Linggar Angkasa adalah seorang pria yang sudah memiliki istri, menjalin cinta terlarang dengan seorang wanita yang tidak lain adalah karyawannya sendiri, istrinya seorang model majalah yang sering berada di luar kota.
Tania... wanita berusia 25 tahun yang menjabat sebagai sekretaris perusahaan retail,, atas dasar cinta, dia rela menjadi simpanan dari pemilik perusahaan tempatnya bekerja.
3 tahun menjalin asmara tanpa kepastian kemana arah hubungan akan berlabuh, tiada hari tanpa desahan, kepuasan dan... cinta bertepuk sebelah tangan.
Jalinan cinta terlarang keduanya membuahkan hasil... tanpa ikatan... tanpa tuntutan... yang ada hanya sebuah kesadaran dari kesalahan...
Apakah Tania dan Linggar akan tetap bertahan? ataukah Tania mundur dan memutuskan hidup tanpa perlindungan...
Selamat membaca ya guys... semoga terhibur.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 33
#JIKA HUJAN BISA TURUN TANPA DI MINTA, MAKA AKU JUGA BISA MENAHAN RASA SAKIT SAMBIL TERTAWA.#
Tania masuk ke rumah setelah wahyu mengantarnya. Hanya ucapan terimakasih yang keluar dari mulutnya tanpa membahas ciuman panas mereka.
Rumah masih sepi... Mungkin bu Lastri ikut pengajian rutin, anak anak juga belum pulang.
Tania masuk ke kamar dan duduk di sana...
Tes...
Air mata mengalir begitu saja.... Setelah 3 tahun berpisah dari Linggar nyatanya nama itu tidak.bergeser sedikitpun dari hatinya.
Dia mencoba membiarkan Wahyu mencumbunya... Berusaha menerima sentuhan orang lain dengan membalas ciuman panas mereka, nyatanya... Dia gagal.
Ciuman panas itu berada dalam bayang bayang seorang Linggar. Dia berusaha menikmati ciuman Wahyu, tetapi yang terlintas adalah bayangan Linggar.
Katakanlah dia wanita murahan... Nyatanya... Dia hanya perempuan yang ingin mencoba membuka hati namun... gagal.
Benteng tinggi sudah dia bangun ... Namun cinta dalam hatinya ternyata adalah pondasi terkuat di hidupnya.
Shaka dan Shakti., dua putra kembarnya. Bukti perjuangannya mempertahankan cinta. Meskipun kelahirannya tidak di terima.
" Dia sudah bahagia bersama istrinya. bahkan mungkin... Sekarang sudah memiliki anak juga. " gumam Tania dengan menghapus air matanya.
" Terakhir. Terakhir aku menangisinya.... aku tidak akan lemah hanya karena masih mencintainya. Sekarang aku harus fokus pada Shaka dan Shakti saja. Tidak ada Linggar ataupun Wahyu. " lanjut gumamnya dalam hati.
" Jika aku tidak mampu menghapus nama Linggar, akupun juga tidak akan pernah menerima Wahyu atau siapapun untuk menjadi suamiku." Tania terus bermonolog.
Bib bib bib
Ponsel Tania menyala, menandakan ada pesan masuk.
" Sudah tidur Nia?" pesan singkat dari Wahyu masuk.
Tania hanya membaca tanpa membalas. Lalu meletakkan ponselnya ke atas nakas dan dia berlalu untuk membersihkan diri.
" Mama... Mama... Ma...." suara cempreng dari luar kamar mandi mencetak senyum di bibir Tania.
Tania keluar dari kamar mandi dan melihat kakak, kakak ipar dan kedua putranya sudah duduk di ruang tamu, Tidak lupa bayi Satri berada dalam gendongan kakak iparnya.
" Waaaah Alhamdulillah... Satria sudah bisa di bawa pulang kak..?" Tania sedikit teriak karena bahagia.
" Iya dek... Tadi pemilik yayasan resmi mengijinkan kami mengadopsi Satria." jawab Arga.
Bayi yang di temukan di depan gerbang panti dengan 3 stel baju, 1 botol susu, kalung emas putih dengan liontin segitiga yang di dalamnya ada foto bayi itu sendiri, dan selembar kertas bertulis " SATRIA DWI PANGGA.
Itu sebabnya Arga dan Tiyas sepakat memberi nama sesuai yang ada di dalam surat tersebut.
" Dokumen pengajuan adopsi juga sudah berlaku kak... Tinggal tanda tangan kakak dan kirim ke pengadilan. " ucap Tania sambil meminta menggendong baby Satria.
"Terimakasih ya dek... Semoga bisa menular padaku untuk mendapatkan anak kandung." lirih Tiyas yang sebenarnya masih ingin anak yang lahir dari rahimnya.
" mama... Mama atu tadi beyi es kim cama ayah, teyus ayah uga beyi ea kim becaaaaal cekali" bahasa cadel Shaka membuat tertawa orang orang di sekelilingnya.
" Assalamualaikum..." Bu Lastri baru pulang dari pengajian terlihat sangat bahagia melihat anak dan cucunya.
Setelah ganti baju dan membersihkan diri, Bu Lastri meraih baby Satria yang langsung di ikuti si kembar.
" Kalian semua baru pulang... Lekas makan... Ibu sudah masak buat kalian. " ucap Bu Lastri yang yang langsung membuat anak dan menantunya saling berpandangan
Segan... Tentu saja. Sebab ibu sudah capek memasak sedangkan mereka sudah oada kenyang makan di luar, bahkan... Mereka membelikan bu Lastri makanan dari luar.
" Kalian sudah makan semua?, tidak apa apa, bisa di simoan di kulkan dan buat makan besok pagi, lagian yang ibu masak ayam bukan sayur, jadi masih enak di makan besok pagi." jawab Bu Lastri dengan senyum yang selalu merekah.
Tiyas... Menantu bu Lastri yang sekarang sangat menyayangi mertuanya, langsung memeluk mertuanya.
" Maafkan kami ya bu..." ucapnya.
" Tidak apa apa... Ini Satri sudah tidur, kalian bawa pulang, lewat pintu samping saja... Si kembar juga sudah terlihat sangat mengantuk. Bawa mereka tidur Nia. Ibu akan memasukkan semua masakan ke kulkas. " kata Bu Lastri sambil menyerahkan baby Satria.
Tidak butuh waktu lama... Si kembar pun sudah terlelap dengan sebotol susu di mulut mereka.
" Tania aku minta maaf sudah lancang tadi..."
" Tania... Tolong balas pesanku..."
" Tania... Jangan menjauh, sungguh aku ingin memperistrimu"
Rentetan pesan dari Wahyu baru terbaca setelah dia membuka ponselnya.
" Aku tidak apa apa mas... Maaf baru membalas pesanmu. Tetapi... Aku tidak bisa memberikan harapan apapun padamu. Ternyata aku belum mampu menjalin hubungan dengan siapapun termasuk kamu. Lupakan ciuman tadi... aku belum bisa membalas cintamu yang sebesar itu. " akhirnya Tania menjawab dengan tegas.
Dia tidak ingin terjadi konflik yang berakibat buruk kedepannya, taruhannya adalah persahabatan kakak iparnya dengan Wahyu.
Di ujung sana... Wahyu membaca balasan dari Tania dengan kecewa. Pertukaran saliva... Saling membelit .. Ciuman panas yang saling membalas, ternyata bukan balasan cintanya, tetapi lebih ke ajang.... Percobaan.
" aku terlanjur mencintaimu Tania... Aku tidak akan mundur." gumam Wahyu setelah dia membaca semua pesan masuk dari Tania.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai man teman... Selamat membaca ya... Semoga selaku suka. Tolong tinggalkan jejaknya... Jejak kalian adalah sumber semangatku...
Semoga kalian semua sehat selalu, lancar rizki nya dan.... Terimakasih....
yg kabur.... krna takut klo kndungannya disuruh gugurin linggar😔😔
pasti km akn mnyesal dan trluka... klo smpe mereka tak menerimamu linggar...
dlu seenteng itu km mngtakn tak akn prnh mnikahi tania... bhkn tk mnginginkn ank drinya....
dan bgitu jg dgn yuka.... km pun enteng bgt mnyetujui prtunangan....
karna mulut tajammu mnolak seandainya tania hamil....
tania hnya mmprtahnkn ank yg tak brdosa linggar.... tania prgi krna takut km memaksanya untuk mnggugurkn kndungannya....
jdi.... mkan tuh tuduhan kejimu trhdp tania...🙄🙄🙄