Riana adalah korban dari orang ke tiga yang hadir dalam rumah tangga nya.
Skandal percintaan dengan suami orang.
Di dalamnya ,mengurai gaya hidup Romi dan Imey yang menghalalkan berbagai cara agar cepat mendapatkan uang banyak.
Akankah mereka bersatu?
Dengan Siapa Riana akan memulai membangun rumah tangga nya kembali? Bagaimana Riana menghadapi segala konflik yang menimpanya?
Diantara Aku Ada Cerita Dia mengupas kisah Riana, Romi,Imey,Milki dan Aziz.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naim Nurbanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERKENALAN DENGAN ORANG TUA
" Kamu tampak gugup Riana!" ucap Aziz.
" Tentu saja! Mau berjumpa dengan calon mertua. Siapa yang tidak akan gugup?" ucap Riana.
" Jangan kwatir! Papa mama ku tidak akan memakan kamu Ria!" kata Aziz menggoda.
Di dalam mobil Fortuner milik Aziz, Riana berusaha tenang. Ponsel yang ada di tangannya berkali - kali dibuat nya mainan. Ponselnya di lemparkan dari tangan ke kiri ke kanan, kegelisahan itu semakin kentara sekali.
" Riana!" panggil Aziz.
" Iya?" sahut Riana.
" Hehehe! Kenapa se gelisah itu? Aku ada di samping kamu!" ucap Aziz sambil mengambil tangan Riana.
Telapak tangan Riana mulai berkeringat. Aziz menggenggam tangan itu semakin erat.
" Yuk! Turun!" ucap Aziz sambil tersenyum.
Riana menarik nafas dalam-dalam. Di usapnya telapak tangannya dengan tisu. Akhirnya Riana keluar dari mobil Fortuner itu dan melangkah mengejar Aziz hingga di belakang punggungnya.
Papa dan mama Aziz sedang duduk di ruang tengah. Mereka menunggu kedatangan Aziz dan Riana sesuai rencana ingin memperkenalkan gadis yang di cintai nya.
" Assalammualaikum! Papa mama!" ucap Aziz sambil menjabat tangan papa dan mama nya.
Riana mengikuti langkah Aziz, menjabat tangan ke dua orang tua Aziz.
" Siapa namanya?" tanya mama Aziz sambil tersenyum ramah.
" Riana ma!" jawab Aziz.
" Aziz! Mama bukan bertanya dengan kamu loh!" ucap mama Aziz.
" Eh iya Tante! Saya Riana Tante!" ucap Riana sambil tersenyum.
" Sudah lama kenal dengan Aziz?" tanya papa Aziz.
Papa Aziz bernama Suntoro sedangkan mama Aziz bernama Sukma. Pak Suntoro dan Ibu Sukma adalah anggota dewan pemerintah di kota besar itu.
"Belum lama om! Kira - kira baru empat bulan ini." jawab Riana yang sudah tidak gugup lagi.
" Oh! Baiklah kita makan malam dulu yuk!" ajak Ibu Sukma sambil tersenyum dan menarik tangan Riana menuju dapur.
Aziz mengikuti dari belakang ketika melihat Riana di tarik ibu nya ke belakang rumah.
" Eh! Kamu ngapain ikut kami! Ini urusan wanita." kata Ibu Sukma.
" Ya ampun Mama!" sahut Aziz.
" Iya! Kamu di sini saja dengan papa. Papa ingin bicara dengan kamu." ucap Pak Suntoro.
Akhirnya dengan malas, Aziz duduk di kursi sofa yang tidak jauh dengan papa nya duduk.
" Di mana kamu kenal dengan Riana!" tanya Pak Suntoro.
" Waktu di rumah kawan pa!" jawab Aziz.
" Dia wanita karier atau masih kuliah?" tanya Pak Suntoro.
" Riana sudah bekerja di perusahaan ternama di kota ini pah. Orang ke dua di perusahaan A. Jadi Riana wanita karier!" ucap Aziz bangga.
" Oh! Papa kira masih kuliah." sahut Pak Suntoro.
" Menurut papa, bagaimana dengan Riana?" tanya Aziz mulai takut - takut.
" Bagus! Kesan pertama,bisa di terima. Pilihan kamu memang tidak di ragukan." ucap Pak Suntoro.
" Alhamdulillah!" sahut Aziz sambil tersenyum senang.
" Bagaimana dengan status nya?" tanya Pak Suntoro tiba - tiba dan membuat Aziz terkejut dengan pertanyaan itu.
" Kalau dia orang ke dua di perusahaan A, Papa kenal dekat pimpinan di perusahaan itu. Baru saja bapak bertanya melalui Wa,katanya dia seorang janda?" kata Pak Suntoro.
" Astaga! Cepat sekali papa mencari informasi mengenai Riana." ucap Aziz sedikit gusar.
" Tentu saja! Siapa saja yang akan masuk di keluarga besar kita, papa harus tahu asal usul nya,latar belakang dan lingkungan pergaulan nya." ucap Pak Suntoro.
" Jadi apa benar, Riana adalah seorang janda?" kata Pak Suntoro.
" Iya benar pah! Tapi aku sudah terlanjur mencintai nya pah!" ucap Aziz.
" Oke! Oke! Kita bicarakan saja nanti yah! Jalan mu masih panjang. Gadis - gadis yang masih perawan dengan status single juga banyak di luar sana." ucap Pak Suntoro.
" Astaga! Papa jangan begitu dong! Aku sudah terlanjur menyukai Riana pak!" ucap Aziz mulai keras nada bicaranya.
" Aziz! Bukankah kamu masih perjaka? Masih banyak yang mau dengan kamu!" ucap Pak Suntoro.
"Apa salahnya dengan status janda pa!" sahut Aziz yang tertahan emosinya.
"Oke! Oke! Nanti kita lanjutkan pembicaraan kita nanti saja. Kita makan dulu. Mama dan Gadis pilihan kamu sudah menunggu di belakang." Ucap Pak Suntoro sambil bangkit dari tempat duduknya dan melangkah ke ruang makan.
" Astaga!" teriak Aziz sambil memukulkan tangganya ke tembok di dekatnya.
" Aw!" teriak Aziz sendiri.
*********
Di meja makan itu Riana dan Aziz tidak banyak berbicara. Suasana jadi kurang hangat setelah pembicaraan pribadi antara Aziz dengan Pak Suntoro. Tiba - tiba Milki dan Sintia datang dan bergabung di meja makan itu. Suasana yang tadi nya sepi bak kuburan berubah menjadi ramai. Sintia mulai sibuk mengambil makanan di atas meja makan itu. Demikian juga Milki.
Tatapan Milki tertuju ke Aziz yang tampak berwajah kurang ceria. Di lihatnya wajah Aziz dan Riana berulang-ulang. Milki mencari sesuatu yang tidak beres di antaranya. Tanda tanya besar dalam pikiran Milki. Sesekali melihat raut wajah papa dan mama nya. Mungkin saja sesuatu sudah terjadi.
" Siapa yang masak hari ini Ma?" tanya Milki sambil menguyah makanan yang sudah masuk ke dalam mulutnya.
" Mbk Fatimah! Mama mana sempat masak!" ucap Ibu Sukma sambil meminum air putih di samping nya.
" Kamu tidak memperkenalkan calon istri mu Milki?" tanya Ibu Sukma.
" Hah?" Milki terkejut.
" Lebih cepat lebih baik! Nanti kalau papa mu tidak setuju, biar kamu tidak patah hati dan stress." ucap Ibu Sukma menyindir.
" Lho! Bukankah papa mama sudah berjanji akan setuju dengan pilihan kami?" sahut Milki sambil melirik Aziz dan Riana yang mulai canggung.
Pak Suntoro dan Ibu Sukma bergegas meninggalkan meja makan itu lalu meninggalkan mereka yang masih belum selesai makan malam.
" Mas! Aku pulang sekarang yah!" ucap Riana sambil berdiri dan melangkah keluar dari meja makan itu.
" Mbk Ria!" Panggil Sintia.
" Iya! Ada apa Sin?" tanya Riana.
" Tidak perlu buru - buru pulang mbk!" kata Sintia.
" Iya! Santai dulu di sini Mbk!" sahut Milki yang merubah panggilannya di tambah dengan embel-embel mbk.
" Eh? Milki aku bukan kakak mu Milki! Kamu jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan seperti itu." ucap Riana sambil melirik ke arah Azis.
" Riana!" panggil Aziz pelan sambil menarik lengannya keluar dari ruangan itu sampai di bawa masuk ke dalam kamar pribadinya.
Milki dan Sintia saling berpandangan. Keduanya sudah dapat menduga bahwasanya papa mamanya tidak menyetujui hubungan Aziz dengan Riana.
" Papa dan mama selalu seperti itu!" ucap Sintia.
" Kamu senang mas? Papa dan mama tidak setuju jika mas Aziz menikah dengan Mbk Riana?" tanya Sintia yang membuat Milki terkejut dan membelalakkan matanya.
" Kamu ngomong apa sih Sintia!" ucap Milki keras.
" Aku sangat paham! Bahwasanya Mas Milki belum bisa melupakan mbk Riana. Masih belum ikhlas jika Mbk Riana berhubungan dengan mas Aziz." ucap Sintia.
" Kamu tahu apa Sintia!" sahut Milki.
" Sudahlah! Jangan munafik mas!" ucap Sintia.
" Cukup! Kamu tidak perlu mengatur hidupku. Kamu anak kecil tahu apa soal perasaan!" ucap Milki sambil menggebrak meja makan itu.
" Eh?" Sintia terkejut bukan main.
*******
Di dalam kamar Aziz.
" Riana!" panggil Aziz dengan lembut.
" Aku sudah terlanjur mencintai kamu. Aku menyukai dan menyayangi kamu. Kamu harus percaya itu." ucap Aziz.
" Lalu?" sahut Riana.
" Setuju atau tidak setuju, aku harus menikahi kamu!" ucap Aziz sambil mengambil tangan Riana dan menggenggamnya.
"Bagaimana dengan papa dan mama kamu?" tanya Riana.
" Aku tidak perduli!" ucap Aziz.
" Jangan! Aku yang tidak mau, jika memang papa dan mama kamu tidak menyukai aku. Sebaiknya kamu ikuti saja kemauan papa dan mama kamu mas!" ucap Riana mulai bergetar suaranya.
" Tidak akan! Aku harus menikah dengan kamu!" sahut Aziz sambil merengkuh tubuh Riana.
pilihan hati❤💞 mampir
saling dukung kk