Dark Romance !!
Bukan untuk anak kecil !!
Black flag man x innocent girl !!
Hubungan toxic !!
Seperti pepatah air susu di balas air ketuban, begitu juga dengan apa yang terjadi pada Dhelpine, sehingga membuat hidup wanita itu berubah menjadi buruk.
Malam itu, Dhelpine menyelamatkan seorang pria yang tak sadarkan diri di tengah badai salju yang begitu mengerikan. Dhelpine memutuskan mengobati dan menyelamatkan pria bernama Enoch itu.
Tanpa mengetahui jika Enoch adalah sosok yang sangat berbahaya. Dia salah satu sindikat pendiri pasar ilegal, dan juga sosok psikopat berbahaya.
Dan peristiwa penyelamatan oleh Dhelpine, justru membuat obsesi tersendiri bagi Enoch pada gadis cantik nan lugu itu, yang berakhir menjadikan Dhelpine sebagai pemuas ranjangnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35. Perhatian dari Dhelpine
Fernando masih menundukkan kepalanya, kini dia duduk bersebelahan dengan Enoch di dalam mobil. Remaja lelaki itu, masih teringat tadi saat Enoch membelanya hanya dengan satu kalimat yang membungkam Clarissa yang sedari tadi menghinanya.
Flashback.
“Aku dan istriku sudah bercerai secara resmi, dan putraku, Fernando sudah sah jatuh ke tanganku. Dia sudah tidak memiliki hubungan apapun dengan Linnea, jadi tolong. Jangan libatkan putraku dalam permasalahan dengan mantan istriku.” Ujar Enoch dengan datar dan penuh penekanan berbicara pada Clarissa, Theo, dan bahkan pada Orion di sana.
“Dan Nyonya Celesta. Aku akan memberikan surat ijin untuk Fernando, dia membutuhkan istirahat beberapa hari di rumah. Anda tenang saja, aku akan memanggil guru les khusus untuk putraku agar dia tidak ketinggalan pelajaran.” Lanjut Enoch kepada Celesta, sang kepala sekolah.
“Ah.. Ba.. Baiklah Tuan Enoch Cooper.” Ujar Celesta sedikit terbata-bata dan gugup, karena tatapan Enoch yang tajam ke arahnya. Bukan karena emosi, tapi memang Enoch berperilaku dingin dan acuh, tatapannya selalu menyorot tajam kepada orang-orang di sekitarnya.
Enoch merangkul Fernando dari samping, lalu mengajaknya pergi dari sana.
“Ayo pergi, kita pulang.” Ujar Enoch dengan datar tapi lebih lembut dari sebelumnya.
Fernando mengikuti ayahnya keluar dari sana, dan mengabaikan tatapan tajam dari Cain dan Rain kepadanya. Entah kenapa, perlindungan dan pertolongan dari Enoch justru membuat Cain dan Rain semakin membenci Fernando.
Fernando sendiri berpikir, jika Enoch sengaja merangkulnya demi nama baiknya, agar di pandang sebagai ayah yang baik dan pelindung. Tapi setelah sampai di luar, Enoch tidak melepaskan rangkulan di bahunya, hingga sampai di mobil yang terparkir di halaman depan sekolah.
Flashback off.
“Aku harap, kau tidak bermasalah tinggal bersama dengan Dhelpine. Karena aku tidak mungkin mengantarkanmu pada Linnea, wanita itu pasti akan mengusirmu lagi.” Ujar Enoch berbicara pada Fernando, tapi tatapannya fokus ke arah depan.
“Ba.. Baiklah... Tidak apa.” Ujar Fernando sedikit kaku di sana, dia jarang sekali berinteraksi sedekat ini dengan Enoch.
Bahkan ini, pertama kalinya Fernando naik mobil Enoch setelah 17 tahun lamanya. Karena Enoch tidak pernah sedikitpun mengijinkan Linnea atau Fernando naik mobil ini sebelumnya.
...
Pemandangan biasa yang terasa aneh bagi Fernando, saat masuk ke dalam rumah bersama Enoch, dan melihat Dhelpine di samping meja makan, menyiapkan banyak perlengkapan alat makan, seperti mangkuk, sendok dan garpu di setiap kursi.
Dhelpine menoleh dan melihat kejadian dua lelaki berdiri tidak jauh dari tempatnya berdiri. Wanita itu kemudian berjalan mendekati mereka sembari tersenyum.
Enoch sudah mempersiapkan senyuman terbaiknya dan mengangkat tangannya, bersiap menerima pelukan dari kekasihnya.
“Bagaimana kondisimu ?? Apa masih sakit ?? Kenapa mereka melukaimu ??”
Enoch menoleh dan mendapati Dhelpine malah menyambut Fernando dan memeluk remaja lelaki itu dengan lembut. Dhelpine menatap penuh iba pada luka di kepala Fernando yang sudah di perban.
Fernando hanya tersenyum canggung, dia tidak pernah mendapatkan perhatian seperti ini sebelumnya.
“Aku.. Baik-baik saja.. Bibi ???”
Dhelpine menghela nafasnya, “Baiklah kalau begitu, duduklah. Aku sudah memasak steak untuk kita berlima, nanti setelah itu aku ganti perbanmu. Jika tidak, bisa-bisa infeksi karena kepalamu terbentur meja yang penuh kuman.”, Ujar Dhelpine lagi dengan lembut dan tersenyum manis di sana.
“Sayang~ Kenapa kau tidak memelukku ?!” Ujar Enoch sedikit protes tapi dengan nada manjanya.
Dhelpine melirik sinis ke arah Enoch.
“Kau sudah sering mendapatkan pelukan !! Jadi tidak perlu, lagipula Fernando yang terluka, bukan dirimu !!” Ujar Dhelpine dengan ketus di sana, lalu dia menoleh lagi ke arah Fernando dan tersenyum manis.
“Ayo, aku sudah membuat jus alpukat lezat untukmu.” Ujar Dhelpine meraih tangan Fernando dan menariknya dengan lembut, membuat Enoch cemberut di sana, saat kekasihnya lebih memanjakan putranya daripada dia.
Setelah sampai di meja makan, Dhelpine menarik salah satu kursi, “Duduklah, aku ambilkan jusnya.”
Fernando duduk di kursi yang sudah di sediakan, lalu Dhelpine berlalu dari sana mengambilkan jus untuk Fernando. Sementara Enoch berjalan dan akhirnya duduk di samping putranya, dengan raut wajah kesalnya.
Fernando yang mengetahui itu, hanya tersenyum kikuk di sana, melihat ekspresi ayahnya yang cemburu.
Tidak lama, Dhelpine datang membawakan sebuah teko besar berisikan jus alpukat yang banyak. Dia memang membuat untuk orang banyak, tidak hanya untuk Fernando saja.
Dhelpine juga sudah menyiapkan gelas kosong di setiap kursi, jadi wanita itu menarik gelas di depan Fernando dan menuangkan jusnya untuk remaja lelaki itu.
“Silakan diminum, tenang saja. Aku tidak memasukkan apapun ke dalamnya.” Ujar Dhelpine sembari bercanda kecil.
“Sayang~ Apa hanya Fernando yang terlihat disini ??” Ujar Enoch kembali merengek, membuat Dhelpine menghela nafasnya berat, dia meraih gelas di tempat duduk Enoch dan menuangkan jus itu untuk kekasihnya.
“Ini, coba saja.” Ujar Dhelpine menyerahkan segelas jus itu kepada Enoch.
“Dingin sekali~ Padahal dengan Fernando kau bisa tersenyum, tapi denganku, kau bertingkah sok acuh.” Celetuk Enoch kembali merajuk, Dhelpine terkekeh pelan di sana.
Fernando mengamati interaksi Enoch dan Dhelpine, seketika dia menyadari satu hal. Ayahnya tidak terlihat dingin dan kasar kepada Dhelpine, sebaliknya lelaki itu bisa bercanda dan merajuk seperti pria pada umumnya kepada istrinya sendiri.
Barulah Fernando menyadari.. Ayahnya jatuh hati kepada Dhelpine, bukan kepada ibunya. Sedikit sakit memang, tapi Fernando tidak masalah. Asal ayahnya senang, lelaki itu juga akan ikut merasakan kebahagiaan.
“Untuk makanannya, kita tunggu, yang lain.” Ujar Dhelpine dengan ramah kepada Fernando.
“Yang lain ??” Tanya Fernando heran, tapi sebelum dia sempat membuka mulutnya, sebuah suara terdengar dari pintu depan.
“Bibi Dhelpine !!”
Fernando membeku di tempat, suara itu.. Tidak mungkinkan.. ?? Fernando perlahan menoleh dan benar saja.
Di depan sana, berdiri Harvey dan Cain. Fernando hanya bisa menangisi nasibnya untuk yang kedua kalinya.
Kenapa bertemu dua orang itu lagi ?! Batin Fernando menangis, tidak bisakah dia pergi ke sebuah tempat, tanpa bertemu sepupu iblisnya itu ?!
“Lho ?? Ada Kak Fernando juga disini ??” Ujar Harvey dengan nada ramahnya, membuat Fernando hanya bisa tersenyum tipis di sana.
“Cain, Harvey, kalian bisa duduk di kursi. Bibi memasak steak untuk makan siang kita berlima.” Ujar Dhelpine dengan ramahnya, membuat Cain dan Harvey akhirnya berjalan mendekati meja makan, dan kemudian duduk di kursi, yang bagusnya lagi.. Harvey duduk bersebelahan dengan Fernando.
“Kak Fernando, apakah lukamu masih sakit ??” Tanya Harvey dengan nada ramahnya, tapi tidak dengan tatapannya kepada Fernando.
“Lumayan, luka ini tidak terlalu parah.” Ujar Fernando mencoba menanggapinya dengan tenang.
“Sebenarnya ada apa ?? Kenapa Fernando, dan Cain terluka ?? Kalian berdua tidak bertengkar, kan di sekolah ??” Tanya Dhelpine dengan rasa penasaran.
Cain tersenyum kecil, “Tidak sama sekali bibi, justru.. Tadi ada siswa SMP yang marah dan memukul Fernando. Saat aku mencoba membela sepupuku, dia tidak terima dan menusukku dengan jangka.” Cain menunjukkan tangannya yang tertutup perban lebih banyak.
Dhelpine menggelengkan kepala, “Anak jaman sekarang, benar-benar berbahaya, mereka menyakiti orang dengan mudahnya. Padahal Fernando adalah anak yang baik, tapi kenapa orang menyakitinya.”
💚💛💚💛💚💛💚
Sabar ya Fernando, nasibmu memang harus ketemu terus sama Cain dan Harvey 😅😅 Tapi jangan khawatir, mereka enggak galak kok, cuma agak jahat dikit sama kamu 😌😌
enoch ayooo cepet dateng😂
visual nya nya enoch lebih mirip ke per dady an🤣🤣🤣