra yang tadi malam sempat menemukan titik terang, kini kembali kalut, bergulung-gulung oleh ego dan rasa bersalah yang saling beradu.

​Bagaimana bisa ia bertamu nanti malam, meminta izin pada orang tua Naya untuk bertanggung jawab, jika ternyata ada pria lain yang secara sah memegang hati gadis itu?

Ibra mengepalkan tangannya di atas pembatas besi. Ia bukan tipe pria yang sudi merampas milik orang lain, tapi di satu sisi, ada nyawa dan masa depan Naya yang kini menjadi tanggung jawabnya.

​Ponsel di saku jasnya bergetar, memotong gejolak pikiran itu. Sebuah notifikasi pesan dari atasannya masuk, mengingatkan bahwa meeting pagi ini akan segera dimulai dalam waktu lima belas menit.

​Ibra mengusap wajahnya kasar, mencoba menguasai emosi yang berantakan. Apakah Naya punya kekasih atau tidak, kenyataan bahwa gadis itu mengandung adalah tetaplah kesalahannya.

​Malam nanti, ia harus tetap datang ke rumah Naya. Tidak ada kata mundur, apa pun risiko dan penolakan yang harus ia hadapi.

1
Agus Tina
Selamat Naya dan Obra, sekarang tinggal bawa Naya ke psikolog kayaknya dia memerlukan hal itu ....
Agus Tina
Sebenarnya bukan hamya salah Ibra, mereka berdua korban dr keadaan, walaupin sebenarnya bisa dicegah
Agus Tina
Naya ...
Agus Tina
Ayolah Naya, Ibra ... putuskan cepat keburu perut Naya nggak bisa ditutupi lagi, apalagi modelan Naya hamil yg mualnya parah kayaknya ... berabe nanti kalau orang kantor sama orangtuanya menyadari perubahan itu ...
Agus Tina
Naya keras kepala sekali ...
Enz99
bagus sekali
Hosniyah Niyah
lanjut Thor ❤❤❤😘😘😘💞💞💞🥰🥰🥰👍👍👍👌👌👌
Agus Tina
Thor kutunggu up nya ...
Agus Tina
Naya, Ibra ... lama sekali kalian memutuskan .... greregaten banget
Agus Tina
Penasaran banget ... double up thor
Agus Tina
Ayolah Naya yg penting nikah aja dulu, nggak tinggal bareng juga gak pa2 sampai trauma kamu sembuh. Lama2 gregeten sama Naya ...
Makasih thor lanjut up ya
Agus Tina
Terimakasih sudah update ... ditunggu kelanjutannya
ronaaksara: terimakasih sudah rela menunggu🫶
total 1 replies
Agus Tina
Thor ,lama banget Naya ngambil keputusannya jadi pusing sendiri sama gregetan pakai banget ...
Aksara Nirmaya
akhirnyaa updateee, thanksss kakkk🫰
Aksara Nirmaya
kakkk kapannn updateeee😭😭
ronaaksara: haii, segera yaa. Masih sibuk rl😭😭
total 1 replies
Aksara Nirmaya
Ceritanya baguss, semangat kakk
ronaaksara: terimakasihhh, kamu juga yaa💪💪
total 1 replies
licy
alurnya sukaaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!