Ardila gadis yang selama ini mendapatkan pilih kasih dari keluarganya, harus kembali berhadapan dengan sang kakak ketika dirinya telah berumah tangga.
Sang kakak mengambil dan berselingkuh dengan suami yang begitu dia cintai
Mampukah dia melewati badai dari semua permasalahan yang tengah menghimpitnua
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sidang Kelurahan
Kamis pagi, jam 10, Kantor Kelurahan Tebet.
Ruang sidang kecil terasa sangat sesak, orang-orang yang saling berkaitan dikumpulkan untuk membahas permasalahan dan keributan atas laporan Bimo
Disebelah kiri ada Bimo, 2 preman + 1 RT yang dibayar Bimo. Sedangkan di sebelah kanan ada Naya, Kak Maya, Raka, Arka, Lastri, Sari, Tari, Bagas, Diandra, dan juga Vania sedangkan ditengah ada Pak Lurah dan Bu Lurah (yang kenal Naya karena Ruang Pulih).
Melihat semuanya berkumpul Pak Lurah akhirnya membuka sidang.
"Kita kumpulkan kalian semua karena ada laporan Bimo, katanya adik-adiknya Sari, Tari, dan Bagas diculik oleh mantan kakak iparnya, Naya. Bimo sebagai kakak tertua mau bawa pulang adik-adiknya. Naya sebagai mantan kakak ipar menahan mereka jadi Kita mediasi dan menjembatani hal itu."
Bimo langsung ngomong duluan, dengan gaya merasa paling korban.
"Pak Lurah, saya kakak tertua! Bapak sudah meninggal! Ibu saya, Lastri, sudah tua, gak bisa jaga anak! Jadi saya sebagai kepala keluarga berhak asuh adik-adik saya! Naya ini orang luar! Mantan istri saya! Ngapain dia tahan adik-adik saya di rukonya? Pasti ada maksud! Mau eksploitasi adik saya jadi admin gratis!"
Sari yang denger perkataan sang kakak langsung nangis.
Naya belum jawab, Lastri yang berdiri duluan! Ini pertama kalinya Lastri membela Naya di depan pejabat!
"Pak Lurah, saya ibunya! Saya yang melahirkan Sari, Tari, Bagas, dan Bimo! Saya yang berhak tentuin anak saya tinggal sama siapa!".
Dia menarik nafasnya dalam-dalam, menatap Lurah dan semuanya dengan mata berkaca-kaca penuh penyesalan
"Saya dulu memang bodoh, Pak. Saya bela Bimo dan ikut-ikutan terus apa yang direncanakan oleh Bimo. Tapi Bimo ini yang mau jual Sari sama Tari ke rentenir, ke juragan tua demi uang! Yang selamatkan Sari, Tari, Bagas itu Naya! Naya yang kasih mereka sekolah, les UTBK, biaya kampus dan les gambar!"
"Naya bukan menculik mereka tapi saya yang titipkan anak-anak saya ke Naya karena saya tahu, kalau sama Bimo, anak-anak saya hancur!"
Pak Lurah mengangguk. Lalu menatap Sari, Tari, dan Bagas.
"Sari, Tari, Bagas, kalian sudah Kuliah, sekolah dan sekarang bekerja, Kalian boleh bersuara. Kalian mau tinggal sama siapa? Sama kakak kandung kalian Bimo, atau sama Kak Naya?"
Ini momen paling berat dan paling mendebarkan untuk mereka terutama untuk Naya dan Bimo
Sari, anak paling pendiam, berdiri. Tangannya gemetar pegang surat.
"Pak Lurah saya Sari sekarang saya kelas 3 SMA dan saya mau baca nilai saya supaya kalian tahu"
Sari baca rapotnya. "Dulu sebelum saya tinggal sama Kak Naya, nilai Sari 60, 65, sering bolos karena disuruh jaga warung Lastri.
Sekarang, setelah tinggal sama Kak Naya 6 bulan, nilai Sari 92, 95, ranking 2! Lolos tryout UTBK!
"Pak Lurah, kalau saya ikut Kak Bimo, saya akan dinikahkan umur 17 tahun. Saya gak akan bisa jadi dokter. Tapi kalau saya sama Kak Naya, saya bisa jadi dokter. Saya mau sama Kak Naya."
"Pak Lurah, sebelum kak Naya dan Bimo bercerai, kami semua di biayai oleh kak Naya karena gaji kak Bimo dikuasai sendiri dan diberikan kepada ibu tapi kak Naya tidak pernah protes dan kami sungguh menyesal karena pernah menyakitinya, kami ingin tetap tinggal bersama kak Naya apalagi aku sebentar lagi selesai kuliah dan ingin bekerja jadi dokter
Bagas menatap mereka dengan kesungguhan, pekerjaan saya hari ini juga berkat kak Naya, dia membantu saya yang dari pengangguran menjadi mendapatkan pekerjaan, biarkan kami tetap tinggal bersamanya".
Bimo kalah telak setelah pengakuan ketiga adiknya dan juga ibunya.
Tapi Bimo masih ngeyel.
"Pak Lurah, mereka masih kecil, mereka dicuci otaknya!"
Kak Maya maju dan keluarkan bukti pamungkas.
"Pak Lurah, ini bukti transfer pinjol Bimo 120 juta pakai KTP Sari yang dipalsukan! Ini bukti chat Bimo mau jual Sari ke juragan kontrakan! Ini pidana perdagangan orang, ancamannya 15 tahun penjara!"
"Dan ini surat pernyataan dari Lastri, ibunya, yang menitipkan hak asuh Sari, Tari, Bagas kepada Naya sebagai wali!"
Pak Lurah ketok palu!
"berdasarkan keterangan dari Mereka! Sari, Tari, Bagas tetap di bawah wali Lastri dan diasuh oleh Naya di Rumah Pulih! Bimo dilarang mendekati adik-adiknya radius 500 meter! Jika Bimo melanggar, akan kami proses pidana perdagangan anak!".
Bimo pucat! 2 premannya langsung kabur karena takut!
Bimo berlutut depan Lastri.
"Bu, tolong kembali sama aku yah, jangan tinggalin aku sendirian
Lastri menangis, tapi kali ini tegas.
"Bimo, ibu sudah maafin kamu sebagai anak. Tapi ibu gak bisa tinggal sama kamu lagi. Kamu harus berobat, harus kerja kembali seperti dulu, bukan judi supaya cepat kaya. Kalau kamu sudah sembuh, baru ibu pulang ke kamu. Sekarang ibu mau jaga Sari, Tari, Bagas biar jadi orang bener."
Bimo digiring keluar oleh Satpol PP kelurahan.
Di luar kelurahan, Naya, Sari, Tari, Bagas, Lastri, Diandra, Raka, Arka pelukan rame-rame sambil nangis bahagia.
Raka bisik ke Arka dengan pelan sambil melirik kesana kemari agar tidak ada yang mendengarnya
"Bro, habis ini musuh terakhir sudah kalah. Berarti tinggal kita berdua lagi saingannya."
Arka jawab.
"Dan Reza..."
Mereka berdua lihat ke belakang, Reza sudah berdiri di parkiran kelurahan sambil bawa buket bunga lagi, tapi kali ini buat Tari karena Tari menang sidang!
Saingan belum selesai!
Tapi keluarga sudah selamat!
*Bersambung
semoga dpt jodoh yg bner bner baik ya, gk kayak Raka Dan Arka.
mending yg kaya sekalian kn 😁
Bimo juga bukan orang kaya selingkuh juga kan😄🤣.
jgn nyerah ya nay...
salam kenal