Indonesia
NovelToon NovelToon
IBU TIRI LUAR BIASA

IBU TIRI LUAR BIASA

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikah Karena Anak / Ibu Tiri / Ibu Pengganti / Cinta Seiring Waktu / Duda / Cinta Murni
Popularitas:19.1k
Nilai: 5
Nama Author: YoshuaSatrio

Karena tak tahan dengan desakan keluarga dan masalah yang bertubi menghimpit keluarganya, Sutami(28tahun) menerima pinangan Juragan Waluyo(45tahun), seorang duda kaya yang memiliki seorang putra dan dua putri yang berbeda watak.

Menjadi ibu tiri bukan impian Sutami, tapi demi menyelamatkan kehormatan keluarga dari stigma 'perawan tua pembawa sial', maka pernikahan pun dilangsungkan.

Mampukah Sutami menjalankan perannya sebagai istri sekaligus ibu tiri?
Bagaimana cara Sutami menghapus stigma masyarakat tentang 'ibu tiri jahat?’

Mari berimajinasi bersama. Semua tokoh dan kejadian dalam cerita hanya sebuah karangan. Jika ada kebetulan yang dibetulkan, silahkan disalahkan kebetulannya yang disama-samakan.
Semoga semua berbahagia. —yosh—

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YoshuaSatrio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AMARAH VS KELICIKAN

"Tidak! Aku tidak bisa menunggu!" Suara Arka pecah di ruang tengah yang sunyi. Tangannya terkepal semakin serat di sisi tubuh.

Waluyo baru saja naik ke lantai dua untuk melihat Dara. Sutami masih di kamar mandi, Kirana juga. Hanya Mbak Rini yang berdiri mematung di depan kamar mandi, tidak berani bersuara.

Arka tidak tahan dengan keheningan itu. Keheningan yang menurutnya penuh kebohongan. Selama ini ia dan Kirana sepakat, Sutami hanyalah wanita asing yang mencari muka di depan Ayah mereka. Ibu tiri yang tiba-tiba datang, tiba-tiba ikut campur di rumah, tiba-tiba seolah paling peduli.

Dan malam ini, panggung itu semakin menjadi. Sutami pulang compang-camping bersama Kirana, diantar ayahnya dengan wajah penuh khawatir. Seolah-olah Sutami adalah pahlawan.

"Tidak akan kubiarkan wanita asing itu mencari muka di depan Ayah!" geram Arka lagi.

Ia menekan kepalan tangannya diatas sofa, memukulnya pelan, lalu bangkit, mengambil kunci mobil di atas meja dengan kasar, dan melaju dengan kencang. Suara deru mesinnya memecah gerimis yang kembali datang.

Mbak Rini hanya bisa menatap dari pintu dengan cemas.

.......

Sementara itu di bar, suasana masih riuh oleh musik keras.

Reylan duduk di sofa bundar dengan wajah kesal. Beberapa teman laki-lakinya mengelilinginya sambil tertawa. Mereka baru saja membantu melepaskan Reylan dari gulungan selimut tebal yang tadi digunakan Sutami untuk membungkus dan menjeratnya.

"Ini tidak bisa dipercaya, harimau club bisa kalah sama tante-tante sebiji!" gelak salah satu temannya yang setengah mabuk sambil menenggak bir.

"Kau salah target sepertinya, kawan!" sahut yang lain sambil tertawa terbahak-bahak. "Tante-tante itu galak juga."

Wajah Reylan memerah karena malu dan marah. Ia menyesap minumannya dengan kasar.

"Sudah, lupakan saja," kata teman yang paling tua di antara mereka. "Kita turun. Kau tinggal memilih gantinya. Ada banyak yang lebih hot di bawah sana!"

Mereka tertawa lagi, lalu kembali berbaur dengan keramaian, menyatukan diri dengan alunan musik, berjoget di bawah lampu yang berkedip.

Namun, kepala Reylan tidak bisa diam. Dendamnya terlanjur mendidih. Kata-kata temannya justru terasa seperti hinaan. Ia tidak terima dipermalukan oleh seorang perempuan paruh baya di depan banyak orang. Di dalam hati ia mengancam, 'Awas kau Kirana dan siapa pun yang menolongmu itu! Akan aku kejar sampai kalian tertunduk menyembah di depanku!'

Tepat pada saat itulah, pintu bar terbuka.

Arka masuk. Ia berjalan dengan langkah biasa, layaknya seorang pengunjung berwajah dingin. Ia berhenti sejenak, mengedarkan pandangan, mencari staf atau siapa pun yang bisa ditanya.

Sialnya, Reylan mengenalinya. Ia menyipitkan mata mengingat jelas wajah itu dari foto di media sosial Rosa, salah satu temannya.

"Dia kan pacarnya Rosa? Kupikir dia pria yang tidak suka pergi ke tempat seperti ini," gumam Reylan. Senyum licik perlahan muncul di bibirnya. Ia bangkit dan menghampiri Arka, seolah menemukan sebuah kesempatan. "Akan kubantu mendapatkan pria kesayanganmu, Rosa!" gumamnya sambil berjalan.

"Hei, pria biksu! Kau datang mencari Rosa? Dia tidak ada di sini," sapa Reylan dengan nada mengejek, pura-pura akrab.

Arka menoleh. Ia tidak mengenal Reylan sama sekali. Sifatnya yang kaku dan tidak bisa berbasa-basi membuatnya menjawab dengan datar. "Tidak, aku ada urusan lain."

"Urusan? Aku lumayan tahu banyak tentang tempat ini, katakan saja, mungkin aku bisa membantu," ujar Reylan, memasang wajah paling ramah yang bisa ia buat.

Tidak ada kecurigaan sama sekali di wajah Arka. Emosinya yang kalut membuat logikanya tumpul. Dengan gamblang ia mengungkapkan niat kedatangannya. "Beberapa waktu tadi, adikku dan ibu tirinya keluar dari tempat ini dengan kondisi yang kacau. Apa kau tahu apa yang baru saja terjadi di sini?"

Reylan mengulang dengan pelan untuk memastikan. "Adik dan ibu tiri?"

Reylan terbelalak seketika. 'Ah! Jadi orang ini kakaknya Kirana? Dan perempuan sok pahlawan itu hanyalah ibu tiri?' batin Reylan. Informasi itu sangat berharga. Ia tersenyum semakin licik dan rencananya berubah total.

Reylan mengangguk dengan ekspresi dibuat prihatin. "Oh, yang tadi itu adikmu? Yang pakai dress hitam ibu tirinya? Aku lihat, kasihan sekali. Tadi dia..."

Reylan sengaja menggantung kalimatnya. Ia menatap Arka dengan tatapan penuh arti, seolah enggan melanjutkan.

"Tadi dia kenapa?" desak Arka dengan rahang mengeras.

Reylan mendekat, berbisik seolah berbagi rahasia besar.

"Tadi adikmu itu mabuk berat, Bro. Mabuk sekali dan hampir bikin ulah di sini. Ibu tirimu itu juga... yah, kau tahu lah, agak berisik! Bagaimana seorang ibu membiarkan anak tirinya semabuk itu? Bahkan mereka bertengkar, ah... pokoknya itu memalukan sekali!"

Kata-kata itu disusun dengan hati-hati. Kebohongan yang sepenuhnya dipelintir untuk mempermalukan. Reylan tahu persis kelemahan pria seperti Arka, pria yang menjaga nama baik keluarga.

Arka terdiam. Darahnya mendidih. Bayangan Kirana yang mabuk dan Sutami yang membuat keributan membuat amarahnya meluap ke orang yang salah.

"Di mana mereka tadi? Di bagian mana?" tanya Arka dengan suara tertahan.

Reylan menunjuk ke arah lorong menuju toilet dan parkiran belakang.

"Di sana. Coba tanya saja penjaga parkir. Banyak yang lihat kok aksi ibu tirimu yang sok heroik itu."

Reylan tertawa kecil, lalu menepuk bahu Arka. "Sabar ya, Bro. Punya ibu tiri memang begitu. Suka cari perhatian."

Kalimat terakhir itu menjadi pemicu.

Arka tidak lagi menjawab. Ia berbalik, berjalan cepat kembali ke mobilnya. Di kepalanya kini hanya ada satu narasi, Kirana mabuk dan membuat masalah, Sutami memperbesar masalah itu agar terlihat berjasa di depan Waluyo. Bukan narasi penyelamatan, melainkan narasi pencitraan.

Ia menginjak gas dalam-dalam. Mobilnya melaju meninggalkan bar, kembali menuju rumah, dengan amarah yang kini salah alamat.

Di dalam bar, Reylan kembali duduk di sofanya. Ia mengambil ponselnya, membuka kontak Kirana yang masih ia simpan. Ia mengetik sebuah pesan.

Pesan itu belum ia kirim. Ia menyimpannya sebagai draf. Senyumnya masih terpasang. Ia tahu, keluarga yang retak dari dalam jauh lebih mudah untuk dihancurkan daripada keluarga yang bersatu.

Sementara itu, di rumah Waluyo, Sutami baru saja selesai membersihkan diri. Ia mengenakan daster sederhana, rambutnya masih basah. Ia berjalan menuju kamar Kirana, membawa segelas susu hangat yang baru saja ia buat, tanpa tahu bahwa badai kedua sedang dalam perjalanan pulang.

...****************...

Bersambung...

1
Sri Supriatin
Coba mampir nich thor😍😍😍
yosh—: silakan, kk. tapi snacknya habis, bawa sendiri ya.😁
total 1 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
jadi senjata tuh sama Rosa 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Suaminya mungkin bersih tapi istrinya 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
waduh gawat😣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
uangnya dapet malak penjual makanya receh 🥺
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
banyak yg seperti itu 🤣🤣🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Dih 😏
Sartini 02
arka....arka bikin malu aja..../Frown/
Zainuddin -
dewasa, tapi otak gak di gunakan? kau laki²😡
sutiasih kasih
trlambat arka....
nyeselmu tak ada guna🙄🙄...
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
typo mu udah ngalahin emak sama ibu, bang 🤣😄
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: masih belum separah emak sama ibu sih 🤣
total 2 replies
Sartini 02
lanjut kak..😄
yosh—: syap kk✨😁
total 1 replies
Zainuddin -
keren, cerita hidup,
yosh—: Terimakasih banyak kk✨🙏🏻
total 1 replies
Zainuddin -
tambah donk pendek banget🔥🔥🔥
yosh—: Masih diusahakan ya kk. ✨🙏🏻
Terimakasih✨
total 1 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
kok bab nya jadi pendek2 sih? kan jadi gak kenyang
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: ya kerasa lah 🤣
total 2 replies
sutiasih kasih
sumber kehncuran arka....
nikmati racun yg ditebar oleh perempuan yg km anggp malaikat arka😅😅😅
sutiasih kasih
hbis ini lnjut ke kntor polisi....
msa pelaku bebas berkeliaran...
biar si lita lngsung di pecat jdi istri pak joko....
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Bersiaplah Bu Lita 🤣
yosh—: gembel aja apa cukup? bagaimana kalau dibuat....😂
total 3 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
sama Kirana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!