"Kenapa hanya karna anak ini terlahir sebagai wanita sampai di buang begitu saja? kau ibu yang tak perasaan" teriak nya sambil mengutuk perbuatan seseorang wanita yang membuang bayi nya di pinggir sungai
Penasaran dengan cerita ini yuk mampir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lima belas
Nyonya Anhi Cao yang terkejut pun saat melihat suaminya pingsan, Nyonya Anhi Cao pun langsung mendekati sang suami. You you hanya memutar mata, ayah nya pingsan saat melihat tambang batu giok ini. apa kabar kalau melihat isi ruang dewanya, bisa langsung kejang-kejang seperti nya.
"Ibu ayah cuma lebahan.... bial aja dicitu, nda ada yang gotong ini... tita macut lebih dalam lagi, tita lihat. bagaimana dalaman tambang Giok ini ibu" ucap You you. Nyonya Anhi Cao melihat putri nya, dia melirik kearah suaminya.
Ucapan putri nya benar, suaminya tidak ada yang akan menggotongnya ini. jadi Nyonya Anhi Cao memilih mengikuti ucapan sang putri. You you terkekeh dalam hati, bukan salah nya kalau ayah nya pingsan dan mereka tinggal sebentar.
"Sayang apa tidak apa-apa kalau kita meninggalkan ayah mu disini?" tanya Nyonya Anhi Cao.
"Ibu tenang caja.... gua ini tidat ditetahui oleh olang lain, dan ayah atan bait-bait caja, di cini" jawab You you. Nyonya Anhi Cao pun mengangguk dan dia pun kembali berjalan sambil menggendong You you, Tuan Lao Yun yang pingsan pun tak tahu anak dan istri nya benar-benar meninggalkan dia sendiri.
"Sa sayang kenapa di sini semakin banyak permata dan giok nya? A apa ini harta Karun Keluarga kita?" tanya gugup Nyonya Anhi Cao.
"Butan ibu..... halta ini milit tultivatol jaman nenet moyang ibu, Tultivatol itu tebulu mati talna dia tidat tuat dengan Tingtat tultivaci nya' ucap santai You you. Nyonya Anhi Cao melotot menatap tak percaya dengan ucapan sang putri, tapi kalau You you bohong tidak mungkin bukan dia tahu tambang permata dan giok liong ini.
"Sayang bagaimana kamu tahu semua ini? kamu kan masih bayi? kamu bukan jelmaan Dewi kan?" tanya Nyonya Anhi Cao dengan penuh selidik. You you membuang nafas kasarnya, dia bukan dewa apa Dewi. tapi dia manusia yang jadi percobaan dewa sialan yang sedang magang di alam semesta.
"Cictem nda mungtin butan Atu buta Taltu? Atu jawab apa coba talau ibu cudah beltanya cepelti ini?" ucap You you.
[Tuan rumah bica jawab talau tuan lumah hantu dalam botol].
"Ya..... Tau ini benal-benal cictem tidat belguna.... maca iya atu manucia jadi-jadian? tau talau bicala yang bebal Cictem" teriak You you. Sistem hanya dia dan tak menanggapi kemarahan You you, sedangkan You you yang tak mendapatkan jawaban dari sistemnya pun menarik nafas dalam-dalam.
"Cudahlah cia-cia atu bicala dengan cictem model tamu..... banyat tali atu matan Hati oleh mu...." ucap You you.
[Apa coba calah cictem ini].
"Diam.... tat Pellu Tau bicala cadel cepelti Atu....." ucap You you. sistem pun langsung menghilang, dia tidak mau di marahin terus oleh tuan nya. padahal dia hanya memberikan saran, kenapa coba tuan nya mudah marah sekali.
"Sayang kenapa kamu diam?"tanya Nyonya Anhi Cao. mata kecil You you menatap ibunya, dia memiringkan kepalanya.
"Ibu Pelcaya Tlancmiglaci?" tanya You you. Nyonya Anhi Cao pun mengangguk, dia pernah mendengar Renkarnasi. karena dia mendengar dari mendiang ibu suri Ning di kekaisaran Ning, dia menjadi Permaisuri terkuat dan paling di hormati oleh rakyat dan menteri nya. mendiang Kaisar Ning pun sangat mencintai Permaisuri Ning, sampai ajal menjemput mereka dan sekarang kekaisaran itu di pegang oleh cucu buyut yang ke Lima puluh ibu suri Ning. Nyonya Anhi Cao pun menceritakan tentang kejadian Permaisuri Ning, You you menegang mendengar cerita itu. dulu waktu kuliah dia pernah membaca sejarah kekaisaran China yang Permaisuri nya di hargai dan di kenang sebagai pemimpin yang royal kepada rakyat dan keluarga nya.
"Ja jadi cejalah itu benal? Atu juga pelna baca celita cejalah itu ibu....." ucap gugup You you. Nyonya Anhi Cao menatap putri nya penuh tanda tanya, You you menghela nafas panjang. You you pun mulai menceritakan siapa dirinya, Laginya sistem nya tidak ada melarang dia untuk tidak bercerita tentang kehidupan dia di masa hidup nya.
DEG
"Ja jadi kamu dari jaman modern? sa sayang kamu tidak bercanda kan?" tanya gugup Nyonya Anhi Cao. You you menatap kearah mata sang ibunya, Nyonya Anhi Cao melihat rasa kekosongan dalam tatapan itu. Nyonya Anhi Cao pun menepuk punggung You you, dia merasa putri nya itu sedangkan menyimpan rasa rindu untuk seseorang. Nyonya Anhi Cao merasa You you sedang merindukan Keluarga nya, You you hanya tersenyum kecut.
"Atu cudah menelima jalan tatdil Atu ibu..... mungtin cang pencipta ingin Atu menyelamat Tan tubuh bayi tat belcalah ini ibu" ucap lirih You you. Nyonya Anhi Cao mengangguk kecil, dia benar-benar mengutuk keras dewa kematian. dia tidak menyangka seorang dewa pun bisa salah sasaran seperti itu, Nyonya Anhi Cao pun mengalihkan perhatian nya dengan bertanya tentang gua harta Karun ini.
"Sayang apa kita boleh mengambil harta Karun ini? apa kita tidak akan di kutuk oleh para dewa, karena mengambil semua harta ini?" tanya Nyonya Anhi Cao.
"Ibu tenapa memitiltan dewa? dewa caja tat memitiltan nacib pala manucia.... cudah ambil caja, itung-itung tompencaci" ucap You you. Nyonya Anhi Cao pun mengangguk setuju, dia pun langsung berbalik untuk kembali ke tempat Suaminya pingsan.
"Eh..... Ayah cudah cadal?" tanya You you. Tuan Lao Yun yang sedang melihat-melihat permata dan giok pun memutar tubuhnya, dia bisa melihat senyum manis di pipi sang istri. Nyonya Anhi Cao yang melihat sang suami pun langsung mendekati nya.
"Sayang kau sudah bangun?" tanya Nyonya Anhi Cao dengan tanpa bersalah sudah meninggalkan Tuan Lao Yun. Tuan Lao Yun mendengus mendengar pertanyaan menyebalkan itu, bagaimana dia tidak kesal. saat dia sabar lima menit lalu, dia tidak melihat istri dan You you.
"Cih.... akhirnya kalian mengingat aku? aku pikir aku ini, akan di tinggalkan di dalam gua ini sebagai penjaga harta Karun" ucap Tuan Lao Yun. Nyonya Anhi Cao menggaruk pipinya sebelahnya, You you hanya terkekeh kecil mendengar ayahnya yang merajuk.
"Jangan merajuk seperti itu suamiku.... aku membawa kan sesuatu untuk mu" ucap Nyonya Anhi Cao. Tuan Lao Yun menatap sang istri, dia penasaran apa yang di bawa oleh istrinya nya itu.
"Apa?" tanya Tuan Lao Yun. Nyonya Anhi Cao pun langsung mengeluarkan sesuatu di balik kantong bajunya, sedangkan You you pun ikut penasaran.
"U ulat?" teriak Tuan Lao Yun. Nyonya Anhi Cao mendelik mendengar pertanyaan bodoh itu, dia pun mendekat kan telapak tangan nya.
"Ini Ular.... bukan ulat, kau ini bisa lihat tidak sih?" ucap kesal Nyonya Anhi Cao. Tuan Lao Yun mundur menjauhkan tubuhnya dari sang istri.
You you cekikikan, dia sekarang tahu ayahnya geli terhadap ulat. padahal yang di tangan ibunya itu bukan ulat, itu Ular kecil yang berada di dalam gua tadi. ular itu tidak berbisa dan bisa melindungi tuan nya, Nyonya Anhi Cao semakin mendekati Tuan Lao Yun. Tuan Lao Yun pun semakin mundur.
"Tidak.... istriku, jauhkan mahluk halus itu dari ku" teriak Tuan Lao Yun. berlari keluar gua, Nyonya Anhi Cao melihat wajah mungil You you yang berada dalam gendongan nya. You you pun melihat kearah ibunya, dan bersama Nyonya Anhi Cao dan You you tertawa bersama.
"Kalian berdua benar-benar jahat pada Ayah......
BERSAMBUNG......
bisikan tak kasat meta = Hantu atau Jin
kalau gitu, aku panggil Jin You aja 🤣
malah yg kena pamannya🤣🤣