Indonesia
NovelToon NovelToon
Aku Ratumu

Aku Ratumu

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Percintaan Konglomerat / Diam-Diam Cinta / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:14.1k
Nilai: 5
Nama Author: Biggest

Pernikahan adalah sesuatu hal yang sakral. Bagi setiap wanita menikah dengan pria yang dia cintai sungguh suatu hal yang sangat membahagiakan.

Sefya menikah dengan seorang pria yang diam-diam dia sukai dan pria itu adalah seorang CEO dari sebuah perusahaan Kosmetik terkenal yaitu RAA'ARA Kosmetik, namun sayangnya pria itu tidak mencintainya sama sekali, pernikahan karena perjodohan memang sering kali menjadi cinta bertepuk sebelah tangan.

Sefya yang terus bertahan dengan sikap acuh suaminya, mulai berusaha agar suaminya mau mengakuinya dan juga mencintai dirinya.

Akankah usaha Sefya membuahkan hasil? atau malah akan sia-sia?

Baca ceritanya, jangan sampai ketinggalan, akan Update setiap hari dua bab...

Saranghae n Kamsahamida

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Biggest, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AR - 4 Rasa sesak didada

Hari demi hari dilalui oleh Sefya, tidak ada perubahan dalam rumah tangganya, Richard tetap bersikap acuh terhadapnya, usahanya memasak untuk suaminya sia-sia.

Richard malah memberikan makanan itu kepada kucing yang berkeliaran setiap malam di depan rumah mereka.

"Andai saja, dia mencoba sedikit masakan ku, aku yakin dia tidak akan merugi, karena menurut mereka yang sudah pernah mencicipi, masakan ku cukup enak dan bisa diterima di lidah mereka," kata Sefya.

Sefya melihat beberapa menu masakan yang ada di dalam majalah, dia sedang mencari beberapa jenis masakan yang bisa dia buat agar bisa menarik minat suaminya untuk mencoba masakannya.

"Kue bolu, aku rasa setiap orang suka dengan kue bolu, aku akan membuatnya, aku harap kali ini dia akan mencobanya." Sefya menutup majalah dan dia bersiap untuk keluar rumah.

***

"Aku akan pulang lebih awal, kalian siapkan saja bahan meeting untuk besok, untuk calon branch ambasador yang akan mempromosikan kosmetik baru kita, nanti aku akan coba untuk menghubungi seseorang yang cocok dengan karakter dalam promosi." Richard bersiap untuk meninggalkan ruangannya.

Bimo asisten pribadinya sudah bisa menebak, kemana perginya sang bos.

Bimo ikut melangkah keluar ruangan dan menutup pintu ruangan bosnya.

"Sinta, siapkan berkas meeting untuk besok." Perintah Bimo.

Sinta mengangguk, dia mengerti akan perintah dari asisten pribadi bosnya, meski mereka memiliki jabatan yang hampir setara, tapi Bimo tetap satu level di atas dirinya karena jabatan Bimo sebagai asisten pribadi, sedangkan dirinya sebagai sekertaris pribadi yang bekerja dan mengurus urusan perusahaan, berbeda dengan Bimo yang selalu akan berada di sisi Richard.

Bimo masuk ke dalam ruangannya, kali ini dia tidak akan mengekor bosnya, dia sudah tahu kemana mobil mewah bosnya pergi.

"Aku merasa kasihan kepadanya, bagiku dia adalah sahabat saat di luar pekerjaan kantor, dan bos saat di dalam urusan kantor, sebagai sahabat aku iba, karena kamu terus mengejarnya sedangkan di rumah ada wanita yang setia menunggumu." Bimo melihat dari kaca jendela ruangannya, sebuah mobil sport putih melesat dengan cepat.

***

Troli di dorong oleh Sefya sambil mengelilingi supermarket, dia mencari beberapa bahan yang merupakan bahan pokok untuk membuat kue bolu.

"Terigu, baking soda, vanila cream, margarin, apalagi ya?" Sefya berpikir sejenak.

Sefya kembali berkeliling. "Sepertinya sudah lengkap semua, beberapa bahan masih tersedia di rumah."

Sefya mendorong troli belanjaan menuju kasir dan membayar barang belanjaannya.

"Terima kasih," ujarnya kepada kasir.

Sefya membawa barang belanjaan, lalu masuk ke dalam mobil miliknya.

Sefya sebenarnya bukan tidak mau berdandan seperti mereka, tapi ada sesuatu hal yang membuat dirinya harus berpenampilan seperti gayanya saat ini.

Sefya memutar kunci mobilnya, tapi saat ia hendak menyalakan mesin mobilnya, suara telepon genggamnya berdering.

"Papi?" Kata Sefya ketika melihat nomor yang tersimpan dengan nama 'Papiku'.

"Hallo, Pih." Sefya mengangkat teleponnya.

"Sefya, kamu di mana?" Tanya pria dari seberang telepon.

"Aku sedang pergi ke supermarket, ada apa Pih?" Jawabnya.

"Papi hanya ingin mengabarkan, kalau Papi dan Mami akan segera pulang ke Indonesia."

Kedua orang tua Sefya sedang pergi ke luar negeri, mereka sedang berlibur, biasanya Sefya akan ikut bersama mereka, tapi karena dia sudah menikah dan tidak tahu bagaimana caranya meminta izin kepada suaminya, membuat Sefya tidak bisa ikut liburan.

"Apa perlu aku jemput?" Tanya Sefya.

"Tidak perlu, nanti kita bertemu setelah Papi dan Mami sudah sampai di rumah saja, kalian harus ke rumah, karena Papi sangat merindukanmu ..,"

"Mami juga rindu," teriak wanita yang menyelak perkataan suaminya.

"Sefya juga rindu, kabari Sefya kalau sudah sampai di rumah." Sefya menutup teleponnya dan menjalankan mobilnya.

Dalam perjalanan Sefya melihat-lihat beberapa cafe yang berada di sekitar jalan.

"Sudah lama aku tidak pergi ke cafe, aku sebaiknya mengunjungi salah satu cafe di sana." Sefya mengarahkan mobilnya menuju salah satu cafe yang tidak terlalu jauh dari supermarket tempatnya belanja.

Sefya sengaja memilih supermarket yang agak jauh dari rumahnya, dia ingin sekalian berkeliling, Sefya merasa jenuh setiap hari hanya berada di rumah saja.

***

Richard menemui seorang wanita di sebuah cafe, dia langsung memeluk wanita itu dari belakang saat melihat wanitanya duduk di salah satu bangku.

"Hallo baby," sapanya sambil mengecup kecil pipi wanita yang dia cintai.

"Lama sekali." Keluh wanita itu.

"Maaf sayang, tadi ada pekerjaan yang harus aku urus dulu di kantor." Richard duduk di hadapan Clara.

Clara adalah wanita yang selalu menjadi kebahagiannya, Richard sejak lama berusaha berbaikan dengan Clara, Clara marah karena Richard menikah dengan wanita lain, Clara akhirnya bisa menerima alasan Richard yang setuju untuk menikah dengan wanita pilihan orang tuanya.

"Sayang, apa kamu benar-benar sudah tidak marah lagi?" Tanya Richard sambil menggenggam kedua tangan Clara.

Clara menggelengkan kepalanya perlahan. "Aku memaafkan dirimu." Clara membalas genggaman kekasih hatinya.

"Terima kasih sayang, aku tidak tahu jika kamu tidak memberikan maaf, sudah pasti aku akan menderita seumur hidupku." Kecup Richard di punggung tangan Clara.

***

"Parkir di sini saja, aku tidak akan lama di dalam sana, karena aku harus membuat kue untuk Mas Richard." Sefya melihat beberapa kantong belanjaannya.

Sefya turun dari dalam mobil dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam sebuah cafe.

Clara duduk di salah satu bangku meja cafe, dia kemudian melihat menu yang ada di buku menu.

"Saya pesan coffee late satu, itu saja." Sefya menutup buku menu.

Sefya yang menunggu minumannya datang, mulai berkutat dengan telepon genggamnya, dia melihat-lihat notifikasi yang masuk.

"Waaah, bagus sekali mini dress ini, andai aku bisa memakainya." Sefya hanya bisa memandangi baju-baju yang dulu sangat dia suka pakai.

Sefya keluar dari bangkunya dan pergi menuju toilet, saat dia hendak mencari toilet, hal yang tak terduga dilihatnya.

Sefya yang terkejut, langsung menitikkan air matanya, dia tidak bisa menahan rasa sakit di hatinya.

Sefya berlari untuk kembali ke mejanya, dia kemudian menaruh selembar uang berwarna merah di atas meja.

"Mba, minumannya." Seorang pelayan yang melihat Sefya berlari keluar berteriak memanggilnya.

Sontak beberapa tamu yang datang termasuk Richard dan Clara melihat kearah depan.

"Wanita aneh, kenapa ke cafe hanya untuk menangis." Clara tersenyum nyinyir.

"Tidak perlu dihiraukan, lebih baik kita menikmati kebersamaan kita, aku sangat merindukan dirimu." Richard kembali mengecup punggung tangan Clara yang masih dalam genggamannya.

Clara tersenyum bahagia, dia merasa menjadi seorang wanita yang beruntung karena dicintai pria tampan dan juga sangat sukses.

***

Sefya menutup pintu mobilnya dan langsung menginjak pedal gas, mobil yang di kendarainya melesat dengan kecepatan tinggi, Sefya terkenal sebagai wanita yang serba bisa, bahkan dia pernah sekali menang dalam lomba balap mobil.

"Siapa wanita itu? Apa dia kekasihmu? Apa ini jawaban dari keresahanku? Apakah aku harus melepasanmu? Pasrah akan pernikahanku?" Ujarnya sambil terus menginjak pedal gas mobil.

Sesampainya Sefya di rumah, dia langsung masuk ke dalam kamar dan bercermin.

"Apa aku harus kembali ke jati diriku yang lama? Tapi, aku takut," ujar Sefya.

Sefya kembali melihat dirinya dicermin. "Aku memang selama ini hanya berusaha memikat mu dengan hidangan masakan, aku harus berusaha lebih agar bisa mendapatkan cintamu dan membuatmu melepasnya!" Ujarnya.

.

.

.

.

.

1
Mebang Huyang M
salam thor, bisakah panggilan mas di ganti dgn panggilan nama aja. maaf thor saya agak risih klu baca novel yg nama tokoh2nya orang luar tapi manggilnya pakai mas.
SizzlingTeapot
Aku udah mampir nih! Kayaknya sih bakal menetap buat nungguin bab baru! *ahem*
The Biggest
ok
Wajah Boneka
Jangan lama2 ya thor updatenya, aku gamau lari2 pindah tempat yg lain huhu
The Biggest: ok aku up malam ini Shay. thx
total 1 replies
Ika Endah
ayolah rich segera sadar sebelum sefya menyerah...
Anis🦕
haii kak salam kenal,jangan lupa mampir jg ke ceritaku trimakasih🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!