Indonesia
NovelToon NovelToon
Terbelenggu Dendam

Terbelenggu Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: syitahfadilah

Kebebasan dari balik jeruji ternyata bukanlah akhir dari hukuman. Setelah bertahun-tahun mendekam di penjara, Indri berharap dapat memulai hidup yang baru. Namun, dosa masa lalu yang telah menghancurkan kehidupan seseorang membuatnya menjadi sasaran balas dendam.

Di balik kepulangannya, Evan telah menyiapkan sebuah permainan yang dirancang dengan sempurna. Bukan untuk membunuh Indri, melainkan membuat wanita itu merasakan penderitaan yang jauh lebih menyakitkan daripada kematian. Sedikit demi sedikit, kehidupan Indri direnggut—harga dirinya, kebebasannya, hingga harapan untuk hidup bahagia.

Namun, semakin jauh Evan melangkah menjalankan rencana balas dendamnya, semakin dalam pula ia terjebak dalam perasaan yang tak pernah ia duga.

Lantas... Akankah Indri berhasil terbebas dari belenggu dendam yang mengikat hidupnya? Ataukah justru Evan yang akan terperangkap dalam rasa yang sama beracunnya dengan kebencian yang selama ini ia pelihara?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syitahfadilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33

Pagi itu suasana kantor Haris Group berjalan seperti biasa. Aktivitas para karyawan memenuhi setiap sudut gedung, sementara Haris berada di ruang kerjanya memeriksa beberapa dokumen kerja sama.

Ketukan terdengar dari pintu. “Masuk.”

Pintu terbuka. Riko muncul di ambang pintu. “Pak Haris, apakah saya boleh mengganggu sebentar?”

Haris mengangkat wajah dari dokumen. “Tentu. Duduklah.”

Riko duduk di hadapan Haris. Namun dari sikapnya, jelas kedatangannya bukan untuk membahas pekerjaan.

“Ada yang ingin saya bicarakan dengan Bapak.”

Haris meletakkan pena. “Silakan.”

Riko menarik napas. “Saya ingin meminta restu Bapak untuk mendekati Bu Indri dengan tujuan yang serius.”

Haris terdiam. Kalimat itu cukup mengejutkannya. “Maksudnya?”

“Saya ingin melamarnya.”

Haris menyandarkan punggungnya ke kursi. Beberapa detik ia hanya memandang Riko. Ia memang sudah mengetahui bahwa Riko memiliki perhatian lebih kepada Indri. Namun mendengar langsung bahwa pria itu berniat melamar putrinya tetap membuatnya terkejut.

“Kamu sudah membicarakan hal ini dengan Indri?”

“Sudah.”

“Bagaimana jawabannya?”

“Dia belum memberikan jawaban.”

Haris mengangguk perlahan. “Lalu kenapa datang kepadaku?”

“Saya ingin menghormati Bapak sebagai ayahnya.”

Jawaban itu membuat Haris terdiam lagi. Ia menyukai cara Riko mengambil langkah. Tidak sembunyi-sembunyi. Tidak memaksa. Datang kepada orang tua terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan. Namun Haris tidak ingin terburu-buru.

“Riko, saya menghargai niat baikmu. Tapi saya tidak bisa mengambil keputusan.”

Riko tampak memahami.

Haris menatapnya serius. “Indri yang akan menjalani kehidupan itu. Bukan saya.”

Riko mengangguk. “Karena itu saya ingin Bapak tahu lebih dulu.”

“Saya senang dengan niatmu.” Haris tersenyum tipis. “Namun saya tidak ingin Indri menerima seseorang hanya karena merasa sedang membutuhkan perlindungan.”

“Saya juga tidak ingin begitu.”

“Kalau begitu, beri dia waktu.”

“Saya akan menunggu.”

Haris mengangguk. “Satu hal lagi.”

“Apa, Pak?”

“Jangan pernah membuat Indri merasa bahwa dia harus menerima tawaranmu karena sedang hamil.”

Riko terdiam. “Saya tidak akan melakukan itu.”

“Bagus.” Haris menghela napas. “Kalau memang niatmu tulus, biarkan Indri memilih dengan tenang.”

Riko berdiri. “Saya mengerti.”

Ia kemudian membungkukkan kepala sedikit..“Terima kasih sudah mau mendengarkan.”

Setelah Riko keluar, Haris masih termenung. Ada sesuatu dalam sikap pria itu yang membuatnya merasa tenang. Namun sebagai ayah, Haris tidak ingin mengambil keputusan atas nama Indri.

Bagaimanapun juga, hidup putrinya bukan sesuatu yang bisa diputuskan hanya berdasarkan pertimbangan orang tua.

Tanpa diketahui keduanya, percakapan itu terdengar oleh Rio yang kebetulan baru tiba di kantor untuk membahas perkembangan kerja sama proyek dengan Haris Group.

Ia berhenti beberapa saat di koridor ketika mendengar nama Indri dan kata lamaran.

Rio tidak berniat menguping. Namun informasi yang terdengar sudah cukup membuatnya memahami situasi.

Setelah Riko keluar dari ruangan Haris, Rio melanjutkan langkahnya.

Beberapa menit kemudian, setelah menyelesaikan urusan pekerjaannya, ia masuk ke ruangan yang lebih sepi. Tangannya meraih ponsel. Ia mencari satu nama. Evan.

Rio menekan tombol panggil. Panggilan tersambung setelah beberapa saat.

“Ya, Rio?”

“Pak, ada yang ingin saya sampaikan.”

“Apa?”

“Riko menemui Pak Haris.”

Evan diam. “Untuk apa?”

“Dia menyampaikan niatnya untuk melamar Bu Indri.”

Hening. Rio bisa mendengar napas Evan dari seberang.

“Pak?”

“Iya, aku dengar.”

Rio menghela nafas. Ia tidak memberitahukan alasan sebenarnya Riko ingin menikahi Indri. Ia tidak mengatakan bahwa Riko mengetahui kehamilan Indri.

Ia hanya menyampaikan sebatas niat Riko untuk melamar.

“Apa jawaban Pak Haris?” tanya Evan kemudian.

“Beliau belum memberikan restu ataupun penolakan.”

“Kenapa?”

“Pak Haris mengatakan bahwa keputusan sepenuhnya berada di tangan Indri.”

Evan kembali diam. Beberapa detik terasa panjang. Rio menunggu.

Akhirnya Evan berkata, “Itu bagus.”

Rio sedikit terkejut. “Bagus, Pak?”

“Kalau Riko memang orang baik, mungkin Indri bisa menjalani hidup dengan tenang.” Nada Evan terdengar datar. “Dia sudah cukup menderita.”

Rio tidak menjawab. Ada sesuatu yang berbeda dari suara atasannya. Seolah Evan sedang memaksa dirinya untuk menerima sesuatu yang sebenarnya sulit diterima.

“Jangan ganggu keputusan Indri,” lanjut Evan.

“Baik.”

“Kalau dia memilih Riko, biarkan.”

Rio menggenggam ponselnya lebih erat. “Baik, Pak.”

Sambungan berakhir. Namun Evan tidak langsung meletakkan ponselnya. Ia menatap layar dalam diam.

Seharusnya ia merasa lega. Bukankah selama ini itulah yang diinginkannya? Indri bebas. Indri tidak lagi hidup di bawah bayang-bayang dendamnya. Indri bisa menemukan lelaki yang mampu membahagiakannya. Namun mengapa mendengar Riko hendak menikahi Indri membuat dadanya terasa tidak nyaman?

Evan memejamkan mata. Ia mencoba meyakinkan dirinya bahwa perasaan itu hanya sisa ego. Hanya rasa memiliki yang seharusnya sudah ia lepaskan.

“Dia berhak bahagia,” gumamnya. Namun kalimat itu justru terasa menyakitkan.

Untuk pertama kalinya, Evan menyadari bahwa melepaskan seseorang ternyata jauh lebih sulit ketika hati masih menyimpan rasa yang sulit dijelaskan.

...

Sore harinya, Haris pulang lebih awal. Ia menemukan Indri sedang duduk di ruang tengah bersama Cinta dan Laura kecil.

“Indri.”

Indri menoleh. “Papa sudah pulang?”

“Iya.” Haris duduk di sampingnya. “Ada yang ingin Papa bicarakan.”

Indri langsung memperhatikan wajah ayahnya. “Apa?”

“Tadi Riko menemui Papa.”

Wajah Indri berubah. “Untuk?”

Haris menatap putrinya. “Dia ingin melamarmu.”

Indri tidak langsung menjawab. Cinta yang berada tidak jauh dari mereka hanya diam.

Haris melanjutkan dengan tenang. “Papa terkejut.”

Indri menunduk. “Papa tidak marah?”

“Kenapa harus marah?”

“Karena semuanya terlalu cepat.”

“Memang.” Haris mengangguk. “Itulah sebabnya Papa tidak memberikan jawaban.”

Indri menatapnya. “Papa bilang apa?”

“Papa bilang keputusan ada di tanganmu.”

Indri menghela napas panjang. Haris kemudian menggenggam tangannya.

“Papa menyukai itikad baik Riko.”

Indri diam.

“Dia datang kepada Papa dengan cara yang baik. Dia tidak memaksakan diri dan bersedia menunggu.” Haris menatap putrinya penuh perhatian. “Tapi Papa tidak akan pernah memintamu menerima seseorang hanya karena Papa menyukainya.”

Air mata mulai menggenang di mata Indri.

“Papa hanya ingin kamu bahagia.”

“Aku takut, Pa.”

“Takut apa?”

“Takut membuat keputusan yang salah lagi.”

Haris terdiam.

“Aku sudah terlalu banyak membuat kesalahan.”

Haris menggeleng. “Kalau kamu menerima Riko, terimalah karena kamu percaya dia adalah orang yang tepat.” Ia mengusap kepala putrinya. “Dan kalau kamu menolaknya, Papa juga akan menghormati keputusanmu.”

Indri menangis. “Papa tidak kecewa?”

“Tidak.”

“Kalau aku memilih sendiri?”

“Ya tidak apa-apa.” Haris tersenyum. “Papa hanya berharap satu hal.”

“Apa?”

“Jangan menerima Riko karena kamu merasa butuh. Dan jangan menolaknya hanya karena kamu merasa dirimu tidak pantas dicintai.”

Kalimat itu membuat Indri menangis semakin deras.

Haris memeluknya. “Kesalahanmu bukan berarti kamu tidak pantas mendapatkan kebahagiaan.”

...

Malam itu, setelah Haris meninggalkan kamar, Indri kembali duduk sendirian. Ia menatap langit melalui jendela.

Riko ingin menikahinya. Haris menyerahkan keputusan kepadanya. Cinta mendukungnya.

Untuk pertama kalinya, masa depan tampak memiliki jalan keluar. Namun di balik semua itu, ada satu nama yang tidak bisa benar-benar ia hilangkan. Evan.

Indri menutup mata. Ia tidak tahu mengapa setelah mendengar Riko hendak melamarnya, wajah Evan justru kembali muncul dalam pikirannya. Lelaki yang ia yakini telah pergi untuk selamanya. Lelaki yang pernah membuat hidupnya penuh ketakutan. Lelaki yang akhirnya ia sesali setelah kematiannya.

Indri mengusap perutnya. “Kalau aku menikah dengan Riko…” Suaranya bergetar. “Apakah itu berarti aku benar-benar harus meninggalkan semua tentang Evan?”

Ia terdiam. Tidak ada jawaban.

Sementara jauh di negeri lain, Evan juga duduk sendirian dengan pikiran yang sama.

Mereka berdua tidak tahu bahwa kehidupan sedang mempermainkan mereka.

Indri sedang mempertimbangkan untuk menerima pria lain. Sementara Evan sedang berusaha meyakinkan dirinya bahwa ia harus membiarkan Indri bahagia bersama pria lain.

1
ken darsihk
Belum up thorr
ken darsihk: ooh 🙏
Sehat selalu untuk author nya
total 2 replies
Eva Karmita
pengen banget pites kepala nya Rio ...tega amat ngk ngasih tau kehamilan Indri ke Evan 😏😤 ... astagaa bikin emosi aja ini anak manusia satu 😩
Eva Karmita
RioRiooooo... kenapa kamu sembunyikan kehamilan Indri 😏😤 harus nya kamu kasih tau Evan terserah kedepannya Evan mau bagaimana mau tanggung jawab atau lari dari kenyataan... jangan sampai kamu di salah kan kalau Indri mulai membuka hati untuk Riko..
Aditya hp/ bunda Lia
jangan jadi pengacau kamu Evan
ken darsihk
Akhir nya perasaan yng terpendam dari Evan menyeruak juga keluar
ken darsihk
sesungguh nya mereka saling mencintai Evan Indri , tapi mereka menyembunyikan dengan baik
Aditya hp/ bunda Lia
cepat kuatkan pilihanmu Van jangan sampe nanti pas lagi ijab kamu datang mengacau ... 🤭
ken darsihk
Evan pasti akan shick shack shock ketika dia tahu , Indri lah yng menginginkan kamu tiada
ken darsihk: iya bun 🤣🤣🤣
total 6 replies
ken darsihk
Thanks author spillan nya tentang Cinta 👍👍🩵
ken darsihk
Dan ketika Evan tau kematian nya atas ulah nya Indri juga , apa Evan bisa memaafkan Indri
Eva Karmita
kasih vote untuk emak ...siapa tau emak berbaik hati buat Evan balik kampung 😂😂

Evan sudah saatnya kamu keluar dari persembunyian hadapi dengan jentel ..jgn jadi banci kau ..,, selesai masalah mu dgn Indri jgn buat kesalahan lagi kasihan calon anakmu Van nanti tumbuh tanpa sosok mu , jgn sampai kamu menyesal Indri jadi milik Royco...
Aditya hp/ bunda Lia: Iya tuh Royco jamur 😂😂😂
total 4 replies
Eva Karmita
Riko sebenarnya kamu siapa ...tiba" hadir di kehidupan Indri dan mencoba masuk apa tujuan mu Riko tidak mungkin kan kamu langsung suka sama Indri dan mau bertanggungjawab 🤔🤔
ken darsihk
kupersembahkan secangkir kopi thor , untuk penjelasan nya 🤭🤭
Nurlinda: 😄😄😄😄😄🙏🙏🙏
total 1 replies
ken darsihk
Ada sesuatu yng tersembunyi kah dibalik kebaikan nya Riko ke Indri
ken darsihk
Gagal paham sama Cinta dia begitu baik , bukan nya Cinta hanya saudara tiri yak
Belum pernah di bahas deh thor hubungan Cinta dan Indri 🩵
ken darsihk: Yesss tengkyuuu thor
total 4 replies
Aditya hp/ bunda Lia
Riko ini beneran tulus apa ada sesuatu ada udang di balik bakwan gitu 🤭
jujur ajah masih teka teki sama Riko dia itu emang cinta sama Indri atau ada maksud lain 🤔
Aditya hp/ bunda Lia: 🤷🤷🤷🤷🤷
total 4 replies
Eva Karmita
semangat Indri 🔥💪🥰
ken darsihk
Poor Indri 🤗🤗
Aditya hp/ bunda Lia
akhirnya bukan cuma pak Haris yang tau cerita Indri dan Evan ... cinta dan Vano juga
Aditya hp/ bunda Lia
dan saat semua membaik Rio mendapat bukti kalo Indri yang menyuruh orang buat sabotase mobil evan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!