Indonesia
NovelToon NovelToon
Taubatnya Sang Pendosa

Taubatnya Sang Pendosa

Status: tamat
Genre:Persahabatan / Crazy Rich/Konglomerat / One Night Stand / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:586.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: iska w

Disebuah kamar VVIP class, terdengar suara erangan-erangan kecil dan juga suara desa han, yang membuat para cleaning service yang akan melakukan tugasnya menjadi enggan untuk memulainya, mereka terlihat menutup pintu kamar itu kembali dengan hati-hati yang memang tidak terkunci, bahkan wanita itu langsung bersandar ditembok dan mengusap lengannya yang merinding karena mendengar suara-suara erotis dari penghuni didalamnya.
~~~
Kurangnya sebuah kasih sayang menjadikan anak cenderung sulit untuk mengidentifikasikan perasaan, hal pertama yang terjadi pada kondisi psikologis anak yang kurang akan kehangaxtan dan keharmonisan dari orang tua adalah kemungkinan anak akan kesulitan untuk mengontrol pikiran, emosi bahkan hasrat pada diri mereka sendiri.

Hanny adalah seorang mahasiswa cantik dan berprestasi, namun dia harus menjadi kupu-kupu malam untuk sekedar mencari kepuasan dan kesenangan diri.

Lalu bagaimana kisah taubatnya seorang wanita malam ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iska w, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6. Tentang Jeremy

...Happy Reading...

Disebuah ruangan disalah satu perusahaan besar, yang menjulang tinggi ke angkasa dengan bergambarkan sebuah logo, yang bertuliskan J&J itu, duduklah seorang pria yang berparaskan tampan dan menawan.

Namun sayang sekali, otaknya tidak sinkron dengan ketampanannya, walaupun ayahnya sering dipanggil Master Jenius, namun sepertinya saat ini kecerdasan ayahnya tidak menurun dengan dirinya sama sekali.

Dia menjadi Direktur Utama diperusahaan ayahnya karena sudah pasti dia adalah penerus satu-satunya dari keluarga Raharjo, namun dalam menangani bisnis di perusahaannya ada asisten pribadi yang bayarannya setara dengan gaji direktur utama, karena memang semua pekerjaan yang menghandle adalah asistennya dan Jeremy seolah hanya menjadi patung hiasan saja di kantor itu.

"Selamat siang tuan muda?" Asisten Jeremy yang bernama Nicolas itu mengetuk pintu ruangannya.

"Hmm.. ada apa?" Tanya Jeremy yang menyandarkan kepalanya dikursi kebesarannya.

"Ada yang harus anda tanda tangani Tuan." Ucap Nicholas sambil menyerahkan satu dokumen yang dia buat tadi.

"Okey."

Bahkan dokumen itu langsung dia tanda tangani tanpa dibaca apalagi dipelajari terlebih dahulu, karena dia sudah percaya seratus persen dengan Nicholas.

"Nanti sore ada meeting dengan klien di hotel didekat perusahaan kita Tuan dan---" Ucapan Nicholas langsung terhenti saat Jeremy langsung memotongnya.

"Kamu wakili saja aku kesana, kalau tidak suruh ayah yang datang, badanku capek semua, ngantuk juga, tadi malam kurang tidur!" Umpat Jeremy yang langsung memejamkan kedua matanya.

"Tapi tuan, bapak tidak bisa datang karena---" Ucapan Nicholas lagi-lagi terputus begitu saja.

"Kalau begitu kamu saja yang datang, sudah pergi sana!" Jeremy langsung mengibaskan tangannya, dia malas mendengarkan penjelasan Nicholas seperti biasanya.

"Baiklah, permisi Tuan muda."

Seperti biasa Nicholas hanya bisa membungkukkan badan tanpa bisa melawan kehendak tuan mudanya.

"Ckk... ngapain juga mesti capek-capek kerja, uang juga nggak dibawa mati ini!" Umpat Jeremy sambil memejamkan kedua matanya kembali.

Dulu saat masih kecil, sebenarnya dia anak yang cerdas, namun setelah perceraian kedua orang tuanya dan ayahnya yang tak lama kemudian menikah lagi, dia menjadi anak yang malas belajar.

Sejak saat itu dia hanya suka hura-hura, menghabiskan uang ayahnya saja, namun begitu dia tidak pernah menentang keinginan dan permintaan ayahnya, dia selalu menurutinya walau tidak pernah bersungguh-sungguh, bahkan dia menjadi sarjana karena bantuan dari ayahnya, kalau tidak mungkin dia hanya akan menjadi mahasiswa abadi karena jarang masuk kelas dulu.

Tak berselang lama, ponselnya langsung berbunyi, dengan wajah malas Jeremy pun mengangkatnya.

"Hmm.. kenapa bro?" Jawab Jeremy masih dengan matanya yang terpejam.

"Kita ngumpul di kafe yuk, Dinar ulang tahun bro, kita rencananya mau ngasih surprize party sore ini, luu free kan bro?" Tanya seorang pria dari balik ponselnya.

"Of coures lah bro, kirim saja nanti waktu dan tempatnya, gw pasti akan datang!"

Kalau menyangkut urusan bersenang-senang, Jeremy lah jagonya.

"Asiap bro, kalau begitu sampai jumpa disana ya!"

" Owh ya, kirim juga nomor rekeningmu, biar aku transfer uang buat beli kado, okey?" Ucap Jeremy yang memang terkenal royal kalau dengan sahabatnya itu.

"Thank you boss, see you!" Ucap pria itu dengan nada suara yang sumringah.

Jeremy memang punya tiga sahabat dari kecil sampai sekarang dan mereka selalu ada jika Jeremy kesepian dan membutuhkan seseorang untuk sekedar menemani dirinya.

Saat Nicholas sedang sibuk-sibuknya meeting dengan klien penting sore ini, Jeremy bahkan sudah sampai disebuah Kafe yang sangat mewah dan kekinian.

"Hai bro? kamu sudah datang?" Tanya Haris sahabatnya.

" Hmm... happy birthday Dinnar, suka nggak kadonya, mereka ngasih apaan!" Jeremy langsung memeluk Dinar yang terlihat terkejut dan langsung menyipitkan kedua matanya.

"Haiisshh... Gimana sih bro, kenapa sudah bilang, kita kan mau buat kejutan!" Haris langsung meninju lengan Jeremy dengan kesal, selalu seperti ini, jika dia terlambat datang sudah pasti dia akan mengacaukan acaranya.

"Owh, kalian belum bilang ternyata? emang dari tadi kalian ngapain aja?" Tanya Jeremy yang langsung menyeruput jus jeruk diatas meja yang entah punya siapa.

"Kita nungguin elu datang Man! yaelah... gatot-gatot!" Deka langsung menepuk keningnya sendiri.

"Ya udah sih, tinggal bilang lagi surprize gitu, apa susahnya sih, sama aja kan?" Jeremy bahkan tidak merasa bersalah sama sekali.

"Pfffttthhh... sudah-sudah, but thank you so much for everything about it, sekarang mana hadiahnya?" Dinar hanya bisa menahan tawa saja saat melihat ketiga sahabatnya kalau sudah berkumpul selalu saja seperti ini.

"Aisssh... surprize apaan kalau gini ceritanya! luu sih bro, harusnya tadi luu jemput Jeremy, kong kali kong dulu baru aman rencana!"

"Kok jadi nyalahin gw sih? dia kan masih dikantor, mana brani gw jemput dia, entar kalau ketahuan bokapnya gw nyulik dia ke kafe, bisa hancur perusahaan keluarga gw!" Ucap Haris yang notabenya putra dari pemilik anak cabang dari perusahaan J&J.

"Udah nggak usah ribut, bisa kumpul gini aja gw udah seneng banget kok, cepetan mana kadonya, biar aku buka sekarang!" Ucap Dinar yang selalu menjadi penengah diantara mereka.

Ketika ketiga orang itu sedang ribut gara-gara Jeremy, namun sang tersangka terlihat tidak memperdulikan mereka, dia asyik memperhatikan seorang wanita yang duduk dipojok kafe menggunakan gaun yang terbelah dan menampakkan kulit mulusnya.

"Jer... heh, luu lagi ngliatin siapa sih? serius amat?" Haris langsung menepuk bahu Jeremy yang ada disampingnya.

"Dia... dia siapa ya? gw kayak pernah lihat deh?" Jeremy menunjuk wanita yang sedang duduk sendiri menikmati segelas minuman didepannya itu.

"Siapa sih?" Bahkan mereka bertiga langsung menoleh kearah wanita itu.

"Mana gw tahu? temen kampus kita dulu kali?" Haris langsung ikut komen.

"Bukan deh kayaknya, aku belum pernah lihat wanita secantik itu dikampus kita deh, paling mentok juga Dinar!" Ucap Deka sambil terus mengamati pergerakan wanita itu.

"Ahh elu mah, kalau lihat cewek aja langsung meleng mata luu!" Dinar langsung mengusap wajah Deka dengan gemas.

"Hahaha, harus dong, bukannya hawa tercipta didunia untuk menemani sang Adam?" Jawab Deka yang tidak pernah mau mengalah.

"Sudahlah, ayok kita makan, tadi gw pesen steak, kalian pasti suka kan?" Ucap Dinar yang langsung menyodorkan piring itu kehadapan mereka.

"Sebenarnya sih gue lebih suka gado-gado yang banyak kerupuknya, daripada---" Ucapan Haris terputus saat Jeremy langsung berdiri ketika mendengar kata-kata kerupuk.

"Ahaaa! gadis kerupuk itu!" Dengan santainya Jeremy langsung berjalan menghampiri mejanya, tanpa memperdulikan ketiga sahabat yang memanggil dirinya.

"Tumben tuh si Jeremy, minat sama betina? biasanya dia paling males kalau ngedeketin cewek kan?" Haris bahkan melongo dengan mata yang tidak beralih mengawasi Jeremy dari tempat duduk mereka.

"Hei... Gadis Kerupuk!" Panggil Jeremy dengan lantangnya.

"Hah?"

Gadis itu pertama-tama tersentak dan langsung menoleh kearahnya, namun setelahnya dia tertunduk saat orang-orang didekat mejanya terlihat tersenyum penuh makna saat melihat dirinya.

"Benar kan, kamu gadis kerupuk yang kemarin kan?" Tanya Jeremy kembali.

"Hisss... enak aja panggil orang sembarangan!" Dia kembali menoleh ke kanan kiri walau hanya sekilas, takut kalau suaranya menggema diruangan itu pikirnya.

"Iya lah, itu kamu! tuh kan keningmu masih diplester?" Jeremy seolah tersenyum bahagia bisa bertemu lagi.

"Woaah... kebetulan juga sih, pucuk dicinta ulam pun tiba, luu ikut gw sekarang!"

Dan wanita itu adalah Hanny yang memang sedang mencari Jeremy sedari kemarin, bahkan anak buahnya saja tidak dapat menemukannya, tapi saat ini tanpa dia caripun pria itu seolah datang sendiri.

"Heh, ada apa? jangan narik-narik gue dong!" Umpat Jeremy namun dia tetap mengikuti kemana langkah Hanny pergi.

Cih... apa ini takdir? kenapa lucu sekali, tanpa gw cari dia bisa nongol sendiri, lihat saja nanti, tidak akan pernah gw lepaskan pria yang satu ini!

Hanny menarik lengan Jeremy sekuat yang dia bisa tanpa memperdulikan orang disekelilingnya yang melihat kearah mereka, dan ternyata Hanny membawanya pergi ke toilet di kafe itu.

Takdir itu terkadang memang lucu, ada saja caranya mempertemukan dua orang yang bahkan tidak punya urusan dengan cara yang seolah kebetulan.

1
Asngadah Baruharjo
hadeehhhhhhh,sakit perut 😄😄😄
Asngadah Baruharjo
mesem mesem bacanya
Asngadah Baruharjo
aku sudah tak bisa berkata karena ngakak
Asngadah Baruharjo
alah mboh,bikin ngakak paraahhh 😀😀😀
Asngadah Baruharjo
ha ha 🤣🤣🤣🤣🤣
Asngadah Baruharjo
ono ono wae 😀😀😀😀😀
Asngadah Baruharjo
hadduuuhhhhh sakit perut 😄😄😄
Asngadah Baruharjo
ngakak teruuuussss 🤣🤣🤣🤣
Asngadah Baruharjo
wa ha ha ha 🤣🤣🤣
Asngadah Baruharjo
alah mboh THOORRR ngakak teruuuussss 🤣🤣🤣
Asngadah Baruharjo
aduh sakit perut jadinya 😀😀😀
Asngadah Baruharjo
bahasanya KEREENNNNN thoorrr, seperti TIRAMISU lezaaattt 🤣🤣🤣🤣
Asngadah Baruharjo
ono ono wae,nyot nyot ha ha 🤣🤣🤣🤣
Asngadah Baruharjo
Bambang Jeremy aku padamu😀😀😀
Asngadah Baruharjo
ngakak melulu
Asngadah Baruharjo
ngakak
Asngadah Baruharjo
Marfuah 🤣🤣🤣🤣
Asngadah Baruharjo
aya Aya wae😀😀😀
Asngadah Baruharjo
gas poolllllllllll 🤣🤣🤣
Asngadah Baruharjo
Hanny i love you 😀😀😀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!