Indonesia
NovelToon NovelToon
Jangan Jatuh Cinta Pada Ku

Jangan Jatuh Cinta Pada Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Enhypen
Popularitas:234
Nilai: 5
Nama Author: rerevana

....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rerevana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Botol minum

Pagi Nya - Lapangan Voli Pantai, Pukul 08.00

Matahari sudah mulai meninggi. Pasir pantai terasa hangat.

Pagi itu di tepi pantai, beberapa anak cowok bermain voli dengan seru nya. Sementara bagian cewek duduk di tepi lapangan untuk menyaksikan dan memberikan dukungan.

Cheyrin tidak terlihat di sana. Ia masih berada di dalam villa.

Pembagian tim telah ditentukan.

Tim A: Jayden, Juno, dan tiga peserta laki-laki lainnya

Tim B: Steven, dan empat peserta laki-laki lainnya

Jayden dan Steven berada di tim yang berbeda.

Peluit dibunyikan. Pertandingan dimulai.

Mereka bermain dengan sangat serius. Melompat, melakukan smash, bahkan diving ke pasir. Padahal ini hanya permainan untuk mengisi waktu liburan.

Keringat membasahi wajah mereka. Tatapan Jayden dan Steven sesekali bertemu di atas net. Suasananya tegang.

Melihat itu, Juno langsung melontarkan candaan.

"woi ini main voli apa lomba seleksi atlet nasional sih, serius amat"

anggota tim lain nya tertawa. Jayden tetap fokus pada permainan. Steven hanya tersenyum tipis.

Di tepi lapangan, para peserta perempuan duduk berjejer di atas tikar.

Ada yang membawa topi, ada pula yang membawa air mineral.

Dara duduk sambil bertepuk tangan setiap kali Jayden mendapat poin.

Lisa duduk agak jauh. Sesekali ia melirik ke arah Steven.

"Jayden smashh!!" teriak salah satu peserta perempuan.

"Steven servisnya bagus banget" sahut yang lain.

Para anggota perempuan masih duduk di atas tikar. Mereka asik bersantai dan menonton pertandingan.

Tiba-tiba di samping Lisa, teman nya bernama Diana, menoleh ke arah Lisa.

"Lisa, lo gak penasaran sama apa isi chat Steven dan Cheyrin tadi malam?"

Lisa menoleh. Ia diam beberapa detik sebelum menjawab.

"Lo kan ceweknya, masa orang yang terakhir di chat Steven Cheyrin sih, berarti mereka baru aja chattingan dong, sus banget tau gak, masa lo gak curiga?"

Lisa terdiam.

Flashback - Beberapa Minggu Lalu, Kafe Dekat Lapangan Futsal, Malam Hari

Suasana kafe cukup sepi. Steven baru saja menyuruh Lisa datang ke sana. Sebelumnya Steven bersama dengan Juno, tetapi tidak lama kemudian Juno pergi dan meninggalkan mereka berdua.

"Lo mau gak jadi cewek gue?" ucap Steven.

Lisa terdiam. Ia tidak menyangka pertanyaan itu akan ditanyakan Steven kepadanya. Selama ini ia memang sudah lama memendam rasa pada Steven, tetapi ia tidak berani mengatakannya.

"Kenapa tiba-tiba lo ngomong gini?" tanya Lisa.

Steven kemudian meraih tangan Lisa. Jantung Lisa berdegup semakin kencang. Sifat Steven yang biasanya dingin, malam itu menjadi hangat.

"gue, mau kita lebih dekat" ucap Steven.

Lisa menatapnya tanpa berkedip.

"tapi keliatannya lo suka nya sama Cheyrin"

Steven langsung menjawab.

"Cheyrin? Dia udah kayak adek gue, karena kami bentar lagi mau jadi saudara"

Lisa mengerutkan keningnya, tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Steven.

"maksud lo?"

Steven tersenyum.

"orang tua kami mau menikah, jadi Cheyrin bakal jadi adik tiri gue"

Lisa menutup mulutnya, tidak percaya. "Serius?"

Steven melanjutkan.

"tapi lo jangan bilang Cheyrin dulu ya, dia belum tau soalnya"

Lisa mengangguk, kemudian tersenyum tanpa melepaskan genggaman itu.

Flashback berakhir.

Lisa tersenyum kecil.

"Lisa woi, lo denger gak yang gue bilang" ucap Diana.

Lisa kemudian menjawab.

"engga, gue nggak curiga sama sekali, menurut gue kalian yang harusnya jangan curiga sama Cheyrin, dia temen kita juga"

Dara yang duduk sedikit jauh dari Lisa, mendengar itu. Dara mengerutkan keningnya. Ia merasa heran mengapa Lisa bersikap seperti itu.

Beberapa saat kemudian, Cheyrin keluar dari villa dengan membawa sebuah buku dan sebotol air mineral. Ia mengenakan dress pendek berwarna dasar putih dengan motif bunga biru. Lengan puff pendeknya memberi kesan lembut, sementara potongan pinggang empire membuat siluetnya terlihat ringan. Rambut panjangnya terurai tergerai, sebagian tertiup angin laut.

Ia berjalan santai menuju gazebo yang berada di tepi lapangan.

Entah mengapa, kehadiran Cheyrin langsung menarik perhatian semua orang. Termasuk Jayden.

Cheyrin hanya menoleh sekilas. Ia merasa gugup, tetapi tetap melanjutkan langkahnya hingga akhirnya duduk di gazebo paling pojok. Buku diletakkannya di atas pangkuan. Ia berniat untuk santai pagi ini.

Cheyrin baru saja membuka halaman pertama bukunya ketika langkah kaki terdengar mendekat.

"Hai, Chey."

Cheyrin sedikit tersentak, lalu menurunkan buku dari hadapan wajahnya.

"Lisa?"

Lisa duduk di sebelahnya tanpa sungkan. Angin laut menerbangkan sedikit ujung dress biru Cheyrin.

"Lo lagi baca apa?"

Cheyrin memperhatikan Lisa beberapa detik. Seolah ia tidak menyangka Lisa akan menghampirinya.

"Oh, ini... gue baca novel fantasi. Seru."

Mata Lisa langsung berbinar.

"Oh iya? Tentang apa?"

Cheyrin menunjuk sampulnya.

"Ini. Tentang vampir."

Lisa melirik ke arah buku itu.

"Wah, seru kayaknya. Nanti gue boleh pinjam nggak?"

"Boleh. Atau kita baca bareng juga boleh."

Lisa mendekat, menyandarkan bahu. Tiba-tiba Cheyrin terdiam.

"Ngomong-ngomong, Lisa..."

Lisa menoleh.

"Lo... nggak curiga sama sekali sama gue?"

Lisa terdiam sejenak, lalu tersenyum.

"Curiga kenapa?"

"Soal tadi malam."

"Ohh itu." Lisa mengangkat bahu ringan. "Nggak kok. Santai aja. Gue sama Steven juga baik-baik aja. Lo jangan merasa nggak enak gitu."

Cheyrin mengangguk pelan dan tersenyum tipis. Beban di dadanya sedikit berkurang.

"Oh iya," kata Lisa lagi sambil mengeluarkan ponselnya. "Kita selfie yuk. Udah lama kita nggak selfie. Mumpung tempatnya bagus, mau gue masukin ke story."

"Boleh."

Kamera ponsel dibuka. Mereka berdua merapat dan tersenyum manis ke arah lensa.

Tiba-tiba suara dari belakang memecah suasana.

"Lisa, handuk aku mana?"

Steven. Baru selesai bermain voli, rambutnya masih basah dan kaosnya menempel karena keringat.

Lisa langsung menoleh.

"Oh kamu udah selesai? Nih handuknya."

Ia menyerahkan handuk kecil, lalu kembali mengarahkan kamera ke dirinya dan Cheyrin.

 Jepret.

Steven hanya menggeleng pelan sambil tersenyum. Ia mengelap keringat dengan handuk itu, lalu meraih botol air mineral di samping Cheyrin dan meneguknya.

"Ih Steven," Lisa melirik. "Itu minumnya Cheyrin yang kamu minum."

Gerakan Steven terhenti. Botol di tangannya masih setengah penuh.

"Kenapa nggak bilang dari tadi?"

Lisa menjawab sambil menyerahkan sebotol air mineral, "Yang ini punya kamu."

Steven menoleh pada Cheyrin dengan ekspresi wajah bersalah."Sorry Chey"

Cheyrin langsung menoleh. Wajahnya memanas.

"I-iya... nggak apa-apa kok."

Pandangan Cheyrin jatuh pada bibir botol itu. Masih ada bekas lipstik pink miliknya yang samar menempel di sana.

Dari kejauhan, di tepi pantai, Jayden yang sedari tadi diam ikut melirik ke arah gazebo itu. Masih memegang bola voli di tangan nya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!