Indonesia
NovelToon NovelToon
RAHASIA DI BALIK PERNIKAHAN

RAHASIA DI BALIK PERNIKAHAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat / CEO
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lullabyyy

Anjani Pitaloka Notokoesoemo terbiasa hidup serba kecukupan, apapun yang ia inginkan pasti mampu ia dapatkan, termasuk jabatan yang sekarang ia pakai.

Anjani adalah perempuan yang berpengaruh di dunia bisnis. Dia mempunyai kekuasaan, gelar dan harta melimpah.

Tidak hanya itu, Anjani juga mempunyai suami seorang CEO di perusahaan ternama. Siapapun pasti tergiur dengan kehidupan pribadinya, tentu juga menilai bahwa dia adalah perempuan yang kehidupannya sangat sempurna.

Namun, setelah lima tahun pernikahan, Anjani mengetahui Syahrul Bhaskara telah berselingkuh dengan seorang sekretaris bernama Yeshika Larasati.

Hidup Anjani seperti berhenti, dan otaknya berpikir, ternyata selama ini ia tidak pernah mendapatkan cinta dari suaminya?

Semalaman menangis, akhirnya ia memutuskan untuk diam. Alih-alih mengemis cintanya lagi, ia membiarkan mereka bermain, dan ia menyelidiki seberapa jauh mereka berselingkuh untuk ia jadikan objek balas dendam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lullabyyy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Istri Sang CEO

Mobil Rolls-Royce berwarna hitam berhenti di depan gedung perkantoran tempat di mana Syahrul bekerja.

Anjani turun dari dalam mobil. Dia terlihat mengenakan dress hitam elegan selutut dan dibalut blazer hitam dengan hiasan manik-manik putih.

Rambutnya dibiarkan tergerai, hanya ada jepit rambut berhias mutiara murni, serasi dengan anting panjang dan kalung pada lehernya yang dipenuhi oleh mutiara.

Di pergelangan tangan kanannya terdapat jam tangan berwarna golden rose dengan hiasan bunga sakura, ada dua gelang yang terbentuk dari rangkaian bulan sabit dan di beberapa jarinya ada cincin-cincin dari berlian.

Anjani berjalan menuju gedung, heelsnya yang membentuk lambang salah satu brand ternama menjadi pusat perhatian, tidak hanya itu ia dilihat sebagai maskot kekayaan. Dalam setiap gerakannya selalu terlihat gemulai dan menjadi bahan perhatian orang lain.

Setelah Anjani masuk ke dalam gedung, beberapa karyawan langsung mengarahkan pandangan padanya. Dia tidak berdandan menor, tetapi sangat elegan.

"Itu bukannya Nyonya Anjani?" Salah satu karyawan perempuan menunjuk Anjani.

"Dilihat dari dekat, dia cantik banget!" puji karyawan pria sambil menyeruput kopi.

"Dia sudah bersuami, kau juga punya istri!" peringat temannya yang lain.

Saat itu juga mereka tahu bahwa yang datang adalah istri dari CEO dari perusahaan mereka.

"Apa masih bermain?" bisik Anjani sambil menatap lift yang berada di sisi kanan lobi. Ia langsung mengarah pada meja resepsionis.

"Siang, Pak Syahrul ada?" tanya Anjani dengan suara yang begitu kalem. Ia menunjukkan senyum yang begitu menawan hingga perempuan di depannya terlihat gugup untuk berbicara.

"A-ada. Apa perlu saya menghubungi Tuan Syahrul? Apa langsung saja ke ruang kerja Tuan Syahrul, Nyonya?" Resepsionis itu berkata dengan lembut, wajahnya menunjukkan hormat dan tutur katanya sangat lembut.

"Langsung saja. Terimakasih, Nona," ucap Anjani sambil mengangguk permisi, setelah mendapatkan anggukan dari resepsionis itu, ia langsung pergi menuju lift.

Anjani baru saja akan melangkah pergi ketika Yeshika turun dari tangga di dekat lift. Tatapan mereka saling bertemu.

Anjani memperhatikan penampilan perempuan di depannya dengan seksama, pakaiannya sangat berantakan, rambutnya belum sepenuhnya selesai disisir, dan sepertinya dokumen-dokumen yang dia bawa itupun terlihat sangat tidak rapi.

"Dia terburu-buru banget, ya?" batin Anjani.

Melihat wajah Anjani membuat raut wajah Yeshika berubah drastis. Gara-gara perempuan itu ia disuruh segera keluar dari ruang kerja Syahrul, bahkan disuruh memakai tangga darurat supaya tidak berpapasan dengan Anjani, tetapi takdir mengatakan lain; mereka berdua tetap dipertemukan dengan cara yang tak terduga.

"Siang Nyonya Anjani." Sapa seorang pria, dia tersenyum ramah pada Anjani, lalu buru-buru berpamitan sambil menggenggam tas kerjanya erat.

Anjani tersenyum lebar sebagai balasan. Pria itu adalah salah satu rekan bisnisnya, dulu sempat menjadi kolaborator dalam proyek pendirian panti asuhan. Dia sekarang menjadi menteri sosial, Irwan Mustofa Syahid.

Lebih anehnya kenapa seorang menteri sosial datang ke kantor Syahrul? Anjani menghela napas, hidupnya yang rumit jadi memikirkan hal-hal tidak perlu.

Sementara Yeshika kepanasan sendiri di tempatnya berdiri.

"Aku tidak menyangka kau akan datang ke sini di siang bolong begini," sinis Yeshika, wajahnya menunjukkan ketidaknyamanan.

Beberapa karyawan dan pengunjung yang ada di sekitar mereka langsung menoleh.

Anjani memutar pergelangan tangannya, memastikan ia tidak salah waktu, tetapi saat ini sudah jam tiga , mendekati sore hari.

Anjani tersenyum tipis, lalu menyahut ucapan Yeshika, "Ku kira kamu sudah tahu."

Yeshika terkekeh pelan. "Kau mencari Syahrul?"

Anjani terdiam. Mendengar Yeshika memanggil nama suaminya tanpa menyebut 'Tuan' di depan namanya, membuatnya tersadar satu hal, mereka sangat akrab.

"Aku juga akan menemuinya," alibi Yeshika untuk memancing kemarahan Anjani. Ia bahkan sengaja memiringkan kepala, menunjukkan bekas gigitan yang ditinggalkan Syahrul.

"Kamu pasti marah, kan, kalau suamimu melakukan ini padaku?" Yeshika menatap Anjani penuh tantang.

Sementara Anjani tidak menggubris. Tanda seperti itu sama sekali tidak berharga, dan tidak menarik di matanya.

"Bagus." Anjani menarik helai rambutnya ke belakang telinga, kepalanya sedikit tertoleh ke belakang demi bisa melihat kumpulan orang yang berusaha menguping, lalu menyuruh mereka pergi menggunakan gestur lambaian tangan.

Kumpulan orang itu buru-buru pergi dan mengerjakan pekerjaan masing-masing.

Yeshika melongo, tindakan Anjani di luar dugaannya. Ia pikir perempuan itu akan menamparnya, justru dia terlihat senang.

"Bagus?" beo Yeshika dengan alis mengerut.

"Berarti aku tidak perlu berjalan ke sana sendiri. Kamu pergilah ke sana, beritahu Syahrul, istrinya ada di bawah." Anjani menekan kata 'istri', tatapannya juga menajam, lalu ia berjalan memutar menuju kursi penunggu.

Yeshika meremas kedua tangannya di bawah tumpukan dokumen. Punggungnya terasa menegang dan pelan-pelan ia berputar ke arah Anjani yang sudah duduk di dekat resepsionis.

"Tuan Syahrul sedang sibuk, banyak dokumen yang harus dia urus, jadi saya mohon pengertiannya untuk tidak mengganggunya meskipun kalian berdua adalah suami istri. tuan Syahrul sangat profesional, tidak seperti Anda," celetuk Yeshika. Dia berjalan mendekati Anjani, matanya membara penuh marah, sementara hatinya sudah busuk.

Anjani sama sekali tidak peduli. Ia tetap pada posisinya, justru kakinya langsung terangkat ke kaki yang lain, dan ia membuka ponselnya untuk melihat dokumen yang Abbas kirimkan.

Merasa diabaikan, Yeshika langsung menghembuskan napas kesal.

Resepsionis yang berdiri tidak jauh dari Anjani langsung mengubungi seseorang lewat telepon kantor.

"Jangan mencampuri urusan kantor Tuan Syahrul," peringat Yeshika. Ia maju selangkah untuk membuat Anjani berfokus padanya bukan ponsel.

"Dia berani ngomong begitu ke Nyonya?" Resepsionis yang sedang berbicara dengan seseorang langsung berhenti hanya karena mendengar ocehan Yeshika.

Yeshika bersedekap dada. Merasa bangga atas ucapan yang telah ia keluarkan untuk Anjani. Pasti perempuan itu akan kebingungan mencari jawaban. Semua orang juga akan berpikir bahwa Anjani terlalu sering datang ke perusahaan suaminya untuk merecoki saja.

"Aku tidak punya alasan tertentu untuk merecoki pekerjaannya. Namun, kalau yang kamu maksud adalah proyek yang sedang kami kerjakan bersama---" Anjani menggantungkan ucapannya, menaruh ponselnya di dalam saku blazer, lalu mendongak menatap Yeshika tajam.

"Selama perusahaan Syahrul menjadi bagian dari proyekku, aku berhak memastikan semua berjalan sesuai kesepakatan," kata Anjani sambil berdiri, membuat keduanya saling berhadapan dengan tatapan sama-sama sinis.

"Tolong kesadaran dirinya, dong," bisik Anjani tajam tepat di dekat telinga Yeshika, lalu berjalan melewatinya begitu saja dan dengan sengaja menyenggol bahu perempuan itu sedikit.

Dari arah lift, Syahrul keluar dengan membawa tas kerja, berjalan melewati Yeshika dan menggandeng Anjani yang sudah berjalan lebih dulu. Mereka berdua keluar dari gedung bersamaan.

Sementara Yeshika menghentakkan kakinya kuat-kuat ke atas lantai. Ia bahkan tidak menyangka kalau Syahrul sama sekali tidak memedulikannya.

"Apa maksud ucapanmu? Kalau gara-gara mulutmu bikin posisi Tuan Syahrul bergeser, tamat riwayat kita!" Salah satu karyawan perempuan menghampiri Yeshika.

"Kenapa dia bisa naik jadi sekretaris?" olok yang lain sinis.

"Apa dia nggak tau posisi Nyonya Besar di dunia bisnis?"

"Meskipun secara hukum mereka berdua suami istri, tetapi dalam pekerjaan, Tuan Syahrul jauh di bawah kekuasaan Nyonya Besar. Kau kalau ngomong nggak pernah dipikir siapa lawannya."

"Begitu kalau menang cantik doang, bisa langsung jadi sekretaris tanpa memenuhi spesifikasi."

"Dia merasa spesial sekali, kali, ya?" pegawai resepsionis yang sejak tadi jengkel pun ikut nimbrung.

Mendengar semua ucapan menusuk yang merendahkannya, membuat hatinya terbakar. Tidak tahan dengan perlakuan karyawan yang lain, ia langsung berlalu pergi begitu saja sambil menahan amarah.

"Kenapa semua membela dia? Kenapa yang baik-baik selalu datang ke dia?!" sungut Yeshika.

1
Ade Chubi
cerita nya bagus
Lullabyyy: Terimakasih kakak😍😍
total 1 replies
Almayra Aya S
mantap bget
Lullabyyy: terimakasih Kak😍😍😍
total 1 replies
ERSANN_
diganti yg kemarin?
Lullabyyy: Yoi kakkkk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!