Apa jadinya jika Seorang wanita yang mendapat julukan sebagai Primadona di sebuah perusahaan ternama,, mengalami sebuah insiden yang berhasil meluluhlantakkan kehidupannya..
Arinda arin, gadis berusia 24 tahun yang mempunyai prinsip, " Aku tidak akan menduakan mu atau selingkuh, saat aku tidak nyaman maka aku tinggalkan".
yukk ikuti kisah nya sampai akhir😍😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TunggaDewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 33
suasana dikantor berjalan lancar seperti biasanya, meskipun banyak dari karyawan yang masih penasaran dengan lanjutan masalah arin. eka sudah membuat pengumuman para karyawan tidak perlu ikut mengurusi masalah arin, dia meminta karyawannya untuk fokus bekerja agar kondisi perusahaan kembali stabil.
di ruangannya tina tidak bisa konsentrasi bekerja, fokusnya terpecah belah. dia masih terfikir kan ucapan wiwik dan indah. mungkin secepatnya dia harus memberi tahu arin.
sedang rumah keluarga arin di kampung nampak sepi, bapak arin pergi ke sawah untuk memanen padi. tinggal lah ibunya arin yang sedang sibuk memasak di dapur, guna memberi makan siang untuk para buruh tani.
braaakkk,,,,!! Nur datang tanpa mengucap salam langsung menyelonong masuk rumah.
"astagfirullah Nur,,, kamu mau bikin ibu terkena jantung haa,,!! bisa tidak pelan kan sedikit saat menutup pintu. " hardik sang ibu.
"Nur lagi kesal Buu,, mas dio tiba-tiba di pindah untuk tugas ke luar pulau..! " jawab Nur dengan cemberut.
"masalah sepele saja kau buat ribut Nur,, bukannya bagus jika suamimu kerja di luar pulau,, otomatis gaji yang di dapat lebih besar..!! " jawab ibunya
"bagus apanya buuu?? kalo begini terus, kapan Nur bisa hamil Buu,,?? Nur juga ingin seperti yang lain, di umur Nur saat ini seharusnya sudah ada anak di antara kami bu..!! " kata Nur.
"ish,, ish,,, jangan mengeluh Nur. anak itu rejeki tuhan, meskipun di kejar kalo bukan rejeki, ya gak dapat Nur. doakan saja suamimu di beri kesehatan dan kelancaran kerja. " ucap sang ibu memberi nasehat.
"bu,, apa arin itu anak orang kaya?? " tanya Nur
ibunya yang mendengar pertanyaan Nur, seketika menghentikan aktivitas memasaknya.
"untuk apa kamu tanya tentang keluarga adikmu itu?? " tanya ibunya.
"adik angkat bu,, jika ibu lupa akan hal itu. Nur penasaran aja bu.. bagaimana latar belakang si arin itu? "
"jangan membahas sesuatu yang seharusnya tidak kita bahas. saat ini bapak dan ibu sedang berusaha untuk membantu arin keluar dari masalahnya ini. ibu malu jika tetangga pada tau.. " jelas ibunya.
Nur pun mendengus kesal saat ibunya membahas masalah yang menimpa arin, Nur meninggalkan ibunya begitu saja.
dalam hati ibunya menggerutu. 'Nur,, Nur,, sikapmu kenapa masih seperti anak kecil begini. kapan kamu berubah?? '
Ditempat lain, arin sedang menjalani pemeriksaan sebagai saksi. sesuai dengan prediksi arin, pihak kepolisian akan menggeledah kamar arin. semua penghuni terlihat berkumpul di ruang tamu. mereka memberi ruang untuk para petugas dalam melakukan tugas mereka. arin berdiri di depan kamarnya dia ikut menyaksikan saat kamarnya di geledah polisi. arin sedikit tenang saat koper itu berhasil tina keluarkan.
setelah beberapa jam, mereka keluar dari rumah itu dengan tangan kosong. tidak ada bukti yang tersimpan di dalamnya. saat arin akan masuk mobil polisi, ada sebuah mobil sedan melintas di depannya dan berhenti. arin menatap mobil itu, siapa kah gerangan yang ada di dalam nya. pintu mobil terbuka, nampak seorang perempuan dengan gaya modis bak seorang model turun dari sana.
dia berjalan mendekati arin, arin mengernyitkan dahi. dia tidak mengenal sosok perempuan ini. perempuan itupun menyapa arin.
"haii,,, akhirnya ketemu juga. " dia menyapa arin, kemudian dia beralih menatap petugas kepolisian. "maaf Pak,, siapa diantara kalian yang bertanggung jawab dalam menjalankan perintah ini..?? bisakah saya bertemu dengan pemimpin kalian..? " pintar sang perempuan misterius ini.
"saya komandan tugasnya. ada perlu apa anda mencari saya.?? " ucap sang komandan.
"ini saya membawa surat jaminan atas nona arinda arin, " menyodorkan amplop coklat. "oh iya sampai lupa, kenalkan saya tiara. saya yang sementara menjamin kebebasan nona arin, sampai terjadinya persidangan. dan surat itu sudah resmi turun tadi pagi, saat kalian semua berangkat kemari. jadi sekarang lepaskan nona arin. " ucapnya tegas.
komandan pun tidak bisa berbuat banyak, mau tidak mau dia memang harus melepaskan arin untuk saat ini. dia menyuruh anak buahnya membuka borgol nya. arin pun bisa merasa lega, karena ada yang menjamin dirinya.
"maaf nona meskipun nona arin sudah ada surat penjamin, tapi dia tetap harus datang ke kantor untuk wajib lapor. karena di sini tertulis jika kasusnya masih terus di lanjutkan.!! " tanya komandan pada perempuan itu.
"baik Pak.. arin sendiri yang akan menjalankan wajib lapor itu. bukankah begitu nona arin?? " dia tersenyum dengan manis menatap arin. sedang arin hanya mengangguk.
dirinya masih penasaran siapa perempuan ini?? kenapa tiba-tiba datang dan menjamin nya.
"baiklah kalo begitu kami permisi. " ucap para petugas kepolisian.
sedang arin di tarik masuk ke dalam mobil oleh perempuan tadi.
dia langsung mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang lumayan tinggi. dia bahkan tidak mengucapkan sepatah kata. hanya diam dan fokus menyetir.
arin merasa jika ada yang tidak beres, dalam hati dia bertanya, mau di bawa kemana aku?? kenapa dia ngebut sekali. oh Tuhan lindungi aku.. ! !
setelah menempuh perjalanan hampir 1 jam, tibalah mereka di sebuah dermaga. perempuan itu menyuruh arin turun dan mengikutinya dari belakang.
mereka masuk ke sebuah kapal pesiar yang tersnadar di tepi dermaga. arin mengikuti langkah perempuan ini dengan hati-hati dan siaga. siapa tau ada bahaya yang mengancam nya.
saat pintu terbuka, hanya ada ruangan kosong yang terdapat satu meja dan beberapa kursi. wanita untuk mempersilahkan arin duduk. dia mengambil minuman untuk arin. mungkin saja dia sedang haus, pikirnya.
"silahkan di minum.!! " tawarnya
"Terima kasih.. " ucap arin, dia tak kunjung meminumnya. arin takut jika minuman ini sudah di beri sesuatu, seperti adegan di film yang pernah dia lihat.
melihat arin yang diam dan hanya memandangnya, wanita itu pun menggelengkan kepalanya. dalam hati dia berkata,'perempuan siaga. '
"kenapa tidak meminumnya? apa takut jika aku meracuni mu?? tenanglah aku tidak sejahat itu, jika kau tidak percaya baiklah.. aku akan meminum separuh minuman mu. " kata wanita itu yang mencoba meyakinkan arin jika air itu aman. dia pun menyambar air minum arin.
"baiklah, aku tidak akan berbasa-basi lagi, sebelumnya kenalkan, namaku tiara. kamu bisa memanggilku ara. mungkin kamu bertanya-tanya siapa aku bukan?" tanya ara lalu arin pun mengangguk.
"saat ini aku belum bisa menceritakan siapa aku, aku sengaja membawamu kesini, karena di sini adalah tempat yang paling aman.
maaf jika aku telat dalam membantumu, kamu bisa lihat sendiri aku hanya wanita. jadi akan sangat menyulitkanku untuk mengurus surat jaminan mu. apa lagi orang yang melakukan kejahatan padamu bukan orang sembarangan. " kata ara.
"maksud mu bukan orang sembarangan?? " tanya arin.
"nanti kamu juga akan tau sendiri siapa orangnya.kamu jangan terlalu bahagia atas surat jaminan itu. bagaimanapun kasus mu belum di hentikan. justru ini adalah peperangan mu. gunakan waktu 12 hari ini untuk mengungkapkan kebenarannya.
aku yakin jika kau mampu melakukannya. sekarang tugasku sudah selesai. jangan menyerah, lawan mereka dengan otakmu. jangan dengan emosimu, mereka manusia licik. mungkin untuk kedepannya aku tidak bisa lagi membantumu.
ada satu pesan lagi yang harus selalu kau ingat,!! akan ada seseorang yang berbicara padamu menggunkan kata sandi.*SEJAUH APAPUN KAMU MELANGKAH, APA KAMU TIDAK INGIN MENOLEH KEBELAKANG * maka jawablah *AKU TIDAK TAKUT, AKU BERDARAH DINGIN* simpan lah kalimat yang aku ucapkan tadi. jangan sampai kau melupakannya. " jelas arin.