Indonesia
NovelToon NovelToon
The Riot

The Riot

Status: sedang berlangsung
Genre:Badboy / Poligami / Kriminal / Eksplorasi-detektif / Horror Thriller-Kejahatan Kriminal / Misteri
Popularitas:92.6k
Nilai: 5
Nama Author: Dian Dipa Pratiwi

Malam itu Agatha yang baru saja pulang bekerja dan tidak sengaja bertemu dengan Aaron yang sedang mabuk. Tanpa pikir panjang ia segera membawa Aaron ke apartmentnya. Agatha tidak bisa membiarkannya sendirian di jalanan dengan kondisi demikian. Sejak hari itu, mereka mulai akrab satu sama lain. Bahkan seperti sahabat, atau mungkin lebih dari sekedar sahabat.
Suatu hari, Aaron mendadak harus pergi ke Hongkong dengan alasan akan bertemu keluarganya. Sementara itu, di saat yang bersamaan pula Agatha mendapatkan kasus baru untuk diselidiki. Mereka sama-sama sibuk hingga tidak sadar jika keduanya saling terlibat dalam kasus yang sama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dian Dipa Pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Spy

Kedua bola mata gadis itu membulat dengan sempurna.

Setengah tidak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan oleh pria itu. Bagaimana

bisa ia menentukan timnya masing-masing? Seharusnya bertanya dulu kepada setiap

orang, mereka mau bertanggung jawab di daerah mana. Dan seharusnya setiap orang

berhak untuk memilih rekannya dalam bekerja malam ini.

Sudah jelas jika Agatha sama sekali tidak setuju

dengan keputusan sepihak seperti itu. ia tahu kalau Arjuna adalah pemimpin di

sini. Pria itu memang berhak untuk memberikan perintah atau bahkan mengatur apa

pun. Tapi, tetap saja Agatha masih tidak bisa setuju dengan keputusannya yang

satu ini.

“Kenapa aku harus bersamamu?” tanya Agatha dengan

nada bicara ketus.

“Ini adalah komposisi terbaik untuk semua tim,”

jawabnya secara gamblang.

“Aku sudah mempertimbangkan segala halnya,” tukas

pria itu kemudian.

Kalimat barusan sebenarnya masih belum cukup

memuaskan bagi Agatha. Namun, alih-alih bertanya kembali, ia malah jauh lebih

memilih untuk bungkam saja. Tidak perlu banyak bicara terhadap orang seperti

dirinya.

Kali ini Agatha memilih untuk mengalah. Lagipula

tidak ada gunanya juga jika ia berdebat dengan pria itu. Hanya buang-buang

waktu saja. Terserah kepada Arjuna saja. Dia seharusnya tahu betul mana yang

terbaik.

“Baiklah, apakah semuanya sudah jelas?” tanya Arjuna

sekali lagi.

Ia perlu memastikan perihal tersebut. Jangan sampai

terjadi sesuatu yang diluar dugaan.

“Kalau tidak ada, silahkan langsung ambil

perlengkapan kalian,” simpulnya karena tidak ada yang buka suara sama sekali

setelah pria itu bertanya.

“Setelah selesai langsung berkumpul di halaman

depan. Kita akan pergi ke sana menggunakan sepeda motor untuk mempersingkat

perjalanan,” jelas Arjuna di akhir sebelum benar-benar pergi meninggalkan

ruangan tersebut.

Ia bahkan langsung pergi begitu saja meninggalkan

anggotanya yang lain. Yang jelas tanpa berpamitan sama sekali. Agatha lantas

menghela napasnya. Jika saja bukan karena tuntutan pekerjaan, mungkin ia tidak

akan mau kembali lagi ke kantor. Terkadang ini adalah salah satu resiko yang

harus ia terima.

“Ternyata mencari uang tidak semudah yang

kelihatannya,” gumam gadis itu sembari berlalu meninggalkan ruangan.

“Aku ingin kembali menjadi anak kecil saja kalau

begini caranya,” timpal rekan kerjanya yang lain.

Tampaknya mereka semua sepakat jika menjalani

kehidupan sebagai orang dewasa tidak seindah yang dibayangkan. Bukan pekara yang

mudah untuk bertahan hidup pada usia segini. Meski masih terbilang sebagai usia

yang cukup muda, tapi tetap ada saja masalah yang membuat orang dewasa nyaris

menyerah.

***

“Tetap jaga komunikasi antara satu dengan yang

lainnya!” pesan Arjuna sebelum mereka berangkat.

Karena ia dan Agatha berada dalam satu tim yang

sama, maka keduanya juga berada pada kendaraan yang sama pula. Akan jauh lebih

baik jika mereka terus bersama-sama seperti ini. Setidaknya begitu mereka

sampai di tempat. Tidak ada anggota tim yang boleh terpisah dari anggota tim

lainnya. Sejak dahulu aturannya memang sudah begitu.

“Sudah?” tanya pria itu kepada Agatha.

Tanpa ingin melontarkan sepatah kata pun, ia lantas

mengangguk pelan untuk mengiyakan perkataan Arjuna.

Tepat setelah ia mendapatkan jawaban dari gadis itu,

Arjuna bergegas untuk menyalakan mesin sepeda motornya. Kali ini mereka akan

pergi menggunakan kendaraaan yang difasilitasi dari kantor. Walaupun sebenarnya

bisa saja menggunakan kendaraan pribadi mereka.

Selama perjalanan pun, ketiga sepeda motor ini tidak

pernah terpisah. Mereka selalu berkendara dalam jarak yang berdekatan antara

satu sama lain. Kembali lagi kepada prinsip awalnya, jika anggota tim tidak

bisa terpisah dari anggota lainnya.

Bersatu

kita teguh, bercerai kita runtuh.

Pepatah kuno itu ternyata ada benarnya juga setelah

dipikir-pikir.

Sekarang sudah hampir pukul sebelas malam. Agatha

melayangkan pandangannya pada alat penunjuk waktu yang melingkar di pergelangan

tangannya. Sudah hampir tiga puluh menit sejak mereka pertama kali menginjakkan

kakinya di sini. Tapi, tak ada tanda-tanda jika sekelompok penjahat akan

menyerang tempat ini sama sekali.

Seharusnya jika kabar tentang penyerangan itu benar

adanya, maka sudah terjadi sejak beberapa menit yang lalu. Ini sudah lewat dari

waktu yang diperkirakan.

“Apa mereka sudah tahu kalau ada polisi yang berjaga

di sini?” tanya gadis itu sambil menghela napas.

“Entahlah, aku juga tidak tahu pasti,” kata Arjuna

secara gamblang.

Bagaimana bisa ia mengatakan hal semacam itu,

setelah sebelumnya bersikap keras kepala dan begitu yakin jika informasi yang

ia terima benar. Tapi, sepertinya sekarang Arjuna mulai meragukan hal tersebut.

“Jika itu laporan palsu, maka kita sudah

membuang-buang waktu di sini!” celetuk gadis itu.

Tidak bisa dipungkiri jika dirinya mulai merasa

bosan yang berlebih karena terlalu lama menunggu. Ia bahkan sudah tidak

memiliki semangat yang cukup.

Sejak tadi sungguh tidak ada hal yang tampak

mencurigakan. Seperti kedatangan para tamu hingga kendaraan yang mereka

gunakan. Bahkan gelagat serta penampilan setiap orang yang datang kemari juga

diam-diam mereka perhatikan. Sejauh ini semua tampak baik-baik saja.

Dari tiga tim yang tersebar di setiap pintu masuk

telah melakukan pemantauan. Dan semua memberikan hasil yang sama. Kondisi kelab

malam ini sungguh kondusif. Berjalan seperti biasanya. Tidak ada yang perlu

dicemaskan.

“Mau sampai kapan kita menunggu di sini?” tanya

Agatha tak sabaran.

“Satu jam lagi,” jawab pria itu.

Kedua bola mata gadis itu kembali membulat dengan

sempurna. Rasa kantuk yang hampir membiusnya langsung hilang begitu saja.

“Apa kau gila?!” sarkasnya.

“Kita akan menunggu sampai jam dua belas malam,

begitu maksudmu? Ha?!” lanjutnya, kali ini dengan volume suara yang jauh lebih

besar dari pada sebelumnya.

Tak ingin tempat persembunyiannya diketahui oleh

sembarang orang, Arjuna refleks segera membungkan mulut gadis itu.

“Jangan banyak membantah!” ucapnya dengan penuh

penekanan.

“Lakukan saja pekerjaanmu dengan benar dan

bersikaplah professional saat bekerja!” tegasnya sekali lagi.

Sorot mata pria itu berubah menjadi tajam. Ada sebuah

makna tersirat yang tidak bisa Agatha tangkap artinya secara utuh. Kilau manik

matanya seolah ingin menyampaikan sesuatu. Tapi, ia tidak ingin ambil pusing

soal yang satu itu.

Setelah merasa cukup, Arjuna lantas segera

menyingkirkan tangannya dari wajah gadis itu. Semua orang juga tahu jika Agatha

bukanlah tipikal orang yang sulit untuk dinasehati. Meskipun terkadang ia masih

suka keras kepala.

“Aku hanya bertanya, kenapa kau marah?” gerutu gadis

itu dengan pelan.

Ia bahkan sengaja merendahkan volume suaranya agar

tidak didengar oleh pria itu. Namun, ternyata belum cukup pelan. Pendengaran Arjuna

masih cukup tajam. Dia belum tuli. Apalagi jika suasananya hening seperti ini.

“Persis seperti yang kau lakukan tadi siang,” ujar

Arjuna dengan datar.

1
Riezki Arifinsyah
seru Thor
SizzlingTeapot
Kakak author, cukup lagu dan jemuran aja yang digantung.. aku jangan..
peto
kapan lanjutan nya thor
RainbowSweety
Ceritanya menarik, nih! Boleh kali thor dilanjut?
Intan Haryanti
Authoooor‾ hari ini wishlist aku cuma satu, yaitu mau tau kelanjutan cerita author!
Kekasih Dropper
akhirnya bisa baca lanjutan cerita ini...aku udah lama nunggu lanjutannya
Girl Moon Maker
Aku suka sama cara penulisannya kak author! Gampang dipahami buat para pembaca
Manah Dabukke
Malesnya aku jadi senyum-senyum sendiri baca ceritanya thor.. daku tunggu nextnya
theseafiles
Thor, kalau tiba-tiba aku kurus berati itu salahmu ya. Habisnya ceritamu bikin lupa waktu wkwkwk Semangat!
TwilightQueenbee
Keren bingit ceritanya! Lanjut! Pantang mundur!
vanilla attack
Lanjut dong Thor! Aku mah nangis kalau cerita ini gak lanjut :(
Selamat Saint
jadi penasaran,lanjut Thor semangat,Jan lama-lama ya,ceritanya bikin ku jadi kepo banget,seru dah,tambahin yg baper juga dong
SoftMambo
Sumpahhh rasanya kaya gak mau ngedip bacanya wkwkw, seseru itu tahu gak sih!!
and.ochre
Semangat Thor! Jiwa membaraku masih semangat baca semua update-anmu! Mau berapa ratus aku tungguin!
JellyCuddles
Makin seru nihh!! Aku pun kepo!!
Nightingale Soakage
Sudah kuduga, cerita ini emang asik!
Kepala Pil
Thor, i love you!! Aku mau bilang itu karena cerita ini moodbosterku banget!
Cinta Misnaming
Thor makasih karena sudah berkarya!! Aku suka! Lanjutkan Thor!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!