"Musuh kalian bukanlah orang asing, tapi orang terdekat kalian sendiri"
Suara itu terdengar begitu jelas di telinga tiga pemuda yang berada di sebuah kampung penuh misteri.
Akankah mereka bisa menemukan siapa musuh terdekat mereka itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Haris
######
Di perusahaan Haris.
"Papa tidak akan melarang Harsya ikut kamu tapi jaga dia, si Suro itu pasti sedang semedi untuk menyembuhkan lukanya jadi kamu harus tetap waspada" ucap Haris yang di telepon Hamka untuk ijin membawa Harsya besok.
"Iya pa, Hamka akan jaga mereka, lagipula kan mereka hanya akan ada di dalam rumah dan kawasan hutan yang di pagar, tidak akan keluar kecuali saat berangkat dan pulang" jawab Hamka
"Iya, saat itulah kamu harus hati hati, kalau perlu saat pulang, minta di temani Liam atau Lintang agar aman" jawab Haris
"Iya pa" jawabnya lalu pamit menutup teleponnya karena Haris sedang di perusahaan.
"Apa ada masalah dengan Hamka pak?" tanya Zack
"Dia ingin membawa Harsya besok ke dalam hutan itu, anak itu selalu saja bertindak semaunya" jawab Haris
"Sama dengan Anda kan pak" jawab Zack lalu kabur keluar dari ruangan Haris.
"Kurang ajar! Hari Minggu begini harusnya aku bersama Maharani, ini malah di sini karena ulah karyawan yang tak tahu di untung!" umpat Haris karena dia terpaksa bekerja di hari libur karena ada satu karyawan yang salah memberikan data pada Haris, dan membuat dia juga para karyawan di divisi yang terkait harus mengulang kembali pekerjaan mereka.
"Pak, ada pak Miqdad dari perusahaan Danendra" ucap Zack
"Persilahkan masuk"
Tok. Tok. Tok
Ceklek.
"Selamat siang, masih sibuk?" tanya Miqdad yang masuk dengan tersenyum.
"Selamat siang juga, ada yang bisa kakak bantu? Ini hari libur" jawab Haris
"Ini tentang Mahira kak, kakak dulu pernah bilang kan kalau Mahira itu seperti punya sesuatu yang di rahasiakan, sejak membatalkan lamaran bahkan hampir menikah dengan Satria, dia terus menutup diri untuk semua laki laki, Miqdad khawatir kak" jawab Miqdad
"Mahira mungkin punya sesuatu yang dia ingat Miqdad, coba kamu bicara padanya, kalau tidak kamu Deandra yang bicara, Saat kakak jadi arwah dulu, kakak pernah melihat dia bersama seorang lelaki di pantai" jawab Haris
"Laki laki yang kakak bilang kena teluh dan di pegang Mahira teluh itu langsung hilang kan? Miqdad sudah bicara pada Mahira dan katanya dia masih tidak tahu apa yang dia inginkan" tanya Miqdad
"Iya yang itu, mungkin kalung Mahira juga ada pada lelaki itu, tubuhnya rusak karena di penuhi teluh yang bersarang di dalamnya, tapi saat Mahira menyentuhnya, teluh itu hilang. Itu namanya keajaiban, karena kalau di kampung Mahoni itu terjadi, mereka akan di sebut jodoh sehidup semati, jodoh yang sudah di pasangkan leluhur mereka" jawab Haris
"Apa kakak tahu siapa orangnya?" tanya Miqdad
"Mahira sudah mulai sama dengan Liam dan Lintang dulu, dia tidur hanya satu jam, setelah itu, dia akan terus terbangun" ucap Miqdad
"Coba kamu minta Mahira untuk ikut Hamka besok, mungkin dia akan tahu jawabannya, Pemuda itu juga dari kampung Mahoni, anaknya tetua di sana tapi sudah meninggal, namanya Panca" usul Haris
"Kakak tahu tapi kakak tidak melarang Mahira saat hampir menikah dengan Satria?' tanya Miqdad
"Kakak pikir itu hanya kebetulan saja, tidak ada yang membuat mereka terikat, tapi saat Mahira tiba tiba membatalkan pernikahannya, kakak jadi ingat lagi kejadian itu, mungkin Mahira juga memimpikan itu sama seperti Liam dan Lintang" jawab Haris
"Tapi kak, Miqdad ingin Mahira tinggal di sini, bukan di sana, kalau sampai iya mereka saling menyukai bagaimana? Mungkin saja kan lelaki itu sudah menikah, di kampung itu kan laki laki usia tujuh belas tahun pasti sudah menikah kata Liam, terus istrinya juga banyak" ungkap Miqdad memelas karena tidak mau Mahira berjodoh dengan orang yang tidak beragama dan juga punya istri banyak.
"Kamu ikut Hamka saja ke sana, sekalian bawa Zeeshan dan Harsya, mereka di minta ke sana dengan Langit dan kak Sagara juga, katanya akan meresmikan sekolah yang sekarang sudah punya izin dari dinas pendidikan" ucap Haris
"Kapan berangkatnya?" tanya Miqdad
"Sore ini mereka akan ke resort, kamu jemput Harsya dan Zeeshan dulu ya, mereka sudah di siapkan ibu mereka masing masing" jawab Haris
"Astagfirullah kak, kenapa cepat sekali, Miqdad belum telepon Mahira di rumah Daddy Mandala" keluh Miqdad segera pamit setelah mencium tangan Haris.
"Dia tanya ya aku jawab, kenapa kesal" gerutu Haris cuek
"Kalau dia tahu calon menantunya itu adalah seorang lelaki yang baik, dia pasti akan langsung mengijinkan, tapi biarkan aku buat dia merasa bimbang dulu, untuk mengerjai dia sesekali" gumam Haris tertawa senang
"Kenapa pak? Bapak stress karena pekerjaan ya?" tanya Zack
"Aku stress karena Hamka masih lama kembalinya, tadinya aku ingin pensiun dan hanya bersenang-senang dengan istriku saja tapi malah masih harus kerja" jawab Haris sinis
"Itu resiko punya anak yang sedang puber pak, meski Hamka itu sudah dewasa, tapi kan istrinya masih begitu muda" ungkap Zack
"So menasehati, kamu saja jomblo" ledek Haris
"Astagfirullah, kata kata anda menyakitkan sekali pak, saya sudah menikah, hanya bercerai saja" ucap Zack
"Iya itu artinya kamu jomblo" balas Haris
"Ini laporan ulang dari tim keuangan perusahaan pak, sudah di perbaiki dan kita memang mengalami kerugian karena salah perhitungan kemarin pak" ucap Zack memilih untuk tidak berdebat lagi dengan bosnya itu.
"Berapa total kerugian?" tanya Haris
"Sepuluh miliar pak" jawabnya
"Kita tidak mungkin menuntut karyawan yang korupsi itu kan, kalau begitu sita asetnya, jual dan masukkan ke rekening perusahaan" ucap Haris
"Kenapa tidak di laporkan saja ke polisi pak?" tanya Zack
"Kalau ke polisi akan lama, uang kita juga harus keluar banyak, dia di hukum dan mungkin tidak bisa mengembalikan apa yang dia curi dari perusahaan kita, jadi kamu sita saja asetnya, buat dia miskin seperti saat dia pertama masuk ke perusahaan ini" jawab Haris
"Anda kejam pak"
"Aku Haris Patrick Stuart, dan seorang Stuart tidak punya belas kasih pada musuhnya, lagipula dia sudah membuatku tidak bisa berlibur dengan Maharani" jawab Haris
"Akan aku kirim tuyul tuyul Yuyun untuk meneror anak ingusan itu, berani beraninya dia membuat masalah di dalam perusahaan milik keluarga Stuart" gumam Haris
"Tu.. Tuyul pak?" tanya Zack Shok
"Tak hanya tuyul, pasukan kelelawar Yuyun juga akan aku sewa untuk meneror orang itu. Siapkan iga bakar, jajanan anak anak dan susu kotak anak anak sebanyak mungkin, kirim ke kediaman Yuyun nanti malam" perintah Haris
"Di mana itu pak?" tanya Zack
"Di bawah pohon beringin dekat gerbang masuk perumahan Dark Dragon" jawab Haris kembali fokus bekerja sementara Zack masih gemetar ketakutan.