I Love You Minhyun
Jika tidak lahir di Korea, mungkin aku tidak akan mengetahui keindahannya, dan juga, bertemu dengan sosok lelaki sepertimu.
Akan ku tuliskan sebuah kisah yang akan menceritakan tentang dua anak remaja yang sedang mencari tujuan demi orang yang dicintai.
Kisah yang menceritakan tentang keindahan negara Korea, budaya, masa-masa sekolah, permasalah, sisi gelap. Yang mengandung sebuah kisah tentang benci dan cinta, datang dan pergi, tawa dan tangis, hidup dan juga mati.
Kisah yang mengajarkanku tentang arti dari persahabatan, kasih sayang, keluarga, dan juga patah hati.
Mana itu lawan dan juga kawan. Mana itu yang tulus dan sekedar modus.
Banyak sekali yang menurut kita menyenangkan. Tapi, pada dasarnya tidak sama sekali.
Hai Minhyun, ini Anggi. Terimakasih telah membuat hari-hariku di Korea menjadi indah.Entah jika aku tidak bertemu dengan mu.. Apa kah aku dapat sebahagia ini di dalam hidupku?
-Kalengbekas-
Kamis, 21 Desember 2023
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kalengbekas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Seunghee kembali
*
Orang-orang yang awalnya hangat.
Akan menjadi sangat menyeramkan saat mereka berubah
*
Seunghee turun dari kamarnya untuk pertama kali setelah mengisolasi diri sendiri di kamar beberapa hari. Ia tampak kelaparan sekali.
Seunghee mendapati ada makanan enak di meja makan. Ia segera mengambil makanannya. Tapi, suara pukulan tongkat ibu nya ke meja membuat cewek itu kaget hingga berteriak keras.
Ibunya menatap mendelik kearah Seunghee. Cewek itu enggan menatap ibunya. Dia hanya dapat menunduk takut.
"Ibu.. Aku akan berhenti make up dan melanjutkan belajar ku dengan giat.. " lirih Seunghee. Ia sepertinya harus terpaksa melepas kemampuannya itu agar ibunya bahagia.
"Aaa anak ku... " Sang ibu menangis dan langsung memeluk Seunghee, "Maafin ibu yang gapernah menjagamu dengan baik... " wanita setengah baya itu menagis sesenggukan.
"Ibu tadi pergi ke sekolahmu.. Dia melihat semua kejadian mu saat SMP dulu.. " Kata Kim Hana kakak Seunghee.
Seunghee hanya dapat tertegun. Perlahan air matanya menetes, ia menangis kencang.
"Bagaimana bisa kamu bertahan sejauh ini..?? " Kata ibunya lemah. Ia terus menerus menangis sambil menepuk punggung Seunghee pelan.
Karena tepukan bahu itu, hati Sunghee semakin sakit. Ia menangis histeris, membuat se isi rumah ikut gelisah.
"Keluarkan semuanya.. tidak apa-apa.. " Lirih ibunya, perlahan dia menghapus air mata Seunghee. Cewek itu menangis sampai sesenggukan.
"Apa mereka memukulmu? Apa ada yang sakit?? " Tanya ibunya, ia membelai wajah Seunghee.
Seunghee menggelengkan kepalanya. Ia mengusap kasar matanya untuk menghapus air mata yang mengalir, "A-aku baik... baik saja kok.. gausah khawatir... " Kata Seunghee dengan bicaranya yang terbata-bata.
"Kenapa kamu tidak memberitahu ibu lebih dahulu... "
"Karena, aku tidak ingin menambah beban pikiran ibu.. Pasti, pikiran ibu sungguh berat memikirkan Kak Hana dan Juyeong..
Kini... Seluruh masalah Seunghee telah diketahui oleh keluarganya. Hal itu membuat Seunghee cukup senang, ia mulai diperhatikan oleh ibunya.
Besoknya, Seunghee masuk ke sekolah. Entah, apa yang terjadi tiba-tiba dia datang bersama dengan seseorang.
"Hihihi... " Seunghee yang tampil ke sekolah apa adanya tanpa make up dan menggunakan kacamata bulatnya itu. Menggandeng seorang Haeseung yang mengantarnya.
"Masuklah.. Jika ada yang mengganggumu langsung hubungi aku.. " Kata Haeseung perhatian.
Seunghee mengangguk. Ia kemudian berjalan masuk ke kelas duduk sambil tersenyum.
Beberapa teman langsung menyorakinya, "Wuaahhh... SEUNGHEE BAYARIN PAJAK KITAA!! " Kata salah satu cowok.
Seunghee tertawa kecil. Ia kemudian tersadar kenapa dia sudah tidak di bully lagi?
-Flashback On-
"Apa kalian masih terus melihat teman kalian dari penampilannya? " Tanya guru kelas dengan tegas.
Semua murid tertunduk diam tidak berbicara sedikit pun.
"Haruskah kalian mencabuti semua poster wajah Seunghee yang telah bersusah payah berfoto menjadi bintang sekolah? "
"Teman-teman.. Apa Seunghee pernah berbuat salah kepada kalian? "
"Tidak pak.. " Jawab mereka semua serentak.
Wali kelasnya hanya berdecak, "Ck.. Tapi, apa alasan kalian memojokkannya seperti itu? Apa karena dia tidak cantik? "
"Semua orang ingin menutupi kekurangan dalam dirinya. Ia sebisa mungkin agar orang lain tidak memandangnya rendah. Seunghee berjuang untuk itu.. Apa kalian tidak kasihan teman kalian dulunya selalu di rundung karena buruk rupa? "
"Kalian belum mengalami itu semuaa.. Kalian belum mengalami kesakitan, kesedihan, emosi dalam diri Seunghee. Seharusnya kalian memberikannya hal untuk bahagia dalam hidupnya, biarkan dia memakai riasan atau tidak.. Itu tetap menjadi Seunghee yang kalian kenal.. Sekian, " Wali kelas langsung meninggalkan ruangan bersamaan dengan bel istirahat berbunyi.
Semua murid diam merenungkan kesalahan mereka masing-masing. Ketua kelas, Nara maju ke depan. Nara menjelaskan rencana yang akan dia lakukan untuk Seunghee besok.
Semua orang merasa setuju. Mereka sepakat untuk menyetujui rencana Nara.
-Flashback Off-
Seunghee menatap kearah ambang pintu. Ia melihat Nara dan Anggi membawa kue kecil. Anggi membawa mahkota dengan tulisan ' 넘 착한 고 이쁜 사람!! ' [ Orang yang sangat baik dan cantik]
"Selamat kembali ke sekolah!!! " Ucap mereka semua serentak merayakan kehadiran Seunghee.
Cewek itu seketika menangis. Ia segera memeluk Anggi, "Anggi maaf, aku ga bermaksud ngomong kasar... " Seunghee memeluk erat Anggi.
"Gapapa.. Aku tau kok.. Aku harus beri kamu waktu.. "
"Makasih... "
Minhyun datang, "Baiklah.. Mana nih anak yang ga pernah masuk sekolah, Haeseung.. Disini ternyata anaknya, " Minhyun menarik Haeseung.
Sontak membuat Seunghee malu. Anggi menatap kearah Pacarnya, "Sunjung ku dimana? "
"Sunjung.. Dipanggil pacarku nih.. " Kata Minhyun menggoda membuat seisi kelas kesal karena beberapa orang masih jomblo.
Sunjung datang dengan hal yang membuat Anggi tersontak kaget, "Heol... "
"Kau diet?!? " Anggi terkejut. Memang, sudah lama mereka tidak bertemu.
"Aku mencoba program diet dan hasilnya.. Wahhh bagus.. " Sunjung tersenyum dengan pipi gembulnya itu. Ia menujukkan jempol pada Anggi.
"WAAAAAAA" Seluruh siswa langsung terpanah terkena senyuman Sunjung. Ia tidak pernah melihat senyuman se lucu itu.
Seunghee melihat pada arah bangku tempat duduk Soojin. Tapi, tidak ada seorang pun disana. Sontak Seunghee bertanya, "Soojin di mana? "
"Soojin terkena skors karena telah menyebarkan aib mu.." Jawab Minhyun.
"Eo? " Seunghee masih kebingungan dengan jawaban Minhyun.
"Jadi, Soojin yang melakukan ini..?? Enggak ga mu ngkin, kan?? Soojin temen baik ku.. " Seunghee terbata-bata saat melontarkan kalimatnya. Pepuluk cewek itu mulai basah.
"Hei.. Terkadang orang yang baik pada kita bisa berkhianat suatu saat.. " Tutur Sunjung sembari menepuk bahu Seunghee.
"Emm aku mau ke toilet bentar.. " Anggi kemudian pergi dengan perasaannya yang campur aduk itu.
Seunghee mengirim pesan pada nomor Soojin. Cewek itu masih berusaha keras mengirimi dan menelpon ke nomor itu. Tapi, hasilnya nihil.
"Nanti aja sepulang sekolah.. Kamu samperin dia, " Kata Haeseung tersenyum pada Seunghee.
Seunghee hanya menganggukkan perkataan pacarnya itu.
***
Anggi duduk di taman sekolah. Ia mencari udara segar. Sesekali ia mendesah karena beban pikirannya.
Sesuatu yang sangat dingin menempel di pipi cewek itu, "Aaaa... " Pekik Anggi langsung menampar pipi Minhyun.
"Aishh.. Kebiasaan, Nih.. " Minhyun membukakan minuman kaleng untung Anggi. Ia berikan minuman itu.
Anggi yang nyengir itu menerimanya dengan malu-malu.
"Kenapa kamu kesini? Bukannya ada acara di kelas? "
"Gimana aku bisa ikut acara itu kalau pacar ku tampak murung... Hah?? " Minhyun mencubit hidung cewek itu.
"AKKK... "
Minhyun melepas cubitannya. Anggi menatap ke arah cowok itu tajam. Lalu, ia memutar bola matanya. Meneguk minuman itu, "Terimakasih... " Celetuk Anggi. Mengubah suasana yang tadi hening menjadi penuh tanya.
"Untuk apa? "
"Menyelamatkan Seunghee meski aku tidak memintanya.. "
"Udahlah.. Gausah di bahas lagi.. Lagian Soojin udah di skors. "
"Tapi... Aku masih curiga. Kenapa Soojin melakukan itu semua? " Tanya Anggi dengan mengernyitkan dahinya heran.
-Bersambung-
jika berkenan mampir di naskahku yaa.
Tokohnya menurutku mereka kayak anak remaja yng tengah menghadapi masalahnya masing-masing. Dan banyak pembullyan
kayak Seunghee dibully karena jelek, Sunjun di bully karena gemuk
Dan ada satu tokoh ang relate banget sama kehidupan di Indonesia yaitu si Soojin.
Orang tua Indonesia lebih fokus banget ke nilai akademik anaknya sampai-sampai gak tau sesakit apa diri nya. Ia juga pengen santai sama teman menikmati liburan. Tapi, Soojin malah di suruh belajar terus.
Dan Anggi ini juga relate di Indonesia sih. Dia yang males-malesan sering nganggep bego selalu juara satu aneh kan? Tapi sering juga ada di sekitar.
Bahkan sama loh ya, Juara 1 yang nganggep dirinya bego ga bisa apa-apa tapi bisa, Juara 2 yang selalu les mati-matian. Keknya author tau banget deh yang relate hahah
Meskipun latarnya di Korea, aku tetap suka sih. Walau ya author menurutku effort nya lebih gede ya. Karena harus tau disana itu bagaimana sering bagaimana. Dan sisi gelap disana apa.
Udah dh terbaik buat lu Thor I love you Anggi dan Minhyun