Dark Romance !!
Bukan untuk anak kecil !!
Black flag man x innocent girl !!
Hubungan toxic !!
Seperti pepatah air susu di balas air ketuban, begitu juga dengan apa yang terjadi pada Dhelpine, sehingga membuat hidup wanita itu berubah menjadi buruk.
Malam itu, Dhelpine menyelamatkan seorang pria yang tak sadarkan diri di tengah badai salju yang begitu mengerikan. Dhelpine memutuskan mengobati dan menyelamatkan pria bernama Enoch itu.
Tanpa mengetahui jika Enoch adalah sosok yang sangat berbahaya. Dia salah satu sindikat pendiri pasar ilegal, dan juga sosok psikopat berbahaya.
Dan peristiwa penyelamatan oleh Dhelpine, justru membuat obsesi tersendiri bagi Enoch pada gadis cantik nan lugu itu, yang berakhir menjadikan Dhelpine sebagai pemuas ranjangnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32. Kencan panas dengan Theo
“Theo.. Apa.. Apa yang kau inginkan ??”
Theo menyeringai licik, “Bukankah sudah jelas ?? Aku merindukanmu, cantik~”
Setelah berdebat panjang, akhirnya Enoch membiarkan Theo untuk membawa Dhelpine selama semalam saja. Sebenarnya Enoch tidak ingin menyerahkan Dhelpine, dan berniat menyembunyikan kekasihnya dari Theo. Tapi pria licik itu, justru mengancam akan menyebarkan rekaman suara Enoch mengenai dirinya yang memiliki kekasih sebelum perceraian.
Dan jika sampai rekaman itu tersebar, yang ada nama baik Enoch pasti akan rusak, dan saham perusahaannya akan turun. Belum lagi, Orion akan memanfaatkan situasi itu, membuat Enoch terpaksa akhirnya mengajak Dhelpine ke hotel untuk bertemu dengan Theo.
Dan sinilah, Dhelpine duduk di atas kasur dan menatap ke arah Theo dengan takut-takut.
Apalagi lelaki itu mulai membuka pakaiannya sendiri, dan menunjukkan tubuh atletisnya yang begitu kuat dan kokoh. Dhelpine semakin meringkuk di pojokan dengan takut-takut, saat Theo mendekatinya.
“Ah, ja.. Jangan.. Bagian bawahku masih sakit..” Ujar Dhelpine sedikit memohon kepada Theo, lelaki itu tersenyum miring.
“Aku tidak akan melakukan apapun, aku janji. Aku hanya ingin menghirup aroma dari tubuhmu saja.” Ujar Theo menyeringai di sana, membuat Dhelpine menghindari, dan mencoba untuk melarikan diri, tapi Theo langsung menangkap kakinya lalu menyeretnya, hingga Theo berada di atas tubuh Dhelpine yang berbaring di kasur.
“Mau kemana, sayang ?? Hanya sentuhan lembut saja, aku janji tidak akan memasukkan milikku, malam ini. Aku hanya merindukanmu.” Ujar Theo lagi, dengan nada nakalnya, tapi tatapannya menunjukkan kesungguhan, karena dia memang hanya merindukan aroma tubuh Dhelpine.
“Ba.. Baiklah, tapi jika kau melepaskan celanamu, maka aku akan menendangmu dan melarikan diri dari sini !!” Ujar Dhelpine mencoba mengancam lelaki itu, tapi Theo hanya terkekeh pelan.
“Iya, aku janji.”
...
Theo benar-benar menepati janjinya, meskipun Dhelpine melepaskan seluruh pakaiannya, tapi Theo hanya menghirup aroma dari tubuh mulus dan putih itu, juga menjilati beberapa titik sensitif di sana, membuat Dhelpine merasa geli dan menggeliat di sana.
“Ah, gunungmu semakin besar, aku suka~” Theo mengamati bagian tubuh wanita yang sangat dia sukai itu, seketika Theo mendekatkan wajahnya dan memasukkan ujung gunung itu ke dalam mulutnya. Lalu sengaja memainkan titik sensitif itu dengan lidah dan giginya.
“Ah, geli~”
Dhelpine menggeliat di sana, tapi tangan Theo yang satu meremas gunung lainnya, dan memainkan ujungnya dengan jarinya, membuat tubuh Dhelpine bergetar kecil di sana.
Ini benar-benar permainan mematikan bagi Dhelpine, Theo terus menyentuh titik sensitifnya, membuat tubuhnya merasakan sensasi geli dan nikmat yang menghantam kesadarannya perlahan.
Mulut Theo berpindah ke gunung yang lain, dan memainkannya dengan cara yang sama, Dhelpine mengeluarkan desahan manjanya.
Tidak berhenti sampai di sana, Theo menuruni tubuh itu, lalu bergerak di bagian perutnya, dengan gerakan yang sama. Mencium, menghirup aroma dari tubuh itu, tangannya sengaja bergerak dan memainkan dua bulatan lain di belakang, membuat Dhelpine kini tertawa kecil, saat Theo sengaja menjilat bagian perutnya dengan lembut.
“Ja.. Jangan di perut, geli !!” Dhelpine berusaha memberontak, Theo menghentikan aksinya dan tersenyum miring.
“Kau sangat lucu, jika seperti ini, hmm~”
“Su.. Sudah.. Aku ingin memakai pakaianku.”
“Tidak mau~ Aku belum berhenti, sayang~”
“Jangan memasukiku !! Aku tidak ingin pincang lagi dan bagian bawahku juga masih sakit !!” Ujar Dhelpine dengan penuh penekanan, Theo hanya tersenyum kecil.
“Siapa bilang aku ingin memasukinya~ Aku ingin menyiksamu dengan lidahku dan jariku saja~ Bagaimana ??”
“A.. Apa maksudmu- Eh ?!”
Dhelpine terkejut saat kedua tangan Theo melebarkan kakinya, membuat Dhelpine membulatkan matanya saat tahu Theo mendekatkan wajahnya pada bagian bawahnya.
“Ja.. Jangan- Eh !! The... Theo..”
Theo mulai memainkan bagian bawah Dhelpine dengan lidahnya, bergerak manja dan menggoda di bawah sana. Tubuh Dhelpine bergetar lebih kuat dari sebelumnya, mata wanita itu menutup dan membuka secara bergantian.
Merasakan sensasi geli yang menghantam lebih kuat dari permainan pada dua gunungnya. Kali ini Theo benar-benar sengaja untuk menggoda Dhelpine tanpa memasukkan miliknya.
Theo malah sengaja memainkan lidahnya secara perlahan di bawah sana, membuat suara memohon dan jeritan meminta ampun terdengar. Beruntung, Theo memesan dua kamar di samping mereka, agar tidak ada yang mendengarkan suara Dhelpine, dan dua kamar itu di biarkan kosong.
Kau benar-benar luar biasa, indah~ Dhelpine batin Theo menyeringai licik, melihat kekasihnya terlihat begitu kewalahan dengan permainan menggoda darinya. Tidak hanya lidah, dia bahkan sengaja mengecupi bagian bawah itu, sengaja membuat Dhelpine merasa panas dengan sensasi sentuhan darinya.
“Bagian bawahmu sangat sensitif, hmm~” Ujar Theo menjauhkan wajahnya sedikit dari area bawah itu, hanya untuk melihat wajah memerah dari kekasihnya.
Dhelpine tidak berbicara banyak, dia menarik nafas panjang, setelah di buat tidak berdaya oleh Theo. Tapi entah kenapa lelaki itu sengaja tidak membiarkan Dhelpine bernafas lega untuk saat ini.
“Eh ?!”
Theo sengaja memasukkan satu jarinya ke dalam, untuk melihat respon dari kekasihnya.
“Ja.. Jangan.. Sakit~”
“Hanya dua jari, setelah itu aku akan menghentikannya, hmm~ aku belum melihat kau mengeluarkan cairan itu.” Ujar Theo menggoda, memasukkan lagi satu jari, dan mulai bergerak di dalam sana.
Sementara mulutnya kembali mengecupi bagian pahanya, membuat Dhelpine kembali menggeliat tidak nyaman, dan mengeluarkan suaranya lagi.
Theo hanya menikmati semuanya itu, sambil tersenyum puas di dalam hatinya.
...
Dhelpine tertidur kelelahan, setelah di mainkan selama hampir 1 jam lebih. Ya memang sih, Theo tidak memasukkan miliknya, tapi tetap saja lelaki itu memainkan bagian bawah Dhelpine selama 1 jam, dan membuat wanita itu kelelahan dan akhirnya tertidur pulas.
Theo menyeringai licik, berbaring di sampingnya, sembari mengelus rambut Dhelpine yang basah terkena keringat.
Tidak lama, handphonenya di meja nakas berdering, Theo meraih benda persegi panjang itu dari atas meja, dan mengangkatnya.
“Halo ??”
“Tuan, videonya sudah siap, apa yang harus saya lakukan ??”
Theo menyeringai licik, “Apakah Clarissa, mempertanyakan keberadaanku ??”
“Iya, tuan.. Sedari tadi.”
“Kalau begitu, lakukan seperti apa yang aku ucapkan sebelumnya, lalu tunjukan video itu kepadanya.” Ujar Theo dengan santai.
“Ta.. Tapi Tuan.. Tidakkah itu artinya kita mengibarkan perang kepada Keluarga Luther ?!”
“Tentu sana tidak, aku sejak awal sudah berkata pada Orion jika istriku cemburuan, dan dia tetap nekat mengundangku. Jadi, aku hanya mendorong Clarissa masuk dalam permainanku saja.” Ujar Theo menyeringai licik, membuat anak buahnya di seberang sana sempat meneguk salivanya.
Theo tahu, rencana itu mungkin akan membuatnya juga terancam, tapi dirinya sudah mempersiapkan semuanya. Yang dia inginkan hanyalah..
Penderitaan Linnea.
Ya, Theo yang awalnya bersimpatik dengan Linnea, justru kini berubah pikiran. Tidak mungkin, Theo akan merasa iba hanya karena penderitaan kecil dari Linnea. Kalau dipikir-pikir lagi, Theo jauh lebih tersiksa.
Karena kebodohannya mengejar Linnea dulu, Theo di paksa menikahi Clarissa, dan tersiksa sampai saat ini.
Jadi, bukankah sudah sepantasnya, Theo menunjukkan pada Keluarga Luther, tentang penderitaan Theo atas konsekuensi dari penolakan Linnea dulu kepadanya ??
💚💛💚💛💚💛💚
Ternyata babang Theo pendendam banget orangnya, untung dia jatuh cinta sama Dhelpine, jadi agak berkurang sedikit dendamnya Theo ke Enoch 🤣😂
Berarti Dhelpine malah melindungi Enoch dari musuhnya, meskipun berakhir harus berbagi kekasih dengan Theo.
Btw, maaf kalau cerita ini adegan panasnya agak banyak 🙏🙏 soalnya dua cowok Dhelpine itu hyper semua, jadi mustahil kalau enggak ada adegan panas banyak 🥲🥲
enoch ayooo cepet dateng😂
visual nya nya enoch lebih mirip ke per dady an🤣🤣🤣