Indonesia
NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Duda Pengacara

Menikah Dengan Duda Pengacara

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Duda / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ulfa Zahra

"Menikahlah denganku dan jadilah istri juga ibu untuk kedua anakku!"
Apa jadinya jika pertemuan mu dengan seorang duda beranak dua bisa mengubah hidupmu dalam waktu singkat?
Itu yang dirasakan oleh Azkia Anandita Ayunindya. Gadis berusia dua puluh satu tahun. Seorang mahasiswa dari Universitas New Student Spirit, dari jurusan PG/SD.
Pertemuannya yang tidak disengaja dengan dua gadis kecil berhasil merubah hidupnya dalam waktu singkat. Sebab, ayah dari kedua gadis kecil itu memintanya untuk menikah dengannya.
Arkanza Abbiyya Bassam.
Seorang pengacara muda yang berusia dua puluh delapan tahun. Arkanza terkenal sebagai pengacara yang selalu berhasil menyelesaikan setiap permasalahan kliennya berkat ketelitiannya.
Karena desakan dari ibu nya, yang selalu memintanya untuk menikah dalam waktu cepat, membuat Arkanza pusing. Padahal banyak wanita yang selalu mengantri untuk menjadi istrinya, meskipun mereka tau bahwa Arkanza adalah seorang duda beranak dua.
Namun sayangnya Arkanza tidak bisa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ulfa Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Happy reading

❄️❄️❄️

Braaak!

Pintu terbuka dengan kasar hingga menabrak dinding dengan sangat kuat, membuat suara menggema di dalam kamar itu. Sementara orang yang memang berada didalam menatap santai ke arah Azkia dengan bibir tersenyum menyeringai.

"BERANINYA KAMU!" Geram Azkia melangkah mendekati pria itu dan dengan gerakan cepat mengeluarkan tinjuannya tapi dengan cepat Arkanza malah menghindar."Kamu kira aku robot hah! sampai menghancurkan rumah mu hanya untuk membuat ku sengsara!! Aku juga punya hati Arkanza!!" Serunya tanpa embel-embel tuan lagi.

Wajahnya mengeras, tatapan mata Azkia sangat tajam menatap Arkanza. Pria itu bukannya takut dia malah semakin tersenyum.

Azkia kembali melayangkan tinjunya tapi Arkanza dengan santai menghindar bahkan menangkap tangan Azkia serta mengunci pergerakan gadis itu. Arkanza menggunakan gerakannya Kusabi-waza dan Gyakuteki hingga menjatuhkan Azkia ke atas ranjang.

Azkia terus memberontak mencari cara untuk melawan tapi penggerakan tidak kalah kuat dari pria itu.

"Brengsek sialan!! Lepaskan aku!" Umpatnya tapi Arkanza seakan tidak peduli dan semakin keras mengunci pergerakannya. Kaki Azkia menendang-nendang ke udara tapi Arkanza malah menindih kaki itu dengan kakinya hingga membuat Arkanza memposisikan tubuhnya seperti mendidih gadis itu hingga jarak mereka sangat dekat dan intim.

Tatapan kedua saling beradu membuat gerakan Azkia terhenti ketika wajah Arkanza berada beberapa senti dengan wajahnya. Berapa saat posisi keduanya seperti itu sampai Arkanza membuka suara lagi.

"Jika anda bergerak lagi, saya tidak akan segan-segan menghukum anda!" Ancamannya dengan dingin tidak membuat Azkia berhenti memberontak.

"Biarkan saja! Aku tidak perduli! Kamu ingin membuatku menderita kan dengan menghamburkan seluruh rumah ini!!" Pekiknya lagi membuat Arkanza tersenyum simpul.

"Saya hanya ingin memberikan anda pekerjaan nona Azkia, apakah saya salah?" Tanyanya dengan polos seperti tidak tau apa-apa. Hal itu semakin membuat dada Azkia bergemuruh kesal.

"Sangat salah! Kamu bukan memberikan ku pekerjaan tapi beban hidup!" Sahut Azkia lantang terus memberontak tapi Arkanza seperti enggan untuk melepaskannya."Lepaskan aku, sialan! Jika kamu tidak ingin terluka tuan Arkanza!" Serunya lagi tapi tidak digubris oleh pria itu.

"Silahkan kalau anda bisa." Jawab Arkanza meladeni ancamannya yang membuat Azkia semakin naik pitam. Wajah putih itu memerah bagaikan kepiting rebus, nafasnya memburu akibat emosi yang tidak bisa dikendalikan.

"Baik jika itu yang kamu inginkan!" Ucap Azkia membalas senyuman Arkanza lalu mulai bergerak lagi dan entah gerakan apa yang dia lakukan, Azkia tidak segan-segan menendang barang pribadi Arkanza dengan lututnya.

Wajah menyeringai tadi seketika memucat saat merasakan yang teramat sakit pada area sensitifnya. Dia yang tadi percaya diri menerima ancaman Azkia seketika dibuat bungkam oleh tindakan gadis itu.

Akhh!

Arkanza yang tadi menindih tubuh Azkia seketika jatuh disebelah gadis itu dan dengan tangan memegang alat sensitifnya.

"Sialan!" Umpatnya menatap tajam Azkia yang sekarang sudah berada di lantai.

"Anda tidak percaya dengan ancaman saya tuan Arkanza." Ucapnya tersenyum sinis."Saya begini-begini bisa bela diri walaupun hanya sabuk biru tuan Arkanza." Ucapnya lagi dengan nada mengejek membuat Arkanza mengepalkan tangannya.

"Lihat saja nanti. Saya akan memberikanmu pelajaran!"

"Saya akan menunggunya tuan Arkanza!" Jawab Azkia sangat berani tentu hal itu semakin membuatnya naik pitam. Azkia melangkah keluar dari kamar Arkanza dengan langkah gemulai, tapi sebelum gadis itu benar-benar keluar. Dia mengeluarkan jari tengahnya sambil tersenyum miring.

"Sialan, dia memang sialan!" Umpat Arkanza menahan rasa nyeri pada tubuhnya. Dia benar-benar direndahkan malam ini oleh gadis itu, padahal rencananya dia ingin menghukum gadis itu tapi malah dirinya yang kena."Aku belum kalah nona Azkia, lihat apa yang akan aku berikan pada gadis pembangkang seperti mu."

🍂🍂🍂🍂🍂

Ternyata tidak hanya ruangan keluarga dan ruangan tamu yang dibuat berhamburan melainkan, lantai dua juga. Pria itu benar-benar ingin menyiksa nya dengan cara menghamburkan rumahnya.

"Cih gitu saja kesakitan. siapa suruh main-main dengan ku," gumam Azkia disela-sela dia mengepel lantai satu setelah tadi membersihkan lantai dua."Dia kira aku lemah sampai menangkap ku seperti tadi. Dia tau aja gini-gini aku sabuk biru," ucapnya lagi dengan tangan yang sangat sibuk. Sampai pandangannya tertuju ke arah jam yang sudah menunjukkan pukul satu dini hari, membuat ia menghela nafasnya.

"Dia benar-benar ingin membunuhku dengan semua pekerjaan ini!" Gerutu Azkia kesal.

Dia sudah sangat lelah habis pulang kuliah, tapi dihadapkan oleh banyaknya pekerjaan yang belum selesai.

Di tengah-tengah gerutuan nya. Suara langkah kaki. Azkia melihat ke sumber suara, dan dari atas tangga dia melihat pria itu melangkah turun dengan mata menatapnya dingin. Azkia membalas tatapan pria itu dengan sinis.

"Apa lihat-lihat, mau tak pukul kamu!" Ketus nya menarik sudut bibir Arkanza.

"Anda percaya diri sekali nona Azkia. Saya hanya ingin memastikan kalau pekerjaan anda bagus atau tidak."

"Ada brengsek!" Makinya tapi tidak dipedulikan oleh pria itu. Hidungnya kembang kempis menahan emosi yang hampir meledak lagi saat melihat pria itu berlalu dengan sandal yang ternyata kotor hingga langkah nya meninggalkan jejak.

"Arkanza sialan!" Makinya melepaskan pel di tangan nya lalu melangkah mendekati pria itu yang berada di dapur.

Terlihat kalau pria itu sedang menyandarkan tubuhnya di kabinet dapur dan dengan santai meminum air putih."Sekarang apalagi salah saya nona Azkia, sampai anda meneriaki nama saya seperti itu?" Tanyanya dengan santai.

"Anda tidak usah pura-pura bodoh tuan Arkanza!" Ucap Azkia geram."Anda sengaja mengotori lantai yang baru saja saya pel kan!"

"Benarkah?" Pria itu terlihat terkejut dengan ucapan Azkia."Sorry, saya nggak tau kalau sendal saya kotor. Saya akan menaruhnya lagi." Lanjutnya sambil melepaskan sendalnya."Tangkap!"

"Tuan Arkanza!" Serunya saat sendal itu mengenai wajahnya. Arkanza sendiri mengulum senyumnya sambil berlalu meninggalkan gadis itu.

Ia yang dingin dan tidak berperasaan kini terlihat konyol karena mengerjai gadis itu dengan berbagai cara seperti yang dilakukannya sekarang.

💧💧💧

Terima kasih sudah membaca, jangan lupa kasih like, vote dan subscribe biar author makin semangat buat update lagi.

Salam manis dari author😉

1
Lisa
Arkanza benar² org yg aneh..
Lisa
👍👍 Azkia..semangat yaa 💪
Lisa
Setuju Kak..Azkia harus bersikap tegas terhadap Arkanza..
Ulfa Zahra: okey kak
total 1 replies
Sak
jangan mau kalah Azkia. lanjutkan Thor
Ulfa Zahra: siap kak
total 1 replies
Lisa
😊😊👍 biar kapok tuh si Arkanza
Sak
Nggak apa-apa Vatha masih ada bunda mu di rumah..
Lisa
Kasihan banget y Vatha..punya papa model kyk gitu 🤭
Ulfa Zahra: harus banyak banyak sabar kak
total 1 replies
Lisa
Kasihan 2 anak itu..moga aj papanya mau membuka hatinya utk wanita lain.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!