Indonesia
NovelToon NovelToon
Cinta Yang Salah

Cinta Yang Salah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang
Popularitas:24.3k
Nilai: 5
Nama Author: Zyvaraku

Cinta tanpa halangan restu atau kesenjangan sosial, membuat kisah cinta Devina dan Danar begitu mudah. Apalagi cinta keduanya berlabuh pada ikatan pernikahan, menjadikan kehidupan Devina dan Danar semakin semakin bahagia. Tanpa menunggu waktu lama, buah hati yang diharapkan pun lahir ke dunia. Namun di sinilah, awal mula penderitaan dimulai. Bayi yang mereka cintai, mengidap penyakit kelainan. Penyakit yang menimpa bayinya, disebabkan hubungan Danar dan Devina yang miliki. Di sinilah mulai terkuak rahasia keduanya. Penyakit kelainan apa yang menimpa bayi malang tersebut? Rahasia apa yang menyebabkan kemalangan bayi tersebut? Apa sebenarnya hubungan Devina dan Danar? Bagaimana kisah cinta mereka selanjutnya setelah terkuaknya sebuah rahasia? Inilah kisah cinta Devina dan Danar. Menjadikan cinta mereka telah salah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zyvaraku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 Masih Kilas Balik

"Testpack? Punya siapa? Kenapa ada di sini? Apa jangan-jangan, ini punya Lestari? Gak, gak mungkin! Gak mungkin ini punya Lestari! Gak, adikku gak mungkin hamil! Lestari! Dimana Lestari?" gumam Anjas saat masuk kamar mandi dan menemukan tiga testpack di lantai.

Anjas begitu terkejut. Ia bertanya-tanya milik siapa testpack tersebut. Segala pikiran buruknya tentang adiknya berusaha ia sangkal. Anjas yang hendak mandi karena gerah sehabis kerja, lalu ia urungkan niatnya.

"Lestari! Dek!" panggil Anjas sambil menggedor pintu kamar adiknya. Ia sudah tak sabar ingin bertanya pada adiknya.

Namun tak kunjung ada jawaban dari dalam kamar. Anjas yang begitu cemas dan penasaran pun mencoba membuka pintu kamar Lestari. Dan ternyata berhasil terbuka, karena pintu itu tidak terkunci. Anjas masuk dan tidak menemukan keberadaan adiknya.

Anjas memang sempat curiga, karena saat pulang tadi pintu depan dalam keadaan terbuka lebar tidak seperti biasanya. Namun pikiran buruk ia enyahkan, karena rasa lelah dan gerah di tubuhnya yang ingin segera mandi. Dan inilah yang Anjas dapati di kamar mandi, tiga testpack garis dua.

"Dimana, Lestari?" gumam Anjas dengan cemas yang tidak mendapati adiknya di dalam rumah.

Anjas pun menghubungi beberapa teman Lestari yang ia kenal. Namun tak satupun yang tau keberadaan adiknya. Para tetangga pun tak lupa Anjas tanya satu demi satu tentang dimana adiknya. Dan ada beberapa ibu-ibu yang melihat adiknya sedang berjalan sambil menangis menuju arah jalan raya.

Setelah beberapa kali mencari informasi dari orang-orang yang ia kenal dan sekitarnya, Anjas mendapat telpon dari kepolisian bahwa Lestari ditemukan seseorang dan dibawa ke kantor polisi karena seperti orang linglung.

Anjas pun segera ke kantor polisi sesuai petunjuk. Sampai di kantor polisi, ia mendapati adiknya sedang menjerit sambil menangis dan sedang ditenangkan oleh beberapa polisi wanita yang ada di situ. Anjas segera menghampiri adiknya dan memeluknya dengan erat.

Menurut keterangan polisi, Lestari ditemukan hendak bunuh diri karena sudah berdiri dan siap melompat ke sungai yang alirannya sangat deras. Untung saja seseorang yang hendak melintasi jembatan itu langsung menarik Lestari.

Anjas yang mendengar keterangan polisi merasa terkejut. Ia tak menduga, adiknya yang periang akan nekad melakukan bunuh diri. Ditambah lagi keterangan polisi yang mengatakan bahwa adiknya tengah hamil saat dibawa ke klinik terdekat, semakin membuat Anjas terkejut.

Setelah kejadian bunuh diri yang hendak dilakukan adiknya, Anjas membawanya ke dokter kejiwaan. Karena adiknya seperti orang tidak waras. Kadang diam dalam waktu yang lama, tiba-tiba teriak histeris dan ketakutan. Adiknya sama sekali tidak bisa diajak berbicara saat itu. Hingga Anjas memutuskan untuk membawa Lestari kembali ke kampung mereka. Karena menurut dokter kejiwaan, Lestari harus dirawat ke tempat yang tidak membuatnya mengalami trauma dan ketakutan.

Kembali ke kampung, dengan meminta surat pemindahan tugas untuk Anjas di rumah sakit di kota asalnya. Beruntungnya disetujui oleh pihak rumah sakit tempatnya bekerja. Anjas pun terpaksa harus mengurung adiknya di rumah peninggalan orang tua mereka selama masa kehamilan. Meski menjadi buah bibir para tetangga, Anjas tidak peduli dengan mereka. Lestari lah yang menjadi prioritasnya sekarang.

Bahkan Anjas harus membayar psikiater yang mau merawat adiknya hingga sembuh. Beruntung salah satu teman Anjas saat sekolah menengah pertama, ada yang menjadi psikiater. Dan mau membantu Anjas merawat adiknya yang sedang hamil.

Keadaan Lestari membuat Anjas tidak ingin mencari laki-laki yang harus bertanggung jawab atas kehamilan adiknya. Karena setiap Lestari mulai membaik dan normal, ia akan histeris lagi ketika ditanya laki-laki itu. Sempat beberapa kali di awal kehamilan, Lestari mencoba membunuh janin dalam kandungannya. Dengan terus memukul perutnya yang masih rata. Hingga terapi dan perawatan yang diberikan oleh psikiater teman Anjas, membuat Lestari sembuh dan normal kembali saat usia kehamilannya menginjak 9 bulan.

Mendekati kelahiran Lestari semakin menantikan kehadiran putrinya. Merasakan gerakan janin dalam perutnya, membuat Lestari semakin menyayangi anak yang dulu ingin selalu dilenyapkannya.

Hari kelahiran yang ditunggu pun tiba. Lestari merasakan kontraksi palsu sudah dari dua hari yang lalu. Namun baru hari ini, Lestari tak kuat lagi menahan nyeri perut dan punggungnya. Anjas selalu menjadi kakak yang siaga.

"Aku udah gak kuat kak! Udah sakit banget rasanya!" ucap Lestari dengan lirih sambil memegang perutnya yang besar.

"Iya, dek! Tahan ya! Bentar lagi kita sampai kok!" jawab Anjas sambil memegang tangan adiknya sambil mengusap punggungnya.

Mereka saat ini berada di mobil yang Anjas sewa untuk ke rumah sakit tempat Anjas bekerja. Mobil pun berhenti tepat di pelataran rumah sakit. Dua rekan perawat Anjas sudah menunggunya sambil membawa brankar.

Lestari pun dibawa ke ruang bersalin. Sampai di ruangan tersebut, seorang dokter yang sudah bersiap membantu persalinan Lestari segera memeriksanya. Ternyata sudah bukaan sepuluh dan siap melahirkan. Anjas menunggunya dengan panik di luar ruangan.

Tak lama terdengar suara tangisan bayi dari dalam ruangan bersalin. Dan di hari itu pula, ada 6 orang yang melahirkan. Tiga di antaranya melahirkan bayi laki-laki dan tiga lainnya bayi perempuan.

Ternyata keberuntungan untuk Anjas. Ia yang sudah lama merencanakan sesuatu merasa lega. Karena yang ia rencanakan akan berhasil tanpa diketahui orang lain.

Lestari belum sempat melihat bayinya. Karena ia keburu pingsan kehabisan tenaga. Jadi dokter langsung melakukan tindakan kepada Lestari. Sementara Anjas sudah berada di kamar bayi di rumah sakit tersebut. Ada banyak bayi di ruangan tersebut, namun hanya ada 6 bayi yang lahir di hari yang sama.

"Nin, anak adikku yang mana?" tanya Anjas pada Nina yang masih memeriksa bayi-bayi itu.

"Eh, Anjas! Bayinya Lestari kan? Tuh ada di situ, Njas! Oh ya, selamat ya udah punya ponakan. Cantik lagi!" jawab Nina sambil menunjuk box bayinya Lestari.

"Iya, Terima kasih ya!" balas Anjas lalu mendekati box bayi adiknya.

Box bayi Lestari berdampingan dengan box bayi perempuan lain yang lahir di hari yang sama. Melihat keponakannya yang sedang tidur, membuat Anjas tersenyum.

"Njas, aku keluar dulu ya! Udah kebelet! Titip dulu ya!" ujar Nina yang menahan perutnya.

"Ok! Tenang aja, aku jagain kok! Kan ada keponakanku juga!" jawab Anjas dengan santai.

Setelah kepergian perawat itu, Anjas pun mulai melaksanakan aksinya. Sebelumnya CCTV di ruangan itu, sudah ia matikan tanpa sepengetahuan petugas yang lain.

Kemudian Anjas mengangkat bayi adiknya sambil memandanginya dan menciumnya untuk yang pertama dan terakhir, sebelum ia tukar dengan bayi yang berada di sebelahnya. Tak lupa ia tukar pula pakaian bayi itu. Anjas melakukan dengan hati-hati.

'Maafkan paman ya, Nak! Paman terpaksa. Hidup kamu akan lebih terjamin jika bersama mereka. Semoga kamu selalu bahagia!' batin Anjas sambil mengusap air mata yang keluar di sudut matanya.

Meskipun hasil bedongan tak serapih perawat wanita yang melakukan, namun tidak menimbulkan kecurigaan. Anjas sudah mengetahui identitas pasangan yang bayinya ia tukar dengan bayi adiknya. Mereka adalah pasangan pak Hendra dan Bu Sofi. Pasangan dari keluarga yang berada dan terpandang di kota itu.

Setelah menukar bayi tersebut tanpa kendala, Anjas bersikap biasa saja. Tak lama, rekan perawatnya tadi datang dan menghampirinya.

"Makasih banget lho udah dijagain nih bayi-bayi!" ucap Nina sambil bergurau.

"Sama-sama! Kayak sama siapa aja?" jawab Anjas dengan santai.

"Udah liat ponakannya? Cantik kan?" balas Nina.

"Pasti cantiklah! Siapa dulu pamannya? Anjas gitu lho!" sahut Anjas dengan PDnya.

"Tapi sayang masih jomblo!" balas Nina meledeknya.

"Nin, bayi bu Sofi sama Pak Hendra sebelah mana? Mau aku bawa ke sana! Karena waktunya memberi ASI." tanya salah seorang perawat menyela pembicaraan Anjas dan Nina.

"Tuh, yang deket tembok!" sahut Nina sambil menunjuk box bayi itu.

Perawat yang baru datang tadi langsung membawa bayi itu ke ruangan Bu Sofi dirawat. Anjas hanya meliriknya saja.

'Bahagia terus ya, ponakan paman!' batin Anjas sambil tersenyum tipis.

"Ya udah, Nin? Aku mau liat adikku dulu! Titip ponakanku ya!" pamit Anjas dengan santai.

"Ok! Tenang aja! Udah tugasku itu!" jawab Nina dengan enteng.

Anjas pun berlalu meninggalkan ruangan bayi tersebut. Anjas memang tidak tau bahwa Lestari sempat pingsan habis melahirkan. Karena ia sibuk dengan rencananya setelah terdengar suara tangisan bayi adiknya.

"Anjas, kamu kemana aja sih! Dicariin dari tadi. Ditelpon juga gak diangkat! Untung adik kamu udah siuman!" ucap rekan perawatnya yang lain yang ikut menemani Lestari saat melahirkan tadi.

"Adikku sempat pingsan? Terus gimana sekarang?" balas Anjas dengan cemas.

"Gak usah khawatir! Adik kamu udah sadar kok! Karena tadi sempet kehabisan tenaganya aja habis lahiran." sahut perawat tadi.

"Oh ya, dimana?

"Di ruang perawatan. Adik kamu udah baik-baik aja kok!" balas perawat itu.

Anjas segera menuju kamar adiknya dirawat. Saat sudah sampai di sana, adiknya tengah melamun.

"Jangan melamun, dek! Gak baik!" ujar Anjas yang masuk ke ruangan lalu mengusap kepala adiknya.

"Kamu tadi sempet pingsan, ya! Maafin kakak ya gak temenin kamu! Tadi kakak lihat anak kamu dulu! Anak kamu cantik, dek! Seperti kamu!" lanjut Anjas sambil tersenyum.

"Kakak! Mana anakku, kak? Kenapa belum diantar kemari?" seru Lestari yang sudah tersadar dari lamunannya.

"Mungkin sebentar lagi!" jawab Anjas tersenyum.

"Permisi! Ini bayinya, bu!" seru seorang perawat masuk ke ruangan yang sedang menggendong bayi. Lalu memberikannya pada Lestari.

"Coba disusui ya, bu! Biar dedek bayinya belajar!" lanjut perawat tadi.

"Iya, sus! Terima kasih!" jawab Lestari antusias menerima seorang bayi di tangannya dan tersenyum.

"Ya udah, kakak tunggu di depan dulu ya, dek! Kamu susui dulu bayi kamu!" sahut Anjas tersenyum kemudian pergi keluar.

'Maafin kakak, dek! Tolong maafin, kakak! Anak kamu akan lebih bahagia kalau tinggal bersama mereka! Kakak gak sanggup kalau lihat dia tumbuh bersama kita? Tolong maafin kakak! Ini semua demi kebaikan bersama. Harap kamu ngerti, dek!' batin Anjas sambil meninggalkan ruangan.

"Kenapa, bu? Kok diam?" tanya perawat tadi yang masih mendampingi Lestari.

"Hah! Gak pa-pa, sus!" jawab Lestari yang masih menggendong bayi di tangannya.

Lestari menatap bayi itu cukup lama. Entah apa yang dirasakan Lestari saat melihat bayinya pertama kali.

'Kenapa perasaanku seperti ini? Apa karena bayi ini adalah anaknya? Gak! Bayi ini adalah anakku! Hanya anakku! Tidak akan kubiarkan siapapun tau kalau bayi ini anaknya! Ya, bayi ini hanya anakku!' batin Lestari menatap bayinya kemudian memeluk dan menciuminya.

Seseorang memperhatikan hal itu dari balik pintu dengan perasaan penuh bersalahnya.

*

*

HAI HAI HAI READERS

GIMANA MASIH NUNGGUIN KELANJUTAN CERITANYA KAN? AYO DONG KOMENNYA! JANGAN LUPA LIKENYA JUGA YA! TERUS DUKUNG AUTHOR YA READERS BIAR AUTHOR MAKIN SEMANGAT!

UDAH BISA MULAI KETEBAK KAN?

KAK ANJAS TIPE ORANG YANG GIMANA NIH MENURUT KALIAN? JAWAB DI KOMEN YA!

TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA

1
Nuryanti Irawati
baik
eti rohaeti
Luar biasa
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
Zyvaraku
sampai tamat kok kak, tunggu aja ya
YuWie
iya lamaaa bgt update nya..semoga sampai tamat ya
YuWie
Aishhh..masalah kok bertubi2 dan tidak satupun yg jelas jalan keluarnya. malah semakin banyak konfliknya
YuWie
yakin sdh move on Dev.... apakabar melati, sdh punya anak kah dia
sanjiaran
udh 5th aja, klo ada cicilan udh lunas nih, hehe...lanjut thor......
Zyvaraku
tunggu aja kelanjutannya ya kak. Terima kasih sudah setia
sanjiaran
selalu setia kok nunggu update nya othor. ceritanya semakin seru. apa mentari yg bakal jd pendamping danar nantinya???
sanjiaran
duh danar..danar..seenaknya aja bercocok tanam, mentang² ladangnya blm bertuan. klo benihnya tumbuh hrs tanggung jawab lho
Zyvaraku: Danar emang gitu kak, kesel ya
total 1 replies
YuWie
dan wanita itu adalah melati melati..alangkah indahmu😀😃
Zyvaraku: ayo tebak lagi, siapa?
total 1 replies
YuWie
Winata tuh yg harusnya dapat Bala terberat..kita tunggu apa yg akan dia tuai walo sdh 24tahun masih slayyy..
Zyvaraku
biasa, kejahatan bertahan lama dulu
YuWie
sudah 24 tahunnnn yg jahat tetap jahat dan santai geboy hidupnya..
sanjiaran
udahlah danar..terima aja takdirmu. keputusanmu bercerai adlh sangat tepat walaupun itu menyakitkan. seharusnya pisah baik² sih agar gak saling terluka.
semakin menarik ceritanya thor.. tp mana kelanjutannya?? jangan di php in ya. ditunggu updatenya thor. yang semangat nulisnya💪💪
sanjiaran
sadis amat si danar, dia yg punya masalah malah melampiaskan sma orang lain. mentang² punya kuasa seenak jidatnya aja berbuat. kasihan anak orang dipecat gara² secangkir kopi
sanjiaran
waahh kerjaan ayah doni nih, benar² licik cara memisahkan danar & devina. sebenarnya setuju aja sih dg cara ayah doni agar mereka tak melanjutkan lg hubungan terlarangnya, tapi yaa kasihan devina lg devina lg yg jd korbannya. sabar ya devina, kehidupan ini emang kezam,,😁
sanjiaran
kasihan devina,,disini devinalah korban sebenarnya..
sanjiaran
jangan² itu pesan dr arga atau orang suruhan papa doni..??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!