Indonesia
NovelToon NovelToon
Sebelum Jadi Istrimu, Aku Sudah Bernoda

Sebelum Jadi Istrimu, Aku Sudah Bernoda

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:73.7k
Nilai: 5
Nama Author: bunda Qamariah

"Dia sudah kembali, ayo kita bercerai."

Menjadi istri pengganti untuk Dokter Zidan, bukanlah keinginan Humaira. Namun saat pernikahan tantenya berlangsung, wanita itu tidak datang. Demi mempertahankan harga diri keluarga, dia ditunjuk untuk menggantikan tantenya menjadi mempelai wanita.

Tak ada yang tahu: sebenarnya Humaira adalah wanita bernoda, karena pernah ditiduri oleh Dokter Zidan. Namun miris, Zidan tak tahu bahwa wanita itu adalah Humaira.

Dan takdir justru berpihak padanya. Dimana, Humaira malah berakhir menjadi istri pengganti bagi pria itu.

Selang beberapa minggu pernikahan mereka, kekasih Zidan akhirnya kembali. Dan Humaira memutuskan untuk bercerai. Tanpa ada yang tahu, dia sudah mengandung anak Dokter Zidan.

Bagaimana kelanjutannya? Apakah Zidan akan setuju bercerai agar bisa kembali pada kekasihnya? Atau dia memilih tetap mempertahankan Humaira—yang baginya hanyalah istri pengganti sementara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bunda Qamariah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 Kedatangannya Dirumah Sakit

"Kamu hamil, Humaira?" tanya Yanti tiba-tiba, matanya menatap lekat pada putrinya yang masih berusaha menguasai diri di depan wastafel.

Jemari basah Humaira menggenggam erat tepi wastafel.

Sebagai seorang ibu yang pernah mengandung dan melahirkan, Yanti tentu tahu dan langsung mengenali tanda-tanda itu. Rasa mual khas morning sickness itu bukan sekadar masuk angin biasa.

"Bu... aku..." Humaira terbata-bata, tak tahu harus menjawab jujur atau bagaimana.

Yanti mendekat perlahan, usapan lembut tangannya kini mendarat di punggung Humaira, mengurutnya pelan untuk meredakan rasa mual sang anak.

"Sudah berapa bulan usia kandunganmu, Nak? Dokter Zidan sudah tahu tentang ini?" tanya Yanti lirih dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

Selama ini Yanti berpikir bahwa Zidan tidak akan pernah menyentuh Humaira. Mengingat pernikahan mereka dari awal hanyalah pernikahan sementara dan didasari atas paksaan, Yanti tak pernah menyangka hal seperti itu akan terjadi.

Namun, kenyataannya sama sekali berbeda. Selama masa pernikahan, Zidan memang tidak pernah menyentuh putrinya sama sekali.

Bayi yang ada di dalam kandungan Humaira bukanlah hasil dari hubungan mereka setelah menikah, melainkan buah dari insiden malam itu.

Yang juga tidak diketahui oleh Yanti, bahwa Zidan sama sekali tidak tahu kalau putrinya sedang hamil.

"Bu, aku harus segera siap-siap ke rumah sakit. Soalnya waktu sudah hampir memasuki jam masuk kerja," potong Humaira cepat, sengaja menyela pertanyaan sang ibu.

Humaira benar-benar tidak ingin membahas tentang kehamilannya lebih jauh. Tak sanggup membohongi ibunya, ingin berkata jujur, itu mustahil. Karena ibunya pasti akan bersedih kalau dia tahu yang sebenarnya.

Cukup sudah penderitaan dan kesedihan yang dialami sang ibu selama ini. Humaira tidak ingin menambah beban duka itu lagi.

"Kamu yakin bisa bekerja, Nak? Kamu terlihat terlalu lelah seperti ini. Tubuhmu juga tampak lemas sekali," ujar Yanti khawatir, menatap putrinya dengan penuh prihatin.

Humaira berusaha mengukir senyum semanis mungkin untuk menenangkan sang ibu. "Humaira yakin, Bu. Humaira tidak apa-apa kok. Humaira cuma mau sarapan dulu, soalnya tadi di rumah belum sempat sarapan."

Mendengar putri kesayangannya ingin makan, senyum hangat perlahan terbit di wajah Yanti. Rasa khawatirnya sedikit terobati.

"Ya sudah kalau begitu. Ibu buatkan sarapan ya... Kamu mau sarapan apa, Sayang?" tanya Yanti penuh kasih.

"Apa saja, Bu. Yang penting tidak terlalu berminyak," sahut Humaira.

"Baiklah. Tunggu sebentar ya, Sayang."

"Makasih, Bu,"

Yanti tersenyum dan membuat sarapan untuk putrinya.

______

"Bu, apa sebenarnya yang terjadi, Bu? Bagaimana Humaira bisa menjalin hubungan dengan putra Bu Rara? Dan sejak kapan?" tanya Melodi sambil berjalan mondar-mandir dengan cemas, membayangkan kejadian semalam terus mengganggu pikirannya.

Ratih memijit pelipisnya yang terasa berdenyut nyeri. Terlihat raut penyesalan yang dalam di wajah wanita tua itu. "Kamu enggak usah tanya sama Ibu! Ibu juga tidak tahu kalau Humaira ada hubungan dengan Alva..."

Ratih lalu melihat Melodi dengan pandangan tajam. "Ini semua karena kamu, Melodi! Kenapa kemarin kamu tidak mengaku? Kenapa kamu malah bilang Humaira itu orang asing? Lihat sekarang! Apa yang mau kita jawab nanti sama Maharani kalau dia sampai tahu yang sebenarnya?" Tambah Ratih.

Untuk pertama kali dalam hidupnya, Ratih menyalahkan putri kesayangannya itu.

Melodi menatap horor ke arah ibunya tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.

"Apa?! Ibu nyalahin aku cuma karena semalam aku menyangkal kalau Humaira itu keponakan aku? Emang selama ini Ibu sendiri mengakui dia?! Enggak, kan?! Kenapa tiba-tiba Ibu mempermasalahkan hal seperti itu?!" Melodi marah-marah tak terima.

"Bukan itu masalah dasarnya, Melodi! Permasalahannya sekarang, bagaimana kalau Maharani menyuruh putrinya menghentikan pemasokan kain ke dalam butik kita?! Kita mau apa?!" seru Ratih.

Kepanikan tergambar jelas di wajahnya.

Ia mengusap dadanya yang sesak, menatap Melodi yang masih berdiri mencerna ucapannya.

"Selama ini butik-butik kita bisa berkembang pesat karena mendapat dukungan penuh dari perusahaan keluarga Dirgantara! Kalau mereka benar-benar marah dan tahu kamu berbohong semalam. Bisa saja Maharani akan memutuskan pertemanan dengan Ibu. Dan kalau sampai itu terjadi, seluruh usaha yang Ibu bangun mati-matian selama ini akan hancur seketika!"

Deg!

Glek!

Melodi menelan salivanya, membayangkan betapa besarnya dampak dari kebohongannya semalam.

"Terus kita mau bagaimana dong, Bu? Gimana kalau kita berkunjung saja ke rumahnya?" usul Melodi mulai panik.

Ratih menarik napas, menatap putrinya dengan raut gelisah. "Melodi, kamu dengar sendiri kan semalam bagaimana putrinya memperlakukan kita? Padahal kita yang jelas-jelas tuan rumah! Kamu bilang mau berkunjung ke rumahnya... apa kamu sudah pikir matang-matang? Putrinya itu mulutnya terlalu pedas! Dia jelas terlihat tidak menyukai kita."

Melodi terdiam sejenak, memutar otak mencari jalan keluar lain. "Kalau begitu, gimana kalau kita memanfaatkan saja Humaira? Kan sebentar lagi Mas Zidan mau menceraikan Humaira lalu menikahi aku. Nah, kalau Humaira benar-benar ada hubungan dengan dengan putranya Bu Rara—kita kan bisa memanfaatkan Humaira!"

Ratih geleng-geleng kepala melihat pemikiran putrinya yang sangat sempit.

"Kamu pikir, setelah apa yang selama ini kita lakukan sama Humaira, dia mau menolong kita?! Pikir pakai otakmu, Melodi!" Ucap Ratih kesal, tak habis pikir dengan kebodohan anak kesayangannya itu.

"Mendingan kau berdoa saja, semoga Maharani tidak serius dengan ucapannya semalam... yang mau memutuskan persahabatan dengan Ibu hanya karena Humaira."

"Tapi tunggu, Bu!" ujar Melodi tiba-tiba, matanya kembali berbinar seolah menemukan celah.

"Apalagi?"

"Humaira kan istrinya Mas Zidan?"

"Terus?"

"Putranya Bu Rara pasti enggak tahu kalau Humaira itu sudah menikah! Kita bisa mengambil kesempatan dari situ!"

Ratih menatap Melodi dengan tatapan semakin kesal. "Lagi-lagi pemikiran ngawur. Mengambil kesempatan dari situ? Yang ada justru Zidan yang akan menanggung malu!"

"Loh, kenapa begitu, Bu?" tanya Melodi bingung.

"Jangan bodoh ya, Melodi! Boleh tidak, sebelum bicara itu kamu pikirkan dulu orang-orang di sekelilingmu? Kamu mencintai Zidan, kan? Kalau kamu membocorkan ke Alva bahwa Humaira itu istrinya Zidan, kamu pikir apa yang akan Alva pikirkan?!" seru Ratih gemas.

"Alva dan anggota keluarganya akan berpikir kalau Zidan itu suami tidak bertanggung jawab yang tidak mengakui istrinya sendiri, mengabaikan Humaira, dan malah menggandeng wanita lain! Secara tidak langsung, kamu itu mempermalukan Zidan!"

Melodi mencerna ucapan ibunya pelan-pelan. Benar juga... Jika ia membeberkan hal itu, sama saja ia membongkar aib Zidan sendiri.

Terlebih semalam Zidan hanya diam seribu bahasa saat Melodi mengaku-ngaku sebagai calon istrinya di depan semua orang—tanpa mereka sadari bahwa sebenarnya Alva sudah tahu semuanya tanpa terlewat sedikitpun. Bahkan sampai yang tak diketahui Zidan, iya itu kehamilan Humaira.

____

Wajah Zidan mengeras saat melihat siapa yang datang ke rumah sakitnya saat jam makan siang. Pria itu bahkan dengan beraninya berdiri di lobi, menunggu istrinya.

Zidan berjalan mendekat menghampiri pria itu. "Sepertinya Anda punya banyak waktu senggang sampai datang kemari, padahal Anda terlihat baik-baik saja. Disini tempat orang sakit, bukan orang sehat." ujar Zidan terdengar sangat dingin, menatap tajam pria di hadapannya.

Alva berdiri tegak, memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana. Pria itu menyeringai tipis. Entah mengapa, membuat Zidan terbakar api cemburu yang meluap-luap, dia justru sangat menikmatinya.

"Tentu saja pekerjaan kita beda, Pak Direktur. Saya hanya bekerja kalau ada klien. Kalau tidak ada, saya memang punya banyak waktu senggang," sindir Alva kemudian berjalan sedikit mendekat.

"Waktu senggang untuk kekasih saya," lanjut Alva sedikit berbisik, sengaja memancing emosi Zidan.

Rahang Zidan makin mengetat mendengarnya. Ia ingin sekali meluapkan amarah dan mengusir pria di depannya itu, namun mengingat kejadian semalam—di mana Alva hanya tahu Melodi adalah pasangannya dan Humaira bukan siapa-siapa baginya—Zidan sadar ia tidak punya alasan atau hak yang sah untuk menumpahkan kecemburuannya.

"Dokter Zid----" ucapan Humaira terhenti saat melihat kedua pria itu saling berhadapan.

Zidan dan Alva sama-sama menoleh ke arahnya.

Pak Alva? Batin Humaira kaget, tak menyangka Alva berani datang ke rumah sakit Zidan.

1
Nar Sih
😭😭😭sedih bundaa ...kok arumi putus tgh jln pdhl lgi seru,,nyaa😭😭
bunda Qamariah: sebenarnya bisa di lanjutin sayangg. tapi kalau mau Revisi ulang, astaghfirullahalazim 🤧 butuh tenaga ekstra 🤧
total 1 replies
Syakirah Dzaky
Yah Allah syg skali Thor , lagi seru2nya harus berhenti😭, di saat lagi cinta secinta2nya tiba2 harus berakhir, rasanya sakit tau g 😭 Aku slalu menanti karya2mu bunda dan sukses slalu 🤲🤲 berharap Azhar bisa di lanjutin
bunda Qamariah: iya syang. maaf ya, karena harus berhenti di tengah jalan. soalnya lagi mumet kalau mau Revisi dari no🤧


jangan lupa mampir di karya baru aku ya, say. udah terbit kok
total 1 replies
Syakirah Dzaky
Akhirnya Humairah dan Alva bahagia menanti calon bayi untk kesempurnaan keluarga mereka , dan buat Zidan yeah Akhirnya ketemu jodohnya juga . Ditunggu yah toh novel baru nya , jgn lama2 loh🤭
Aysah Meta: Sesuai kak,dengan sifat zidan yg ha ho haa hooo🤭🤭 pintar tapi bodoh🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
Nar Sih
mau bangettt bunda lanjut kisah zidan dan gadis kribo penjual ikan nya pasti seruu dan lucuu🙏🥰🥰
𝐀⃝🥀Weny
akhirnya terbongkar juga semua kebusukan melodi😏
Jamayah Tambi
Setelah gabis masa nifas nikahkan Davin dan Melidi.Dulu bukan main kamu anak betanak menghina Humaira dan Yanti.Mengatakan perempuan jalang,murahan ,pelacur dan anak haram.
bunda Qamariah: betul itu say🤧
total 1 replies
Jamayah Tambi
Kesian kan.
Jamayah Tambi
Bapak dah masukbpenjara,ni mak saudara pulak.Apa mau
Jamayah Tambi
Ni Alva tak cerita lagi kejalangan Melodi
Jamayah Tambi
Rasakan Melidi.Ingat nak makukan Humaira,kau sendiri yg malu
Jamayah Tambi
Lambat,banyak drama
Jamayah Tambi
Ah tak sabarnya nak malu
Jamayah Tambi
Kau tak sadar diri Melidi.Dah berapa bulan menjadi isteri Zidan masih belum di sentuh.Kalau Alce mengeluarkan gambae2 lucahmu dgn selingkuhan mu siapa yg lebih malu
Jamayah Tambi
Apa lagi ulah dan rancangan Melidi
bunda n3
dan yg paling menyakitkan itu dikhianati orang terdekat kita
bunda n3
Humaira hamil sepertinya
Nar Sih
ahir nya semua terbongkar ,zidannn....malang nya nasib mu yaa..semoga stlh ini kmu dpt kan kebagiaan mu nanti
Syakirah Dzaky
Kasian Zidan , aku bisa merasakan betapa sakit dan hancur nya dia😭 . terimakasih thor akhirnya kau update juga
bunda Qamariah: sama2 say🫰
total 1 replies
Jamayah Tambi
Jawab Alva.
Jamayah Tambi
Lepas ni jangan nak cemburu buta.Ramai yg antin di luar sana mau merampas Alva .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!