Indonesia
NovelToon NovelToon
2 RASA YANG TERSISA

2 RASA YANG TERSISA

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:260.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Nia masykur

Dua insan yang sama-sama patah hati. Keduanya juga sama-sama sepakat melangkah dalam hubungan pernikahan.

"Kita harus bicara" Ucap Rey setelah memasuki kamar.

"Sejak awal kita sama-sama menolak perjodohan ini. Tapi jujur saja aku heran kenapa aku dan kamu bisa bersamaan menerima hal ini tanpa kita saling bertemu terlebih dahulu. Bukankah itu aneh?"

Qai mengangguk setuju. "Aku pun berfikir demikian."

"Jujur, aku patah hati karena seseorang yang aku tunggu selama ini ternya sudah menikah dan bahkan sudah memiliki seorang anak." Ucap Rey mulai bercerita.

"Aku mempunyai mimpi dalam membangun rumah tangga. Aku juga punya cara yang ingin aku berikan jika aku sudah menikah."

Akankah Qaila dan Rayhan bisa pertahankan pernikahan mereka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nia masykur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5 RIBET

Qai terus menatap wajah Rey yang sudah terlelap terbawa arus indahnya mimpi. Lelaki yang telah menyentuh raganya ini langsung terbuai mimpi setelah mereka melakukan hal menyenangkan sebagai pengantar tidur siang mereka.

Tangan Qai menyentuh perlahan seluruh wajah Rey yang nampak manis dipandang. Senyum Qai langsung menghiasi wajahnya saat tangannya berhenti tepat pada bibir Suaminya.

Membayangkan lagi bagaimana panasnya pertempuran mereka setengah jam yang lalu. Membuat Qai tidak melunturkan senyum diwajahnya yang ayu.

"Apa secepat ini perasaan ku? Walau aku belum yakin. Tapi aku benar-benar nggak mau kehilangan mu kak" gumam Qai. Setelahnya, Qai langsung ikut terlelap sambil memeluk Rey dengan erat.

Tidur siang keduanya begitu sangat lelap dengan tetap saling memeluk. Entah bagaimana bisa tubuh mereka seperti enggan bergerak. Seperti sudah nyaman bersentuh kulit dalam pelukan.

Rey mulai mengerjapkan matanya. Ia langsung tersenyum melihat Qai yang masih lelap memeluknya.

"Astaghfirullah..." pekik Rey setelah melihat jam pada dinding kamar mereka.

"Kenapa kak?" tanya Qai yang spontan bangun karena terkejut mendengarkan suara pekikan Rey yang tiba-tiba menggema di telinganya.

"Sudah jam lima Qai"

"Apa!" pekik Qai spontan melihat jam dinding.

Mereka tanpa sadar beranjak dari tempat tidur dengan tubuh yang tanpa sehelai benang. Lari cepat-cepatan masuk kedalam kamar mandi.

"Kyaaa... hemp..." teriakan Qai langsung dibungkam oleh Rey.

"Jangan teriak-teriak Qai. Takut didengar orang nanti dikira kamu aku apain."

"Lagian kakak ngapain nggak pake baju kaya gini?" tanya Qai tanpa menyadari diri sendiri.

"Memangnya kamu pakai baju?" tanya Rey. Tangannya menarik pucuk gunung yang masih berwarna merah muda.

"Aaa..." Qai jadi teriak lagi saat sadar dirinya tak beda jauh dengan Rey.

Sebelum pintu kamar mandi ditutup oleh Qai. Rey dengan sigap menuyusul sang istri masuk kedalam kamar mandi.

Hanya karena mandi bersama mereka harus berdebat sebentar. Namun akhirnya keduanya mandi bersama.

Qai dan Rey tertawa terbahak-bahak setelah menunaikan kewajiban mereka. Keduanya mengingat bagaimana mereka tadi mandi bersama seperti orang lomba Agustusan. Siapa cepat dia yang jelas menang.

"Lain kali kita harus mandi bersama dengan benar Qai" ucap Rey setelah tawa keduanya mereda.

"Mandi dengan benar yang seperti apa maksudnya kak?" tanya Qai yang tiba-tiba blank.

"Nanti juga kamu tahu. Duduk didepan yuk?"

Sambil menunggu waktu magrib. Qai dan Rey duduk diteras rumah mereka. Disana ada sebuah motor terparkir. Kendaraan yang digunakan Rey selama pergi bekerja.

"Gersang banget sih kak."

"Iya juga ya."

"Kapan-kapan boleh aku tambahi tanaman kak?"

"Lakukan sesuka mu."

Qai langsung mengangguk. Ia langsung beranjak dari kursinya.

"Mau kemana?"

"Kakak mau aku buatkan air hangat?" tawar Qai.

"Boleh."

"Mau kopi atau teh kak?"

"Su*su." Jawab Rey menggoda.

"Tapi tadi kan aku nggak beli su*su kak."

"Ada kok."

"Kakak tarok dimana?" tanya Qai dengan wajah seriusnya.

"Itu..." jawab Rey sambil menunjuk da*da Qai menggunakan dagunya.

Spontan kedua tangan Qai menyilang didepan dadanya. "Mau magrib masih sempatnya kak mesum."

"Ya kan tadi nawarin."

"Tapi pilihanya kopi apa teh kak."

"Teh saja. Jangan banyak-banyak gulanya ya."

"Kalau nggak manis gimana kak?"

"Kan ada kamu."

Spontan Qai memukul lengan Rey yang ternyata usil menggombalinya. "Aku ke dapur."

.

.

.

"Keluar yuk." Ajak Rey setelah mereka menyelesaikan makan malam.

"Kemana kak?"

"Kemana saja. Mumpung malam minggu ini."

"Ayolah."

Mereka pun langsung berganti pakaian. Rei menggunakan celana jeans selutut dengan kaos oblong. Sedangkan Qai memakai celana Jeans panjang dan kaos panjang. Rambutnya ia ikat kuda dan memakai make up tipis-tipis agar wajahnya semakin merona.

"Aku lupa belum beli helm untuk mu Qai." Ucap Rey saat mereka akan keluar dari gerbang.

"Jalan sekalian kita beli helm kak."

"Benar juga."

Setelah membeli pelindung kepala untuk keamanan mereka selama mengendarai motor. Rey langsung melaju melihat keindahan kota pada malam hari.

Lampu-lampu jalanan dengan hiasan sedemikian rupa mampu memanjakan mata saat melintasinya. Qai sangat senang karena baru kali ini ia kencan dengan mengendari roda dua.

Karena mantan pacarnya anak orang kaya raya. Jadi mana mungkin ia dulu kencan mengendari motor seperti saat ini.

Tangan Qai langsung melingkar erat pada tubuh Rey. Ia menghirup aroma wangi dari punggu lelaki yang fokus mengendarai motor metiknya.

"Ingin makan apa Qai?" tanya Rey tiba-tiba.

"Kakak ingin apa?"

Memang suka ribet kalau urusan seperti ini melibatkan perempuan. Ditanya bukanya dijawab malah balik tanya.

"Aku ikut kamu maunya apa."

"Kalau begitu terserah kakak."

Bukan ini jawaban yang diinginkan Rey. Ia langsung menepikan kendaraan yang membawa mereka berkeliling.

"Aku mau kamu yang pilih Qai."

"Tapi aku nggak ingin apapun kak."

"Jadi?"

"Ya nggak usah beli apa-apa kak. Kita cukup muter-muter lalu pulang."

Karena malas berdebat perihal yang tidak keduanya inginkan. Kini Rey langsung melajukan motor matiknya itu. Keliling kota tanpa tujuan jelas.

"Kak kita beli es boba dulu yuk. Aku haus."

Dan akhirnya perempuan yang sudah menjelma menjadi istri Rayhan Abraham ini meminta sesuatu untuk dibeli.

.

.

.

Sesampainya dirumah, mereka langsung membersihkan diri. Keduanya pun langsung merebahkan diri mereka diatas ranjang.

"Sepertinya kita harus beli ranjang baru Qai."

"Untuk apa kak?"

"Untuk kita pakai tidurlah. untuk apa lagi."

"Terus ranjang ini mau dikemanain?"

"Di taro di kamar samping. Kita beli yang baru yang lebih lebar."

"Menurutku ini masih sangat layak kita pakai kak. Jadi nggak usah beli lagi."

"Biar mempermudah kita Qai."

"Maksudnya?" heran sekarang Qai dengan kalimat yang keluar dari bibir Rey.

Rey langsung menindih Qai tanpa diduga. "Agar pergerakan kita saat seperti ini lebih leluasa." Ucap Rey yang langsung memagut bi*bir Qai yang membuatnya candu tanpa disadari.

Dan malam ini mereka melakukan lagi hubungan yang lazim dilakukan pasangan pengantin yang masih hangat-hangatnya. Memadu dengan rasa mau, saling membalas perbuatan satu sama lainnya.

Qai sendiri pun entah kenapa merasa menerima dengan senang hati perlakukan yang diberikan Rey saat ini padanya.

Meski tanpa mengenal lebih dalam satu sama lainnya. Belum memahami karakter masing-masing. Sepertinya keduanya mengabaikan itu semua.

Karena menikmati apa yang mereka lakukan saat ini adalah hal yang lebih utama. Berharap dengan keintiman hubungan keduanya dapat segera menumbuhkan rasa yang seharusnya ada didalam istana yang baru mereka bangun saat ini.

Qai memandang lagi wajah Rey yang terlelap. Setelah usai melakukan pergerakan peluh, mereka sempat saling memeluk dan saling berbincang sebelum akhirnya Rey terlelap lebih dulu.

"Entah apa niat hati kita saat ini. Entah karena nafsu belaka yang perlu disalurkan atau karena sebuah hubungan dan harapan agar kita memiliki rasa. Tapi harus aku akui, aku benar-benar kau buat nyaman kak."

Bersambung...

Butuh visual nggak ini. sukanya visual Indonesia atau luar negeri. Atau ada yang mau rekomendasi Monggo 😊 kalau nggak kita hallu masing-masing aja gimana? aku nggak punya gambaran tokoh soalnya 😂

Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan 🥰 kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️

1
Frandamia 💀
Luar biasa
Kenzi Alkafi
semua karya mba nia sdh sya baca semua in yg trakhir ...
Othor Blinger: wah terima kasih kak
mampir juga di aplikasi tetangga kak
total 1 replies
maya ummu ihsan
ini yg kurasakan saat marah..persis
My atee
Luar biasa
Cut SNY@"GranyCUT"
Betul sekali.. tapi bisakah para suami memaklumi ini, tanpa menuntut banyak hal kepada istrinya?
Cut SNY@"GranyCUT"
Betul, tapi bisakah komitmen itu terjaga?
Cut SNY@"GranyCUT"
Baru mampir, karena melihat komentar baik pembacanya tentang novel ini
momnaz
Aku suka banget kisah yg "sederhana" kek gini..udah teramat sangat bosan sama kisah CEO CEO an yg kaya nya 7 tikungan 7 tanjakan...,,dengan black card dan jet pribadi
Ingka
Hadeuhh...berasa riweuh dikejar para mantan. Anehnya kelakuan para mantan yg merasa ga punya salah setelah mereka selingkuh...heran..🤔😤
Ingka
Sudah punya kehidupan rumah tangga masing2 sdh sepatutnya tutup buku dgn cerita masa lalu. Masing2 harus menjaga perasaan pasangan masing2 dan menjaga rumah tangganya.
Ingka
Baru mampir n br koment....seneng ceritanya...Mereka manis banget...🥰 Salut sm mereka meskipun dijodohkan tp tdk egois pdhl belum pd cinta tp mereka mau berkomitmen dan serius sm pernikahannya...salut..👍 semoga langgeng Krn diawali dgn niat yg baik.
Bagus Rahmad
up masih kurang
Jumarni Hasyim
mantap
Bagus Rahmad
bumbu cinta biar lebih kuat kalian ber 2
Bagus Rahmad
good
Bagus Rahmad
untung gak di jotos reybisa rame tu.
Maria Magdalena Indarti
critanya logis tp lucu harmonis. pokok nya unyu unyu
💞N⃟ʲᵃᵃ࿐yENni💖
laki2 yg luar biasa km Ray👍👍👍😍😍😍
💞N⃟ʲᵃᵃ࿐yENni💖
tu kan coba Qai jujur dri awal sm Ray soal penjelasan Intan tentang kejadian 3thn yg lalu...pasti km gak akn sesakit itu klo dgr lngsung pengakuan Ray tentang perasaan nya pd Intan yg dulu dan sekarang psti berbeda
💞N⃟ʲᵃᵃ࿐yENni💖
wkwkwkwkwk mereka pakai baju ketuker ya🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!