seorang gadis bernama Elia Tiara Dewi harus menjalani kehidupannya yang menjadi begitu suram akibat kecelakaan beberapa tahun lalu yang merenggut keceriaan dan juga warna dalam hidupnya.
Akibat kecelakaan yang merenggut penglihatannya dan lebih menyakitkannya lagi kecelakaan itu, dilakukan oleh kakak tirinya. karena merasa iri dengan kehidupan yang dijalani oleh Elia.
Hingga pada akhirnya, Elia bertemu dengan seorang laki-laki tampan bernama Gavin Harsono. yang merasa jatuh cinta, pada Gadis itu saat pandangan pertama.
Hingga Gavin memutuskan untuk menikahi Elia. namun, hal itu sepertinya ditentang oleh keluarga besar Harsono terutama sang ibu.
Namun, entah apa yang terjadi hingga membuat ibu Gavin menyetujui pernikahan putranya itu.
Mampukah Elia bertahan dengan keluarga yang tidak menyukainya dari awal? dan Mampukah Elia Bertahan saat sang suami diperintahkan untuk menikahi sang kakak tiri?
kita simak saja yuk
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhevy Yuliana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
Elia kini merasa sangat ketakutan saat gadis itu telah diperiksa oleh dokter yang dibawa dari rumah sakit ternama itu. Dalam hatinya gadis itu selalu berdoa jika apa yang ia pikirkan itu tidak benar.
" jangan sampai, apa yang aku takutkan terjadi Tuhan" ucapnya dalam hati. tangannya bergetar begitu hebat saat dokter itu mulai memberikan tubuh Aliya di atas ranjang untuk segera diperiksa.
Terlihat sekali ekspresi dokter itu begitu terkejut saat memeriksa di bagian perut Elia. kemudian, wanita paruh baya itu segera mendongakkan kepala menatap ke arah Nella.
" Mari Nona Nella ikut saya." ucapnya Seraya berjalan keluar kamar. Nella yang melihat itu, seketika merasa kebingungan. Namun, wanita itu tetap mengikuti perintah Dokter wanita paruh baya itu.
Selepas kepergian dari dua orang itu, Elia segera beringsut turun dari ranjang. dan dengan segera, gadis cantik itu berjalan perlahan untuk menempelkan telinganya di daun pintu.
Bukan bermaksud untuk kepo, Elia hanya ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya. Apakah benar Yang Iya khawatirkan itu benar terjadi atau tidak.
" Bagaimana keadaan Elia dokter?" tanya wanita itu samar-samar. seketika itu pula, jantung Elia seakan ingin lepas dari tempatnya. saat menunggu jawaban dari dokter itu.
" sepertinya Nona itu sedang hamil." ucap dokter itu dengan nada sedikit berbisik.
Degh
Seketika itu pula, jantung Elia benar-benar seakan lepas dari tempatnya saat mendengar ucapan itu.
" tid-ak mungkin. aku tidak mungkin hamil." ucapnya dengan nada bergetar hebat dan dengan segera, gadis cantik itu melangkah mundur dan seketika,..
Brugh
Elia tak sadarkan diri. Gadis itu tergeletak di atas lantai dengan posisi menelungkup. dan tak lama berselang, Elia masih mendengar samar-samar suara langkah kaki memasuki kamar itu. dan setelahnya, Gadis itu tidak tahu lagi apa yang terjadi.
" Elia bangun," samar-samar, Gadis itu mendengar seperti suara seseorang yang telah memanggil namanya. dan dirinya juga merasakan tepukan lembut di area pipinya.
Perlahan tapi pasti, Gadis itu pun membuka matanya. Seketika itu pula, Elia yang memang telah sepenuhnya sadar, segera turun dari ranjang.
" maaf Nona Nella, saya harus pergi dari sini Terima kasih atas semua pertolongan yang Nona berikan. Selamat pagi." Elia segera melangkahkan kakinya dengan begitu tergesa-gesa.
Hingga beberapa kali, Gadis itu sempat menabrak tembok karena berjalan dengan sangat terburu-buru.
" Elia tunggu! kamu mau ke mana?" tiba-tiba saja Nella yang baru tersadar dari lamunannya, segera berlari dan berteriak memanggil nama gadis itu.
" maaf Nona Saya memang harus pergi dari sini. Terima kasih atas bantuannya, Selamat pagi." ucapnya Seraya menepis halus tangan wanita itu saat mencekal pergelangan tangannya.
" kau tidak usah pergi dari sini, aku akan tetap menjagamu. walaupun aku tahu, di perutmu sudah ada kehidupan yang tidak berdosa tumbuh di sana." ucap Nella dengan nada penuh dengan kekecewaan.
Nella berusaha untuk bersikap biasa saja saat mengetahui Gadis itu Tengah berbadan dua. Walaupun, rasa kecewa seketika menyelinap masuk ke dalam relung hatinya.
" tidak nona, saya harus pergi dari sini. Saya tidak ingin anda juga terkena masalah." ucap Elia yang tetap kekeah pergi dari sana.
Akhirnya Nella pun membiarkan Elia pergi. Karena, Sekuat apapun wanita itu mencegah keinginan Elia, itu tidak akan pernah berhasil.
Karena yang berkeras kepala adalah orangnya sendiri. jadi orang lain tidak bisa untuk memaksa.
Nb : mampir yuk kak di karya kak Tika permata
elia bahagia nya
kapan dia dpt karma thor dak
sabar gemes
yang judul baru sudah di fav tapi belum sempat baca semangat buat up nya kk...