Indonesia
NovelToon NovelToon
Cantika Si Gadis Tangguh

Cantika Si Gadis Tangguh

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Dunia Masa Depan / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nina1708

Cantika Putri, gadis cantik yang tinggal di pedesaan. dan harus berjuang sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Cantika baru mengetahui kalau dirinya bukan anak kandung dari orang tua yang selama ini merawatnya. Dan dia bertekad akan mencari keluarga kandungnya..

Apakah Cantika bisa bertemu keluarga Kandungnya?? Dan apakah dia di terima baik oleh keluarga kandungnya itu??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nina1708, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dugaan Nyonya Nirmala

Happy Reading

❤❤❤❤❤❤

Malam itu, setelah Cantika berpamitan pulang, Nyonya Nirmala tak bisa memejamkan mata. Bayangan liontin sebelah hati di leher gadis itu terus membayangi nya. Tanpa menunda waktu, ia memanggil Pak Bagas, orang kepercayaan keluarga yang telah puluhan tahun setia mengabdi.

"Bagas, cari tahu semua hal tentang gadis bernama Cantika itu. Jangan sampai ada satu detail pun yang terlewat," perintah Nyonya Nirmala dengan suara bergetar namun tegas.

Pikiran Nyonya Nirmala langsung melayang ke masa lalu yang penuh luka. Enam belas tahun lalu, saat Cantika baru berusia satu tahun, sebuah tragedi mengerikan terjadi di Jembatan Karang Sari—sebuah jembatan tua di desa terpencil. Dalam kekacauan malam itu, putri kecilnya terenggut dari pelukannya dan hilang tanpa jejak. Bertahun-tahun pencarian tak membuahkan hasil, hingga kehadiran Cantika sore tadi membangkitkan kembali harapan yang sempat mati.

Hanya dalam hitungan jam, Pak Bagas kembali membawa sebuah amplop cokelat tebal. Ia menyerahkan nya langsung kepada Nyonya Nirmala di ruang kerja pribadi.

"Saya sudah mendapatkan seluruh data mengenai gadis itu, Nyonya," ujar Pak Bagas seraya membungkuk hormat. "Nama lengkap nya adalah Cantika Putri. Saat ini ia tercatat sebagai putri dari pasangan Ibu Sukma Ayu dan Bapak Yandi Putra. Mereka bertiga tinggal di Desa Mekar Sari Dan Pak Yandi sudah meninggal saat usia Cantika Putri baru 8 tahun karena sakit keras. ." Lanjut Pak Bagas.

Nyonya Nirmala menerima amplop itu dengan tangan yang gemetar hebat. Ia membuka lembar demi lembar dokumen, menatap foto masa kecil Cantika yang berusia 5 tahun hingga foto kedua orang tua nya yang hidup sederhana di desa tersebut.

Hati nya semakin berkecamuk. Di satu sisi, ada kenyataan hukum yang mencatat Cantika sebagai anak dari Sukma dan Yandi. Namun di sisi lain, ikatan batin seorang ibu serta jejak lokasi Desa Mekar Sari yang tak jauh dari Jembatan Karang Sari justru makin memperkuat keyakinan nya: Cantika adalah putri kandung nya yang hilang.

" Kamu pantau terus, laporkan jika ada berita terbaru.. Saya gak mau ada yang terlewatkan satu pun. " Ucap Nyonya Nirmala.

" Baik Nyonya. " Jawab Pak Bagas laku dia menunduk sekilas dan pergi.

******

Sementara itu di kamar nya yang sederhana di rumah Bu Lastri, Cantika melamun di tepi ranjang. Setiap kali memejamkan mata, raut wajah Nyonya Nirmala yang hangat namun penuh duka terus terbayang. Ada rasa hangat yang aneh tiap kali mengingat tatapan wanita itu, sebuah perasaan familiar yang tak pernah ia rasakan sebelum nya, bahkan pada ibunya sendiri.

Suara langkah kaki dan deru motor di halaman depan membuyarkan lamunan Cantika. Bayu, sepupu nya yang baru saja menyelesaikan pekerjaan nya di kota sebelah, akhirnya pulang.

"Cantika, belum tidur?" Tanya Bayu halus seraya menyandarkan tubuh nya di ambang pintu kamar.

"Belum, Mas Bayu. Cuma lagi kepikiran sesuatu aja," jawab Cantika dengan senyum tipis yang selalu berhasil melelehkan hati pria itu.

Bayu menatap Cantika dengan pandangan penuh kelembutan yang tersembunyi. Sejak kedatangan Cantika bersama ibu nya di rumah nya itu, rasa sayang Bayu pada Cantika telah bertransformasi menjadi perasaan cinta yang mendalam. Bagi Bayu, Cantika adalah segala ny, gadis yang selalu ingin ia lindungi dan bahagiakan.

Namun, Bayu sadar betul akan batasan dingin yang menahan nya. Perasaan ini adalah sebuah ketidakmungkinan yang membentang luas. Ikatan kekeluargaan serta status mereka sebagai sepupu membuat Bayu harus memendam rapat-rapat gejolak hati nya. Ia tahu, melangkah lebih jauh hanya akan merusak kehangatan keluarga dan menyakiti Cantika.

"Kalau ada masalah atau ada yang bikin ganjal di hati, cerita sama Mas ya," ujar Bayu pelan, mencoba menahan dorongan untuk mengelus rambut gadis itu.

"Iya, Mas Bayu. Makasih ya," balas Cantika lirih.

Bayu hanya bisa mengangguk dan tersenyum tulus, sebelum akhirnya berbalik menuju kamarnya. Di balik punggung nya yang tegap, ada rasa sesak yang harus ia pikul sendiri, mencintai seseorang yang hanya bisa ia panggil sebagai adik sepupu.

*******

Keesokan hari nya dj sekolah. Sejak kejadian di kantin kemarin itu, atmosfer di sekolah berubah. Chilla yang biasa nya menjadi pusat perhatian kini memilih bungkam dan selalu menghindar setiap kali berpapasan dengan Cantika atau Amora. Sementara itu, Kainan benar-benar di liputi rasa bersalah.

Cantika dan Amora sedang berjalan menuju perpustakaan saat Kainan tiba-tiba muncul memblokir jalan mereka. Cowok itu tidak lagi membawa sorot mata penuh amarah, melainkan tatapan cemas dan serba salah.

"Cantika, Amora... tunggu sebentar," cegat Kainan dengan nada rendah. Ia menundukkan kepala sejajar dengan Amora. "Gue bener-bener minta maaf atas kejadian kemarin. Gue udah memarahi Chilla setelah tahu cerita sebenarnya dari pak satpam yang meriksa CCTV. Gue buta banget karena emosi udah membentak dan marah sama Amora." Lanjut Kainan.

Amora meremas tali tas nya, merapatkan tubuh ke dekat Cantika. "Nggak apa-apa, Kak Kainan. Yang penting Kakak udah tahu kebenaran nya." Jawab Amora menunduk.

"Gue tau maaf aja nggak cukup," lanjut Kainan, lalu menatap Cantika dengan serius. "Dan buat lo, Cantika... makasih udah nahan gue kemarin. Kalau lo nggak cegah, gue nggak bakal maafin diri gue sendiri karena udah mukul cewek yang tak lain adek kandung gue sendiri. " Lanjut Kainan lirih di akhir kalimat.

Cantika hanya bersedekap, mengangkat satu alis nya. "Bagus kalau kamu sadar. Jangan gampang di manfaatkan orang lain lagi. Dan satu lagi, harus nya lo sebagai KAKAK itu bisa melindungi adik nya... Bukan malah menganiaya nya. " Lanjut Cantika.

Kainan mengangguk pelan. "Iya gue memang salah. Sebagai ganti nya, kalau ada siapapun yang berani mengganggu kalian berdua lagi, termasuk Chilla atau geng nya, bilang ke gue. Gue yang bakal pasang badan buat kalian berdua. " Ujar Kainan.

Cantika tersenyum tipis, lalu menepuk bahu Kainan pelan. "Kita bisa jaga diri sendiri. Tapi bantuan mu boleh juga kalau keadaan makin rumit." Sahut Cantika.

Sejak hari itu, Amora tak lagi menjadi sasaran empuk para perundung. Keberanian Cantika dan perlindungan dari Kainan yang membalik keadaan membuat Amora akhirnya bisa belajar di sekolah dengan tenang, tanpa perlu takut lagi pada bayang-bayang Chilla.

Dendam dan rasa tidak terima kian membakar dada Chilla. saat Chilla melihat Kainan mengobrol bersama Cantika dan Amora di koridor sekolah pagi itu, rasa nya seperti di siram minyak tanah ke dalam api. Chilla yang dulu menjadi pusat perhatian dan ratu sekolah, kini malah dijauhi teman teman nya karena kebohongan nya yang terbongkar habis-habisan.

"Gara-gara cewek sok pahlawan itu, Kainan jauhi gue dan semua orang ngetawain gue!" desis Chilla dengan mata menatap tajam ke arah Cantika dari kejauhan.

Tidak kuat terus-terusan menjadi bahan gunjingan, Chilla mulai menyusun rencana baru. Kali ini, ia tidak mau bertindak gegabah atau mengandalkan orang lain. Ia sengaja menunggu momen saat sore hari, ketika area belakang sekolah sudah sepi dan aktivitas ekstrakurikuler mulai berakhir.

Saat Cantika sedang berjalan sendirian menuju gerbang belakang untuk pulang, Chilla mendadak muncul dan menghadang langkah nya.

"Puas kamu, Cantika?" sergah Chilla dengan suara gemetar menahan amarah. "Kamu rebut Kainan dari aku, kamu bikin reputasi aku hancur, dan sekarang kamu merasa menang?!" Bentak Chilla.

Cantika menghentikan langkah, menatap Chilla dengan tenang tanpa raut wajah panik sedikit pun. Ia menghela napas pendek. "Nggak ada yang merebut siapa-siapa, Chilla. Kamu yang menghancurkan reputasi mu sendiri lewat kebohongan mu. Kainan menjauh karena dia sadar sudah dimanfaatkan." Jawab Cantika.

"Bohong!" teriak Chilla histeris, memajukan tubuh nya menantang. "Kamu cuma cewek gatal yang sok heroik! Kalau bukan karena kamu ikut campur urusan aku sama Amora, Kainan bakal tetap jadi milik aku!" Ucap Chilla menunjuk Cantika.

Chilla yang makin gelap mata tiba-tiba mengangkat tangan nya, hendak mendorong Cantika kuat-kuat ke arah tembok. Namun, Cantika yang sudah siap siaga dengan cepat merespons. Dia menepis kasar tangan Chilla hingga cewek itu kehilangan keseimbangan dan melangkah mundur beberapa tindak..

"Jaga sikap mu, Chilla," ujar Cantika dingin, menatap lurus ke mata Chilla dengan intimidasi yang kuat. "Langkah kemarin harus nya jadi pelajaran buat kamu. Kalau kamu terus-terusan pakai cara kotor begini, bukan cuma Kainan yang hilang, tapi kamu sendiri yang bakal di depak dari sekolah ini." Lanjut Cantika.

Chilla mengepalkan tangan nya rapat-rapat, dada nya naik turun menahan emosi yang meluap, sementara Cantika berlalu begitu saja meninggalkan nya yang berdiri kaku di tengah kesendirian.

****

Happy Reading Guys. 🤗🥰

1
Icha Arlita
ayo semangat Thor aku penasaran 😁
Icha Arlita
makin penasaran
lanjut Thor 👍
Icha Arlita
keren keren 👍
Icha Arlita
cerita nya ringan sat set ga bertele tele aku suka 👍
Icha Arlita
aku mampir siapa tau menarik 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!