putri akilla dia adalah gadis yang berumur 14 tahun baru saja memasuki bangku SMP. dia memiliki wajah yang cantik, menawan dan juara satu dikelas. dia anak yang pendiam dan jarang dekat dengan laki-laki tetapi sejak mengenal Rendy sikapnya menjadi berubah.
akankah akilla bisa menjadi teman dekat Rendy???
yuk jangan lupa baca novelnya ya😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Aisyah29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32. bab 32
" Hai ibu Rina, aku mau kue basah semua ini ya bu, dibungkus semuanya ". Sapa Killa yang biasa memborong dagangan orang lain.
" Oh terima kasih sekali nak, kamu selalu membantu dagangan ibu, baik hati sekali kamu nak ". Sapa dari ibu Rina.
" Iya bu sama - sama " . Sapa Killa sambil tersenyum kepadanya.
" Nak apakah kamu kenal penjual ini? ". Saut nenek Killa.
" Iyah nek, ini ibunya Rina teman sekelas yang waktu itu Killa pernah ceritain ke nenek dan kue basah yang nenek makan juga ini bikinan ibunya sangat enak nek tidak ada yang bisa menyamakan rasanya pokoknya ini no satu terenak dikota ini menurut Killa mah ". Ujar dari bocah gadis kecil itu Killa.
" Iyah nek betul, cucu nenek selain pintar dia juga selalu baik hati dan selalu membagikan makanan kepada orang yang tidak mampu juga nek, bagus sekali ajaran kedua orangtuanya dan pasti niru dari sifatmu ini juga nek ". Sapa dari ibu Rina ini.
Nenek Killa hanya tersenyum dan berpamitan kepadanya, lalu nenek membeli beberapa sayuran, buah - buahan dan tak lupa pula cumi, ikan ditambah ayam kesukaan cucunya ini.
" Nek ko nenek membelikan yang aku suka doang si, nenek mau apa di pasar ini?, apa kesukaan makanan nenek biar Killa juga belajar masak buat nenek yang spesial ". Saut dari Killa sambil membuat neneknya tersenyum.
" Gadis nenek sudah besar ya ternyata, sudahlah nenek mah gampang, masak nasi goreng saja bikinan cucu nenek, sungguh sudah bangga sekali kalau kamu bisa memasaknya, oh ya nenek mau mampir ke toko bunga ya besok nenek mau ke makam kakekmu ". Saut dari nenek Killa.
" Oke nek, Killa juga ikut pergi mengunjungi makam kakek juga ya nek ". Sapa dari cucunya itu.
Keesokan harinya pagi yang indah dimulai dari matahari terbit dan bersinar cerah menandakan sesuatu keajaiban yang akan datang untuk putri kesayangan kita yakni Akilla. Tanaman rumput yang bergoyang kesana kemari seakan mengikuti irama ayunan angin yang berhembus di udara seraya dia sedang merayakan kembalinya sosok perawatnya kembali.
" Hai tanamanku apa kabar kalian, lama tak berjumpa pasti kalian tidak ada yang merawat kalian ya ".
Sapa Mia yang berbincang sendiri di hadapan tanaman nya.
Akilla akhirnya sembuh dari penyakitnya dan dia ingin sekali cepat - cepat datang ke sekolah dan belajar bersama teman - temannya, karena sejak kurang lebih delapan hari lamanya dia dikurung di rumah sakit dan di rumahnya bagai burung dalam sangkar yang tidak bisa pergi kemana - mana, dia di kurung oleh neneknya karena nenek khawatir cucunya ini akan jatuh sakit lagi nanti yang repot siapa nenek nya juga.
Usia neneknya semakin kesini semakin bertambah dan baginya sudah sangat lelah keseharian nya yang begitu sendiri yang harus merawat cucunya sejak masih bayi sampai menjadi anak SMP ini. sejak ditinggal oleh kepergian suaminya itu saat enam tahun lamanya dikarenakan karena penyakitnya yang di derita. Makanya nenek trauma akan kejadian hal itu dan maka dari itu dia ingin merawat cucunya dengan sangat penuh perhatian yang sesungguhnya.
Untuk kali ini nenek Killa ini ingin sekali mengunjungi tempat peristirahatan suami tercintanya dan dia selalu berlinang air mata nya saat dia di mimpikan sosok suaminya.
Saat nenek hendak bersiap - siap pergi ke pemakaman nenek pun langsung saja bergegas untuk pergi ke kamar cucunya itu.
Tok tok tok!
Suara pintu diketuk.
" Nak Killa, kamu sudah bangun apa belum? ".
Tidak ada suara dan tidak ada jawaban lagi dari cucunya itu, nenek pun langsung khawatir cucunya kenapa - kenapa lagi. Pintu kamar Killa pun terkunci dan nenek pun tidak mempunyai kunci cadangannya dikarenakan ketika sedang belajar Killa tidak ingin diganggu siapa - siapa
Setelah itu nenek memanggil pak Tono lagi dan berteriak ;
" Tonooooo!!!!! "
Yang mendengar malah bibinya.
" Annu Buk Tono lagi service mobil, ada apa ya ibu memanggilnya ".
" Aduhh ini orang kok ga bilang - bilang dulu ke saya kan saya sudah janji sama dia mau pergi ke pemakaman dia pasti lupa ini ". Nenek Killa bingung mau meminta tolong kepada siapa lagi.
" Bi kamu bisa tidak mendobrak pintu kamar Killa? " . Sapa nenek sambil menatap bibi dengan muka menyakinkan.
" Aduhh buk, seperti tidak bisa, orang badan saya kurus cungkring gini bu, tetapi coba bentar saya akan mencobanya ".
Bruk!
Bruk!
Bruk!
" Aduhh ya sudahlah tidak usah bi, kasian badan kamu nanti malah tambah sakit, ini si Killa kenapa lagi kok tidak ada jawaban nenek mau minta tolong ke siapa coba?, oh ya satpam penjaga dirumah tolong panggilkan dia segera bi ".
Saut nenek dengan muka yang penuh kekhawatiran nya itu.
" Lah kan kemaren minta izin ke ibu bukan buat pulang kampung dia, masa ibu lupa hehehe " . Sapa bibi sambil tersenyum tipis.
" Oh iya bi, maklum sudah tua jadi pelupaan ini bi, terus nenek harus meminta tolong siapa bi?, nenek takut cucu nenek kenapa - kenapa gimana?? ". Nenek Killa pun semakin panik lagi.
" Anuu itu saja buk, Den bagus yang ganteng yang pernah main kesini aja Bu, yang itu loh, yang dulu ajarin Non Killa belajar nanem bunga kemungkinan dia bisa mendobraknya Bu ". Saut bibi sambil mengasih ide.
" Tapi kan jam pagi begini mungkin dia sudah pergi berangkat ke sekolah bi ". Sapa neneknya.
" Eeh iya juga si,, tapi kan di coba dulu aja bu ditelepon siapa tau dia mau menolong ibu dan non Killa ". Saut bibinya.
Tuttt tutt tutt!
Tutt tutt tutt!
Tutt tutt tutt!
" Tuh kan bi, ga diangkat - angkat, ya sudah coba kita berdua mendobraknya saja BI dengan sekuat tenaga ". Saut nenek yang sudah panik dan bingung mau minta bantuan siapa lagi.
" Aduhh jangan buk, nanti saya panggilkan satpam tetangga sebelah deh Bu, siapa tau mau menolongnya ". Saut bibi lalu pergi bergegas memangil bala bantuan.
" Ide bagus bi, hati - hati di jalan ya bi ".
Nenek Killa terus menerus mengetuk pintu kamar cucunya itu dan tidak ada jawaban tidak ada suara hanya keheningan yang terdengar dari kamar itu.
Nenek hanya mondar mandir mengkhawatirkan cucunya itu. Dia tiba - tiba kepalanya pusing lemes dan tubuhnya tiba - tiba jatuh di lantai.
Bruk!
Saat bibi sampai dilantai atas bibi pun berteriak dan kebingungan ;
" Aduh gimana ini, Non Killa belum diselamatkan ini malah si nenek juga jatuh pingsan ".
bibi pun sudah mencari bala bantuan dengan ide - idenya tetapi entah kenapa belum ada yang bisa menolongnya.
Kringg kringg kring!
Tiba - tiba suara dari telepon nenek berdering dan ternyata itu telepon dari Ridho.
Bagaimana kisah selanjutnya
Akankah mereka tertolong
Terima kasih sudah membaca
Jangan lupa like, komen dan follow ya guys