Indonesia
NovelToon NovelToon
HARGA DIRI SEORANG LELAKI

HARGA DIRI SEORANG LELAKI

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Menantu Pria/matrilokal / Dark Romance
Popularitas:308.9k
Nilai: 5
Nama Author: S. Mia. t

Assalamualaikum readers ketemu lagi di novel Author lagi, semoga kalian tidak bosan membaca novel Author, Happy reading....

CINTA BISA BERTAHAN DALAM KESEDERHANAAN
TETAPI TIDAK DALAM PENGHINAAN
CINTA ITU SUCI DAN HARUS DI HORMATI
KETIKA RASA HORMAT DALAM CINTA MENGHILANG
CINTA ITU AKAN PERLAHAN PERGI.

Bastian Wirayudha pria berusia 33 tahun harus hidup seperti robot di dalam keluarga istrinya shopia Valentine Grace 30 tahun, kehidupan Bastian di istana mewah milik istrinya tak ubahnya seorang budak, ia harus mengikuti setiap perkataan ayah mertuanya yang dikenal seorang konglomerat yang memiliki kekuasaan yang besar di bidang ekonomi maupun pemerintahan.

Bastian bukanlah pria miskin, ia juga berasal dari keluarga pengusaha yang cukup mapan, tapi karena strata keluarga Bastian lebih rendah, maka Bastian seperti tidak ada harga dirinya di keluarga istrinya.

suatu hari ia bertemu gadis sederhana yang menyimpan sejuta rahasia, yang menyadarkan dia akan sebuah arti cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. Mia. t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 33

Pagi itu, Bastian masih duduk di samping ranjang putrinya.

Gadis kecil itu masih tertidur karena pengaruh obat.

Wajahnya masih pucat, namun demamnya mulai turun.

Bastian mengusap lembut rambut putrinya.

Semalaman ia tidak tidur.

Pikirannya dipenuhi banyak hal.

Perlahan, ia mengambil ponselnya.

Layar itu masih sama.

Tidak ada panggilan.

Tidak ada balasan pesan.

Tidak ada kabar dari Sophia.

Bastian tersenyum pahit.

Sudah hampir sehari, tetapi ibunya Vallen bahkan tidak mengetahui keadaan putrinya.

Ia mengembuskan napas panjang.

Lalu menghubungi sekretarisnya.

" Selamat pagi, Pak."

Suara Marta terdengar dari seberang.

" Marta, hari ini aku tidak bisa ke kantor."

" Apakah ada sesuatu, Pak?"

" Vallen dirawat di rumah sakit."

Marta langsung terkejut.

" Apa? Non Vallen sakit apa pak ?"

" Demam berdarah."

" Ya Tuhan..."

" Tolong batalkan semua pertemuan hari ini."

" Baik, Pak. Saya akan mengatur ulang semuanya."

Bastian mengakhiri panggilan.

Lalu kembali memandang putrinya.

Tangan kecil itu masih berada dalam genggamannya.

Untuk sesaat, ia lupa pada semua masalahnya.

Yang ada di pikirannya hanya Vallen putri kecilnya yang sudah di haruskan mandiri di usianya yang seharusnya ia mendapatkan semua kasih sayang dari Orang tuanya.

Vallen harus sering bermain sendiri, karena Bastian sibuk di perusahaan sedangkan shopia sibuk dengan kebahagiaannya sendiri.

*****

Di rumah keluarga Tan.

Siang itu, Sophia akhirnya pulang.

Wanita itu baru saja masuk ke ruang tamu ketika langkahnya terhenti.

Karena Brandon dan Marisa sudah duduk menunggunya.

Wajah keduanya terlihat sangat dingin.

" Papa..."

Belum sempat Sophia melangkah mendekat, Brandon bertanya,

" Kamu dari mana?"

" Aku... pergi dengan teman."

" Pergi ke mana sampai tidak pulang "

" Aku ...."

" Apa kamu lupa kalau kamu punyai anak " seru Brandon tan dengan keras.

Shopia nampak terkejut saat melihat papanya marah.

Biasanya papanya tak semarah ini, walaupun ia tak pulang beberapa hari.

" Apa Kamu tahu keadaan Vallen sekarang?"

Sophia mengernyit.

" Vallen?"

" Ada apa dengan Vallen pa ?"

Wajah Brandon langsung berubah.

Marisa pun membelalakkan mata.

" Kamu tidak tahu?"

" Apa Bastian tidak menghubungimu "

Sophia semakin bingung.

Ia ingat semalam Bastian terus menghubunginya.

" Apa yang terjadi?"

Brak!

Brandon memukul meja dengan keras.

" Putrimu dirawat di rumah sakit!"

Deg.

Wajah Sophia langsung pucat.

" Apa?"

" Kapan?"

"Sejak kemarin!" sahut Marisa.

"Pa..Ma, aku..."

Plak!

Tamparan keras mendarat di pipinya.

Sophia membeku.

Bahkan Marisa pun terkejut.

Untuk pertama kalinya, Brandon menampar putri kesayangannya.

" Kamu ibu macam apa?!"

Suara Brandon menggema di ruang tamu.

" Putrimu sakit!"

" Aku yakin Suamimu pasti sudah menghubungimu berkali-kali!"

" Dan Kami juga menghubungimu!"

" Tapi kamu tidak bisa dihubungi!"

Mata Sophia mulai berkaca-kaca.

" Papa..."

" Sudah kubilang, jangan buat Bastian marah!"

" Ingat pesanku kemarin, jangan sampai Bastian pergi dari rumah ini "

" Kamu justru pergi sampai siang dan bahkan tidak tahu anakmu dirawat di rumah sakit!"

Sophia menundukkan kepala.

Tangannya gemetar.

Ia benar-benar tidak tahu.

Karena sejak kemarin...

Ia terlalu asyik bersama Marion.

Brandon mengembuskan napas kasar.

" Pergi ke rumah sakit sekarang juga!"

Tanpa menunggu lagi, Sophia langsung berlari keluar rumah.

Di dalam mobil Shopia mencoba menghubungi Bastian kembali.

Tapi kini Shopia yang harus di buat panik.

Bastian tak mengangkat panggilan dari Shopia.

" Kenapa dia tidak mengangkatnya "

" Di rumah sakit mana dia merawat Vallen "

" Come on Bastian, angkat teleponku "

" Ah iya Lina "

Shopia langsung beralih menghubungi Lina.

Tapi sama ponsel Lina juga tidak aktif.

" Ahhh...."

teriak Shopia dari dalam mobil.

*****

Sementara itu, di PT Cakra Buana.

Jam istirahat telah tiba.

Ghina dan Ranti sedang makan siang bersama.

Tiba-tiba Ranti berkata.

" Ghina, ada berita buruk "

Ghina mengeryitkan dahinya.

" Berita apa? "

" Aku dengar putri Pak Bastian masuk rumah sakit."

Sendok di tangan Ghina langsung berhenti.

" Hah?"

" Iya."

" Vallen " kata Ghina.

" Kamu mengenalnya "

" Iya, kami pernah bermain bersama " kata Ghina.

" Ternyata kamu sudah jauh melangkah ya "

" Nggak Sengaja waktu itu, kami bertemu di mall " kata Ghina.

" Nggak masalah lah, aku akan dukung terus niatmu, walaupun berat juga dukung pelakor, hehehe.."

Ghina langsung melempar potongan wortel pada Ranti.

" Sakit apa? "

" Kata calon kakak ipar sih demam berdarah "

" Kakak ipar??"

" Kak Marta sekretaris pak Bastian"

" What...pak Gio "

" sssttt..masih Di perjuangkan sama kak Gio "

" Sekarang apa yang akan kamu lakukan Ghin "

Ghina meletakkan kembali sendoknya dan ia termenung.

Entah kenapa hati Ghina langsung tidak tenang.

" Dirawat di mana?"

Ranti menyebut nama rumah sakitnya.

Ghina langsung terdiam.

Ia teringat wajah Vallen yang ceria saat di pusat perbelanjaan waktu itu.

Gadis kecil itu selalu tersenyum.

Dan sekarang...

Ia sedang sakit.

***

Sepulang kerja.

Ghani yang datang menjemput langsung dibuat heran, saat Ghina memintanya untuk mengantarnya ke rumah sakit.

" Kita mau ke mana?"

" Ke rumah sakit."

" Hah?"

" Putri Pak Bastian sakit."

Ghani menghela napas.

Lagi-lagi Bastian.

Namun melihat wajah khawatir saudara kembarnya, ia akhirnya menyerah.

" Baiklah."

Tak lama kemudian, mereka tiba di rumah sakit.

Ghina tidak langsung masuk.

Ia hanya mengintip dari luar ruangan bersama Ranti.

Melalui kaca kecil di pintu.

" Kenapa kita nggak langsung masuk saja " gumam Ranti.

" Sstt jangan keras-keras ngomongnya "

Ranti langsung menutup mulutnya .

" Kan aku masih merahasiakan keberadaan ku "

" Ah iya ...aku lupa " kata Ranti sambil menepuk jidatnya.

Ghina kembali melihat Bastian sedang duduk di samping ranjang.

Pria itu terlihat lelah.

Matanya sayu.

Namun tangannya tidak pernah melepaskan genggaman tangan putrinya.

Melihat pemandangan itu, hati Ghina terasa sesak.

Pria setegar itu ternyata bisa terlihat begitu rapuh.

Beberapa menit kemudian, Bastian berdiri.

Mungkin hendak membeli makanan atau mengambil obat.

Ghina langsung mendorong tubuh Ranti.

" Ayo cepat sembunyi pak Bastian mau keluar " kata Ghina yang terlihat panik.

" Pelan-pelan Anjir, aku bisa nyungsep di lantai " seru Ranti saat tubuhnya di dorong Ghina dengan cepat.

Keduanya langsung bersembunyi di balik dinding.

" Sejak aku kenal dengan kamu, hidupku jadi tidak tenang, aku jadi seperti penguntit " gerutu Ranti.

" Mau dekat dengan adikku atau tidak ? "

" Ckk...ancamanmu, baiklah aku akan menjadi hamba sahayamu demi babang tampan "

Ghina melongok lagi keluar.

Ia melihat punggung Bastian yang berjalan menjauh dari ruangan vallen.

Ghina perlahan membuka pintu.

Ceklek.

Ia masuk pelan-pelan.

Vallen masih terjaga.

Gadis kecil itu berkedip saat melihat seseorang masuk.

" Aunty cantik ?"

Ghina tersenyum.

" Halo, Princess cantik."

Mata Vallen langsung berbinar.

" Aunty datang!"

" Iya."

Ghina mendekat.

" Lagi sakit ya?"

Vallen mengangguk pelan.

" Panas..."

Vallen kembali mengangguk.

" Kasihan."

Ghina mengusap lembut kepala kecil itu.

" Aku bawakan boneka untukmu "

Ia mengeluarkan boneka kecil dari tasnya.

Mata Vallen langsung membesar.

" Lucu sekali "

" Ini buat Vallen " tanya Vallen

" Tentu saja " sahut Ghina.

" Terima kasih, Aunty cantik !"

Gadis kecil itu langsung memeluk bonekanya.

Ghina tersenyum hangat.

Anak ini benar-benar menggemaskan.

" Cepat sembuh ya "

" Iya "

" Nanti kalau Vallen sembuh, kita main bersama, kita akan habiskan es krim di mall "

Vallen tersenyum dan mengangguk.

" Tapi jika Daddynya Vallen tanya, jangan bilang ya kalau Aunty datang ke sini "

" Kenapa Aunty?"

" Nanti kalau Daddy tanya boneka ini dari siapa, Vallen harus jawab apa, kan Vallen tidak boleh bohong "

Ghina tersenyum dan mengusap kepala Vallen.

" Bilang saja dari Aunty cantik, itu saja, oke "

" Oke "

Ghina memeluk Gadis cantik mungil itu.

Ghina mendekati suster Lina dan meminta untuk merahasiakan kedatangannya.

Suster Lina hanya mengangguk.

#####

Assalamualaikum readers HAPPY READING salam sehat selalu.

promosi novel terbaru Author ya guys .

1
V3
opa Ken memutuskan pernikahan dh Kya Orang Mules mo ke WC langsung keluar ,,, tinggal yg lain nya di buat Melongo 🤣🤣🤣
dan kamu Bimo ,, sllu Sabar dlm menghadapi ulah Ken.
walaupun ngedumel ttp ja di kerjakan 🤣🤣🤣🤣
V3
waalaikumsalam kak Mia 🤗
Horang Kaya mah bebas .... mau ini itu tinggal tunjuk saja ,,,, mau buat Acara dadakan yaaa Hoke-Hoke saja ,,,, yg penting uang Bro - Uang yg Berbicara 🤣🤣🤣🤣
V3
waalaikumsalam kak Mia 🤗
si anak kodok gemblung mlh ngeledek yaa sama uncle Rain 🤣🤣
reza indrayana
Surprise yang justru bikin Ghina kesengan nichh..., kan 11-12 watak Ghinung dengan sang Opa Ken... 😍😍😍
daripada lama- lama mending Secepatnya menikahkan duo sejolinyang lagi kasmaran tingkat dewa... 🥰🥰
Semoga Lancar Acra pernikahannya dan si kecil Vallen sudah punya keluarga lengkap ( panggil Mommy setelah ini Vallen ) 👍🏻👍👍🏻🩵🩷🤍🩷🩵😘😘😘
Mundri Astuti
girang beud dah anak kodok 😂😂
Felycia Fernandez
seperti nya blom kk,di bab awal cuma di jelaskan kalau Bastian nikah dengan Shopia tanpa restu orang tua nya
Felycia Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Kendaru gtu lho 🤣🤣🤣
Pebinor yang di restui warna ntoon
Felycia Fernandez
kk Thor lupa aku kk Anin yang laki laki kenapa nggak hadir....
Ita rahmawati
kalo ada uang mah jgnkan semalam,, 2 jam aja jadi 😂
Felycia Fernandez
reunian ini sih namanya...
Oma Yunita sama opa Rafli masih sehat yaaaa
dewi rofiqoh
Kejutan nih.. Besok langsung akad ghina!
Quen air
ok readers ayo kita ke nikahan Bastian dan gina kita kasih ucapan selamat untuk mereka gaaaassssss
🤣🤣🤣🤣🤣😍😍😍😍
Meiny Gunawan
yg bnykn up nya thor 👊
Liani Setya
belum Othor. belum pernah menyebutkan nama orang tua Bastian
stnk
kayaknya belum kasih nama Thor...
Sri Supriatin
Belum thor siapa nama ortu Bastian 🤭🤭😍😍
Ani Sulastri
kejutan yang tak pernah terlupakan bagi ghina terutama untuk Bastian dan orang tua nya , sungguh sangat membahagiakan dan mengesan kan 👏👏🥰🥰🥰🥰

horang kaya mah bebas mau melakukan apa aja tinggal menjentika jari semuanya bisa di atur dan Teratasi dengan sempoah 👍👍🤭🤭🥰🥰
nunik rahyuni: otw kaweeeen anak kodok...lalu penuh dg berudu di rmh bastian🤣🤣🤣
total 1 replies
Nur Fuadah
dasar anak kodok 🤣
Nur Fuadah
hadeh anak kodok jaim dikit napa sih 😄
Dyah Rahmawati
aah dasar anak kodok ...gemblung🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!