Indonesia
NovelToon NovelToon
Dari Skripsi Jadi Ibu Tiri

Dari Skripsi Jadi Ibu Tiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Orang Disabilitas / Dosen
Popularitas:48.7k
Nilai: 5
Nama Author: dtyas

Terancam Drop Out karena masa studi yang di ujung tanduk, Ruby menyusul Bara --dosen pembimbingnya hingga ke pelosok desa tempat pria itu melakukan penelitian. Misinya hanya satu, acc skripsi demi menyelamatkan masa depannya.

Sebuah kesalahpahaman konyol membuat mereka dituduh melanggar adat setempat. Tanpa opsi untuk bernegosiasi, Ruby dan Bara dipaksa menikah. Dalam semalam, status Ruby berbalik 180 derajat: dari mahasiswa abadi, menjadi istri sah sang dosen.

Kejutannya tak berhenti di situ. Bara bukan sekadar dosen senior dan dingin, dia adalah duda beranak dua dan salah satu anak Bara penyandang disabilitas.

"Satu dosen dingin, plus bonus dua krucil. Mirip promo beli satu dapat tiga.”

Ruby mendongak, menatap Bara yang menatapnya. "Jadi, ibu tiri! Siapa takut? Lagipula, menghadapi bab empat Pak Bara aja saya bertahan, apalagi cuma ngadepin mereka berdua!"

“Mas, panggil saya mas Bara.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapa Menikah?

Bab 5

 

Bara tiba di rumahnya hampir maghrib, menggunakan taksi. Debat kusir antara dia dan Ruby seolah tidak ada akhir. Untuk sementara biarlah begitu, tidak mudah menyamakan dua kepala dan dua karakter dalam satu tujuan. Sikap Ruby sangat wajar akan pernikahan mendadak yang mereka jalani. Ia pun sama, hanya saja lebih dewasa dalam bersikap.

Di car port, bukan hanya mobilnya dan mobil operasional anak-anak yang terparkir. Mobil milik orang tuanya ikut berjejer. Kebetulan sekali, tidak perlu mendatangi kediaman mereka. Entah berita baik atau buruk yang akan disampaikannya nanti. semoga saja tidak membuat tekanan darah ayahnya mendadak naik dan ibunya dilanda migrain setelah mendengar kabar mengejutkan ini.

Mengucap salam saat memasuki rumah itu, terdengar suara Jelita –putrinya tertawa dan suara Adly menjawab salam.

“Loh, papi.” Langkah Jelita berlari mendekat. Bara agak menunduk meraih tubuh sang putri, mengangkatnya dalam pelukan. “Kangen, papi.”

“Papi juga kangen kamu.”

“Papi kok pulang? Katanya masih lama.”

“Bagus dong Ta, papi sempat pulang. Katanya kangen, tapi orang pulang malah ditanya kenapa pulang,” ucap Adly.

Adly putra sulungnya lebih bijak, padahal usia mereka hanya berbeda 2 tahun. Adly 12 tahun dan Jelita 10 tahun. Melangkah tertatih menyeret kakinya, menghampiri dan mencium tangan Bara dibalas dengan usapan di kepala. Adly dengan kondisi disabilitas, Clubfoot atau Congenital Talipes Equinovarus (CTEV). Kelainan bawaan lahir pada struktur kaki yang menyebabkan posisi kaki Adly saat bayi berputar ke dalam. Sudah melakukan terapi dan menggips kaki saat bayi, tapi tidak bisa kembali sempurna. Kaki kirinya masih terlihat sedikit bengkok atau pengkor.

“Sekolah aman?” tanya Bara.

“Aman, pih.”

“Abang bohong,” sahut Jelita sambil bersedekap. “Dibully lagi dia, pih.”

“Benar begitu?” tanya Bara.

“Nggak pih. Aman,” sahut Adly lagi. “Urusan papi sudah beres?”

Boro-boro beres, justru makin urusan makin runyam, batin Bara. “Belum, papi ada waktu untuk pulang, kangen kalian. Opa di mana?”

“Tadi di ….” Adly menatap sekelilingnya.

“Ruang kerja papi, oma barusan antar kopi.”

Bara mengangguk lalu mengusap kepala putrinya sebelum berlalu menuju ruang kerjanya. Benar saja, Rendra dan Husnah, orangtuanya ada di dalam. Ia mengetuk pintu yang tidak tertutup rapat.

“Bara, kamu pulang? Bukannya masih dua minggu lagi,” ujar Husnah menyambut putranya.

“Kebetulan ada waktu untuk pulang,” sahut Bara ikut duduk di sofa setelah mencium tangan pasangan itu. Selama ia tidak di rumah untuk riset dan penelitian, orangtuanya menginap untuk memastikan cucu mereka aman dan tidak kurang satu apapun.

“Sudah selesai risetnya atau hanya mampir?” tanya Husnah lagi.

Bara menghela nafasnya. “Belum selesai, ada urusan yang lebih penting.”

“Urusan di kampus?”

“Bukan, bu.”

Rendra menegakkan tubuhnya dengan dahi mengernyit. Sepertinya masalah yang dihadapi oleh sang putra cukup pelik. Merasa ada yang berbeda dengan putranya, pendapat sesama pria.

“Ceritalah! Kami siap mendengar,” ujar Rendra dengan tangan bersedekap.

Lagi-lagi Bara menghela nafasnya sebelum bercerita.

“Ayah, ibu, sering mengingatkan aku untuk menikah lagi. Selama ini aku menunda hal itu, karena belum ada yang cocok untuk aku dan anak-anak.”

“Lalu?” tanya Rendra.

“Tuhan sudah menghadirkannya, jodoh untukku. Ibu untuk Adly dan Jelita,” sahut Bara.  

“Wah, bagus dong. Siapa wanita itu, Dosen di kampusmu? Janda atau perawan tidak masalah, selama bisa menerima kamu dan anak-anak,” cecar Husnah.

“Bukan, dia bukan dosen dan ….” Bara terdiam. Ruby sudah tahu kalau dia duda dengan dua anak, tapi apa mereka bisa saling menerima masih di luar prediksi.

“Tidak masalah, bisa mulai dikenalkan dari sekarang. jadi, setelah kalian menikah anak-anak dengan ibunya sudah dekat, iya ‘kan pak,” ujar Husnah memohon dukungan dari istrinya.

“Hm.” Rendra meraih cangkir kopi dan menyesapnya. Bara masih diam. “Ada masalah?”

“Hah, masalah apa?” Husnah menatap bergantian suami dan putranya.

“Masalahnya, aku sudah menikah dengan gadis itu.”

Husnah tercengang bahkan sampai menyebut nama Tuhan. Ia pikir Bara masih pendekatan, baru akan memulai hubungan dengan wanita lagi. Pengakuan sudah menikah tidak ia duga. Rendra sama terkejutnya, hanya saja masih bisa menahan diri.

“Kok bisa, Bara. Kami minta kamu menikah, tapi bukan dadakan macam tahu bulat begini. Kamu nge prank kami?”

“Bu, tenang dulu. Biar Bara jelaskan,” seru Rendra. “Kapan kalian menikah?”

“Tadi pagi.”

“Astaga, Barata,” seru Husnah lagi sambil mengusap dada.

“Wanita itu sudah hamil?” tanya Rendra. Siapa tidak memiliki pemikiran seperti itu untuk pernikahan dadakan.

 “Aku belum pernah menyentuhnya.”

“Kalian … digerebek?”

Bara menarik nafas.

“Astaga,” kali ini Rendra yang mengucap. “Di mana akal sehatmu Bara?”

“Yah, dengar dulu. Aku dan Ruby menikah karena terpaksa, bukan digerebek karena perbuatan asusila, tapi … kami melanggar adat.” Bara menjelaskan lebih detail kejadian semalam.

“Sama saja, itu juga digrebek.”

“Kok bisa, di zaman serba canggih begini. Apa-apa sudah AI, tapi masih bahas aturan adat,” keluh Husnah. “Di mana sekarang istrimu? Ada di luar?”

“Aku tinggal di apartemennya.”

“Mahasiswi kamu, berapa umurnya?”

“Dia … 25.”

Husnah kembali menyebut nama Tuhan mengingat perbedaan umur putra dan menantunya.

“Apa rencanamu?” tanya Rendra.

“Tentu saja melanjutkan, segera aku urus pendaftaran pernikahan dan resepsi,” jawab Bara.

“Istrimu, apa dia sepakat?”

Kali ini Bara menggeleng. “Dia ngomel terus, sampai pusing kepalaku. Malah mengusulkan untuk bercerai saja, menurutnya ketua adat tidak tahu apa yang kami jalani sekarang.”

“KAlau kamu setuju, berarti kamu pengecut dan Ayah tidak pernah mendidik kamu menjadi seorang pengecut. Perempuan itu sudah menjadi tanggung jawabmu sebagai suami,” tutur Rendra. “Adly dan Jelita harus tahu, sampaikan segera dan pertemukan mereka.”

“Gimana kalau anak-anak menolak,” ucap Husnah.

“Wajar. Anak-anak pasti terkejut. Kita pun begitu,” ungkap Rendra.

“Umurnya 25, tapi masih bimbingan skripsi,” gumam Husnah.

“Dia mahasiswi yang hampir DO karena batas study. Makanya dia susul ke lokasi aku riset. Namanya Ruby, dia sudah bekerja.”

Husnah dan Rendra saling tatap mendengar siapa menantunya.

“Setelah ini, dia tetap bekerja?” tanya Husnah.

“Ah, masalah itu belum kami bicarakan. Yang terpenting saat ini, anak-anak harus tahu kalau aku sudah menikah dan ….”

“Siapa yang menikah, papi?” 

1
Nur Wakidah
adik bayi segera otewe 🤭🤭🤭
sikepang
sabar y jelita bahan y masih baru di cek out dikerangjang kuning, ntar di adon adek baby y sama daddy dan bunda 🤣
tiara
hayo Ruby Jelita minta adik tuh
mery harwati
Meldy aq padamu 😛❤️
Terus jadi kompor mleduk bwt Bara Meldy 💪
'Nchie
semoga ada ke ajaiban untuk adly😭😭
Melania Kiaa
ehh gak sooan🙄
'Nchie
awas aja kamu ruby kalo adly udah sembuh boleh pulang🤣🤣yg ada kamu yg di makan bara🤣🤣
'Nchie
spesial pake telor ya by🤣🤣🤣
'Nchie
🤣😀jaelangkung
Melania Kiaa
yang ada malah papamu yang ketuaan dek🤭
Anonim
Ruby .....emang sok berani
Anonim
Iih ada jaelsngkung keluyuran 🤭
Anonim
Jangan sampai kenapa "Adly
Anonim
Tuhkan Ruby....kamu sih ....sok"an tantang Mas Bara .....
Dozky 2 Crazy
mas duda bisa gak cara penyampaian jgn lempeng banget🥲🥲
Dozky 2 Crazy
jangan kan adly kita ajj yg baca selalu dibikin ketawa sama ruby😁😁😁
Anonim
Ruby ngapain kamu tantangin Bara
Awas ya kamu .....🤭
Dozky 2 Crazy
makasih bunda udh ada buat adly 🥲🩷🩷
Anonim
Benar .....Ipar adalah iblis
Iccha Risa
ngebangun rumahtangga bersama mas Bara apalagi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!