demi mendukung karier suaminya Arga Prasetyo, Ariana rela menikah selama delapan tahun secara diam-diam. Ariana menemani Arga berjuang di perusahaan nya tapi balasan yang didapatnya adalah perselingkuhan, bahkan pelakor itu terang-terangan menantang nya.
setelah menyiapkan perceraian dan pergi dengan tenang ternyata Arga menolak untuk melepaskan nya. hingga seorang laki-laki lain datang membuka babak baru untuk nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5
Ariana kini sudah sampai di depan rumah mertuanya, rumah yang begitu terlihat klasik. Jauh dari kata modern, sebab Martha Sangat menyukai benda-benda kuno, tapi dari segi penampilan Martha tetap mengikuti pakaian modern.
Langkah Ariana membawa nya masuk, sebab pintu sudah terbuka lebar. Tapi langkah Ariana terhenti ketika tiga orang berbeda usia tengah duduk sambil tertawa.
"Yeiii aku menang...kak Arga kalah lagi". Ujar putri yang begitu senang karena telah memenangkan pertandingan catur dengan Arga.
Dengan cepat putri bergelayut manja di lengan Arga sambil bersandar dengan tertawa bahagia, sedangkan Martha yang melihat itu tentu sangat senang karena menurutnya, putri adalah wanita yang sangat cocok dengan putra nya.
"Aku yakin kak Arga pasti sengaja kalah kan ? Supaya aku bisa menang". Ujar putri kembali menatap Arga penuh cinta.
Ariana yang melihat itu tersenyum miring. "Ternyata dia menyuruhku datang karena ada maksud lain". Ariana bedecih pelan.
Mata Ariana terpejam pelan sambil menarik nafas dalam, kemudian membuka matanya melihat ketiga nya dengan wajah datar.
Wanita seperti ibu mertuanya itu memang sangat licik.
Ariana kembali melangkahkan kaki nya masuk kedalam rumah mertuanya. Mereka yang melihat kedatangan Ariana langsung terdiam tertawa, sedangkan Arga begitu terkejut melihat kedatangan istrinya.
Arga terlihat salah tingkah apalagi melihat Ariana yang melihatnya dengan wajah seperti itu
"Ariana...apa yang kamu...".
"Ibumu yang menyuruhku datang kesini" potong Ariana melirik Martha.
Tatapan Arga langsung tertuju pada sang ibu, wajah Arga memerah menahan amarah, sebab. Ibunya tidak mengatakan apapun, apalagi pria itu sampai berbohong pada istrinya. Sedangkan Martha hanya terlihat santai saja.
"Dan kamu...bukan nya hari ini kamu pergi keluar negeri ? Sejak kapan bisa teleportasi ?". Tanya Ariana menatap Arga, sedangkan Arga memejamkan matanya karena ketahuan berbohong.
Ariana sudah tidak memanggil kata 'mas' lagi pada Arga, rasanya sudah muak dengan kelakuan suaminya itu.
Putri yang melihat Arga dan Martha hanya diam, wanita muda itu ingin mencarikan suasana tapi juga ingin menjatuhkan Ariana.
Putri berdiri menatap Ariana dengan tatapan polos. "Oh iya...sudah beberapa kali kita bertemu, tapi kita belum kenalan. Perkenalkan, nama ku putri Darmawan". Putri menjulurkan tangannya ingin bersalaman dengan Ariana.
Tapi Ariana tidak menyambut tangan putri, malahan Ariana langsung duduk pada sofa dengan kedua kaki menyilang.
Martha langsung berdiri mengambil tangan putri, bahkan mengumpat menantu nya itu dalam hati. "Jangan pedulikan dia sayang, dia hanya orang perusahan kami, menjabat sebagai manager. Mama memanggil nya kesini karena ada urusan, jadi jangan hiraukan dia yah". Martha mencoba membujuk putri agar tidak ngambek.
Ariana tertawa pelan menatap mertuanya. 'bahkan Arga belum menikah dengan pelakor ini tapi Martha sudah ingin di panggil mama ? Lucu sekali, selama ini dia memang tidak menganggap ku, bahkan mengatakan aku sebagai orang perusahan nya. Aku memang bodoh karena harus merahasiakan pernikahan ini. Jika bukan karena ganti rugi perjanjian perceraian itu, mungkin saja aku sudah membungkam mulut Martha dan putri si pelakor ini'. Batin Ariana mencoba untuk tenang.
Martha menyuruh putri duduk kembali sambil mengelus punggung putri dengan lembut layaknya sang ibu yang membujuk putrinya.
semua itu tak luput dari penglihatan Ariana, tapi wanita itu tidak bereaksi apapun, baginya Martha saat ini adalah orang asing.
"Ternyata hanya manager perusahaan yah, aku kira kak Arga dan Ariana memiliki hubungan istimewa". Ejek Putri sambil bergelayut manja di lengan Arga, tapi Arga dengan cepat menarik tangannya seakan tidak senang akan tindakan Putri barusan.
Arga terus menatap Ariana, ada hal yang dilewatkan nya. Tatapan Ariana, seperti tidak menghiraukan nya bahkan kini tidak ada lagi tatapan cemburu.
Sebenarnya putri tahu jika Ariana adalah istri dari Arga, tapi semua itu sengaja di tutupinya dan pura-pura tida tahu, agar Martha mau merestui hubungan nya dengan Arga dan hak itu berhasil, kini Martha benar-benar menyukainya bahkan menggadang-gadang kan akan menjadikannya menantu jika Ariana sudah bercerai dengan Arga.
Ariana yang melihat itu tidak beraksi apa-apa bahkan, wajahnya tetap datar, sedangkan Arga yang melihat wajah istrinya langsung menahan amarah karena tahu saat ini dia tidak bisa berkutik.
'apa yang kamu harapkan Ariana, Arga bahkan tidak membelamu ketika Martha mengatakan jika aku hanya orang perusahaan, bahkan kamu di permalukan seperti ini, Arga juga tidak mengeluarkan sepatah kata pun untuk membela mu, sepertinya memang dia tidak ingin memberikan mu status'. Batin Ariana tertawa.
Ariana kemudian menatap Martha, kaki nya menyilang dengan tatapan tajam.
"Bu Martha, bukannya Anda ingin membahas sesuatu? Kita bahas disini saja". Martha langsung menatap Arga, kemudian menatap Ariana, tangan wanita tua itu terkepal kuat karena Ariana seakan menantangnya.
"Lain kali saja, karena kamu sudah datang. Kita makan siang dulu saja". Martha mengalihkan pembicaraan.
"Tidak usah, aku masih memiliki urusan". Ariana langsung berdiri tapi Martha mencegahnya, bahkan mata nya melotot pada menantunya itu.
"Berhenti...jangan memancing amarah ku Ariana, jika aku menyuruh mu untuk makan siang, maka turuti lah. Kamu memang tidak memiliki sopan santun". Geram Martha yang tidak suka di bantah.
Ariana terdiam berbalik menatap Martha. "Baiklah...aku akan makan siang dirumah ini, tapi jangan sampai menyesal". Ariana duduk kembali dengan sangat anggun.
Arga menatap Ariana dengan tatapan sulit diartikan, istri nya saat ini begitu berbeda,
"Kak Arga ayo kita lanjut main catur lagi". Putri kembali bergelayut manja di lengan Arga, dan dengan cepat Arga menepisnya kembali tatapnya terus mengarah pada Ariana yang terlihat tidak biasa.
Putri yang melihat itu tentu begitu cemburu karena Arga seperti menghindari nya karena ada Ariana disini.
"Ariana ... Kamu tau main catur, ayo kita bermain". Ajak putri dengan tatapan meremehkan.
Ariana menatap papan catur itu. 'arga rela kalah main catur dengan putri, padahal itu adalah keahlian nya. Rela mengalah demi selingkuhan nya, agar tidak sedih. Cihhh'.
"Bisa...mari kita bermain". Ariana menatap Arga.
"Ariana....".
Arga menatap Ariana karena tahu jika istri nya itu juga jago dalam bermain catur, sedangkan Putri hanya pemula yang masih belajar.
"Baiklah, mau memilih warna apa, putih atau hitam ?". Tanya putri memberi pilihan.
"Aku pilih hitam, melambangkan kekuatan dan keanggunan". Jawab Ariana dengan penuh anggun.
"Cihhh padahal putih lebih bagus, bersih". Kesal putri padahal dia sendiri yang menyuruh Ariana untuk memilih.
"Putih memang bersih dan nampak cantik dari luar, tapi kita tidak tau dalam nya. Apalagi sampai terkena noda sedikit saja, maka semuanya bisa berubah". Arga mengepalkan tangannya, sebab tahu jika saat ini Ariana tengah menyindir nya.
Bersambung...