Di usia 23 tahun, Intan yang introvert mulai cemas karena tak kunjung ada pria yang melamarnya. Desakan rasa takut itu membuatnya nekat mengunduh aplikasi pencari jodoh.
Di sana, ia terbuai manisnya perhatian seorang pria. Namun, setelah rasa percaya terbangun, Intan justru kena tipu. Uang tabungannya sebesar dua juta rupiah raib, dan pria itu menghilang begitu saja.
Bukan soal nominal uangnya, melainkan pengkhianatan yang meremukkan harga diri dan kepolosannya. Malam itu, di depan cermin, Intan menyapu sisa air matanya. Gadis lugu dan penakut dalam dirinya telah mati.
"Kamu salah pilih korban," bisiknya dingin.
Luka itu menjelma dendam. Intan bersumpah akan mengejar penipu itu ke mana pun demi menuntut balas.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lia Lby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Prolog
Di usianya yang sudah menginjak 23 tahun, Intan Saputri masih sering dikira anak SMP yang baru lulus.
Tubuhnya yang mungil, wajahnya yang polos tanpa polesan make up, serta sifat dasarnya yang sangat introvert membuat Intan lebih suka mengurung diri di rumah daripada berkumpul dengan tetangga desa.
Bagi warga sekitar, Intan adalah gadis yang manis namun tak tersentuh.
Namun, ada satu ketakutan besar yang diam-diam menggerogoti benak Intan: dia takut tidak ada pria yang mau menikahinya.
Di saat teman-teman sebayanya sudah menggendong anak atau dipinang pria dari desa tetangga, pintu rumah Intan tetap sepi tanpa ada satu pun lamaran yang datang.
Rasa cemas itu akhirnya mendorong Intan melakukan sesuatu yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya—mengunduh sebuah aplikasi pencari jodoh.
Di sanalah ia mengenal sosok pria yang pintar bersilat kata. Pria itu menyiraminya dengan perhatian manis, sanjungan, dan Janji-janji palsu yang belum pernah dirasakan oleh gadis lugu seperti Intan.
Waktu singkat cukup untuk meluluhkan hatinya.
Sampai akhirnya, janji tinggal janji.
Lewat satu tipu daya yang halus, uang sebesar dua juta rupiah milik Intan raib begitu saja.
Pria itu menghilang, memblokir seluruh akses komunikasi, dan meninggalkan Intan dalam kehampaan.
Bagi Intan, kehilangan uang dua juta memang menyesakkan, tapi itu tak ada apa-apanya dibanding rasa sakit hati dan pengkhianatan yang meremukkan harga dirinya.
Kepolosannya dibayar tuntas dengan kehancuran kepercayaan.
Malam itu, di dalam kamarnya yang sunyi, Intan menatap bayangan dirinya di cermin. Gadis lugu, penakut, dan naif yang selama ini ada di sana resmi mati.
Penghianatan yang di dapatkan Intan langsung mengubah kepribadian nya. Harimau yang tertidur di dalam dirinya telah terbangun, bersiap untuk menerkam mangsanya.
"Kamu sudah salah memilih korban," bisik Intan dingin, menyapu air matanya.
Luka itu tidak membuatnya hancur, melainkan membentuknya menjadi wanita yang tangguh.
Intan bersumpah, ia akan mengejar pria itu sampai ke ujung mana pun dan membalas dendam atas setiap tetes air mata dan pengkhianatan yang diterimanya.
Apakah Intan akan berhasil melancarkan aksi balas dendamnya? Atau di tengah perjalanan menuntut keadilan, takdir justru membawanya bertemu dengan cinta sejati yang sebenarnya?
***********
Selamat datang di lembar cerita "Tipuan Cinta"!
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca kisah ini.
Prolog di atas baru awal dari perjalanan panjang Intan Saputri—sebuah realita pahit tentang kerapuhan hati, tipu daya di era digital, dan keberanian untuk bangkit dari kehancuran.
Lewat novel ini, saya ingin mengajak kalian menyelami perjuangan seorang wanita yang menolak untuk terus menjadi korban.
Setiap bab dalam buku ini dirancang untuk membawa kalian merasakan emosi yang campur aduk: kemarahan atas ketidakadilan, ketegangan dalam aksi pembalasan dendam, hingga kehangatan yang perlahan hadir di tengah luka.
Apakah dendam akan benar-benar memberi Intan kedamaian, atau justru membuka pintu bagi takdir baru yang tak pernah ia sangka?
Cerita ini hadir bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai cermin bagi kita tentang arti rasa percaya, harga diri, dan proses murni dalam menemukan cinta sejati.
Simpan novel ini di perpustakaan kalian, berikan dukungan berupa like dan comment, serta bagikan pendapat kalian di setiap babnya. Suara dan interaksi kalian adalah penyuplai semangat terbesar bagi saya untuk terus berkarya.
Selamat menyelami kisah Intan. Selamat membaca!
ceritanya bikin penasaran
rugi, mereka yg g baca karyamu
walau Maya aj belum bisa menguak siapa pelakunya