Indonesia
NovelToon NovelToon
Sistem Dewa Hoki : Aku Bukan Pembawa Sial

Sistem Dewa Hoki : Aku Bukan Pembawa Sial

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Sistem
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Selama bertahun-tahun, Akbar dicap sebagai pembawa sial oleh seluruh warga kampung, bahkan disalahkan atas kecelakaan tragis yang merenggut nyawa kedua orang tuanya. Kelelahan dengan hidup yang penuh penderitaan dan cemoohan, Akbar memutuskan untuk mengakhiri segalanya dengan melompat dari atas jembatan. Namun, tepat sebelum tubuhnya jatuh, sebuah layar hologram mendadak muncul dan memberinya "Sistem Dewa Hoki". Kini, berbekal keberuntungan absolut dari sistem tersebut, Akbar siap membalikkan keadaan, membungkam mulut orang-orang yang merendahkannya, dan membongkar rahasia kelam di balik kematian orang tuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Kruyuk kruyuk.

Suara ayam jantan berkokok bersahutan menandakan pagi telah tiba.

Sinar matahari pagi yang hangat menembus celah-celah dinding anyaman bambu kamar Akbar.

Akbar membuka matanya perlahan dan meregangkan otot-otot tubuhnya yang terasa sangat ringan.

Tidak ada rasa pegal atau sakit punggung seperti yang biasa dia rasakan setiap bangun tidur.

"Tidurku nyenyak sekali semalam, rasanya seperti baru lahir kembali," ucap Akbar sambil tersenyum lebar.

Dia langsung bangkit berdiri dan melompat kecil untuk mengetes kebugaran fisiknya.

Bruk!

Tubuhnya melayang cukup tinggi hingga kepalanya nyaris membentur atap seng kamarnya.

"Wah, gila beneran ini tenaga fisik baruku," gumam Akbar takjub melihat lompatannya sendiri.

"Kalau begini caranya, disuruh kuli angkut beras sepuluh karung sekaligus pun aku sanggup."

Ding!

Layar biru holografik sistem tiba-tiba muncul tepat di depan wajahnya menyapa pagi.

[Selamat pagi, Tuan.]

[Status tubuh Tuan saat ini berada dalam kondisi seratus persen prima dan siap beraktivitas.]

"Pagi juga sistem, apakah ada misi harian baru untukku hari ini?" tanya Akbar antusias.

[Misi harian belum tersedia saat ini.]

[Sistem menyarankan Tuan untuk segera bersiap karena akan ada ancaman fisik ringan yang mendekat dalam waktu kurang dari lima menit.]

Mata Akbar langsung menyipit tajam membaca peringatan dini dari sistem tersebut.

"Ancaman fisik dalam lima menit?" batin Akbar sambil mengepalkan tangan kanannya kuat-kuat.

"Sudah pasti ini ulah si Dion keparat itu, dia benar-benar tidak sabaran rupanya."

Akbar bergegas mengganti bajunya dengan kemeja flanel kotak-kotak bekas yang paling bersih miliknya.

Dia tidak repot-repot mandi lagi karena semalam badannya sudah cukup bersih.

Brak!

Suara pintu pagar kayu halaman rumahnya ditendang dengan sangat keras dari luar.

"Woi anak kutukan, keluar kau sekarang juga!" teriak suara melengking yang sangat kasar.

"Jangan sembunyi kau di dalam gubuk jelekmu itu, cepat keluar atau kami bakar rumah ini!"

Akbar menghela nafas panjang dan berjalan tenang menuju pintu depan rumahnya.

Krieet.

Akbar membuka pintunya dan melihat halaman rumahnya sudah dipenuhi oleh empat orang.

Dion berdiri di paling depan dengan wajah merah padam menahan amarah yang meledak-ledak.

Di belakang Dion ada Tono, Riki, dan Yanto yang berdiri sok jagoan membawa kayu balok berukuran sedang.

Beberapa tetangga kampung juga mulai berkerumun di luar pagar bambu karena penasaran dengan keributan pagi-pagi ini.

"Ada urusan apa kalian pagi-pagi datang merusak pagar rumahku?" tanya Akbar dengan nada suara sangat datar.

Dion meludah sembarangan ke tanah dan menatap Akbar dengan tatapan penuh kebencian.

"Jangan sok polos kau anak pembawa sial!" bentak Dion sambil menunjuk wajah Akbar dengan telunjuknya.

"Tono sudah menceritakan semuanya padaku tentang kejadian semalam di minimarket."

"Lalu apa masalahnya denganmu?" Akbar membalas tatapan Dion tanpa berkedip sedikit pun.

"Apa ada hukum yang melarangku membeli teh botol di minimarket itu?"

Dion tertawa keras namun terdengar sangat dipaksakan dan sinis.

"Kau itu anak miskin pembawa sial yang bahkan buat makan saja harus memulung sampah!"

"Hadiah motor Scoopy itu sudah kuincar sejak bulan lalu, aku sudah habis jutaan rupiah untuk membelinya!"

"Dan kau dengan seenak jidatmu tiba-tiba datang dan merebut hadiah utama itu dari tanganku?"

Akbar melipat kedua tangannya di depan dada sambil tersenyum mengejek.

"Kalau kau memang kehabisan uang dan tidak beruntung, ya akui saja dirimu itu bodoh Dion," jawab Akbar santai.

"Siapa suruh kau memborong teh botol sampai berdus-dus kalau nasibmu memang sial."

Wajah Dion semakin memerah seperti kepiting rebus mendengar hinaan langsung dari mulut Akbar.

Selama ini tidak pernah ada satu orang pun di kampung ini yang berani menjawab perkataan Dion.

Apalagi yang menjawabnya adalah Akbar, sosok yang selama ini selalu menjadi samsak hidupnya.

"Tutup mulut kotor mu itu, anak kutukan!" teriak Dion kalap.

"Serahkan tutup botol itu dan struk belanjanya padaku sekarang juga!"

"Hadiah motor itu milikku, dan kau tidak pantas mendapatkan keberuntungan sedikit pun di kampung ini!"

"Kalau aku menolak memberikannya padamu, memangnya kau mau apa?" tantang Akbar memancing emosi Dion lebih jauh.

Dion menggeram marah dan memberi kode lewat kedipan mata pada tiga anak buahnya di belakang.

"Hajar anak sialan ini sampai dia menyerahkan tutup botolnya!" perintah Dion tanpa ampun.

Tono, Riki, dan Yanto langsung maju serempak sambil mengangkat balok kayu di tangan mereka.

Warga kampung yang menonton dari luar pagar mulai berteriak histeris ketakutan.

"Astaga, jangan bertengkar di sini!" teriak seorang ibu-ibu dari kejauhan.

Tapi tentu saja tiga preman kampung itu tidak peduli dengan teriakan warga.

Tono mengayunkan balok kayunya dengan kencang mengincar bahu kanan Akbar.

Wush!

Suara angin dari ayunan balok itu terdengar cukup kencang.

Namun, dengan atribut fisik yang sudah meningkat lima puluh persen, gerakan Tono terlihat sangat lambat di mata Akbar.

Akbar hanya memiringkan tubuhnya sedikit ke kiri tanpa mengubah ekspresi wajahnya.

Bruk!

Balok kayu Tono meleset jauh dan malah menghantam tiang bambu penyangga atap teras rumah Akbar.

"Sial, dia bisa menghindar!" umpat Tono kaget karena pukulannya meleset total.

Riki dan Yanto tidak mau kalah, mereka ikut menyerang Akbar dari sisi kiri dan kanan secara bersamaan.

Akbar mundur satu langkah dengan sangat santai, membuat kedua balok kayu itu saling berbenturan di udara.

Trak!

Suara kayu beradu keras terdengar nyaring.

Tangan Riki dan Yanto sampai kesemutan menahan getaran dari benturan senjata mereka sendiri.

"Kalian ini preman atau badut sirkus?" ejek Akbar tertawa kecil.

"Memukul orang yang diam saja kalian tidak becus, apalagi mau memalak hadiah motorku."

Dion yang melihat ketiga anak buahnya dipermainkan seperti orang bodoh langsung mendidih darahnya.

"Minggir kalian semua, biar aku sendiri yang membereskan anak pembawa sial ini!" teriak Dion kasar.

Dion berjalan maju ke depan sambil merogoh sesuatu dari dalam saku celana kargonya.

Dia mengeluarkan sebuah botol kaca kecil yang berisi cairan berwarna hitam pekat dan berbau sangat busuk.

Itu adalah campuran air comberan got, kotoran ayam, dan oli bekas yang sudah difermentasi selama berhari-hari.

Dion sengaja menyiapkan senjata menjijikkan ini sejak subuh tadi khusus untuk mempermalukan Akbar.

"Kau mau motor itu kan? Ambil saja kalau kau masih punya muka setelah mandi air kotoran ini!" ancam Dion tersenyum iblis.

Dion bersiap melempar isi botol kaca itu tepat ke arah wajah dan tubuh Akbar.

Jika cairan itu sampai mengenai tubuh Akbar, baunya tidak akan hilang selama berminggu-minggu meskipun sudah mandi kembang.

Ini adalah bentuk serangan kesialan fatal yang direncanakan Dion untuk menghancurkan mental Akbar.

[Peringatan: Serangan kesialan berniat jahat tingkat tinggi terdeteksi mengarah pada Tuan.]

[Mengaktifkan Jimat Pengalih Kesialan sekarang!]

Tiba-tiba, udara di sekitar tubuh Akbar bergetar pelan membentuk semacam perisai transparan yang tidak kasatmata.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!