Indonesia
NovelToon NovelToon
Terjebak Rasa

Terjebak Rasa

Status: tamat
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Cintamanis / Tamat
Popularitas:20.9k
Nilai: 5
Nama Author: Chyntia R

Novel ini tidak berlanjut! 🙏🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chyntia R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bullying

Setelah melewati rutinitas pekerjaan seperti biasanya, akupun bersiap untuk pulang. Aku akan menjemput Ola di Rumah Sakit terlebih dahulu.

Seperti biasa, aku dan Nita akan menuju ruang loker untuk mengambil barang-barang pribadi kami.

Nita sudah siap dengan tasnya dan dia bersiap pergi, namun aku mencegat tangannya.

"Kenapa, Ris?" tanya heran.

"Nit, coba lihat ini.." Aku sedikit bergeser dari posisiku agar Nita bisa melihat kedalam isi lokerku.

"Ya ampun, siapa sih yang ngisi loker kamu sama sampah." Nita bersungut-sungut seraya mengeluarkan sampah-sampah dari dalam lokerku. Aku pun melakukan hal yang sama. Banyak sekali sampah yang memang sengaja diletakkan dalam lokerku. Mulai dari sampah botol minuman, plastik, bahkan bekas sisa-sisa makanan yang sudah mengeluarkan bau tidak sedap.

Nita sampai menutup hidungnya dengan tangan, begitu pula denganku.

"Ini namanya tindak bullying, Ris!" Ucap Nita dengan nada tidak terima. Dia nampak kesal.

"Sudah Nit, bersihkan tanganmu. Biar aku saja yang mengeluarkan ini." kataku pada Nita.

Nita menuju area wastafel luar yang terletak tak jauh dari ruangan loker, mencuci tangannya dan ketika dia kembali aku sudah membuang semua sampah itu kedalam tong sampah.

Kebetulan memang kami yang terakhir keluar dari area Showroom, karena tadi kami masih ada Customer untuk dilayani.

"Gak bisa dibiarin ini, Ris!" Nita mengelap tangannya yang basah dengan tissue. "Ini keterlaluan. Aku bakal aduin ke Pak Irfan." sambungnya.

Aku menggaruk leherku yang tidak gatal. "Udahlah, Nit. Ntar urusannya jadi panjang."

"Ya memang harus, ini pasti ulah Tania dan Dila." terka Nita.

Walaupun aku juga yakin jika ini ulah kedua wanita itu, tapi aku tidak mau mendramatisir keadaan dan malah memanas-manasi Nita. Bagaimanapun Tania dan Dila adalah temannya juga yang lebih dulu dia kenal dibandingkan aku.

Setelah aku mencuci tangan, kami keluar dari kantor. Di depan ternyata sudah ada Mas Irfan yang berdiri tegak. Entah apa tujuannya, tapi aku yakin jika dia tengah menungguku. Itu terbukti saat dia melihatku, dia langsung menghampiri aku dan Nita.

"Sore, Pak." sapa Nita pada Mas Irfan dan lelaki itu mengangguk samar.

Nita pun pamit dari hadapanku, dia segera menuju parkiran motornya.

Seperginya Nita, Mas Irfan mulai buka suara untuk menanyaiku.

"Ris, laki-laki yang kemarin menjemputmu, siapa?" tanyanya.

"Oh, itu Andre." jawabku.

"Kalian punya hubungan?" tanya Mas Irfan lagi. Aku hanya tersenyum kecil dan tidak mau menjabarkan pada lelaki dihadapanku tentang hubunganku dan Andre yang memang tidak jelas sebagai apa.

"Ris, sekarang ini kamu sibuk gak?"

"Aku harus menjemput Ola, Mas."

"Oh iya, Aku dengar Ola dirumah mantan suamimu. Mau ku antar kesana menjemput Ola?" tawarnya.

Sepertinya Mas Irfan tidak tahu jika Ola dirawat dirumah sakit. Syukurlah Mama tidak menceritakan hal itu pada Bukde Nani, sehingga Mas Irfan tidak akan tahu.

Mama dan Ayah ingin menjenguk Ola dari kemarin, tapi aku mencegahnya karena aku tidak mau kedua orangtuaku bertemu Yuda, terutama dengan Salma. Aku menjaga perasaan orangtuaku yang sudah cukup sakit hati akibat ulah Yuda dan Salma. Untuk itulah mereka tidak datang kerumah sakit dan hanya menunggu kepulangan Ola hari ini.

"Tidak usah, Mas. Aku-aku dijemput Andre." tolakku halus.

Mas Irfan mengangguk. "Jadi benar kalian ada hubungan?" tanyanya dingin.

Aku hanya tertunduk, tidak berani menatap wajah Mas Irfan yang berubah tak ramah.

Kenapa Andre lama sekali? batinku bertanya-tanya keberadaan Andre yang belum kunjung tiba untuk menjemputku.

"Ris, kamu yakin dia akan menjemput? Ini sudah lebih dari lima belas menit." tiba-tiba Mas Irfan memecah keheningan yang tercipta. Ternyata dia tetap menungguiku sedari tadi.

Aku mengangguk sebagai jawaban. Aku yakin Andre akan menepati janji untuk menjemputku hari ini.

"Aku anter aja, Ris. Sebentar lagi gelap loh." Mas Irfan melihat jam ditangannya.

"Mas duluan aja, aku akan naik taxi jika Andre batal menjemput." ucapku pelan.

Mas Irfan menyugar rambutnya. "Aku tungguin sampai kamu dijemput. Kalau gak dijemput juga, aku tungguin kamu sampai dapat taxi!" gerutunya.

Aku terkekeh kecil melihat tingkah Mas Irfan yang keras kepala. Sama halnya denganku, dia tidak mau mengalah. Kami tetap pada pendirian masing-masing.

"Segitu gak maunya dianterin sama aku." keluh Mas Irfan yang ku tanggapi hanya dengan tawa kecil.

Mobil Andre tiba dihadapanku, Pak Jun keluar dan membukakan pintu. Aku mencari keberadaan Andre tapi tidak melihatnya didalam mobil yang pintunya sudah terbuka itu.

"Andre mana, Pak?" tanyaku pada Pak Jun.

Pak Jun hanya tersenyum penuh arti seraya melirik Mas Irfan. Aku mengerti jika Pak Jun tidak mau buka suara dideoan Mas Irfan. Aku pun pamit pada atasanku itu seraya memasuki jok belakang mobil.

Mas Irfan memandangi kepergianku, dia melambaikan tangan sampai mobil yang disupiri Pak Jun berjalan menjauh darinya.

Aku cukup sungkan dengan tingkah Mas Irfan, beberapa hari ini bahkan dari awal aku bekerja dia seperti menungguiku. Entahlah apa yang ada dipikirannya, aku tidak mau menebak isi kepala orang lain.

"Pak Jun, Andre kemana?"

"Maaf Mbak, Den Andre tadi ada pekerjaan mendadak. Beliau meminta saya untuk menjemput Mbak Riris dan mengantarkan kerumah sakit." jelas Pak Jun.

Aku manggut-manggut dibelakang kursi kemudi. Andre pasti tengah disibukkan dengan rutinitasnya sekarang. Pekerjaannya banyak yang terbengkalai sejak dia sakit. Bisa-bisanya lelaki itu menemaniku dua malam ini dirumah sakit saat pekerjaannya pun sedang ssngat banyak.

Mobil itupun melaju membelah jalanan sampai kami tiba diRumah sakit. Sesampai disana kedatanganku langsung disambut oleh Yuda dan Ola. Salma tidak nampak batang hidungnya, aku pun tidak mau menanyakannya.

Dengan dibantu Yuda, akhirnya Ola memasuki mobil yang disupiri oleh Pak Jun.

"Seharusnya tidak usah seperti ini, Ris." ucap Yuda. "Aku juga bisa mengantarkan kalian, kenapa harus pakai mobil Andre. Dia juga gak ada." sambungnya dengan nada tak senang.

Aku memilih diam dan memutuskan segera pergi dari sana.

"Hati-hati, Ris. Jika sudah sampai dirumah tolong kabari aku."

"Hemm.."

Mobil mulai kembali melaju, ponselku pun berdering. Andre yang menelepon.

"Ris, sudah sampai dirumah sakit?" tanyanya dari seberang sana.

"Sudah. Maaf merepotkanmu terus." kataku.

"Tidak apa, Ris. Aku sedang di Singapura. Maaf jika baru sekarang mengabari kamu. ini mendadak aku harus kesini."

"Singapura?"

"Ya, doakan masalah disini cepat selesai ya. Setelah urusanku ini selesai, izinkan aku bertemu dengan kedua orangtuamu."

Mendengar itu aku terdiam untuk beberapa saat. Aku ingin mencerna maksud dari kata-kata Andre. Untuk apa dia bertemu kedua orangtuaku?

...Bersambung ......

1
Sari Sukrik
ya ko begitu ka...padahal ceritanya bagus, sedikit kecewa karna di stop sepihak😔😔
Yetti Dimas
andre bahagia nya tuh sama kamu ris,, kasian udh kelamaan nunggu.
Umisah Asther
Riris terima Andre dia tulus jangan di tolak...kl di tolak babang Andre buat Q aja🥰
Chyntia Rizky 🖋️: hihihi author nya juga mau kak😅
total 1 replies
Chyntia Rizky 🖋️
maaf banyak typo...next aku perbaiki 🙏🙏🙏
Blue Sky
next kak
Dinni Fhartina
seru
Yetti Dimas
lanjutkan
Umisah Asther
jangan biki salah paham ris
Chyntia Rizky 🖋️: 😅😅😅😅✌️✌️
total 1 replies
Chika Kaboru Muhama
lanjut
GelsanuSahra: Mampir diceritaku yuk Tak Ada Kata Sayang
total 1 replies
Dinni Fhartina
tapo jadi bingung
Dinni Fhartina
makin seru
Yetti Dimas
lanjuttt
Ida Martini
lanjut thor
Blue Sky
lanjut...
Blue Sky
Aku pikir bakal jd istri pura2 ris. hahahaa
Yetti Dimas
Riris jgn galak galak sama Andre ah. Andre tulus cintanya
Chyntia Rizky 🖋️: berasa kayak dinasehati kak helena nih si Riris. hehehe
total 1 replies
Ida Martini
lanjut..
Chyntia Rizky 🖋️: siap kak..
total 1 replies
Blue Sky
selamat utk status barumu, Ris
Umisah Asther
semoga kamu bahagia ris
Blue Sky
pokonya riris hrs sama andre lah ya...😅😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!